
Meskipun Ari dan Titi sudah memiliki usaha sendiri, tapi mereka tetap bekerja seperti biasa.
Begitu juga dengan permasalahan rumah tangga yang dialami Titi dan Ari, Titi menutupi semuanya dari orang lain.
Titi merasa malu jika ada orang lain yang tahu permasalahannya dengan Ari.
Jika Ari tidak pulang dan tidak masuk kerja, Titi akan meminta izin ke kantor dan mengatakan jika Ari sedang sakit sehingga tidak bisa masuk kerja.
Atau jika Titi sedang marah pada Ari, saat di kantor Titi bersikap biasa saja, menegur dan menyapa Ari seolah-olah mereka sedang baik-baik saja,. tapi setelah keluar dari kantor maka Titi akan diam saja dan tidak menyapa Ari.
Begitulah Titi, menyimpan semua permasalahanya sendiri.
🦂🦂
Sudah beberapa hari ini di kantor tengah heboh, ada berita bahwa Ari menjalin hubungan dengan karyawan kantor dari perusahaan lain, PT. AA.
Istri pemilik PT. AA berteman baik dengan ibu Atma dan sering datang ke kantor untuk bertemu dengan ibu Atma.
" Ti, benar Ari sekarang berpacaran dengan Sisi, karyawan PT. AA? " tanya ibu Atma pada Titi saat bu Arma berada di kantor.
" Ga lah bu, ga mungkin bang Ari menjalin hubungan dengan karyawan. PT. AA. " Jawab Titi pada bu Atma.
" Tapi bu Wawan sendiri yang bilang ke ibu kalau Ari sering menelepon, Sisi. " kata ibu Atma lagi.
Titi hanya diam, tapi dia tidak percaya jika Ari berhubungan dengan perempuan lain, karena selama ini Titi tidak pernah melihat gelagat Ari yang menunjukkan jika ia sedang dekat dengan perempuan lain.
" Coba nanti kamu tanya baik-baik sama Ari, atau kamu cari tahu sendiri. " kata mbak Dewi memberikan saran pada Titi.
" Iya mbak, nanti Titi coba tanya mengenai kebenaran cerita ini pada bang Ari. " kata Titi pada mbak Dewi.
Titi merasa sangat tidak nyaman dan juga merasa malu karena semua orang menganggap buruk Ari.
Orang-orang mengatakan jika Ari berselingkuh dengan perempuan lain dibelakang Titi, apalagi permasalahan ini sampai diketahui oleh teman-teman ibu Atma.
Dalam hati Titi merasa yakin jika Ari tidak melakukan hal seperti itu.
Titi merasa sedih mendengar semua kata-kata jelek yang ditujukan pada Ari.
Titi merasa malu jika ada keburukan yang dilakukan oleh Ari diketahui oleh orang lain.
Itu sebabnya Titi selalu menutupi perbuatan Ari yang sering mabuk-mabukan, walaupun Titi tahu jika semua teman-temannya sudah tahu, tapi setidaknya Titi tidak mengatakan mengenai perbuatan Ari pada orang lain dan selalu menutupinya.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu dan di kantor semakin heboh dengan berita perselingkuhan Ari dengan karyawan PT. AA sehingga Titi merasa malu pada teman-temannya juga pada bu Atma dan pak Dani yang juga mendengar mengenai berita itu.
🦂🦂
Malam itu, ketika keadaan Ari dan Titi sedang terlihat mesra, Titi bertanya pada Ari mengenai berita perselingkuhannya.
" Yank, di kantor sudah ramai orang membicarakan mengenai pay yang berhubungan dengan karyawan PT. AA. " Kata Titi yang memulai pembicaraan dengan Ari.
" Karyawan PT. AA yang mana, may? pay tidak mengenal karyawan PT. AA yang perempuan selain karyawan laki-laki yang bertemu di lapangan. " Jawab Ari yang merasa jika ia tidak mengenal karyawan PT. AA.
" Namanya Sisi. Katanya pay sering menghubungi dia, bahkan ibu Wawan sendiri yang cerita pada ibu Atma jika ia mengetahui pay sering menghubungi karyawannya itu. " kata Titi menjelaskan pada Ari mengenai berita yang saat ini sedang ramai dibicarakan di kantor.
" Pay ga kenal sama yang namanya Sisi, may, apalagi punya nomor ponselnya.
Sisi itu yang mana? " tanya Ari yang merasa bingung karena ia benar-benar tidak mengenal yang namanya Sisi.
" Besok lah, pay akan tanyakan pada orang lapangan PT. AA siapa yang namanya Sisi. " kata Ari pada akhirnya.
Setelah berbicara dan bertanya pada Ari, Titi merasa yakin jika Ari tidak berbohong pada Titi bahwa ia memang tidak mengenal Sisi.
Akhirnya Titi mempercayai Ari, apalagi Ari akan mencari tahu siapa Sisi dan mengapa ia mengatakan jika Ari sering meneleponnya, padahal Ari tidak mengenalnya.
Titi merasa lega karena sudah bertanya langsung pada Ari dan lebih mempercayai apa yang Ari katakan karena Titi tidak merasa jika Ari melakukan hal itu.
" Wi, kata bu Wawan yang suka menelepon karyawannya itu bukan Ari kita, tapi Ari karyawannya Erman dari PT. AI. " kata bu Atma pada mbak Dewi.
Titi hanya mendengarkan dan tidak ikut berbicara mengenai hal ini.
" Kalau begitu, kita panggil aja Ari karyawan Erman kesini, kak, biar jelas. " kata mbak Dewi pada ibu Atma.
Mbak Dewi merupakan adik bungsu ibu Atma, sehingga dia memanggil ibu Atma dengan panggilan kakak.
" Iya, telepon lah Ari, suruh kesini, biar jelas semuanya. " pinta bu Atma pada mbak Dewi.
Mbak Dewi pun menelepon Ari untuk memintanya datang ke kantor.
" Ri, bisa ke depan sebentar, ada perlu!"
" Iya, mbak tunggu sekarang, ya? "
kata mbak Dewi yang berbicara dengan Ari melalui telepon.
__ADS_1
PT. AI merupakan perusahaan milik anak tertua ibu Atma, dan kantornya berada tidak jauh dari kantor bu Atma.
Tidak lama, Ari pun datang ke kantor dan menemui mbak Dewi.
" Ada apa mbak, sepertinya penting sekali. " kata Ari yang duduk di depan meja mbak Dewi.
" Ari, mbak dengar kamu sering berkomunikasi dengan Sisi, anak buahnya bu Wawan, ya? " tanya mbak Dewi langsung pada Ari.
" Kok mbak Dewi, tahu? Iya mbak, saya memang sering menelepon Sisi, biasalah mbak namanya juga sama-sama single. " jawab Ari santai.
" Memangnya kenapa mbak kalau saya. sering menelepon, Sisi? " tanya Ari pada mbak Dewi.
" Jadi beneran kamu Ri yang sering menelepon, Sisi? " tanya bu Atma yang sedang duduk di kursi tamu.
" Iya, bu, Ari yang sering menelepon, Sisi." jawab Ari sambil tertawa.
" Gara-gara kamu, Ari, Titi jadi salah sangka sama suaminya. " kata ibu Atma.
" Lha, memangnya kenapa, bu? " tanya Ari pada bu Atma.
" Gara-gara kamu teleponan sama Sisi, dikira ibu Wawan yang menelepon itu Ari suaminya Titi karena bu Wawan tahunya kalau Ari itu suami Titi. " jawab mbak Dewi menjelaskan permasalahannya pada Ari.
Ari langsung tertawa mendengar hal itu.
" Jadi ibu Wawan salah sangka ya, bu? disangka yang sering menelepon itu suami Titi, padahal saya yang sering menelepon Sisi. " kata Ari yang masih merasa lucu.
" Ya iyalah, bu Wawan tahunnya Ari itu suami Titi karena bu Wawan sering main kesini dan mengenal Titi sama suaminya. " kata ibu Atma.
Mendengar penjelasan Ari bahwa dia yang menelepon Sisi dan bukan Ari suaminya, Titi merasa lega dan bersyukur karena sudah terbukti jika suaminya tidak berselingkuh dengan karyawan bu Wawan.
Sekarang sudah jelas jika apa yang menjadi gosip buruk mengenai suami Titi tidak terbukti karena Ari tidak pernah berselingkuh.
" Maaf ya Ti, kalau apa yang terjadi bikin kamu tidak nyaman. " kata Ari pada Titi.
" Iya kak, tidak apa-apa, yang jelas sekarang sudah tahu jika bang Ari tidak berselingkuh. " kata Titi pada Ari.
Akhirnya masalah salah paham karena memiliki nama yang sama sudah selesai dan Titi bersyukur karena ia tidak ikut menuduh suaminya yang tidak-tidak.
🦂🦂🦂
🦂🦂 Sikapi suatu permasalahan dengan kepala dingin agar tidak terjadi salah paham yang berkepanjangan. 🦂🦂
__ADS_1
🦂🦂 Jangan gampang terprovokasi dengan sesuatu yang tidak jelas kebenarannya, karena jika itu tidak benar maka akan menyakiti hati orang lain. 🦂🦂