
Acara pernikahan Titi dan Ari berjalan lancar, walau ada sedikit kendala karena saat tamu akan menikmati hidangan makan siang, tiba-tiba hujan turun dengan deras.
Para tamu yang sedang menikmati hidangan diluar tenda berusaha berteduh dari hujan yang turun dengan deras.
Ari dan Titi tengah duduk di pelaminan, mereka mengenakan pakaian adat berwarna merah.
Titi mengenakan siger di kepala nya dengan untaian melati dan di pinggang Ari terselip sebilah keris.
Mereka sepasang pengantin yang serasi.
Senyum bahagia terpancar dari wajah keduanya.
*****
Setelah acara resepsi siang tadi, Ari dan Titi beristirahat dikamar pengantin mereka.
" Bang, keluar yuk, duduk dibawah pohon belimbing! " Titi mengajak Ari untuk keluar kamar.
" Baiklah, bawa sisir sekalian dek! abang bantu merapikan rambut adek yang habis di sasak! " Ari mengiyakan ajakan Titi untuk keluar kamar.
Titi menghampiri ibu yang sedang duduk dibawah pohon belimbing.
" Bu, kok duduk sendirian, ayah mana? "
tanya Titi pada ibu.
" Tadi habis shalat ashar, ayah ke rumah pak RT mengantarkan bingkisan sekalian mengucapkan terima kasih atas bantuan pak RT! " Jawab ibu menjelaskan.
" Bang, mau dibuatkan kopi? " tanya Titi pada Ari.
" Boleh dek, sambil duduk-duduk sore ini kayanya enak sambil menikmati kopi! " Ari menyahuti Titi, lalu duduk tak jauh dari ibu.
Titi kedapur untuk membuat kopi buat Ari dan membuat teh untuk dirinya sendiri.
Titi keluar membawa kopi dan teh serta sepiring bolu untuk mereka nikmati sore ini.
" Ini bang kopi sama cemilannya. " Titi menaruh kopi dihadapan Ari, juga sepiring bolu yang dibawanya.
" Terima kasih, dek! Ngopi bu? "
Ari mengucapkan terima kasih pada Titi karena telah membuatkan kopi.
Ari juga menawari ibu kopi.
" Ini, ibu sudah ngopi duluan, tadi ngopi bareng ayah. " jawab ibu sambil menunjuk gelas kopi yang ada dihadapannya.
" Dek, sini duduk sini biar abang bantu merapikan rambutnya. " Ari meminta Titi untuk duduk didekatnya, dan membantu Titi merapikan rambut yang masih acak-acakan.
" Bu, barang-barang sudah dirapikan semua?" tanya Titi pada ibu.
__ADS_1
Ia asik makan bolu sambil disisiri rambutnya oleh Ari, Titi juga menyuapi Ari bolu.
" Alhamdulillah barang-barang bekas masak-masak dan bekas pesta tadi sudah dibersihkan dan dirapikan semua.
Tinggal mengembalikan barang-barang RT dan barang tetangga yang terpakai.
Insya Allah besok ibu sama ibu Siti mau mengembalikan barang-barang itu.! " jawab ibu menjelaskan pada Titi.
" Alhamdulillah ya bu, bagian sapu jagatnya cekatan, hingga tidak ada barang kotor yang tersisa.
Tinggal barang-barang yang masih dipakai, itupun barang-barang kita.! " ujar Titi.
Ibu tak banyak meminjam barang-barang dari RT atau tetangga, karena saat masih gadis, Titi rajin ikut arisan piring, gelas maupun sendok.
Jadi Titi punya banyak stok barang dirumah.
Ibu hanya meminjam alat masak seperti dandang, panci, kuali besar dan barang untuk prasmanan pada RT, juga kursi-kursi untuk tamu dan meja prasmanan.
Karena ibu ikut iuran untuk membeli barang-barang tersebut, maka ibu bisa meminjamnya bila ibu memerlukannya seperti saat ini.
Titi juga dulu sering menagih uang iuran ataupun beras jimpitan, karena Titi dipercaya jadi bendahara di arisan ibu-ibu.
Ibu dan Titi sangat bersyukur, semua yang menjadi panitia di acara pernikahan Titi bekerja dengan baik, hingga ibu tak perlu repot membersihkan dan membereskan barang-barang.
" Ibu kasih uang lelah buat meraka ya bu?" tanya Ari.
Kasihan kerjaan mereka berat, walaupun ada yg menolak, tapi ibu paksa aja.
Ibu bilang buat beli jamu pegel linu.
Hehehehe.. " ibu menjawab pertanyaan Ari dan menjelaskannya sambil tertawa.
Saat mereka asik mengobrol, tiba-tiba Tuti memanggil ibu.
" Bu.. di depan ada tamu, katanya teman tante Nung! " panggil Tuti pada ibu.
" Ah, iya sebentar, suruh masuk dulu! " jawab ibu sambil berdiri untuk menemui tamu yang datang, lalu masuk kerumah menyusul Tuti.
Ari telah selesai merapikan rambut Titi, lalu Titi menggelung rambutnya agar tidak berantakan.
Titi sangat tidak menyukai menggerai rambut, karena menurut Titi sangat tidak tapi dan bikin gerah.
" Bang, Titi mau lihat tamu dan sekalian mau buatkan minum dulu. " pamit Titi pada Ari.
" Iya dek, abang tunggu disini aja! " jawab Ari.
Titi masuk kedapur dan hendak membuat minum buat tamu.
Tuti datang menghampiri Titi.
__ADS_1
" Lah mbak, baru Tuti mau panggil mbak sekalian mau buat minum untuk tamu, mbak malah udah didapur.
Sana, mbak dan bang Ari dipanggil sama ibu, tamunya mau ketemu sama pengantin. " kata Tuti memberitahu Titi.
" Tamu nya ada berapa orang, Tut?
Sana, kamu panggil bang Ari aja, biar mbak yang membuat minumnya, nanti sekalian mbak bawa ke depan! " Titi meminta Tuti untuk memanggil Ari, dan ia melanjutkan membuat teh untuk tamu.
" Tamunya ada dua orang mbak, suami istri. Baiklah, Tuti panggil bang Ari dulu. " Tuti pun keluar dari dapur dan menghampiri Ari yang masih duduk dibawah pohon belimbing.
" Bang, disuruh masuk, tamunya mau ketemu sama pengantin. Mbak Titi masih buatkan teh didapur! " Tuti memberi tahu agar Ari menemui tamu yang datang.
" Baiklah dek, terimakasih! " jawab Ari sambil berdiri dari duduknya dan menyusul Titi kedapur.
Sebenarnya, usia Ari dan Tuti sama, malah tua Tuti beberapa bulan dari Ari.
Tapi karena Ari menikah dengan Titi, maka Tuti memanggil Ari dengan panggilan abang sebagai rasa hormat Titi pada Ari yang menjadi abang iparnya.
Begitupun Ari, memanggil Tuti dengan panggilan adek karena menyesuaikan dengan panggilan Tuti.
Ari menghargai Tuti yang memanggilnya abang.
Ari dan Tuti menuju ruang tamu, dimana tamu tersebut sedang mengobrol dengan ibu. Mereka duduk lesehan, kursi tamu belum dibawa masuk, karena sekalian menunggu pembubaran rapat panitia besok malam.
Titi membawa nampan berisi dua gelas teh hangat dan dua piring cemilan, Ari berjalan dibelakang Titi.
" Silahkan kan om, tante.. diminum tehnya! " Titi menawarkan minuman pada tamu ibu, lalu duduk disamping ibu diikuti Ari yang duduk disampingnya.
" Terima kasih! " jawab kedua tamu itu bersamaan.
" Ini pengantinnya nak, Ari sama Titi. " ibu mengenalkan Titi dan Ari pada tamunya.
" Ti..Ri..ini om Andri dan tante Yuli, teman tante Nung. Dulu tante Yuli sering main kesini, setelah menikah tante Yuli ikut om Andri tugas di daerah!" ibu mengenalkan tamunya pada Titi dan Ari.
" Iya, maaf ya Titi sama Ari.. om dan tante ga bisa datang siang tadi, ada acara keluarga dirumah! " tante Yuli menjelaskan pada Titi dan Ari.
" Iya om, tante ga papa, ini aja Alhamdulillah om sama tante mau menyempatkan datang kesini, mana dari jauh lagi! " jawab Titi merasa tak enak, karena om Andri dan tante Yuli datang dari daerah yang jauh dari tempat tinggal Titi.
" Iya, tadi begitu selesai acara keluarga kami langsung kesini, lumayan lima jam perjalanan, makanya datang kesini nya kesorean. " ujar om Andri menjelaskan.
Akhirnya merekapun berbincang sambil menikmati minuman dan makanan yang disediakan Titi.
Saat ibu meminta mereka untuk makan, om dan tante menolak dengan alasan sudah makan saat diperjalanan, jadilah mereka hanya minum teh dan makan cemilan.
Menjelang magrib, om Andri dan tante Yuli pamit pulang, mereka akan menginap dirumah saudara om Andri yang ada di kota ini, anak-anak mereka juga menunggu dirumah saudara om Andri.
◌⑅⃝●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅⃝◌
Bersambung dulu ya gaes, jangan lupa dukungan nya agar author tetap semangat melanjutkan ceritanya, dengan memberi ❤, komen dan vote. 🙏🙏🙏
__ADS_1