My Unique Boyfriend

My Unique Boyfriend
Bab 56 Perasaan hangat


__ADS_3

Setelah jam pulang kantor, Lala tidak langsung pulang, dia memilih naik ke rooftop untuk beristirahat sejenak, hari ini pekerjaannya begitu banyak dan membuatnya kelelahan.


Gadis itu duduk dan bersandar di kursi, dia memejamkan matanya sejenak, dia mengurai senyum saat mengingat sahabatnya begitu bersemangat saat tengah mendesain, dia merasa Mala yang dikenalnya dulu telah kembali, dia sangat senang karena pada akhirnya Mala bisa mendesain lagi.


Tanpa Lala sadari, seseorang tengah berdiri dan mengamati dirinya. "Setelah tertabrak motor kemarin apa kau jadi gila, kenapa senyum-senyum sendiri." Ucap orang itu dengan nada mengejek.


Lala membuka matanya perlahan, dia sangat hafal dengan suara itu, Lala menarik nafas panjang saat melihat orang yang sengaja di hindarinya malah berada dekatnya sekarang.


"Asisten Rafli, ada perlu apa kemari?" Tanya Lala datar.


"Aku hanya sedang mencari angin." Jawab Rafli, lalu dia duduk disebelah Lala dan membuat gadis itu terkejut. Lala menelan ludahnya dengan susah payah, dia tidak mengerti dengan sikap Rafli, setelah sekian lama Lala mengejar pria itu dan selalu mendapat penolakan, lalu kenapa tiba-tiba Rafli seperti berbalik mengejarnya sekarang.


"Kalau begitu saya permisi tuan." Lala bangkit dari duduknya, dia menundukkan kepalanya dengan sopan lalu pergi meninggalakan Rafli.


"Kenapa kau menghindariku sekarang?" Tanya Rafli dan membuat langkah gadis itu tertahan.


"Bukankah ini yang anda inginkan, anda tidak suka jika saya mengusik hidup anda, maafkan saya karena selama ini sangat lancang kenapa anda, saya janji tidak akan mengganggu anda mulai sekarang." Jawab Lala tanpa menoleh sedikitpun, lalu dia kembali melangkahkan kakinya dan pergi dari tempat itu. Rafli menatap nanar punggung Lala yang sudah menjauh, perasaan aneh tiba-tiba menyusup dihatinya, sedih, kosong dan merasa seperti kehilangan, begitulah yang tengah dirasakan Rafli kali ini, dia tidak menyangka gadis kecil yang disebutnya menyebalkan itu rupanya telah masuk kedalam hatinya.


***


"Jawab Ning, dia putriku kan?"


"Tidak ada yang gratis di dunia ini Mahesa, apa yang akan kau berikan padaku setelah aku menjawab pertanyaanmu?" Jawab Bi Ningsih dengan seringai diwajahnya.


"Apa yang kau butuhkan, uang? Berapa?" Tantang tuan Mahesa, dia ingin tau kebenarannya.


" Seratus juta." Ucap bi Ningsih dengan wajah tanpa dosanya.


"Berikan nomor rekeningmu, aku akan mentransfernya setelah kamu menjawab pertanyaanku." Tuan Mahesa setuju dengan syarat bi Ningsih, baginya uang seratus juta tak ada artinya.


(Author nulis sambil bayangin duit 100 juta kek apa bentukannya,, Apa daya author kalau mau beli seblak via goj*k nunggu gratis ongkir dulu 😭😭)


"Tansfer dulu lalu aku akan menjawabnya." Tawar bi Ningsih sambil tersenyum licik.


Tuan Mahesa mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, jemarinya berkutat diatas layar ponsel lalu dia memberikan ponselnya kepada bi Ningsih. "Masukkan nomer rekeningmu." Tukasnya terburu-buru.


Bi Ningsih meraih ponsel itu, dia mengetik deretan angka yang menjadi nomer rekeningnya, setelah selesai dia mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya.

__ADS_1


"Sudah, sekarang jawab pertanyaanku."


Bukannya menjawab, bi Ningsih malah memeriksa ponselnya, dia tersenyum puas saat melihat notifikasi uang seratus juta rupiah telah masuk ke akun Bank-nya.


"Ya, dia memang anaknya Intan." Jawab bi Ningsih seraya memasukkan ponsel kedalam tasnya.


Tuan Mahesa terpaku ditempatnya dan kesempatan itu bi Ningsih gunakan untuk segera pergi sebelum Tuan Mahesa bertanya lebih jauh lagi.


"Ningsih, kau belum menjawab pertanyaanku yang lain." Teriak Tuan Mahesa setelah sadar dari lamunan panjangnya.


***


Didalam mobil, setelah mengaku-ngaku sebagai calon suami istri keduanya terlihat begitu canggung, Arthur beberapa kali melonggarkan dasinya dan Mala tengah meremas kedua tangannya.


"Soal tadi, maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud untuk melibatkan Tuan Arthur." Ucap Mala gugup, akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutnya setelah lama terdiam.


"Tidak masalah." Jawab Arthur datar. "Lagi pula suatu saat nanti aku pastikan kau akan menjadi istriku." Batinnya. Keduanya kembali diam sampai mereka tiba di apartemen.


"La, ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ucap Arthur, mereka tengah berdiri didepan kamar Mala.


"Ya tuan."


"Saya dipecat tuan, apa salah salah?" Jawab Mala sedih.


"Bukan begitu, maksudku mulai besok kamu menjadi asistenku." Terang Arthur sebelum Mala salah paham.


"Anda serius?" Gadis itu tak percaya begitu saja.


"Ya. Dan semester depan kau bisa melanjutkan kuliahmu, perusahaan akan membiayainya, aku tidak mau menyia-nyiakan bakatmu."


"Tuan, anda tidak sedang membohingi saya kan?"


"Tapi dengan satu syarat."


"Apa tuan."


"Kau tetap menjadi supirku dan tinggal disini, setelah jam kuliah selesai kau harus pergi ke Art Life untuk membantu pekerjaanku. Apa kau sanggup?" Tanya Arthur seraya menatap Mala.

__ADS_1


Mata gadis itu mulai berkaca-kaca, dia tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan luar biasa seperti ini, mimpinya semakin dekat dan dia sangat bahagian.


"Saya sanggup tuan, terimakasih banyak untuk kebaikan tuan kepada saya." Jawab Mala tersedu-sedu, gadis itu menangis saking bahagianya.


"Kenapa menangis." Arthur menyeka air mata diwajah Mala dengan lembut.


"Saya sangat bahagia tuan."


Arthur mengulum senyum, lalu dia menarik Mala kedalam pelukannya, entah mengapa gadis itu menurut, dia malah membenamkan wajahnya didada Arthur, aroma tubuh Arthur membuatnya merasa tenang dan rasa takut akan Arthur semakin pudar, dia semakin mengenal siapa Arthur, kehangatan tiba-tiba menyelimuti hatinya.


"Maaf tuan." Mala melepaskankan diri dari pelukan Arthur, dia menunduk Malu dan merasa tak enak hati karen menangis dipelukan Arthur.


"Kenapa kau selalu meminta maaf padaku." Tegas Arthur.


"Karena saya lancang sudah memeluk anda."


"Tapi aku senang dengan itu, sudah aku bilang kan aku menyukaimu, kau boleh melakukan apa saja pada tubuhku, aku tidak keberatan."


Mala kembali gugup setelah mendengar jawaban Arthur, tiba-tiba wajahnya terasa panas dan jantungnya berdegup sangat cepat.


"Saya permisi tuan." Pamit Mala, dia segera masuk kedalam kamarnya sebelum jantungnya benar-benar melompat keluar.


Mala mengatur nafasnya perlahan, dia memegangi dadanya dan merasakan detakan jantungnya yang masih sangat kencang, kemudian dia berganti memegangi wajahnya yang terasa panas, tanpa Mala sadari wajahnya merona karena Arthur dan jantungnya berdebar saat bersama dengan Arthur. Gadis itu mulai kebingungan, siapa yang sebenarnya dia sukai, Arthur sipemilik tubuh asli atau Rey yang hidup ditubuh Arthur.


***


Sementara ditempat lain, Tuan Mahesa datang ke Rumah Sakit dengan membawa sendok kotor bekas pakai, dia ingin memastikan sendiri, siapa Mala sebenarnya, apakah dia benar-benar putrinya atau seperti dugaan awalnya, dia putri Intan, mantan istrinya bersama dengan prian lain.


BERSAMBUNG..


Hay semuanya, apa kabar? Semoga kalian sehat selalu ya..


Aku ingin mengucapkan SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI UNTUK TEMAN TEMAN MUSLIM YANG MERAYAKANNYA, MOHON MAAF LAHIR BATIN.


**Maafin aku kalau banyak salah kepada kalian semua ya,,


dan untuk beberapa hari kedepan mungkin aku nggak bisa update, karena aku akhirnya bisa pulang kampung setelah tiga tahun tertahan di kota orang.

__ADS_1


Jaga kesehatan ya, sampai jumpa ..


salam sayang dariku 😍😍😍😍**


__ADS_2