Nastiti

Nastiti
Bab 82. Ari Kangen Pada Nanda


__ADS_3

" Titi, sudah pulang? " tanya ibu kaget, lalu menyimpan sayur yang sedang dicucinya.


" Iya bu, Alhamdulillah bang Ari sudah pulang, Titi mau buka pintu depan. " kata Titi pada ibu sambil melangkah menuju ruang tamu.


Ibu mengikuti langkah Titi keruang tamu dan membuka pintu depan.


" Assalamu'alaikum " ucap mas Yamin, bang Ari juga Ana yang sudah berdiri di depan pintu.


" Waalaikumsalam! " jawab ibu dan Titi bersamaan.


" Ayo masuk dulu, mas! " kata Titi pada mas Yamin.


Mas Yamin masuk dan meletakkan barang yang tadi dia keluarkan dari bagasi mobil.


Ana dan Ari masuk dan menyalami ibu.


" Sehat, bu? " tanya Ana pada ibu sambil mencium punggung tangan ibu.


" Alhamdulillah ibu sehat. " kata ibu pada Ana.


Bang Ari menghampiri ibu, lalu ibu memeluk bang Ari sambil menangis.


" Sudah sehat bang? syukurlah ibu senang karena abang sudah pulang! "


Ibu memeluk bang Ari dan mengusap-usap punggung bang Ari yang ada dalam pelukannya.


Ibu memang sangat menyayangi bang Ari. Ibu menganggap bang Ari seperti anaknya sendiri, bukan seperti seorang menantu.


" Alhamdulillah, abang sudah sehat bu, dan bisa pulang ke rumah. " jawab bang Ari sambil membalas pelukan ibu.


Bang Ari pun menitikkan air mata melihat perlakuan ibu padanya.


Setelah puas memeluk bang Ari, ibu melepaskan pelukannya sambil mengusap air mata dengan punggung tangannya.


" Duduk dulu, mas, Ana! " kata ibu pada mas Yamin dan Ana yang masih berdiri melihat ibu yang menangis karena merasa senang dengan kepulangan bang Ari.


" Ti, mas langsung pulang aja, sudah sore, takut mobil mau dipake sama bos." kata mas Yamin yang pamit pada Titi karena takut mobil akan digunakan oleh pak Dani.


" Iya mas, terima kasih karena sudah mengantarkan kami pulang. " kata Titi yang berterima kasih pada mas Yamin.


" Iya Ti, sama-sama. Mas pamit pulang dulu ya Ari, Ana! " kata mas Yamin pada bang Ari dan juga Ana.


" Bu, saya permisi pulang dulu. " kata mas Yamin pada ibu.


" Iya mas, terima kasih banyak sudah nganterin pulang. " kata ibu pada mas Yamin.


" Saya pamit pulang dulu, Assalamu'alaikum. " mas Yamin mengucapkan salam dan keluar dari ruang tamu dan menuju mobil yang diparkirkan didepan rumah.


" Terima kasih, mas! " kata bang Ari pada mas Yamin yang telah bersiap meninggalkan rumah setelah duduk dibelakang kemudi.

__ADS_1


Mas Yamin membunyikan klakson saat akan meninggalkan rumah Titi, dan dibalas lambaian tangan oleh Titi dan bang Ari yang berdiri di depan pintu.


Setelah mas Yamin pulang, Titi dan bang Ari kembali masuk kedalam rumah.


" Ana, puasa ga? kalau ga puasa ambil minum ke dapur. " tanya ibu pada Ana.


" Alhamdulillah Ana puasa, bu. " jawab Ana sambil tersenyum.


" Sayang kalau ga puasa bu, dirumah sakit cuma tidur nemenin bang Ari kalau kak Titi belum datang. " kata Ana lagi sambil tertawa.


" Benar An, kalau masih kuat puasa kenapa harus ditinggalkan? mumpung masih muda, masih sehat dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa. "


kata ibu lagi pada Ana.


" Iya bu. " kata Ana singkat.


" Ibu mau kedapur dulu, ya? mau lanjut masak. Abang istirahat aja dulu, biar cepat sehat! "


kata ibu lalu berlalu kedapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


" Baik bu! " jawab bang Ari.


" Bu, Nanda mana? " tanya bang Ari pada ibu yang berjalan kedapur.


" Itu, sedang tidur dikamar ayah! " jawab ibu sambil menunjuk kamar ayah saat ibu berada di depan kamar ayah.


" Bang, istirahat dulu dikamar ya? Titi mau masak air buat mandi abang. " Titi meminta bang Ari untuk istirahat dikamar.


Titi pun mengikuti langkah Ari menuju kamar ayah.


Terlihat jika Nanda tengah tertidur nyenyak dengan memeluk bantal guling.


Bang Ari menghampiri Nanda yang tengah tertidur dan menciumi pipi gembul Nanda.


" Sudah bang, kasihan Nanda sedang tidur nyenyak. " kata Titi pada bang Ari saat melihat bang Ari terus menciumi Nanda.


" Pindahkan ke kamar kita aja ya? " pinta bang Ari pada Titi.


" Iya bang, angkat aja ke kamar kita. " jawab Titi yang meminta Ari untuk mengangkat dan memindahkan Nanda ke kamar mereka.


" Ana kalau capek istirahat aja dikamar belakang. " kata Titi pada Ana.


" Capek apa kak? orang dirumah sakit Ana ga ada kerjaan. " kata Ana pada Titi.


" Ana mau kedapur aja kak, lihat ibu masak. " kata Ana lagi pada Titi.


" Iya, kakak juga mau kedapur, mau masak air buat bang Ari mandi. " kata Titi pula.


Ana berjalan menuju kedapur, sedangkan Titi menyusul Ari yang membawa Nanda masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Titi melihat bang Ari yang tidur disisi Nanda sambil memeluknya.


Melihat hal itu, Titi pun tersenyum.


Titi merasa senang karena bang Ari yang merindukan anaknya.


Bang Ari tidak tertidur, ia hanya membaringkan badannya dan memeluk Nanda, mungkin untuk melepaskan rasa rindu karena selama empat hari bang Ari tidak melihat dan bertemu dengan Nanda.


Titi membiarkan bang Ari dan Nanda dikamar, ia keluar kamar untuk menuju dapur dan memasak air buat mandi bang Ari.


Tak lupa Titi membawa kantong berisi pakaian kotor ke dapur untuk dimasukkan kedalam mesin cuci.


Titi juga sekalian mau mandi karena hari sudah sore dan ia belum shalat ashar.


" Bu, Titi mau mandi dulu ya? Titi belum shalat ashar. Nanti kalau airnya sudah mendidih tolong matikan dulu kompornya. "


Titi meminta ibu mematikan kompor jika air yang Titi masak sudah mendidih karena Titi akan mandi.


" Iya, Ti, mandilah sudah sore juga. " kata ibu yang mengiyakan permintaan Titi.


Titi masuk ke kamar mandi lalu membersihkan dirinya karena sudah terasa lengket.


Setelah mandi, sebelum keluar dari kamar mandi, Titi menyiapkan air di bak hitam untuk mandi bang Ari.


Titi keluar dan melihat air yang tadi ia. masak sudah hampir mendidih.


Titi berjalan menuju kamar untuk meminta bang Ari mandi karena airnya sudah hampir mendidih.


" Bang, mandi dulu, airnya sudah mendidih. " Titi menggoyangkan kaki Ari dan memintanya untuk mandi.


Setelah Ari duduk diatas tempat tidur, Titi memberi handuk pada Ari yang baru diambilnya dari dalam lemari.


" Ini handuk untuk abang. " kata Titi sambil memberikan handuk itu pada Ari.


Ari menerima handuk dari Titi lalu keluar dari kamar menuju kamar mandi.


Titi ikut ke dapur untuk menuangkan air panas ke dalam bak yang tadi sudah Titi siapkan sekalian ia ingin berwudhu.


Setelah berwudhu dan Ari masuk kedalam kamar mandi, Titi menuju. kamar untuk shalat ashar.


Setelah menyiapkan baju ganti untuk bang Ari diatas kasur, Titi pun menjalankan kewajibannya.


🦂🦂🦂


Kasih sayang merupakan sifat utama bagi siapa saja yang ingin meraih hati manusia.


🦂🦂


Tercapainya tujuan bersama dalam rumah tangga merupakan pondasi pernikahan bahagia.

__ADS_1


🦂🦂


__ADS_2