
Hari terus berlalu, bulan pun berganti.
Tak terasa, Nanda telah berusia lima bulan dan Titi pun telah kembali bekerja.
Setiap pagi, sebelum berangkat bekerja Titi akan menyusui Nanda terlebih dahulu.
Saat Titi di kantor, Nanda akan diberi susu formula.
Alhamdulillah perkembangan Nanda sangat baik, setiap bulan saat ditimbang, timbangannya akan selalu naik.
Ia juga kelihatan aktif dan lincah.
***
Pagi ini, Titi telah bersiap akan pergi ke kantor.
Ia tengah menyusui Nanda.
" Masih lama Nanda mimik nya, ma? " tanya Ari.
" Sebentar lagi, pa.. ini sudah mau lepas, Nanda juga sudah tertidur. " jawab Titi.
Tak lama, Nanda pun melepaskan susu ibunya, dan ia telah tertidur lelap.
Mungkin karena tadi telah dimandikan dan merasa segar, maka ia kembali mengantuk dan tertidur.
Akhirnya, Titi dan Ari pun bersiap untuk berangkat ke kantor.
" Bu, Titi berangkat dulu.." pamit Titi pada ibunya yang sedang berada di dapur.
" Iya, Ti.! Lha.. Nanda nya mana? " tanya ibu.
" Nanda habis disusui langsung tidur lagi, bu.. mungkin masih mengantuk karena tadi sebelum subuh sudah bangun. " jawab Titi.
" Ya sudah kalau begitu, nanti biar ibu lihat. " kata ibu lagi.
Setelah berpamitan pada ibu, Titi dan Ari berangkat ke kantor dengan menggunakan motor.
Ari membawa motor dengan kecepatan sedang, jarak dari rumah ke kantor lumayan jauh, menempuh sekitar setengah jam perjalanan mereka baru tiba di kantor.
Tiba di kantor, keadaannya masih sepi.
Memang selama ini, Titi dan Ari yang paling cepat datang ke kantor.
Karena penjaga kantor sedang tidak ada, maka Titi dan mbak Dewi yang setiap hari membersihkan kantor.
Makanya, Titi rajin datang pagi agar ia bisa menyapu dan mengepel ruangan sebelum jam kantor dimulai.
Karena itu selain pak Beri, Titi membawa kunci cadangan kantor agar lebih memudahkan Titi untuk membersihkan kantor.
" Ma.. papa mau kelapangan dulu ya, ini catatan jadwal kemarin tidak berubah kan? " tanya Ari, ia pamit pada Titi untuk kelapangan.
" Sepertinya tidak ada jadwal yang berubah, pa.. kalau ada pasti mbak Dewi akan memberi kabar. Kalau ada perubahan, nanti dikabari lagi. "
" Baik ma, papa berangkat dulu biar bisa dapat antrian duluan. "
" Baik pa, hati-hati dijalan! "
__ADS_1
Ari pun berangkat kelapangan untuk melakukan tugasnya.
Setelah Ari berangkat, Titi mulai membersihkan kantor.
Ia me lap semua meja yang ada, lalu. mengeluarkan tempat sampah dan menaruhnya didekat pintu.
Selesai me lap semua meja, Titi mulai menyapu ruangan.
Saat Titi tengah menyapu, pak Beri datang, melihat Titi yang sudah ada di kantor, ia mengucapkan salam.
" Assalamu'alaikum.. " salam dari pak Bari.
" Waalaikumsalam.. " jawab Titi.
" Wah, kamu rajin banget Ti, pagi-pagi dan sampai di kantor dan bersih-bersih. " kata pak Bari pada Titi.
" Iya Pak, kebetulan tadi Nanda tidur lagi setelah dimandikan, jadi bisa berangkat pagi-pagi ke kantor. " kata Titi pula.
" Tapi anak mu sehat kan, Ti? " tanya pak Bari.
" Alhamdulillah, sehat pak! " jawab Titi.
Karena Titi sedang menyapu ruangan, maka pak Bari pun keluar karena banyak debu.
Ia mengambil tempat sampah yang Titi taruh didekat pintu.
Lalu pak Bari membakar sampah ditempat. pembakaran sampah yang ada dibelakang kantor.
Setelah selesai menyapu, Titi mengepel semua ruangan.
Bila Titi yang menyapu, maka mbak Dewi yang akan mengepel dan pak Beri bagian membuang dan membakar sampah.
Saat mbak Dewi sampai di kantor, semua pekerjaan sudah selesai.
Titi telah selesai menyapu dan mengepel lantai.
" Sudah beres, Ti? maaf ya mbak kesiangan, habis tadi mbak masak dulu. " kata mbak Dewi yang merasa tak enak karena Titi yang sudah membersihkan kantor.
" Alhamdulillah beres mbak!
Ga masalah mbak, cuma menyapu dan mengepel ruangan, Titi masih bisa kerjakan sendiri mbak, biasanya mbak juga membantu. " kata Titi pada mbak Dewi.
Setelah Titi menyelesaikan pekerjaan bersih-bersihnya, ia pun mulai mengerjakan pekerjaannya.
Hari ini tak banyak pengiriman, hingga sehabis istirahat pekerjaan Ari dilapangan telah selesai.
Ari juga telah melaporkan pada pak Bari siapa saja yang melakukan penyetoran hari ini agar dibuat jadwal pengiriman untuk esok hari.
Untuk jadwal pengiriman, semua diatur oleh mbak Dewi karena para konsumen akan menelpon mbak Dewi untuk mengatur pengiriman setelah mereka melakukan penyetoran.
°°°\=\=\=\=°°°
Sore ini, seperti biasa setiap pukul empat mereka akan pulang.
Titi menunggu Ari didepan kantor, karena tadi Ari pamit akan ke rumah ibunya yang ada dibelakang kantor.
Tak lama, Ari pun datang dengan sepeda motor nya, lalu mereka pun melanjutkan perjalanan untuk pulang kerumah.
__ADS_1
Tiba dirumah, Ari hanya menurunkan Titi.
Lalu ia pamit akan pergi lagi.
" Ma.. papa pergi dulu ya? " pamit Ari.
" Nanti pulang jam berapa, pa? " tanya Titi.
"Paling habis magrib papa sudah pulang." jawab Ari.
Setelah berpamitan, Ari pun melajukan motornya meninggalkan rumah.
Setelah Ari pergi, Titi hanya bisa menarik nafas.
Entah mengapa, akhir-akhir ini Ari mulai berubah.
Setiap sore ia akan mengantarkan Titi pulang ke rumah, lalu tanpa mengganti baju dan masih mengenakan baju kerja, Ari pamit meninggalkan rumah.
Sering kali Ari berjanji akan pulang setelah magrib, tapi kenyataannya ia akan pulang larut malam.
Ari akan ada dirumah saat hari libur, itupun ia gunakan untuk tidur.
Tak ada waktu lagi bagi Ari hanya untuk sekedar bermain dengan anaknya, Nanda.
Padahal Nanda sedang lucu-lucunya.
Ia sudah mulai aktif, sudah mulai belajar merangkak dan sudah mau belajar duduk.
Terkadang sedih melihat Nanda yang ingin digendong oleh papanya, tapi Ari hanya menggendong Nanda sekedarnya saja.
" Pa.. nih Nanda, kasihan dari tadi pengen digendong sama papa! " kata Titi pada Ari yang sedang duduk sambil merokok.
" Nanti aja ma, papa kan sedang merokok, kasihan kalau kena asap rokok! " tolak Ari pada Titi.
" Ya.. rokoknya dimatikan dulu lah pa, kasihan Nanda ingin digendong dari tadi! " kata Titi kesal pada Ari.
Melihat Titi yang mulai kesal, Ari pun mematikan rokok yang ada di tangan nya dan mulai menggendong Ari.
" Aduhh.. anak papa, kangen ya pengen digendong papa? " kata Ari pada Nanda yang ada dipangkuan nya.
" Ya iyalah anaknya kangen, tiap hari tidak ada dirumah. Pagi-pagi berangkat ke kantor, pulang dari kantor ngelayap entah kemana, dan pulang sudah larut malam. "
Titi mulai protes atas apa yang Ari lakukan selama ini.
Jika dulu, sepulang kerja mereka akan pulang bersama hingga di rumah, laku bersama-sama akan mengasuh dan mengajak Nanda bermain.
Tapi akhir-akhir ini, Ari mulai berubah, mulai ga betah ada dirumah.
Titi pun mulai kecewa dengan semua perubahan yang terjadi pada Ari.
╭──────༺♡༻──────╮
Notes. Maaf ya baru sempat up lagi.
othor sedang ada kegiatan lain.
Tetap dukung karya author ya dengan memberi Like❤, komen dan Vote. 🙏🙏
__ADS_1