Nastiti

Nastiti
Bab. 73. Ari Dibawa Kemana?


__ADS_3

Titi tidak mengerti apa yang telah terjadi pada Ari.


Telah satu minggu Ari memang terlihat tidak tidur, hingga menjelang subuh kelakuannya terlihat aneh.


Setelah ayah memintanya untuk beristirahat, justru bang Ari menggendong anaknya dan membawanya keluar rumah.


Jam sudah menunjukkan jam enam pagi, diluar sudah terlihat terang.


Bang Ari membawa Nanda dengan menggendongnya di bagian depan.


Bang Ari membawanya ke kebun disamping rumah yang dulu ditanami


padi.


Bang Ari membawanya ke sebuah sumur tua, untung sumur tersebut di tutup dengan menggunakan kayu yang tebal, dan mengatakan pada Nanda bahwa di sumur itu ada penghuninya.


Ayah mengikuti kemana bang Ari pergi karena merasa khawatir dengan Nanda yang dibawanya.


Nanda pun diam dalam gendongan ayahnya, ia sama sekali tidak menangis.


Setelah meninggalkan kebun itu, ayah meminta bang Ari untuk kembali ke rumah.


Nanda diambil oleh ibu untuk digendong nya.


Ayah meminta agar Ari beristirahat, lalu


ibu memberi Ari segelas teh hangat, bang Ari membaringkan tubuhnya ditempat tidur dan terlihat memejamkan matanya.


Melihat Ari yang kelihatan tertidur, ibu meminta Titi untuk berangkat bekerja.


" Ti.. kalau mau pergi kerja tidak apa-apa, pergilah mandi dan siap-siap.


Ari sepertinya sudah tidur, biar ayah nanti yang menjaga Ari. "


Ibu meminta Titi untuk berangkat bekerja dan ayah yang akan menjaga Ari.


" Iya bu, Titi mau berangkat ke kantor dulu, nanti Titi sekalian memberitahu keluarga bang Ari tentang kondisi bang Ari. Titi titip bang Ari ya bu? Kalau ada apa-apa nanti telepon ke kantor aja. "


Titi pamit pada ibu untuk berangkat ke kantor dan menitipkan Ari pada ibunya.


Sebenarnya Titi tidak ingin meninggalkan Ari dalam keadaan seperti itu, tapi Titi sedang banyak pekerjaan dan tidak bisa ditinggalkan.


Akhirnya dengan berat hati, Titi pergi ke kantor.


Tiba di kantor, Titi menaruh tasnya lalu pergi keluar menuju rumah kakak Ari yang tertua.


Titi menceritakan apa yang terjadi pada Ari.


" Begitulah kak, sudah satu minggu abang tidak tidur, hingga akhirnya tadi pagi abang seperti hilang akal


Titi ga tahu kak, kenapa abang bisa seperti itu. "


Titi menceritakan apa yang terjadi pada Ari sambil menangis.


Ia merasa sedih dengan keadaan Ari.


" Jadi sekarang, Ari sedang tidur? "


Tanya kak Rubi.

__ADS_1


" Iya kak, tapi Titi ga tahu apa bang Ari benar-benar tidur atau nggak. "


Titi mengatakan saat ini tidak tahu apa Ari sedang tidur atau tidak.


" Ya sudah, sekarang Titi kerja aja, nanti biar kakak lihat keadaan Ari. "


Kak Rubi meminta Titi untuk kembali ke kantor.


Titi kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Tapi Titi tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan pekerjaannya.


Jam sepuluh pagi, Titi menelepon ke rumah untuk menanyakan keadaan Ari.


☎ " Assalamu'alaikum.. bu, gimana keadaan bang Ari? "


Tanya Titi saat ibu mengangkat teleponnya.


☎ " Wa'alaikumussalam.. Ari sedang mandi Ti, sudah lebih satu jam dia di kamar mandi, sudah disuruh keluar tapi tidak mau, katanya sedang membersihkan kamar mandi.


Sudah habis odol satu, entah digunakan untuk apa. "


Ibu menceritakan keadaan Ari di rumah pada Titi.


☎ " Kak Rubi belum datang bu? tadi katanya mau melihat keadaan bang Ari."


Titi menanyakan kakak Ari yang kata mau melihat kondisi Ari.


☎ " Belum ada yang datang, Ti.


Titi pergi kerja tadi Ari ga jadi tidur, ga tahu apa yang dikerjakan di dalam kamar, lalu Ari ke kamar mandi dan masih belum keluar. "


Ibu memberi tahu keadaan Ari setelah Titi berangkat bekerja.


Titi meminta pada ibu agar ayah memaksa Ari keluar dari kamar mandi.


☎ " Iya Ti, biar nanti ayah yang paksa Ari untuk keluar dari kamar mandi. "


☎ " Ya sudah bu, Titi mau lanjut kerja lagi.


Assalamu'alaikum.. "


Setelah mengucapkan salam, dan ibu membalas salam Titi, Titi pun mengakhiri teleponnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Sore hari, selesai mengerjakan semua pekerjaannya, Titi langsung pulang ke rumah.


Titi sudah tidak sabar ingin tahu keadaan Ari.


Sampai dirumah, ternyata Ari sedang berada di kamar.


Titi melihat Ari yang sudah terlihat sangat kuyu.


" Dek, tadi abang bertemu dengan Dedi sepupu adek.


Dia orang baik dan sekarang dia jadi ustadz. "


Bang Ari berkata bahwa ia bertemu dengan sepupu Titi yang tinggal di pulau Jawa.


Titi heran, Ari belum pernah bertemu dengan Dedi, dari mana ia bisa tahu Dedi dan Dedi sudah menjadi ustadz.

__ADS_1


Apa yang dikatakan Ari pada Titi memang benar, Dedi sepupu Titi dan ia seorang ustadz.


" Dek, tadi abang juga bertemu dengan bung Karno dan abang sempat bersalaman dengan beliau. "


Bang Ari juga berkata bahwa ia bertemu dan bersalaman dengan bung Karno.


Entah apa lagi yang dikatakan oleh bang Ari yang mengatakan jika ia bertemu dengan bung Karno.


Titi hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya tanpa bisa berkata apa-apa.


Kata ibu, pagi tadi setelah mandi, bang Ari dibawa pergi oleh sepupunya dengan menggunakan mobil.


Ibu tidak tahu, bang Ari akan dibawa kemana.


Bang Ari mengenakan kain sarung yang sudah robek karena terkena setrikaan.


Sedih rasanya mendengar kata-kata ibu, mengapa bang Ari tidak dipakaikan pakaian yang layak.


Menjelang sore, bang Ari baru diantar pulang, jadi saat Titi pulang dari kantor, Ari juga baru kembali ke rumah.


Tak lama Titi sampai dirumah, kak Rubi datang bersama Ali, sepupu Ari.


Ari diajak oleh kakak dan sepupu nya.


Menurut kak Reni, kakak Ari yang nomor dua, Ari akan dibawa berobat ke rumah sakit.


Titi ingin ikut mendampingi Ari, tapi tidak diizinkan, Titi diminta untuk menunggu di rumah.


Titi hanya pasrah dan menunggu dirumah.


Titi sedih melihat keadaan Ari.


Ari tidak bisa tidur, ia selalu berbicara dan mengajak ngobrol orang yang ada didekatnya.


Jika disuruh tidur, Ari hanya memejamkan matanya sebentar, tak lama ia akan bangun dan kembali berbicara semaunya.


Dirumah, Titi menunggu kabar dari kak Rubi, dibawa kemana bang Ari sebenarnya, mengapa Titi tidak diizinkan untuk ikut mendampingi?


" Sabar ajalah, Ti.. Ari cuma mau dibawa berobat. "


Kata kak Reni yang melihat kegelisahan Titi.


" Iya kak, tapi bang Ari dibawa berobat kemana? Mengapa Titi tidak boleh ikut?"


Tanya Titi pada kak Reni.


" Mungkin dibawa ke rumah sakit umum, atau ke dokter praktek untuk minta obat penenang agar Ari bisa tidur dan beristirahat. "


Jawab kak Reni pada Titi.


" Ini, tadi kakak beli sate padang di jalan, makan aja. "


Kak Reni mencoba menenangkan Titi dengan menawarkan sate yang ia bawa.


Titi mencicipi sate yang dibawa oleh kak Reni, tapi Titi merasa jika sate itu tidak enak dan bau nya membuat Titi mual.


" Beli sate dimana, kak? " tanya Titi heran, karena rasa sate yang rada aneh menurut Titi.


" Kakak beli ditempat langganan yang biasa. " jawab kak Reni.

__ADS_1


Titi hanya diam dan tidak jadi melanjutkan memakan sate itu.


🦂🦂🦂


__ADS_2