
Beberapa hari ibu Ari dirawat di rumah kak Ruby, tapi belum menunjukkan hasil yang baik,. akhirnya setelah rembuk keluarga, ibu dibawa ke rumah sakit swasta untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah diperiksa, dokter menyarankan agar ibu dirawat di rumah sakit.
" May, nanti agak siangan kita ke rumah sakit lagi untuk menjenguk ibu. " kata Ari pada Titi.
" Iya pay, ini may mau menyelesaikan pekerjaan rumah dulu, setelah itu baru kita ke rumah sakit. " kata Titi yang menyetujui ajakan Ari untuk ke rumah sakit.
Sudah beberapa hari, Ari dan Titi sering ke rumah sakit untuk menjenguk ibu.
Terkadang selepas pulang kerja Ari dan Titi ke rumah sakit dan pulang sekitar jam sebelas malam, karena Nanda harus bersekolah.
Di rumah sakit, sudah ada keluarga yang lain yang menemani ibu.
Kak Ruby sedang pulang ke rumah, dan di rumah sakit ada Awal, Irvan dan Ana.
Karena ibu sedang beristirahat, kami duduk di luar ruangan, tempat keluarga pasien menunggu.
" Awal nginap di rumah sakit terus ya? " tanya Ari pada Awal.
" Iya bang,. Awal sama Irvan nginap di sini, terkadang sama Setyo. " jawab Awal.
Setyo merupakan anak kak Ruby yang tertua dan sudah duduk di bangku SMA.
" Syukurlah jika banyak yang nginap dan menemani ibu disini. " kata Ari pula.
" Tapi nginap disini serem juga, walaupun tidur ramai-ramai. " seloroh Irvan.
" Memangnya ada apa, Van? " tanya Ari.
" Waktu itu Irvan, Awal, sama Setyo, kami tidur di depan ruang rawat mak wo. Keluarga pasien dikamar sebelah juga ada yang tidur di luar. " kata Irvan yang memulai ceritanya.
Irvan memanggil ibu Ari dengan panggilan mak wo, karena ibu Ari merupakan anak tertua di keluarga ibunya Irvan.
" Sekitar jam tiga pagi, Irvan terbangun karena merasa ada seseorang yang sedang mengepel lantai. Irvan merasa heran karena saat melihat jam di ponsel baru jam tiga pagi tapi sudah ada petugas kebersihan yang mengepel lantai. Petugas itu mengepel lorong ruangan tempat Irvan dan yang lainnya tidur. "
" Masa jam tiga pagi ada yang mengepel lantai, apa ga kepagian.? " tanya Ari.
" Irvan pikir juga seperti itu bang, masa. jam tiga pagi sudah ngepel. Tapi Irvan tidak berpikir yang macam-macam, jadi lanjut tidur lagi. " kata Irvan melanjutkan ceritanya.
" Yang ngepel laki apa perempuan, bang? " tanya Setyo ingin tahu.
__ADS_1
" Perempuan, rambutnya pendek sebahu, wajahnya tidak kelihatan karena ia membelakangi kami dan badannya menunduk karena posisi sedang mengepel.
Sekitar pukul enam pagi, tiba-tiba ada lagi petugas yang ngepel lorong tempat kami tidur. Irvan penasaran, kenapa di pel lagi, padahal belum kotor karena belum ada keluarga pasien yang datang kecuali yang menginap di rumah sakit.
Iseng Irvan tanya sama yang ngepel,
" Mbak, tadi malam sudah di pel, kok sekarang di pel lagi? apa beda lagi ya petugasnya? "
Terus si petugas bilang, " Tidak ada yang bertugas ngepel malam hari mas, jika pagi tugas ngepel dimulai jam enam pagi. "
Mendengar apa yang dikatakan petugas kebersihan itu, Irvan langsung merinding , jadi yang ngepel jam tiga pagi siapa..?? Setelah itu, Irvan tidak mau lagi tidur di luar walaupun ada yang lain juga tidur di luar.
Irvan takut kalau ketemu yang ngepel dini hari, ia kalau pas terlihat wajahnya cantik, kalau wajahnya serem, bisa kejang Irvan nanti. "
Irvan tertawa lalu menyudahi cerita horor yang dialaminya saat ia menginap di rumah sakit.
" Kalau begitu kita sama Van, Awal juga pernah bertemu dengan petugas kebersihan yang ngepel jam tiga pagi.
Waktu itu Awal habis beli nasi goreng sama teman Awal yang ikut menginap di rumah sakit. Dia ngepel didepan kamar Anggrek no 4, dua kamar dari kamar ibu dirawat. Kejadiannya sama, tapi ia tidak membelakangi Awal, wajahnya tidak terlihat karena ia sedang menunduk. Awal dan teman Awal langsung masuk ke dalam kamar karena tidak ada yang tidur di luar. " kata Awal mengakhiri ceritanya.
" Berarti itu penunggu di lorong ini dan pekerjaannya jadi tukang ngepel. " kata Ali yang mengambil kesimpulan setelah mendengar cerita Irvan dan Awal.
Obrolan mereka pun berganti dengan topik lain dan tidak membicarakan lagi masalah penampakan yang mereka lihat.
Ari dan Titi masuk kedalam ruang perawatan ibu saat ibu sudah bangun.
" Sudah lama kalian datang? " tanya ibu pada Ari dan Titi.
" Sudah bu, sudah dari tadi. Ini abang juga sedang tidak enak badan. " jawab Titi sambil mengatakan jika Ari juga sedang kurang sehat.
Ari sudah beberapa hari memang sedang terserang demam, ia datang dengan mengenakan sweater dan kaos kaki.
" Ti,. tolong selimuti ibu, rasanya dingin sekali. " kata ibu yang meminta diselimuti pada Titi.
Titi pun menyelimuti ibu hingga sebatas leher.
" Kaki ibu rasanya dingin sekali. " kata ibu lagi.
" Ibu pakai kaos kaki Ari, ya? " kata Ari pada ibunya saat ibu mengatakan kakinya terasa dingin.
Ari pun melepaskan kaos kaki yang dikenakannya lalu Titi membantu memasangkan kaos kaki tersebut pada ibu.
__ADS_1
Setelah memakai kaos kaki Ari, ibu terlihat sedikit nyaman.
Entah secara kebetulan atau tidak, saat ayah Titi sakit dan dirawat di rumah sakit, di rumah Titi juga sedang sakit sehingga tidak bisa menjenguk ayah yang sedang di rawat di rumah sakit.
Sekarang saat ibu Ari di rawat di rumah sakit, Ari juga ikutan sakit.
Tapi Ari hanya demam dan masih bisa ke rumah sakit untuk membesuk ibunya.
Sore hari kak Ruby datang kembali ke rumah sakit dengan membawa bekal makanan dari rumah.
" Sudah lama, Ti? " tanya kak Ruby pada Titi.
" Lumayan kak, tadi sekitar jam sebelas Titi dan bang Ari sampai. " jawab Titi.
" Iya, kakak tadi beberes rumah sama masak dulu, ayah Setyo mau dinas siang jadi pulang dulu. " kata kak Ruby lagi.
" Kakak tidak bawa kaos kaki, ya? " tanya Titi pada kak Ruby.
" Ya Allah, iya Ti, kakak lupa, padahal tadi waktu pulang kakak sudah berniat untuk membawa kaos kaki karena ibu bilang kakinya terasa dingin. " kata kak Ruby yang lupa membawa kaos kaki buat ibu.
" Ga papa kak, tadi ibu sudah dipakaikan kaos kaki bang Ari. " seloroh Titi pada kak Ruby.
" Ari, besok ibu rencananya akan dipindahkan ke rumah sakit umum yang lebih lengkap alat-alat medisnya, karena disini kurang lengkap.
Ibu mau rontgen bagian dalam perut dan disini tidak ada alatnya. "
Kak Ruby memberitahu Ari jika besok ibu akan dipindahkan ke rumah sakit umum atas anjuran dari pihak rumah sakit.
" Iya kak, semoga penyakit ibu bisa segera diketahui, biar ibu bisa minum obat yang tepat dan bisa cepat sembuh, sudah lebih dari dua minggu ibu disini tapi belum ada perubahan." kata Ari pula.
" Kalau di rumah sakit umum malah lebih dekat dari rumah, kak,. tidak jauh seperti sekarang. " kata Titi pula.
" Iya, kalau mau bolak balik ke rumah tidak terlalu jauh. " kata kak Ruby.
Menjelang maghrib Ari dan Titi berpamitan untuk pulang karena Ari yang kurang enak badan dan ingin segera beristirahat.
Setelah berpamitan pada kak Ruby, Ari, Titi dan kedua anaknya pulang kembali ke rumahnya.
π¦π¦π¦
π¦π¦Setiap orang punya privacy yang harus dihargai dan jangan memaksakan diri untuk menyamakan diri kita dengan orang lain. π¦π¦
__ADS_1