
Pagi ini Titi memulai aktivitas di rumah barunya. Setelah shalat subuh Titi langsung menyapu dan mengepel lantai sekaligus menggiling cucian di mesin cuci.
Titi juga sudah memasak nasi di rice cooker.
Sekali kerja Titi bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan, mencuci, memasak nasi dan menyapu serta mengepel lantai.
Selesai membersihkan di dalam rumah, Titi menyapu halaman.
Pukul enam tiga puluh, pekerjaan Titi sudah selesai, tinggal memasak lauk.
Ari keluar dari kamar sambil menggendong Andi yang baru bangun dan duduk di meja makan.
" May, kita jalan ke pelabuhan yuk? kita cari ikan. " ajak Ari pada Titi.
" Ayo, pay, kalau pagi seperti ini pasti banyak ikan segar karena nelayan baru pulang, dan yang pasti harganya lebih. murah. " ucap Titi yang menyetujui apakah Ari untuk pergi ke pelabuhan.
" Pay mandi dulu, ya? sekalian memandikan Andi. " kata Ari pada Titi lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Titi menuju ke kamar untuk menyiapkan baju Andi, lalu memakaikan baju Andi setelah Ari memandikannya.
" Nah.. anak mama sudah wangi sekarang, tadi mandinya dingin nggak? " tanya Titi sambil menyisiri rambut Andi.
" Airnya dingin, ma..! " jawab Andi.
" Tapi segar kan kalau sudah mandi? " tanya Titi lagi.
Andi hanya mengangguk menjawab pertanyaan mamanya.
" Sekarang adek duduk disini, ya? mama buatkan susu dulu. " kata Titi yang mendudukkan Andi di kursi dekat meja makan.
Lalu Titi ke dapur untuk membuat susu buat Andi.
Setelah memberi susu pada Andi, Titi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah semua siap, dan Ari sudah memanaskan motornya, Ari dan Titi serta Andi pergi ke pelabuhan untuk. mencari ikan.
Jarak dari. rumah Titi ke pelabuhan tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu sepuluh menit, mereka sudah tiba di pasar ikan dadakan di pinggir jalan pelabuhan.
Ari memarkirkan motor ditempat yang sudah disediakan, lalu mereka berjalan sambil melihat-lihat ikan yang akan mereka beli.
Titi menggendong Andi agar tidak kotor, karena jalanan di sana terlihat becek.
" Mau beli ikan apa, pay? " tanya Titi pada Ari.
__ADS_1
" Kita lihat-lihat dulu, may.. kalau ada yang sreg baru kita beli. " jawab Ari sambil berjalan disamping Titi.
Setelah melihat dibeberapa tempat, Ari melihat ada ikan merang, dan Ari sangat suka dengan ikan itu.
" Ada ikan merang, may, kelihatannya masih sangat segar. " kata Ari pada Titi sambil menunjuk ikan merang yang selebar lima jari.
" Iya pay, kita beli aja, kelihatannya ikannya masih segar. " ucap Titi meminta Ari untuk membeli ikan itu.
Setelah tawar menawar dengan pedagang ikan, Ari memilih ikan yang akan dibeli sebanyak dua kilogram.
Ari dan Titi masih berkeliling untuk mencari ikan lain untuk diberikan pada Tuti juga untuk stok di rumah.
" Ikan merang nya mau dimasak apa, pay? " tanya Titi saat mereka berjalan ke arah motor.
" Terserah may aja, mau di sambal juga boleh. " jawab Ari.
" Kalau gitu, kita buat merang bakar bumi hangus ya, pay? " tanya Titi lagi.
" Boleh tuh, may, sudah lama may tidak membuat merang bakar bumi hangus." Jawab menyetujui ide Titi.
Titi dan Ari juga membeli sayuran dan bumbu untuk masak sehari-hari.
Titi memang lebih suka berbelanja keperluan rumah sekaligus agar tidak repot ke warung, jika ada yang kurang baru membeli di warung atau di tukang sayur yang lewat.
Tiba di rumah Titi membersihkan ikan yang tadi di beli dibantu oleh Ari.
Ari memang suka membantu Titi untuk membersihkan ikan jika mereka ikan.
Setelah ikan dibersihkan, Titi menyimpan sebagian didalam untuk stok dan sebagian lagi untuk lauk makan.
Ari juga membantu Titi membakar ikan setelah ikan diberi bumbu oleh Titi, sehingga Titi bisa membuat sambal dan sayur lainnya.
Titi merasa senang bisa memasak dibantu oleh Ari, mereka berdua memasak makanan untuk makan mereka hari ini.
Sedangkan Andi, tadi ia ingin bermain di rumah Tuti karena di sana ada abangnya dan juga neneknya sehingga ia memilih tinggal di rumah Tuti.
Selesai memasak, Ari dan Titi hanya makan berdua karena anak-anaknya masih berada di rumah Tuti.
Selesai. makan, Titi langsung membersihkan piring kotor, lalu duduk di tikar di ruang tamu.
Saat mereka tengah mengobrol, ibu Titi dan anak-anaknya pulang dari rumah Tuti.
" Bu, makan dulu, tadi Titi masak ikan bakar. " pinta Titi pada ibu saat ibu duduk bersama mereka.
__ADS_1
" Ibu sudah kenyang karena sudah makan di rumah Tuti, anak-anak juga sudah makan. " kata ibu pada Titi
" Bang, ibu sudah meminta wak Cecep untuk mencangkul tanah dibelakang untuk ditanami ubi. " kata ibu pada Ari.
" Iya bu, tidak apa-apa, sebelum dibangun rumah tanah tersebut bisa gunakan untuk bercocok tanam. " kata Ari pula.
" Itu kolamnya mau ditanami ikan, bang?" tanya ibu.
" Iya bu, nanti kalau sudah ada uang, kolamnya mau dirapikan dan didalam kan lagi sebelum digunakan untuk memelihara ikan. " jawab Ari pada ibu.
Ari dan ibu pergi kebelakang rumah untuk melihat kolam yang akan dijadikan kolam ikan.
" Kolamnya luas juga ya, bang? " kata ibu pada Ari.
" Iya bu, dan sepertinya cocok untuk memelihara ikan, tapi pematangnya harus ditinggikan lagi agar jika hujan air kolam tidak banjir dan ikan-ikannya akan keluar dari kolam. " kata Ari menjelaskan rencananya untuk memperbaiki kolam sebelum ditanami ikan.
" Wak Cecep itu bisa kalau disuruh gali kolam, pekerjaan bagus dan rapi, abang tidak akan kecewa jika wak Cecep yang mengerjakan karena dia sudah berpengalaman dalam hal gali menggali. " seloroh ibu yang mempromosikan wak Cecep untuk menggali kolam di belakang rumah Ari.
" Pohon ini juga jangan ditebang ya, bang? biarkan tumbuh dan besar dipinggir kolam, biar teduh juga kelihatannya. " kata ibu yang meminta Ari agar tidak menebang pohon yang tumbuh di pinggir kolam.
" Nggak kok bu, Ari juga tidak akan menebang pohon itu kerena akan ari biarkan tumbuh besar, malah nanti kalau sudah besar Ari ingin membuat rumah pohon untuk tempat bermain anak-anak. " kata Ari yang berencana membuat rumah pohon untuk anak-anaknya.
" Benar pa, kalau papa mau membuat rumah pohon disini? " tanya Nanda pada papanya.
" Iya, nanti papa buatkan rumah pohon buat abang sama adek. " jawab Ari pada Nanda.
" Hore, nanti abang punya rumah pohon." kata Nanda dengan gembira.
" Ini pohon apa ya, bu? batang terlihat keras, bunganya putih dan kecil tapi wangi. " tanya Ari pada ibu.
" Ibu juga tidak tahu ini pohon apa, tapi memang bunganya wangi jika dicium. " jawab ibu.
" Ari juga berencana mau membuat pondok dari bambu disebelah sini, jadi kalau siang atau pengen istirahat bisa duduk di pondok. " kata Ari pada ibu sambil menunjuk tempat yang digunakan untuk membuat pondok dari bambu.
Sudah banyak yang Ari dan Titi rencanakan di rumah baru mereka, karena lahannya masih luas juga ada kolam yang bisa mereka manfaatkan untuk memelihara ikan dan bisa jadi penghasilan mereka nantinya.
Ibu juga sangat mendukung apa yang sudah Ari dan Titi rencanakan di rumah baru mereka.
π¦π¦π¦
π¦π¦Jangan merasa sakit hati jika orang mulai tidak perduli pada mu, mungkin karena merasa tidak kamu pedulikan sehingga mereka melakukan hal yang sama. π¦π¦
π¦π¦ Satu kebohongan akan menghasilkan kebohongan lainnya, dan jangan mengira jika orang yang dibohongi tidak mengetahuinya, ia diam dan pura-pura tidak tahu dengan setiap kebohongan yang kamu lakukan. π¦π¦
__ADS_1