
Hari-hari terus berlalu tanpa meninggalkan jejaknya, tapi bagi setiap manusia yang menjalani kehidupan, setiap waktu yang dilewati memiliki arti tersendiri.
Ada saat dimana seseorang merasakan suatu kesedihan didalam hidupnya, dan disaat yang lain bisa merasakan suatu kebahagiaan.
Ada yang menunggu waktu untuk segera berlalu agar bisa melewati fase dimana seseorang merasakan suatu kesedihan ataupun kesulitan dan kesusahan dan berharap diwaktu yang akan datang semuanya sirna dan berganti dengan kebahagiaan atau mungkin akan tetap merasakan hal yang sama.
Ada pula yang ingin agar waktu tidak segera berlalu karena sedang merasakan kebahagiaan sehingga tidak ingin saat-saat itu berlalu dan takut jika akan kehilangan waktu-waktu indah tersebut.
Begitupula dengan kehidupan Ari dan Titi, yang mengalami peningkatan dalam kehidupan mereka.
Setelah mengalami hal yang sulit, akhirnya mereka bisa mewujudkan keinginan mereka untuk memiliki sebuah rumah idaman.
Ari dan Titi saat ini sedang membangun rumah di bagian belakang rumah tempat tinggal mereka saat ini karena rumah yang saat ini ditempat oleh Ari dan Titi akan menjadi halaman depan rumah mereka.
Untuk mewujudkan rumah idaman mereka, Ari dan Titi meminta bantuan mas Yamin sebagai tukang yang mengerjakan bangunan rumah dibantu oleh mas Totok sebagai kernetnya.
Ari sengaja membangun rumah yang luas agar mereka bisa tinggal dengan nyaman. Rumah dengan tiga kamar tidur yang luas, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan ruang tivi serta dapur.
Ari juga mewujudkan keinginan ibu Titi dengan membuat sebuah kamar dengan kamar mandi berada di bagian dalam kamar.
π¦π¦
" Mas, ini gambar rumah yang ingin Ari buat. " kata Ari pada mas Yamin saat mas Yamin datang ke rumah Ari untuk membahas rencana pembangunan rumah Ari.
" Jadi di bagian kanan dan kiri rumah disisakan satu meter dari batas tanah? " tanya mas Yamin.
" Benar mas, jadi nanti jika mau dibuat pagar, kita tidak mengganggu tanah milik orang lain, juga air dari cucuran atap tidak jatuh ke tanah milik tetangga." jawab Ari.
" Halaman bagian depan juga luas ya, Ri? " tanya mas Yamin lagi.
" Benar mas,. anak saya dua laki-laki semua, jika punya halaman luas mereka bisa bermain dihalaman rumah sendiri dan mengajak teman-temannya bermain di halaman sehingga mudah untuk dipantau. Atau jika suatu saat ada acara di rumah, punya halaman yang luas buat parkir kendaraan atau bisa untuk pasang tenda sehingga tidak perlu sewa gedung. " jawab Ari yang menjelaskan tujuannya membuat rumah dengan halaman yang luas.
Mas Yamin hanya manggut-manggut sambil memperhatikan rencana gambar rumah yang akan dibangun oleh Ari.
" Jadi mas Yamin sama mas Totok aja yang akan mengerjakan rumah, Ari.?? " tanya Ari pada mas Yamin.
"Iya, biar saya sama Totok yang mengerjakannya. " jawab mas Yamin yakin.
Mas Yamin merupakan seorang tukang yang berpengalaman dalam hal membuat bangunan.
__ADS_1
Mas Yamin seorang yang tangkas dalam bekerja, tidak suka bertele-tele dalam bekerja, sehingga mas Yamin selalu diandalkan jika ada proyek di perusahaan.
" Baiklah.mas, sekalian tolong buatkan perhitungan penggunaan bahan bangunan yang akan digunakan agar saya bisa menyiapkan semuanya. " kata Ari pada mas Yamin yang meminta dibuatkan perincian bahan bangunan.
Mas Yamin mencoret-coret kertas yang ada di hadapannya, mulai merincikan bahan bangunan yang akan digunakan untuk membangun rumah Ari.
" Ngopi dulu mas, jangan corat coret kertas terus, nanti dimarahin sama bu guru. " kata Titi yang menggoda mas Yamin sambil meletakkan segelas kopi beserta cemilan di atas meja.
" Ini kerjaan Ari yang nyuruh corat-coret kertas. Terima kasih kopinya, Ti. " kata mas Yamin yang membalas candaan Titi sekaligus berterima kasih atas kopi yang disuguhkan oleh Titi.
" Ngopi dulu mas, nanti lanjut corat-coretnya. " kata Ari sambil mengambil gelas kopi miliknya.
Mas Yamin meletakkan pena yang dipegangnya, lalu ia juga menyeruput kopi miliknya.
" Ini, perincian bahan yang akan digunakan. " kata mas Yamin menyodorkan coretan yang dia buat tadi.
Ari dan Titi memperhatikan coretan dari mas Yamin.
" Kapan mas Yamin akan mulai kerja? " tanya Ari setelah melihat perincian bahan tersebut.
" Hari senin, lusa saya mulai kerja karena Totok masih ada pekerjaan sampai besok, senin dia baru bisa ikut kerja. " mas Yamin menyampaikan rencananya untuk mulai bekerja.
Setelah mendapatkan kesepakatan mengenai rencana kerja dan biayanya, Ari, Titi dan mas Yamin mengobrol menceritakan segala hal di seputar pekerjaan mereka.
π¦π¦
Hari ini mas Yamin dan mas Totok mulai mengerjakan pekerjaan pembuatan rumah Ari.
Titi sudah minta tolong pada Tuti untuk membuat kopi buat mas Yamin dan mas Totok saat siang hari nanti.
Titi tidak menyiapkan makan buat mas Yamin dan mas Totok, hanya menyiapkan kopi dan cemilan di pagi dan siang hari aja.
Untuk kusen rumah, Ari memesan pada Ali dan sebagian sudah siap dipakai, terutama kusen pintu dan jendela.
Ari dan Titi mempersiapkan semuanya sebelum memulai pengerjaan pembangunan rumah mereka.
Dalam tempo satu minggu, rumah yang sedang dibangun sudah mulai terlihat hasilnya. Sudah terlihat bagian-bagian rumah yang sedang dikerjakan.
Hasil kerja mas Yamin memang tidak perlu diragukan lagi.
__ADS_1
Pada awalnya Ari dan Titi belum mau membangun rumah tersebut karena merasa jika bahan-bahan yang mereka kumpulkan belum cukup untuk membangun sebuah rumah, tapi karena ada kejadian yang membuat Ari dan Titi harus menyegerakan membangun rumah mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tidak semua orang yang berada disekitar kita yang terlihat baik akan mendukung dan suka dengan keberhasilan yang kita miliki, dan hal itu yang dialami oleh Ari dan Titi sehingga mereka menyegerakan pembuatan rumah.
Ari dan Titi tidak menyalahkan siapapun atas apa yang terjadi pada Ari, mereka berpikir jika itu salah satu jalan agar mereka bisa segera punya rumah.
Untuk menutupi kekurangan biaya, Ari dan Titi sepakat untuk menjual mobil yang mereka miliki agar pekerjaan pembangunan rumah tidak terbengkalai karena kekurangan biaya.
" Jadi bagaimana mau, apa setuju jika kita jual mobil untuk menutupi kekurangan pembelian bahan bangunan? " tanya Ari pada Titi.
" May tidak masalah jika mobil itu akan dijual untuk membeli bahan bangunan, kita masih punya motor yang bisa kita gunakan untuk kendaraan kita. " jawab Titi yang menyetujui rencana Ari untuk menjual mobil.
" Tapi pay, apa ada yang mau beli mobil tua itu? " tanya Titi pada Ari.
" Itu memang mobil tua, tapi selalu kita rawat jadi masih enak dipakai.
Jika may setuju, nanti pay hubungi orang yang mau membeli mobil itu, karena pay pernah menawarkan mobil tersebut pada salah seorang teman pay." jawab Ari yang ternyata sudah menawarkan mobil tersebut pada temannya.
" Syukurlah jika sudah ada yang mau beli mobil itu, jadi tidak repot mencari pembelinya lagi. " kata Titi.
Ari langsung menghubungi orang yang akan membeli mobil dan orang tersebut akan datang langsung ke rumah Ari.
Setengah jam kemudian, orang yang akan membeli mobil datang ke rumah Ari dan mereka membicarakan kesepakatan harga juga check phisik mobil sebelum terjadi transaksi jual beli.
" Jadi kita deal ya dengan harga yang saya tawarkan, dan abang juga sudah melihat sendiri kondisi mobil. " kata Ari pada temannya.
" Iya deh bang, saya ambil mobilnya sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya. " kata orang tersebut.
Setelah ada kata sepakat, Ari menyerahkan kunci mobil beserta surat-surat mobil pada temannya, lalu teman Ari pun membawa mobil yang sudah dibelinya.
" Alhamdulillah ya pay, akhirnya kita bisa menyelesaikan pembangunan rumah kita nanti, untuk kekurangan yang lain bisa kita rapikan, yang penting nanti bisa kita jadikan tempat tinggal terlebih dahulu. " kata Titi yang merasa bersyukur karena semua dipermudah.
π¦π¦π¦
π¦π¦Merajut hati dengan cinta..
menikmati kebahagiaan dengan kebersamaan. π¦π¦
π¦π¦ Kita tidak bisa meminta orang lain untuk tidak mengatakan hal buruk tentang diri kita, tapi kita bisa berusaha agar kita bisa bersikap baik pada orang lain. π¦π¦
__ADS_1