Nastiti

Nastiti
Bab 34. Titi Dan Agus.


__ADS_3

Titi tahu, banyak yang menyayangkan hubungannya dengan Agus, karena Agus dianggap hanya memanfaatkan Titi.


Titi juga heran, mengapa ia begitu saja percaya pada Agus, mau menuruti permintaan Agus.


Selama ini, Titi tidak mudah dekat dengan laki-laki, apalagi yang baru dikenal.


Titi juga mendengar desas desus bahwa Agus telah memiliki seorang istri dan Agus hanya memanfaatkannya saja.


Titi seperti tak perduli mendengar semua itu.


Saat ia bertanya pada Agus, apa benar ia sudah menikah, Agus menjawab bahwa ia telah bercerai dengan istrinya.


Dan Titi percaya saja apa yang Agus katakan.


Saat Titi gajian, Agus mengajak Titi untuk kepasar.


Ia meminta Titi membelikannya pakaian.


" Ti, habis gajian ya?


Bisa minta belikan baju ga? Aku ga bawa banyak baju untuk ganti." pinta Agus pada Titi.


" Iya boleh mas, besok kan hari minggu, kita bisa ke pasar untuk membeli baju." jawab Titi.


Titi tak menolak saat Agus minta dibelikan pakaian.


Dan saat hari minggu, Titi benar-benar mengajak Agus kepasar dan membelikan kemeja dan celana jeans yang diminta oleh Agus.


Dilain waktu, Agus meminta Titi untuk mengirimkan uang pada adiknya yang ada di Jawa, alasan Agus bahwa adiknya sedang berulang tahun, dan ia ingin Titi mengenal adiknya dengan memberi uang sebagai kado ulang tahun nya.


Titi lagi-lagi mengikuti kemauan Agus, ia mengirim sejumlah uang pada adiknya Agus.


Kedua orang tua Titi juga sudah mendengar mengenai hubungan Titi dan Agus.


Ibu menasehati Titi agar berhati-hati dalam menjalin suatu hubungan.


" Ti, hati-hati bila berhubungan dengan seseorang, apalagi dengan orang yang baru dikenal, yang kita tidak tahu siapa keluarganya.


Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Boleh menjalin sebuah hubungan, tapi kita harus tahu juga siapa dia dan keluarganya." pinta ibu sambil menasehati Titi.


" Baik bu, Titi akan menuruti semua nasehat ibu." jawab Titi singkat.


*****


Nurman yang tahu apa yang dilakukan Agus pada Titi, menjadi sangat marah.


Ia sudah bertanya pada paman Agus bahwa Agus memang sudah memiliki seorang istri dan belum bercerai.


Mendengar penjelasan dari paman Agus, Nurman berniat untuk bertemu dan berbicara langsung dengan orang tua Titi untuk menyampaikan semuanya.


Tapi ia tak ingin Titi mengetahuinya.


Saat Titi sudah berangkat bekerja, dan teman-temannya yang lain sudah selesai sarapan di warung ibu Titi, Nurman menemui orang tua Titi yang berada di warung.

__ADS_1


" Maaf Pak, bu.. saya bisa bicara sebentar? ada yang ingin saya sampaikan pada bapak dan ibu! " pinta Nurman pada ayah dan ibu Titi.


" Oh iya, silahkan mas! Mau bicara apa?" tanya ayah pada Nurman.


Ibu hanya duduk disamping ayah, mendengarkan apa yang akan disampaikan Nurman pada mereka.


" Begini pak, bu.. Mungkin bapak dan ibu sudah mendengar masalah hubungan Titi dan Agus. Sebenarnya, saya merasa tidak enak ingin menyampaikan hal ini, tapi saya kasihan pada Titi bila terus dimanfaatkan oleh Agus.


Saya sudah bertanya pada pak mandor selaku pamannya Agus.


Bahwa memang benar Agus telah memiliki seorang istri, dan saat ini tinggal bersama orang tua Agus di Jawa , dan mereka belum bercerai.


Agus datang kesini untuk ikut bekerja pada pamannya.


Pak mandor juga merasa malu dan tidak enak hati pada bapak dan ibu atas ulah Agus, tapi ia malu untuk menemui bapak dan ibu."


"Pak mandor sudah meminta Agus untuk pulang ke Jawa, tapi Agus beralasan sedang mengumpulkan ongkos dan untuk biaya istrinya di Jawa.


Saya juga mendengar dari Agus, bahwa Titi membelikannya pakaian dan mengirimkan uang untuk adiknya Agus.


Itulah pak, bu.. yang ingin saya sampaikan. Saya hanya berniat untuk membantu Titi agar tidak dimanfaatkan oleh Agus.


Saya mohon maaf, bila apa yang saya sampaikan ini membuat bapak dan ibu tidak berkenan! ".


Nurman menjelaskan panjang lebar pada ayah dan ibu apa yang ia ketahui tentang Agus.


Nurman berharap, ayah dan ibu bisa menasehati Titi agar meninggalkan dan melupakan Agus.


" Terima kasih mas, mas sudah menyampaikan semua ini pada saya.


Setelah menyampaikan semuanya pada ayah dan ibu Titi, Nurman pamit untuk kembali bekerja.


Ia meninggalkan warung ibunya Titi.


***


Setelah Nurman meninggalkan warung, ibu mulai bicara serius dengan ayah.


" Yah.. gimana masalah Titi dan Agus? Ibu sudah pernah menasehati Titi, tapi sepertinya Titi tak mendengarkan nasehat ibu.! " kata ibu pada ayah.


" Iya bu, ayah merasa kasihan pada Titi bila ia dipermainkan oleh Agus.


Ayah tak melarang Titi untuk menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, tapi bukan laki-laki beristri.


Ayah juga tahu, jika sebenarnya Nurman menyukai Titi dan ia merasa cemburu pada Agus.


Ayah bisa melihat dari cara bicara dan raut wajahnya saat membicarakan Agus.


Ayah bersyukur, Nurman mau mencari tahu tentang Agus dan menyampaikannya pada kita."


" Iya, yah! Tapi.. ibu merasa ada yang aneh dengan hubungan Titi dan Agus.


Ayah tahu kan, Titi tidak mudah untuk dekat dengan laki-laki.


Bila ibu menyampaikan sesuatu atau menasehatinya, Titi akan mendengarkan dan patuh pada ibu.

__ADS_1


Tapi kali ini, sepertinya Titi tidak mendengarkan nasehat ibu.


Kayanya ada sesuatu yang aneh deh, yah!"


" Iya bu, ayah juga melihat Titi seperti sudah sangat dekat dengan Agus, padahal mereka belum dia bulan saling mengenal!


Nanti sore, bila kakek Abdul kesini, kita tanyakan pada kakek."


" Iya yah, sebaiknya begitu.


Kita tahu bagaimana Titi selama ini, aneh aja bila tiba-tiba ia bisa langsung menjalin hubungan dengan laki-laki yang baru dikenalnya, apalagi sampai menuruti semua kemauannya.


Titi memang baik, ia. suka membantu dan berbagi dengan orang lain, mungkin itu yang dimanfaatkan oleh Agus."


Ayah dan ibu merasa prihatin dengan keadaan Titi.


Mereka tak menyangka bila kebaikan Titi akan dimanfaatkan oleh Agus.


Selepas shalat juhur, kakek Abdul datang kerumah Titi.


Ibu membuatkan kopi untuk kakek Abdul.


Melihat ada kakek Abdul, ayah menghampiri kakek Abdul dan duduk dihadapan nya.


" Gimana kek, sakit apa orang yang kakek obati tadi? " tanya ayah memulai percakapan dengan kakek.


" Biasa, ada yang ganggu.


Anaknya tidak sengaja, merusak tempat tinggal mahluk halus saat sedang bermain. Jadi yang punya tempat marah dan mengganggunya hingga si anak jatuh sakit.


Tapi Alhamdulillah, setelah kakek beri obat, keadaannya sudah mulai membaik."


Kakek Abdul menjelaskan pada ayah mengenai orang yang diobati nya.


" Alhamdulillah kek, bila sudah bisa diobati, kasihan lihat anak yang sakit sampai tidak bisa berjalan."


" Kek, sebenarnya saya mau minta tolong pada kakek untuk melihat keadaan Titi.


Ia sedang berhubungan dengan laki-laki yang kata orang-orang sudah punya istri."


Ayah mulai menyampaikan tujuannya pada kakek Abdul.


Ibu duduk disamping ayah, ingin mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh kakek Abdul nanti.


" Sebenarnya, kakek sudah melihat ada yang tidak beres pada Titi, tapi kakek belum sempat menyampaikan pada kalian, karena kakek sedang mengobati anak yang sakit tadi."


" Dari yang kakek lihat, Titi diberi sesuatu sama si laki-laki hingga Titi tidak menyadari apa yang dia lakukan, Titi juga jadi tidak mau mendengar nasehat yang disampaikan padanya."


Ayah dan ibu terdiam mendengar apa yang disampaikan oleh kakek Abdul.


(∩ ͡° ͜ʖ ͡°)⊃━✿✿✿✿✿✿


Bersambung dulu ya sob..


Penasaran ga nih sama kisah Titi?

__ADS_1


Ditunggu ya dukungan nya agar othor selalu semangat untuk Up. 🙏🙏


__ADS_2