
Pagi ini Titi disibukkan dengan mengurus ke dua anaknya yang akan diantar ke rumah Tuti.
Saat ini Nanda sedang libur semester, jadi ia tidak masuk sekolah.
Nanda dan Andi akan diantar ke rumah Tuti karena sudah dua hari ibu menginap di rumah Tuti yang sudah akan melahirkan.
Sudah dua hari ini setiap pagi Titi dan Ari akan mengantar Nanda dan Andi ke rumah Tuti sebelum mereka berangkat ke kantor dan saat pulang dari kantor mereka akan menjemput keduanya untuk diajak pulang.
" Mah, anti adek main ke lumah bibi Ntik agi? " tanya Andi saat Titi memakaikan pakaian pada Andi yang sudah selesai dimandikan oleh Ari.
Karena usia Andi yang mencapai dua tahun, jadi bicaranya masih belum jelas.
" Iya, nanti adek main sama dek Iman, ya? tapi adek jangan nakal kalau main sama teman-teman di rumah dek Iman." jawab Titi sambil mengingatkan agar Andi tidak berbuat nakal saat bermain.
" Iya, ma, adek ndak akal alau anti adek ain. " kata Andi pada Titi.
" Pintar, anak mama. " kata Titi sambil. mencium pipi Andi dengan gemas.
" Ma, abang tolong dipakaikan baju, pay mau mandi dulu. " kata Ari pada Titi, meminta agar Titi memakaikan baju pada Nanda karena Ari akan pergi mandi.
" Iya, pay,. biar mau yang memakaikan baju abang. " kata Titi pada Ari.
Titi telah selesai memakaikan baju Andi dan gantian akan memakaikan baju Nanda.
Titi dan Ari berbagi tugas untuk. mengurus ke dua anak mereka agar mereka juga tidak terlambat datang ke kantor.
Ari bertugas memandikan keduanya dan Titi yang memakaikan pakaian mereka.
Saat Titi mendekati Nanda, Nanda sudah bisa mengenakan pakaiannya sendiri, Titi tinggal merapikan pakaian yang dikenakan Nanda.
" Anak mama sudah pintar pakai baju sendiri. " kata Titi yang memuji Nanda karena sudah bisa mengenakan pakaiannya sendiri.
" Abang kan sudah besar, ma, abang sudah sekolah.
Kata ustadzah kalau anak sholeh itu harus bisa membantu orang tua, kalau abang bisa pakai baju sendiri berarti abang sudah membantu mama, jadi mama tidak susah lagi mau memakaikan baju abang. "
Kata Nanda panjang lebar, mengingat apa yang diajarkan oleh gurunya di sekolah.
" Iya, sekarang abang sudah pintar memakai baju sendiri, jadi mama tinggal merapikan saja. Kalau abang sudah bisa membantu mama nanti abang dapat pahala dari Allah. "
Kata Titi yang mengapresiasi apa yang Nanda lakukan dengan mengatakan jika Nanda akan mendapatkan pahala dari Allah.
" Sini, mama sisir rambut abang biar rapi dan tambah ganteng. "
Kata Titi lagi sambil merapikan rambut. Nanda menggunakan sisir.
__ADS_1
Selesai dengan kedua anaknya, Titi merapikan penampilannya sebelum berangkat ke kantor, karena sebelum anak-anaknya mandi, Titi sudah mandi terlebih dahulu.
Pagi ini semua sudah siap untuk berangkat.
Nanda sudah membawa tas dipunggung nya yang berisi pakaian ganti dan susu untuk Andi.
Ari dan Titi juga sudah siap untuk berangkat mengantar kedua anaknya ke rumah Tuti sebelum ke kantor.
" Abang sama adek salim dulu sama kakek sebelum berangkat. " kata Titi. pada kedua anaknya agar bersalaman dengan kakeknya.
" Abang sama adek ga di rumah aja sama kakek? " tanya ayah Titi pada kedua cucunya saat mereka berpamitan pada kakeknya.
" Abang mau main sama dek Iman, kek." kata Nanda pada kakeknya.
" Iya ga apa-apa, kalau main jangan nakal ya? jangan suka berantem. " kata kakek pada kedua cucunya.
" Iya, kek. " jawab Nanda, Andi hanya menganggukkan kepala mendengar apa yang dikatakan oleh kakeknya.
Setelah berpamitan dengan ayah, Ari dan Titi berangkat ke kantor dengan ke dua anak mereka.
Di rumah,. tinggallah ayah Titi sendirian karena ibu yang sedang menginap di rumah Tuti dan kedua anak Titi tidak mau tinggal di rumah dan diasuh oleh kakeknya.
Titi juga tidak mungkin meninggalkan Nanda dan Andi dengan ayahnya karena ayah harus mencari rumput untuk memberi makan hewan ternak peliharaannya.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, Ari dan Titi sampai di rumah Tuti.
" Nenek..! " kata Nanda saat turun dari motor dan menghampiri neneknya lalu mengambil tangan neneknya dan mencium punggung tangannya.
" Pintarnya anak nenek, tapi lupa ya ga ucapin salam? " tanya ibu Titi pada Nanda.
" Maaf nek, lupa.. " kata Nanda sambil tersenyum malu pada neneknya karena lupa mengucapkan salam.
Andi yang digendong oleh Titi minta segera di turunkan karena ia ingin menyusul abangnya yang sudah berada didekat neneknya.
Andi berlari menghampiri neneknya dan. langsung minta dipangku.
" Cucu nenek sudah ganteng semua, mandi sama siapa tadi? " tanya ibu pada Andi yang duduk di pangkuannya.
" Papa. " jawab Andi pada neneknya.
" Tadi mandinya sama papa? " tanya ibu lagi.
Andi hanya menganggukkan kepalanya saja saat menjawab pertanyaan neneknya.
" Assalamu'alaikum, bu. " salam Titi dan Ari saat menghampiri ibunya.
__ADS_1
" Waalaikumsalam. " jawab ibu Titi.
" Mau langsung ke kantor, Ti? " tanya ibu pada Titi.
" Iya bu, sebentar lagi Titi sama bang Ari mau ke kantor. " jawab Titi sambil menaruh tas yang tadi dibawa Nanda.
" Ini pakaian ganti anak-anak sama susu buat Andi nanti, bu. " kata Titi pada ibunya.
" Iya, taruh aja disitu, nanti ibu bawa ke dalam. " kata ibu.
" Bang, mau minum kopi dulu? " tanya ibu Titi pada Ari.
" Tidak bu, terima kasih, nanti Ari ngopi di kantin aja. " jawab Ari pada ibu mertuanya.
" Tuti mana, bu? kapan rencana lahirannya? " tanya Titi yang menanyakan keberadaan Tuti.
" Tuti tadi lagi merapikan kamar. Sepertinya hari ini Tuti akan melahirkan,. ibu lihat perutnya sudah sangat turun, makanya Tuti merapikan kamarnya agar nyaman saat nanti melahirkan. "
Jawab ibu yang menjelaskan kondisi kehamilan Tuti pada Titi, karena menurut ibu Tuti akan melahirkan hari ini.
" Mudah-mudahan lancar ya bu lahiran Tuti nanti. " imbuh Titi pada ibu.
Titi berharap lahiran Tuti akan berjalan lancar dan tidak ada sesuatu yang mengganggu kelancaran kelahiran.
" Insya Allah, ibu lihat Tuti ga ada keluhan apapun selama dua hari ibu disini. Tuti terlihat sehat dan masih bergerak dengan lincah. "
Kata ibu yang mengatakan jika Tuti terlihat sehat dan tidak ada keluhan.
" May, ayo kita ke kantor, sudah hampir jam setengah delapan. " kata Ari yang mengajak Titi untuk segera berangkat ke kantor.
" Baik pay, ayo kita ke kantor. " kata Titi yang menyetujui ajakan Titi.
" Bu, Titi titip anak-anak ya? nanti sore sepulang kerja Titi jemput lagi.
Jika anak-anak minta jajan, didalam kantong tas anak-anak ada uang untuk. jajan mereka. "
Titi berpamitan pada ibu untuk pergi ke kantor serta menitipkan Nanda dan Andi pada ibunya.
Setelah berpamitan pada kedua anaknya, Ari dan Titi berangkat ke kantor yang letaknya tidak jauh dari rumah Tuti.
Hanya memerlukan waktu tidak sampai sepuluh menit, Ari dan Titi bisa sampai ke kantornya jika mereka berangkat dari rumah Titi.
🦂🦂🦂
🦂🦂 Memiliki anak-anak yang sehat dan cerdas serta shaleh dan shalehah merupakan harapan dan doa setiap orang tua. 🦂🦂
__ADS_1
🦂🦂 Anak adalah titipan dari yang Maha Kuasa, maka rawat dan didiklah mereka dengan baik agar mereka menjadi penolong bagimu saat diakhirat kelak. 🦂🦂