
" Ti...sebenarnya, Toni sudah bertunangan, dua bulan lagi Toni akan melangsungkan pernikahan dengan tunangannya, tepatnya tanggal dua enam."
Akhirnya, Reno menyampaikan masalah Toni pada Titi.
Titi hanya diam, ia tak menyangka apa yang barusan Reno sampaikan.
Ada rasa sakit, sedih dan kecewa dihati Titi, tapi Titi berusaha menekan semua perasaannya dihadapan Reno.
Titi beristigfar dalam hatinya, agar ia bisa menenangkan perasaannya setelah apa yang Reno sampaikan.
"Maaf ya, Ti, bila apa yang saya sampaikan menyakiti hati dan perasaan mu, saya tidak bermaksud begitu, saya hanya menyampaikan apa yang saya tahu tentang Toni."
Titi terdiam, lalu ia tersenyum dan menjawab apa yang Reno sampaikan.
"Iya kak, tidak apa-apa, terima kasih kakak sudah menyampaikan semua ini pada Titi, cuma Titi heran, mengapa kak Toni tidak berterus terang pada Titi.
Tadi pagi, saat bertemu Titi, kak Toni biasa aja, tidak terlihat ada sesuatu yang kak Toni tutupi dari Titi."
Akhirnya mereka terdiam dengan fikiran masing-masing.
Reno merasa bersalah pada Titi, karena sudah menyampaikan keadaan Toni, tapi jika Reno tidak memberitahu Titi, Reno kasihan bila Titi berharap banyak pada Toni. Tapi, Reno melihat reaksi Titi yang biasa saja, Titi bisa menutupi sedikit kesedihan dan kekecewaan nya.
Saat mendengar penjelasan Reno, Titi memang merasa sedikit sedih dan kecewa akan sikap Toni.
Ia tak tahu, apa maksud Toni menjalin hubungan dengannya bila ia sudah bertunangan, dan mengapa Toni tak berterus terang bila ia akan segera menikah.
Titi hanya berharap, suatu hari Toni akan menjelaskan semuanya, Titi akan pura-pura tidak tahu keadaan yang sebenarnya bila Titi bertemu Toni.
"Ti, sebenarnya, ada hal lain yang ingin saya sampaikan!" ujar Reno, setelah lama mereka hanya terdiam.
"Ada apa, kak?" tanya Titi.
" Saya harap, Titi tidak marah dengan apa yang saya sampaikan nanti." kata Reno lagi.
" Baiklah, kak, sampaikan aja yang ingin kakak sampaikan, Insya Allah Titi akan mendengarkan." jawab Titi.
Reno terdiam sejenak, lalu ia menarik nafas perlahan.
Ia memandang wajah Titi sekilas, lalu ia menyampaikan isi hatinya pada Titi.
"Ti...sebenarnya, saya sudah lama suka sama kamu. Sejak kita bertemu saat Penataran P4, saya sudah jatuh cinta sama kamu.
__ADS_1
Selama ini, saya menyimpan perasaan ini, tidak berani menyampaikan nya pada mu.
Saat saya tahu Toni menjalin hubungan sama kamu, saya jadi merasa tak ada harapan untuk menyampaikan perasaan saya sama kamu.
Tapi, saat saya tahu jika Toni sudah bertunangan, saya merasa kecewa pada Toni karena sudah mempermainkan mu.
Makanya, saya sampaikan keadaan Toni pada mu, saya harap, saya bisa mengobati rasa sedih dan kecewa mu, bisa selalu mendampingi mu.
Saya serius dengan perasaan saya dan saya tidak akan mempermainkan mu."
Reno, menyampaikan semua isi hati nya pada Titi. Ia sangat berharap, Titi akan menerima dan membalas perasaan cintanya. Reno sadar, Titi dan Toni masih ada hubungan, walau Toni sudah bertunangan, tapi Titi baru mengetahui nya, belum ada kata putus diantara mereka.
Reno juga berharap, Titi bisa membalas cintanya.
Titi menghela nafas dalam, ia tak tahu harus menjawab apa agar Reno tidak marah atau tersinggung padanya.
Dari dulu, Titi tahu bahwa Reno ada hati padanya, tapi Titi tak begitu menanggapi.
Titi ingat, saat ia ikut Penataran P4 di kantor desa, setiap jam istirahat Titi pulang ke rumah.
Jarak rumah Titi kantor desa hanya 200 meter, jadi setiap jam istirahat Titi dan beberapa temannya, ikut pulang ke rumah Titi agar bisa sholat juhur dan makan nasi kotak yang dibagikan dari panitia di rumah Titi.
Saat istirahat itulah, Reno akan mengikuti Titi pulang ke rumah.
Titi menanggapinya biasa saja, karena Titi hanya menganggapnya sebagai teman, dan mereka juga baru kenal.
Sejak awal, Titi tidak punya perasaan apapun pada Reno.
Setelah terdiam sejenak, Titi pun menjawab semua perkataan Reno.
" Sebelumnya, Titi berterima kasih atas semua penjelasan kak Reno, juga apa yang kak Reno sampaikan.
Titi berharap, apa yang Titi sampaikan bisa kak Reno terima dengan baik.
Sejujurnya, sejak awal Titi sudab tahu perasaan kak Reno pada Titi.
Titi mohon maaf, karena Titi tidak bisa menerima ataupun membalas perasaan kakak.
Semuanya, tidak ada hubungannya dengan keadaan Titi sekarang, ataupun hubungan dengan kak Toni.
Untuk sementara ini, Titi hanya ingin menjalani semua tanpa ada beban atau ikatan dengan siapapun.
__ADS_1
Bukan karena Titi kecewa ataupun sakit hati pada kak Toni, hingga Titi menutup diri dan tidak menerima kak Reno.
Maaf kan Titi ya, kak?. jika memang kita berjodoh, Insya Allah kita akan bersama, jika tidak..semoga kakak bisa bertemu dengan perempuan yang lebih baik dari Titi, yang bisa mencintai kakak dengan tulus."
Titi menyampaikan jawaban atas pernyataan cinta Reno pada nya.
Walau Titi tahu, Reno pasti kecewa atas jawabannya, tapi Titi benar-benar tidak bisa menerima Reno, sejak awal Titi tak memiliki perasaan apapun pada Reno, hanya sekedar teman.
Reno memandang Titi, ada kesedihan dan kekecewaan diwajahnya atas jawaban Titi barusan.
Sudah lama, ia menaruh hati pada Titi dsn berharap malam ini Titi bisa menerimanya.
Mungkin waktunya tidak tepat, karena Titi baru saja menerima kabar pertunangan Toni dari nya. Tapi, Reno juga tidak bisa memendam lagi perasaannya pada Titi.
" Tidak bisa kah Titi merubah keputusan Titi?" tanya Reno
" Maaf kak, untuk saat ini, Titi hanya ingin sendiri, menjalani kehidupan Titi dengan fokus pada kegiatan dan pekerjaan Titi. Sudah Titi bilang, jika kita berjodoh, Insya Allah kita akan bersama!" Titi menegaskan kata-katanya pada Reno.
" Baiklah, Ti..jika itu sudah menjadi keputusan mu, kakak ga bisa memaksa.
Semoga, Titi juga bisa menemukan lelaki yang lebih baik!" Reno berkata dengan raut wajah kecewa.
" Iya kak, kita saling mendoakan yang terbaik aja buat kita, Titi harap kakak masih mau berteman dengan Titi." kata Titi lagi.
Iya, Ti..kita akan tetap berteman." kata Reno pula.
" Baiklah, Ti, karena sudah malam, kakak pamit pulang ya?
Maaf, jika mengganggu waktu istirahat Titi."
Reno pun pamit dan bangkit dari duduknya.
" Iya, kak..terima kasih atas apa yang kak Reno sampaikan dan mohon maaf bila telah mengecewakan".
Akhirnya, Reno pulang dari rumah Titi dengan rasa kecewa karena penolakan Titi.
Titi pun membereskan gelas dan piring yang ada dimeja dan menaruhnya didapur.
Lalu, Titi pun beristirahat karena besok Titi harus berangkat bekerja.
\*\*\*\*\*\*\*\* &\_& \*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Note : Jangan lupa selalu memberi dukungan ya? dengan memberi Like, komen dan vote.
Terima kasih buat teman-teman yang sudah memberikan dukungannya.