
Sudah beberapa bulan Ari dan Titi tinggal di rumah baru mereka.
Kolam ikan yang dikerjakan oleh wak Cecep dan wak Maman juga sudah selesai dan siap ditanami ikan.
Di pematang kolam, Ari menanam rumput jepang dan di setiap pinggir kolam ditanami dengan terong ungu untuk lalap.
Ari memanfaatkan lahan yang ada dan gunakan sebaik mungkin.
Ari membuat jembatan di pinggir kolam untuk memberi makan ikan.
Ari juga sudah membuat pondok dari bambu yang tidak jauh dari pinggir kolam untuk mereka beristirahat.
Di bagian bawah pondok digunakan untuk menaruh barang-barang yang tidak digunakan dan diatasnya digunakan untuk tempat bersantai.
🦂🦂
" May, besok pulang kerja kita cari bibit ikan ya agar kita bisa segera mengisi kolam kita dengan bibit ikan. " kata Ari pada Titi sesaat sebelum mereka tidur.
" Baik pay, kita akan mencari bibit ikan dimana? tanya Titi.
" Pay sudah dapat tempat untuk membeli bibit ikan, diberitahu oleh teman saat pay cerita mau memelihara ikan. " jawab Ari.
" Rencananya kita mau memelihara ikan apa, pay?" tanya Titi.
" Pay ingin memelihara ikan bawal sebagai permulaan, karena katanya ikan bawal tidak terlalu sulit untuk pelihara dan cepat besar. " jawab Ari.
🦂🦂
Keesokan hari, saat sore setelah Ari dan Titi pulang bekerja, mereka menuju tempat penjualan bibit ikan yang direkomendasikan oleh teman Ari yang pernah membeli bibit ikan di sana.
Menurut teman Ari, bibit ikan di sana bagus-bagus dan murah.
" Mau cari bibit ikan apa, bang? " tanya pemilik kolam pada Ari.
" Ini mas, kita mau lihat-lihat dulu. Di sini ada bibit ikan apa aja, mas? " tanya Ari pada pemilik kolam.
" Di sini ada bikin ikan bawal, ikan nila juga ikan lele." jawab pemilik kolam.
__ADS_1
Ari dan Titi melihat-lihat bibit ikan dibeberapa kolam yang ada di sana.
Akhirnya Ari memutuskan untuk membeli ikan bawal seperti rencananya semula.
" Mau berapa ribu bang beli bibit ikannya?" tanya pemilik kolam.
" Untuk saat ini saya ambil dua ribu bibit dulu mas, setelah itu baru ditambah lagi. " jawab Ari pada pemilik kolam.
" Eh iya mas, namanya siapa? saya Ari dan ini istri saya, Titi." tanya Ari pada pembeli kolam sambil memperkenalkan dirinya dan juga Titi.
" Saya Dimana, bang. " jawab pemilik kolam yang bernama mas Diman.
" Mas Diman, kalau untuk beli pelet makanan ikan di mana ya?" tanya Ari pada mas Diman.
Mas Diman memberi tahu Ari toko langganan tempat ia membeli pakan ikan.
Mas Diman juga memberitahu pakan yang digunakan untuk ikan sesuai dengan umur ikan dan cara memberi makannya.
" Alhamdulillah, terima kasih sas Diman sudah berbagi ilmu cara memelihara ikan." kata Ari setelah mas Diman berbagi pengalaman cara memelihara ikan di kolam.
" Besok pagi ikannya saya antar ya bang? saya harus memilih bibit ikannya terlebih dahulu." kata Mas Diman pada Ari.
" Siap bang, tenang saja, saya pasti kasih bibit ikan yang terbaik." kata mas Diman pula.
Ari memberikan alamat rumah pada mas Diman agar besok mas Diman bisa mengantarkan bibit ikan langsung ke rumahnya.
Setelah membeli bibit ikan, Ari mengajak Titi untuk membeli pelet agar saat ikan besok sampai di rumahnya bisa langsung dimakamkan. Ari membeli pelet langsung satu karung yang berukuran seratus kilogram.
Ari meminta pada pelayan toko untuk mengangkat pelet tersebut ke atas mobil yang Ari bawa.
Setelah selesai membeli pakan ikan, Ari dan Titi pulang ke rumah.
" Alhamdulillah ya pay, hari ini kita sudah membeli bibit ikan dan pakannya sekalian. " kata titik pada Ari saat mereka dalam perjalanan pulang.
" Semoga usaha yang baru akan kita rintis ini bisa berhasil ya may? ikan-ikan kita akan tumbuh besar, sehingga bisa menambah penghasilan kita." kata Ari yang berniat untuk memulai usaha dengan memelihara ikan.
" Aamiin..!" jawab Titi yang mengaminkan kata-kata Ari
__ADS_1
Keesokan harinya, mas Dimana mengirimkan bibit ikan yang dipesan oleh Ari dan Ari melihat jika ikan-ikan itu memang bagus-bagus dan sesuai dengan keinginan Ari.
Mas Diman menghitung ulang ikan yang dikirim sebelum dimasukkan ke dalam kolam.
Akhirnya secara bertahap Ari membeli bibit ikan bawal hingga mencapai sepuluh ribu ekor pada Mas Diman.
Tapi sayang, usaha pertama Ari mengalami kegagalan, karena Ari tidak mengetahui jika musim kemarau air kolam akan mengering.
Saat bibit ikan berusia dua bulan dan sudah sebesar dua dan tiga jari, kolam Ari mengalami kekeringan karena musim kemarau sehingga ikan-ikan banyak yang tidak bisa diselamatkan dan mati.
Tidak ada yang bisa Ari dan Titi lakukan, mereka mengalami kegagalan saat pertama kali memulai usaha memelihara ikan.
Ari dan Titi belum mengetahui kondisi kolam saat musim kemarau bisa mengalami kekeringan sehingga mereka mengisi kolam yang baru jadi dengan sepuluh ribu ekor bibit ikan bawal.
Ikan-ikan peliharaan Ari banyak yang mati karena kekurangan air.
" Kita tidak memperhitungkan jika saat ini musim kemarau dan kolam kita mengalami kekeringan, sehingga usaha pertama kita mengalami kegagalan." kata Ari pada Titi saat malam hari mereka akan beristirahat.
" Tidak apa-apa pay, mungkin belum rejeki kita, nanti jika ada rejeki kolamnya kita dalamkan lagi dan, saat memasuki musim kemarau kita tidak perlu memelihara ikan. Kita akan mengatur jadwal kapan kita harus memelihara ikan dengan waktu panen sehingga pada saat musim kemarau kita tidak perlu memelihara ikan. "
kata Titi memberikan saran pada Ari dan untuk sementara mereka membiarkan kolam dalam keadaan kosong.
" Benar may, nanti pas sudah waktunya musim hujan dan kolam sudah berisi air, kita akan kembali memelihara ikan. " kata Ari menyetujui saran Titi.
🦂🦂
Ari dan Titi tidak merasa putus asa dengan kegagalan mereka tapi mereka kembali melanjutkan usaha mereka untuk membesarkan ikan dengan memperhitungkan kondisi cuaca sebelum mereka memulai usaha mereka.
Saat musim kemarau mereka mengosongkan kolam dan tidak mengisi dengan bibit ikan karena sebelum tiba musim kemarau mereka sudah memanen ikan-ikan terlebih dahulu untuk menghindari resiko ikan mati karena kekeringan.
Cara yang digunakan oleh Ari ternyata efektif untuk mengurangi kerugian dalam memelihara ikan karena mereka sudah memperhitungkan semua dengan baik sesuai dengan pengalaman pertama mereka yang gagal karena musim kemarau.
Di pematang kolam, rumput Jepang yang sengaja ditanam Ari tumbuh dengan subur, sehingga mereka bisa duduk di atas rumput saat mereka memberi makan ikan.
Begitu pula dengan tanaman terong ungu tumbuh dengan subur.
Titi suka memberikan terong yang sering digunakan sebagai lalap itu pada tetangga yang menginginkannya.
__ADS_1
🦂🦂🦂
🦂🦂 Tidak perlu merasa takut kehilangan karena segala sesuatu tidak ada yang abadi, akan ada yang datang dan ada yang pergi. Tapi aku merasa takut kehilangan kasih sayang anak-anakku disaat aku tidak mampu merawat diriku sendiri. 🦂🦂