Nastiti

Nastiti
Bab 131. Ibu Ari Sakit


__ADS_3

Beberapa hari setelah ibu Lis menginap di rumah Titi, ibu jatuh sakit.


Ibu memang memiliki riwayat penyakit diabetes.


Ibu sering mengkonsumsi obat-obatan juga mengatur pola makan untuk mengurangi gula darahnya.


Selama ibu sakit, ibu tinggal bersama kak Ruby yang rumahnya tidak begitu jauh dari rumah ibu.


" Pay, nanti habis maghrib kita ke rumah kak Ruby ya untuk menjenguk ibu. " kata Titi ubah mengajak Ari untuk melihat ibunya yang sakit.


" Iya may, nanti kita kesana. " kata Ari yang menyetujui ajakan Titi.


" Kalau begitu may mau mandi dulu, sudah gerah dan lengket semua rasanya. " kata Titi yang mengambil handuk dan bersiap hendak mandi.


" Iya, pay mau menghabiskan sebatang rokok dulu, baru mandi. " kata Ari yang sedang duduk di meja makan dan menghisap rokoknya.


Titi dan Ari belum lama pulang dari kantor, karena sedang banyak pekerjaan jadi mereka pulang lebih sore.


" Abang sama adek sudah mandi? " tanya Ari pada kedua anaknya yang baru datang dari rumah Tuti.


Nanda dan Andi memang dititipkan di rumah Tuti jika Ari dan Titi pulang sore, karena uni Min sudah tinggal bersama ibu Titi, jadi kedua anak-anak Ari dititipkan di rumah Tuti.


" Sudah pa, abang sama adek mandi di rumah bibi Ntik. " jawab Nanda.


" Ya sudah, sudah mau maghrib, jangan main di luar lagi, nanti kita akan ke rumah bude. " kata Ari pada kedua anaknya.


" Iya pa, abang mau nonton tivi aja. " kata Nanda lalu berjalan ke ruang tamu untuk menonton televisi.


Setelah Titi selesai mandi, gantian Ari yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


πŸ¦‚πŸ¦‚


" Abang, adek,. pakai jaket dulu nak, nanti dingin. " kata Titi pada kedua anaknya.


Setelah selesai shalat maghrib Titi dan Ari bersiap untuk pergi ke rumah kak Ruby.


" Kita mau ke rumah bude, ma.? " tanya Andi pada Titi.


" Iya, kita akan melihat keadaan nenek yang sedang sakit. " jawab Titi sambil memakaikan jaket pada Andi.


Setelah semuanya siap, Ari melajukan motornya menuju rumah kak Ruby.


πŸ¦‚πŸ¦‚


" Assalamu'alaikum.. " salam Ari dan Titi saat mereka masuk ke rumah kak Ruby.


Kebetulan pintu rumah kak Ruby terbuka sedikit, jadi mereka masuk dan mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam. " jawab yang berada di dalam rumah.


Titi dan Ari menghampiri ibu yang terbaring di ruang tengah, lalu menyalami dan mencium punggung tangan ibu.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan ibu, kak? " tanya Ari pada kak Ruby.


" Gula darah nya masih tinggi, padahal sudah minum obat dari dokter. " jawab kak Ruby.


" Jadi gimana, apa ibu mau dibawa berobat ke tempat lain? " tanya Ari lagi.


" Kita lihat beberapa hari ini, jika tidak ada perubahan kita bawa ibu ke rumah sakit. " jawab kak Ruby.


Ari terlihat sedih melihat keadaan ibu yang terlihat lemah.


Ibu memang terlihat sehat, masih bisa diajak mengobrol dengan baik.


" Ibu tuh suka bandel, diam-dian suka makan makanan yang dipantang. " kata kak Reni.


" Jangan bu, kalau ibu mau sehat, ibu harus ikuti makanan yang dianjurkan untuk ibu, yang dilarang sama dokter jangan ibu makan. " kata Ari pada ibunya.


" Habis ibu bosan makan makanan seperti itu, pengen makan yang lain. " kata ibu pula.


" Nanti kalau ibu sudah sembuh, ibu boleh makan seperti biasa, tapi tidak boleh berlebihan karena ibu sudah punya penyakit gula dan kadar gula ibu sudah tinggi. " kata Ari membujuk ibunya.


Ibu hanya diam mendengarkan kata anak-anaknya yang meminta untuk tidak makan sembarangan kecuali yang sudah dianjurkan dokter.


" Masak apa, kak..? " tanya Ari pada kak Ruby.


" Ga ada masak apa-apa, cuma ada sambal teri campur tempe, kalau mau makan, bakar ikan dulu, di kulkas ada ikan bawal. " jawab kak Ruby.


" May, tolong bakar ikan ya? kita makan disini. " kata Ari pada Titi.


" Ayolah kak, kita bakar ikan. " kata Ana pada Titi.


Titi dan Ana pun pergi ke dapur untuk memasak.


Ana mengeluarkan ikan dari dalam kulkas, lalu dicuci dan dibaluri garam, sedangkan Titi menyiapkan kuali untuk membakar ikan.


Titi memberi sedikit minyak sayur pada kuali agar ikan tidak lengket, setelah kuali panas, Titi menaruh ikan kedalam kuali lalu menutupinya dengan tutup panci.


Sambil menunggu ikan matang, Titi dan Ana menyiapkan sambal asam.


Asam Jawa, irisan cabe rawit dan irisan bawang merah ditaruh didalam mangkuk, diberi sedikit air dan garam lalu diaduk.


Tak lupa, Titi membalik ikan yang ada didalam kuali.


Ana menyiapkan nasi dan sambal teri campur tempe serta piring dan gelas untuk perlengkapan makan.


" Sudah masak ikannya, may? " tanya Ari pada Titi yang menyusul ke dapur.


" Sudah pay, ini tinggal satu lagi dan hampir matang. " jawab Titi.


" Kak Ruby, ikannya sudah matang. " kata Ari pada kakaknya.


" Ya sudah, tinggal makan, ajak anak-anak makan sekalian. " kata kak Ruby.

__ADS_1


" Yah, ajak Nanda sama Andi makan. " kata kak Ruby pada suaminya yang sedang bermain bersama Nanda dan Andi di teras depan.


" Abang sama adek, makan dulu, yuk. " ajak mas Seno pada kedua anak Ari.


" Iya, pakde. " jawab Nanda dan Andi, lalu berjalan ke arah dapur.


Titi dan Ana sudah menyiapkan makan malam untuk mereka, dan untuk ibu sudah disiapkan makanan yang sudah disiapkan kak Ruby.


Titi menyiapkan air es buat Ari, karena Ari selalu minum es setelah makan.


" Ma, adek mau ikannya. " kata Andi sambil menyerah piring yang sudah diisi nasi.


" Sini dek, makan ikannya sama pakde. " kata mas Seno yang duduk di dekat Andi.


Mas Seno memang dekat dengan Andi, dan sudah seperti anaknya sendiri.


Andi tidak jadi meminta ikan pada mamanya, tapi mengambil ikan dari piring yang ada didekat mas Seno.


Semua terlihat lahap makan dengan ikan bakar, hanya Titi dan Nanda yang makan dengan sambal teri.


Nanda memang tidak begitu suka makan ikan, apalagi hanya dibakar dan dicocol dengan sambal asam.


Begitu pula dengan Titi, walaupun sudah beberapa tahun menikah dengan Ari, tapi Titi tidak menyukai makan ikan bakar seperti yang dilakukan oleh keluarga Ari.


" Kak, makan ikannya. " kata Ana yang melihat Titi hanya makan dengan sambal teri.


" Iya An, ini aja sudah cukup. " kata Titi pada Ana.


" Kak Titi tidak suka makan ikan seperti ini, An. " kata Ari pada Ana.


Ari tahu jika lidah Titi sulit menyesuaikan dengan makanan yang tidak biasa dimakannya, dan Ari memaklumi itu.


" Enak lho kak, ikannya manis. " kata Ana lagi.


" Sudah, kakak cukup sama sambal teri aja. " kata Titi pada Ana.


Selesai makan bersama, Titi dan Ana merapikan tempat mereka makan.


Titi menaruh piring kotor ditempat pencucian piring dan langsung mencucinya, sedangkan Ana menyapu dan mengepel lantai tempat mereka makan tadi.


Titi sudah terbiasa, jika ia makan di rumah keluarganya Titi akan langsung mencuci piring agar tidak merepotkan yang punya rumah.


Selesai membersihkan dapur, Titi dan Ana ikut mengobrol di ruang tamu bersama yang lain.


Ibu sudah tertidur setelah meminum obat.


Hampir jam sepuluh malam, Ari dan Titi berpamitan pada keluarga kak Ruby untuk pulang ke rumah.


πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚


πŸ¦‚πŸ¦‚Saat berkumpul bersama keluarga merupakan hal yang membahagiakan, bisa bercerita dan bersenda gurau bersama. πŸ¦‚πŸ¦‚

__ADS_1


__ADS_2