
Ari dan Titi masih disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Walaupun mereka satu kantor, tapi Ari lebih banyak bekerja di bagian lapangan.
Titi sering membawa pulang pekerjaan ke rumah agar bisa dikerjakan dengan baik dan rapi, karena sudah lama Ari membelikan Titi sebuah komputer untuk membantu pekerjaan Titi.
Selama ini orang-orang kantor mengira jika Titi membuat pekerjaan tersebut di tempat rental komputer karena mereka tidak tahu jika Titi sudah memiliki komputer.
Sejak kejadian Titi tidak bisa melihat dan membantu prosesi pengurusan jenazah ibu mertuanya, Titi lebih sering membawa pekerjaannya ke rumah sehingga mbak Dewi akhirnya tahu jika Titi memiliki komputer di rumahnya.
" Ti, di rumah kamu punya komputer ya?" tanya mbak Dewi pada Titi saat Titi merapikan pekerjaan yang sudah dikerjakannya di rumah.
" Iya mbak, sudah lama juga sih beli komputernya. " jawab Titi pada mbak Dewi.
" Berarti kamu sudah bisa pakai komputer ya? kalau begitu, nanti mbak ajukan sama bos biar beli komputer buat di kantor agar membantu mempermudah pekerjaan. " kata mbak Dewi yang akan mengajukan pembelian komputer untuk kantor.
" Titi dulu belajar komputer saat di sekolah. Titi juga ikut kursus di sekolah, karena Titi dari jurusan akuntansi, Titi ambil Lotus. Tapi cara mengoperasikan komputer dulu sama sekarang jauh berbeda, lebih mudah mengoperasikan komputer sekarang karena lebih canggih. Jika ada yang tidak Titi pahami Titi bertanya pada teman yang bekerja di percetakan tempat kita mencetak perlengkapan kantor. " kata Titi menjelaskan bagaimana ia bisa mengoperasikan komputer pada mbak Dewi.
" Baiklah Ti, nanti mbak bicarakan sama bang Dani mengenai pembelian komputer untuk di kantor jika bang Dani datang nanti. " kata mbak Dewi lagi.
" Baik, mbak. " kata Titi dengan perasaan senang karena mbak Dewi akan mengajukan pembelian komputer.
Titi sangat bersyukur jika di kantor sudah ada komputer karena pekerjaannya akan semakin mudah.
🦂🦂
Pukul sepuluh pagi, pak Dani datang ke kantor seperti biasanya.
Setelah meletakkan tas yang dibawanya di atas meja kerja didalam ruangannya, pak Dani duduk di meja yang ada didekat pak Bari.
Pak Dani menaruh rokok dan korek yang ada ditangannya di atas meja, lalu menyalakan sebatang rokok.
" Rokok, pak Bari. " kata pak Dani menyodorkan rokok pada pak Bari.
Tanpa menjawab, pak Bari mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.
Melihat pak Dani dan pak Bari menyalakan rokok, Titi mengambil asbak dari dapur karena tadi pagi Titi mencuci asbak tersebut, lalu menaruh asbak tersebut dihadapan pak Dani dan pak Bari.
" Bang, sepertinya kita perlu membeli komputer untuk membantu mempermudah pekerjaan Titi, karena jika masih menggunakan mesin tik, Titi sering keteteran sebab diawal bulan tagihan yang harus dikerjakan sangat banyak, lagian jika Titi salah mengetik satu angka saja, Titi harus mengulangi mengetik dari awal. "
__ADS_1
Mbak Dewi mengatakan pada pak Dani untuk membeli sebuah komputer untuk mempermudah pekerjaan Titi.
" Tidak apa jika akan membeli komputer, nanti jika Dewi ke kota beli saja komputernya. " kata pak Dani menyetujui usulan mbak Dewi untuk membeli komputer dan meminta mbak Dewi untuk langsung membeli komputer.
" Baik bang, nanti sore sepulang dari kantor Dewi langsung membeli komputer ke kota. " kata mbak Dewi pula.
Titi tengah merapikan berkas untuk perpanjang kontrak kerja yang dilakukan satu tahun sekali.
Walaupun perpanjang kontrak masih dua minggu lagi, Titi sudah mulai menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan.
" Ti, untuk perpanjangan kontrak kerja bagaimana? apa sudah disiapkan? " tanya pak Dani pada Titi.
" Sebagian berkas sudah disiapkan pak.
Untuk STNK mobil sudah disiapkan oleh pak Bari. Asuransi sopir dan kernek, asuransi mobil, Kir dan Terra mobil serta daftar mobil sesuai kontrak sudah Titi siapkan.
Ada tiga perpanjangan kontrak dan masing-masing Titi buat rangkap empat.
Untuk STNK yang sedang diperpanjang akan dilampirkan bukti perpanjang nya.
Semuanya tinggal di ketik aja, pak. "
Untuk memperpanjang kontrak kerja sebagai rekanan yang dilakukan setiap setahun sekali, banyak berkas yang harus Titi siapkan.
Untuk urusan surat menyurat mobil, semua disiapkan oleh pak Bari.
Titi hanya tinggal merapikan sesuai dengan daftar armada yang dibuatnya.
Sudah sering Titi menyiapkan berkas perpanjangan kontrak kerja, jadi bukan hal yang sulit bagi Titi untuk menyiapkan semuanya.
" Kapan rencana bapak berangkat untuk memperpanjang kontrak kerja? " tanya Titi.
" Mungkin satu minggu sebelum tanggal penandatanganan kontrak karena akan ada rapat tahunan Hiswana Migas sebelum perpanjangan kontak. " jawab pak Dani.
" Ti, untuk tanggal permohonan perpanjangan kontrak, buat satu minggu sebelum perpanjangan kontrak. " kata pak Dani pada Titi.
" Baik pak..! " kata Titi.
Titi melihat kalender yang ada dibelakang mejanya, lalu menulis tanggal permohonan perpanjangan kontak dikonsep surat yang sudah Titi siapkan.
__ADS_1
" Ti, jangan lupa siapkan blanko yang harus saya tandatangani juga cek yang akan digunakan. Mungkin saya tidak akan ke kantor selama dua minggu, jadi nanti siapkan blanko dan cek yang akan ditandatangani. " kata pak Dani pada Titi.
" Baik Pak, nanti semua Titi siapkan. " kata Titi pada pak Dani.
Titi tahu, jika pak Dani akan pergi keluar kota, maka ia akan menyiapkan blanko laporan yang harus ditandatangani oleh pak Dani.
Titi juga akan meminta tanda tangan cek untuk melakukan setoran ke Bank juga untuk penarikan uang dari Bank.
Titi memiliki buku catatan cek kosong yang ditandatangani oleh pak Dani.
Dicatatnya nomor cek yang sudah ditandatangani lalu keterangan dan tanggal penggunaan cek.
Setiap cek yang keluar akan Titi masukan kedalam laporan keuangan harian sehingga pak Dani tinggal memeriksa buku catatan Titi dengan laporan keuangan yang dibuat oleh Titi.
Banyak pekerjaan yang harus Titi kerjakan, tapi karena Titi tidak pernah menunda-nunda pekerjaan dan selalu. menyiapkan pekerjaan yang akan dikerjakan, semua pekerjaan bisa Titi kerjakan tanpa ada yang terbengkalai.
Untuk urusan dokumen perusahaan, semua Titi yang menyimpannya didalam sebuah brankas dan Titi yang memegang kunci brankas tersebut.
Yang anehnya, tidak ada yang bisa membuka kunci brankas tersebut selain Titi walaupun Titi sudah memberikan nomor kombinasi dan cara membuka brankas pada mbak Dewi dan Ali, mereka tetap tidak bisa membuka kunci brankas tersebut.
Pernah Titi tidak masuk kerja karena sedang sakit dan mbak Dewi akan mengambil cek yang disimpan di brankas, Titi dijemput ke rumah hanya untuk membuka brankas.
" Ti, nanti beri nomor kombinasi brankas pada Dewi agar dia bisa membuka brankas tanpa harus menunggu Titi datang. " kata pak Dani saat Titi membuka brankas yang ada di ruangan pak Dani.
" Sudah pak, Titi sudah memberikan nomor kombinasi dan juga mengajarkan pada mbak Dewi bagaimana cara membuka brankas. " jawab Titi.
Titi merasa tidak enak pada pak Dani, takut jika pak Dani berpikir bahwa Titi tidak memberitahu cara membuka brankas pada yang lain sehingga harus menunggu Titi untuk membuka brankas.
" Iya Dan, Titi sudah berapa kali mengajarkan cara membuka brankas pada Dewi, juga pada Ali, tapi brankas tetap tidak bisa terbuka. " kata pak Bari yang menyusul masuk ke ruangan pak Dani.
Pak Dani hanya diam mendengarkan apa yang disampaikan oleh pak Bari.
" Sungguh aneh, kenapa hanya Titi yang bisa membuka brankas, padahal yang lain sudah diajarkan cara membukanya?" kata pak Dani dalam hati sambil memperhatikan Titi yang tengah mengunci kembali brankas setelah mengambil cek yang diperlukan.
Setelah menyerahkan cek pada mbak Dewi, Titi kembali pulang ke rumah karena ia sedang izin karena sakit.
🦂🦂🦂
🦂🦂 Hargailah setiap usaha dan pengorbanan seseorang yang membantu dalam setiap usaha mu karena dalam setiap usaha dan perjuangannya ada doa yang selalu diucapkan untuk kesuksesan mu. 🦂🦂
__ADS_1