
Akhirnya Titi dan Ari serta keluarganya menempati rumah baru dan sudah mengadakan syukuran.
Ibu juga sudah menempati kamar depan dan tidak jadi dikamar belakang yang ada kamar mandinya.
Kamar belakang ditempati oleh Nanda dan Andi.
Sesekali ibu akan menginap di rumahnya sendiri atau menginap di rumah Tuti.
Semenjak Titi pindah ke rumah baru, semua pekerjaan rumah Titi kerjakan sendiri, kecuali menyetrika pakaian terkadang dibantu oleh Tuti.
Sore itu sepulang dari kantor, Titi berlalu ke belakang rumah untuk mengangkat jemuran.
Biasanya jika ada ibu, ibu yang akan mengangkat jemuran saat siang, tetapi sudah beberapa hari ini ibu sedang pulang dan menginap di rumahnya.
Sore hari sepulang kerja, Titi masuk ke dalam rumah yang tidak di kunci karena ada Nanda dan Andi yang bermain bersama teman-temannya di rumah Fikar.
" Anak-anak kemana ya, may? rumah kok sepi. " tanya Ari pada Titi saat mereka masuk kedalam rumah.
" Biasalah pay, paling anak-anak sedang bermain di rumah Fikar, atau sedang di rumah temannya yang lain. " jawab Titi.
Ari dan Titi masuk ke dalam kamar untuk menyimpan tas yang mereka bawa.
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore saat Titi masuk ke dalam kamarnya.
Dari jendela kamar, Titi melihat jemuran yang belum diangkat karena ibu sedang tidak ada di rumah.
" May, pay mau kasih makan ikan dulu. " kata Ari sambil melangkah keluar kamar.
Ari masih mengenakan pakaian kerja dan belum berganti pakaian.
Begitu pula dengan Titi, belum berganti. pakaian karena akan langsung mandi.
Sebelum mandi, Titi akan mengangkat jemuran terlebih dahulu.
" Iya pay, mau juga mau angkat jemuran dulu sebelum mandi. " jawab Titi.
Ari melangkah keluar kamar dan langsung menuju pondok untuk mengambil roti yang akan digunakan untuk memberi makan ikan.
Ari duduk di pinggir kolam, lalu membuka plastik pembungkus kue dan melemparkan kue yang sudah dibuka dari plastiknya ke tengah kolam.
Terlihat ikan-ikan yang mengerubungi dan memakan roti yang dilemparkan oleh Ari.
Titi keluar dari pintu dapur menuju tempat menjemur baju dan mulai mengangkat baju-baju yang sudah kering sejak tadi.
Titi melihat Ari yang duduk di. pinggir kolam sambil mengupas roti dan bersiul memanggil ikan-ikan peliharaannya untuk berkumpul.
__ADS_1
Saat Titi asik mengangkat jemuran, Titi mendengar suara Nanda dan dua orang temannya sedang bermain dibelakang rumah pak Hidayat, tetangganya.
Nanda hanya beberapa meter saja dari tempat Titi berada.
Mendengar Nanda dan temannya yang ada di kebun belakang rumah pak Hidayat, Titi menegur Nanda karena Titi mendengar jika mereka akan memanjat pohon.
Titi tidak suka jika anaknya melakukan hal yang merugikan orang lain karena Titi pernah di tegur oleh tetangga yang berada di depan rumah Fikar dan. mengatakan jika Nanda merusak tanamannya.
Flashback on.
" Ti, tolong kasih tahu Nanda ya, jangan merusak tanaman pisang yang saya taman di kebun disamping rumah Fikar. " kata pak Badrun saat Titi belanja di warungnya.
" Iya Ti, masa pisang baru ditanam sudah di rusak. " kata bu Darmi, istri pak Badrun.
" Iyalah, pak? kapan Nanda melakukan hal itu? " tanya Titi yang merasa tidak enak hati pada pak Badrun dan istrinya.
" Beberapa hari yang lalu, Ti. Saat saya ke kebun tanaman pisang saya sudah rusak. Kata temannya Nanda, Nanda yang merusak tanaman pisang itu. " kata pak Badrun lagi.
" Saya mohon maaf Pak atas kenakalan anak saya. Jika bapak dan ibu melihat anak saya melakukan sesuatu yang merugikan atau bersikap nakal, tolong ditegur dan dikasih tahu. Saya tidak akan marah jika kedua anak saya ditegur karena mereka melakukan kesalahan. " kata Titi meminta maaf pada pak Badrun dan bu Darmi dan ) mereka menegur anaknya jika kedua anaknya berbuat nakal.
" Tidak apa, Ti,..namanya juga anak-anak, saya cuma memberitahu saja. " kata pak Badrun merasa tidak enak karena Titi meminta maaf atas kesalahan anaknya.
" Iya Pak, tidak apa-apa. Terima kasih karena bapak sudah memberitahu saya, nanti saya akan memberitahu dan menegur anak saya agar tidak melakukan hal-hal yang merusak dan merugikan orang lain. " kata Titi pada pak Badrun.
Sampai di rumah Titi menghampiri Nanda yang sedang bermain di kolam kecil di belakang rumah bersama Fikar dan Rayan, adik Fikar.
" Bang,.. mama mau tanya, benar abang menebang pohon pisang yang ada di kebun ayah Anggi? " tanya Titi pada Nanda.
" Bukan abang yang menebang pohon pisang ayah Anggi, tapi Ajik, ma..!
Ajik menebang pohon pisang itu untuk membuat rakit dan dimasukkan kedalam kolam ini saat hujan kemarin,. lalu dia berenang menggunakan pohon pisang itu. " jawab Nanda pada mamanya.
Didekat kolam ikan memang ada sebuah kolam kecil yang sering digunakan oleh anak-anak untuk berenang.
Walaupun Titi sering menegur anak-anak agar tidak berenang di sana karena Titi takut jika terjadi sesuatu pada mereka karena mereka belum bisa berenang, tidak seperti Nanda dan Andi yang sudah pandai berenang.
" Iya mama Nanda, yang menebang pohon pisang itu Ajik, bukan Nanda, itu pohon pisangnya dibuang ke semak didekat pondok. " kata Fikar yang membenarkan perkataan Nanda dan memberitahu jika pohon pisang itu sudah dibuang.
" Jadi bukan abang yang menebang pohon pisang itu? " tanya Titi menegaskan pada Nanda.
" Bukan, ma..! " jawab Nanda.
" Ya sudah jika bukan abang yang menebang pohon pisang itu.
Abang kalau main jangan merusak tanaman orang, ya? jangan merugikan dan membuat orang lain marah. " kata Titi pada Nanda.
__ADS_1
" Iya, ma! " kata Nanda, lalu Nanda melanjutkan bermain dengan Fikar dan Rayan.
Titi lega saat tahu jika bukan Nanda yang menebang pohon pisang milik pak Badrun, apalagi Fikar juga mengatakan hal yang sama jika yang menebang pohon pisang itu adalah Ajik.
Titi tahu jika anak-anaknya tidak akan melakukan hal yang tidak baik karena Titi dan Ari selalu menasehati kedua anaknya untuk menjaga sikap saat bermain di rumah temannya.
Titi selalu meminta anaknya untuk bermain diluar rumah saat bermain ke rumah temannya dan tidak boleh masuk sembarangan ke rumah orang.
Dan selama ini kedua anaknya selalu. mendengarkan dan mengikuti apa yang disampaikan oleh Titi dan Ari.
Makanya Titi sedikit tidak percaya saat pak Badrun mengatakan jika Nanda merusak tanaman pisang miliknya.
Saat bertemu dengan ibu Fikar, ibu Fikar juga mengatakan jika yang menebang pohon pisang itu Ajik, karena Fikar menceritakan pada ibunya jika Ajik meminjam pisau milik ibu Fikar untuk menebang pohon pisang itu.
Setelah mendengar cerita ibu Fikar, Titi merasa lega karena Nanda tidak melakukan semua itu, tapi Titi tetap menasehati kedua anaknya untuk tidak berbuat sesuatu yang merugikan orang lain.
Flashback off
" Bang, .. jangan main di sana, banyak nyamuk, mainnya dihalaman rumah saja. " kata Titi pada Nanda sambil terus mengangkat jemuran.
Nanda tidak menjawab perkataan Titi dan masih berdiri dibawah pohon melinjo bersama kedua temannya.
Entah apa yang sedang mereka bicarakan dibawah pohon melinjo, hingga akhirnya Titi melihat ketiga anak itu memanjat pohon melinjo.
Melihat Nanda memanjat pohon melinjo, Titi langsung menegurnya karena takut jika mereka jatuh karena dahan melinjo itu mudah patah.
" Bang, turun nak, jangan naik-naik pohon, nanti jatuh. " kata Titi lagi yang telah menyelesaikan mengangkat jemuran dan berjalan ke arah dapur untuk menyimpan jemuran ke dalam rumah.
Tiba-tiba,
BRUGH...
" Mama tolong...!! "
🦂🦂🦂
🦂🦂 " Hukum alam tidak pernah salah tertuju pada mereka yang sudah menanam. (Naina~WMPS) "🦂🦂
🦂🦂 Redup bintang hari pun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang di tolak. 🦂🦂
__ADS_1