Nastiti

Nastiti
Bab 43. Isi Diary Ari.


__ADS_3

Sementara itu dirumah Titi, Ari ikut ayah Titi ke kebun yang ada di belakang rumah.


Ari membantu ayah Titi membersihkan kebun kacang hijau dan kebun singkong.


" Pak, Ari ngerjain apa? " tanya Ari pada ayah Titi.


" Bersihkan rumput yang ada di kebun kacang aja, nih gunakan arit ini! " jawab ayah.


Ayah memberi contoh pada Ari untuk membersihkan rumput yang tumbuh di kebun kacang.


Setelah melihat apa yang dicontohkan ayah, Ari mencoba mengerjakannya sendiri.


Sementara ayah mengerjakan pekerjaan yang lain.


Sejak kecil Ari tinggal di kota besar, mana mungkin ia tahu cara mencabut rumput di kebun.


Tapi ia bercerita bahwa, setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, ia bertugas mengantarkan kue-kue buatan neneknya ke warung-warung.


Karena sang nenek mencari nafkah dengan membuat kue dan menitipkannya ke warung, dan tugas Ari lah yang mengantarkan kue itu ke tempat-tempat langganan nenek.


Ari tak terlalu lama membantu ayah di kebun, karena belum terbiasa membuat tangan Ari menjadi lecet.


Ari pulang ke rumah dan beristirahat.


Saat bertemu ibu, Ari minta izin pada ibu untuk ke kamar Titi guna mengambil novel.


Ari ingin menunggu Titi pulang sambil membaca novel.


" Bu, apa Ari boleh ke kamar Titi? Ari ingin mengambil novel di kamar Titi? " Ari meminta izin pada ibu untuk masuk ke kamar Titi.


" Boleh, masuk aja, kunci kamar nya tergantung di pintu, tak pernah dicabut! " jawab ibu.


Setelah mendapat izin dari ibu, Ari membuka kunci kamar Titi dan masuk kedalam kamarnya.


Untuk pertama kali Ari masuk ke kamar Titi. Dilihat nya kamar itu sangat rapi dan bersih.


Rupanya, Titi selalu merapikan dan membersihkan kamarnya sebelum berangkat bekerja.


Ari melihat ada tumpukan buku dan novel dimeja disudut kamar, lalu Ari menghampiri meja tersebut.


Ia melihat-lihat novel Titi dan memilih novel yang ingin ia baca.


Diantara tumpukan novel, Ari melihat ada sebuah diary, lalu mengambil dan membuka lembaran diary tersebut, ternyata itu diary baru yang belum digunakan, ada beberapa pena didalam sebuah kotak tempat menyimpan pena.


Ari mengambil sebuah novel dan diary juga sebuah pena, lalu ia keluar dari kamar Titi dan menguncinya lagi.


Setelah dari kamar Titi, Ari masuk ke kamar Pandu, tempat ia beristirahat.

__ADS_1


Ari menaruh novel diatas nakas samping tempat tidur.


Ia membuka lembar diary dan ingin menulis disana.


*****


Hallo Ari..


Aku panggil kamu Ari ya seperti nama ku, karena kata dek Titi ia suka menyebut diary dengan Dy, jadi aku sebut kamu dengan Ari, jadi klop kan jadi Diary. ๐Ÿ˜‚


Eh Ari, kamu tahu nggak kalau aku tadi bantuin ayahnya Titi bekerja di kebun.


Walaupun aku harus berpanas-panasan, tangan ini pedih sekali seperti lecet rasanya, tapi aku begitu bahagia bisa bantu calon mertua ( maklum aja, aku lagi cari perhatian calon mertua ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿคญ)


*****


Ari, tahu ga? aku pernah bingung atas kebisuan dek Titi terhadap ku.


Yach, aku merasa serba salah terhadap nya. Kadang aku berfikir, apakah setiap kebisuan nya karena kesalahan diri ku.


Aku heran Ri, mengapa setiap ada persoalan, adek selalu mendiamkan diri ku. Kadang aku berfikir apakah aku melakukan kesalahan atau aku salah bicara.


Ri,..sebelum aku bertanya pada adek, kadang aku introspeksi diri dulu apa benar aku bersalah.


Aku takut melukai hati orang yang ku cintai.


Entahlah.. apa yang terjadi seandainya aku kehilangan dia.


Mungkin aku akan meratapi hidup ini untuk selama-lamanya, atau aku nggak hidup di.... ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


( Ari mengingat saat Titi yang tiba-tiba marah dan tidak mau menyapanya, tanpa ia tahu apa kesalahan yang ia lakukan.


Ari juga ingat, pagi-pagi saat hujan turun Titi meninggalkan Ari untuk berangkat bekerja dengan menggunakan payung.


Sementara Ari menyusul nya sambil hujan -hujanan, untung hujannya tidak begitu deras jadi baju Ari tidak begitu basah.


Saat itu Titi marah karena Ari mengomentari penampilan Titi yang tidak suka berdandan dan membandingkan Titi dengan kakak perempuannya, hingga Titi tersinggung dan meninggalkan Ari dan berangkat sendiri ke kantor tanpa mengajak Ari.)


*****


Hai Ari..


Ari..aku pernah begitu bahagia, sekaligus merasa dimanja.


Siang itu, kaki ku dipijit oleh calon ibu mertua, karena kaki ku terkilir sehabis membantu calon ayah mertua tadi.


Setelah dipijit, aku disuruh makan dengan sayur asam dan sambal terasi kesukaan ku, aku juga diambilkan air minum.

__ADS_1


Pokoknya aku dilayani oleh calon ibu mertua.


Setelah makan, aku ingat pesan adek untuk mencuci sepatu yang kemaren aku gunakan untuk membantu ayah.


Aku pun mencuci sepatu di kamar mandi lalu menjamurnya.


Ah..., mengapa begitu besar perhatian mu pada ku, sampai sepatu kotor ku pun engkau perhatikan.


Semoga semua ketulusan dan kebaikan mu terhadap ku bisa aku balas dengan kasih sayang dan cinta yang tulus ku ini โค.


Entahlah.. aku begitu betah tinggal dirumah Titi, rasanya aku ga ingin pulang kerumah, semenit pun aku tak ingin jauh darinya.


Tapi tak mungkin aku tinggal disini sebelum resmi menikah dengan Titi.


Ari, pokoknya aku merasa sangat bahagia bisa dekat dengan kedua calon mertua dan diterima dengan baik dirumah ini๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ.


*****


Ari menuliskan perasaannya pada lembar-lembar diary yang dia ambil dari kamar Titi.


Ia mengungkapkan apa yang ia rasakan dalam hatinya, rasa sedih atau rasa bahagia yang ia rasakan selama ia me jalin hubungan dengan Titi.


Ari memang belum mendapatkan pekerjaan, jadi saat tak ada kegiatan ia akan datang ke rumah Titi untuk membantu orang tua Titi, walaupun Titi sedang berada di kantor.


( Ari lagi cari perhatian calon mertua agar bisa diterima dengan baik oleh orang tua Titi.)


Ari tahu, ibu Titi menyayanginya seperti anaknya sendiri, perhatian dan kasih sayang ibu Titi sangat tulus padanya.


Makanya, ia merasa betah tinggal dirumah Titi dan menganggap orang tua Titi seperti orang tuanya sendiri.


Walaupun ayah tidak banyak bicara, tapi Ari tahu kalau ayah juga menyayanginya.


Ari merasa mendapatkan kasih sayang seorang ayah, karena ayah Ari telah berpulang semenjak Ari berusia lima tahun.


Jadi Ari tidak merasakan kasih sayang dari seorang ayah.


*****


Saat ini Ari memang belum mendapat pekerjaan.


Kadang jika ada driver yang butuh bantuannya karena ada kernet yang berhalangan datang, ia akan ikut driver untuk mengantarkan barang.


Ari sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan dengan memasukkan lamaran pekerjaan di perusahaan yang ada di kota itu, tapi Ari belum dapat panggilan untuk interview.


Tapi Ari tak putus asa untuk berusaha mencari pekerjaan.


Jika tak ada kesibukan, Ari akan kerumah Titi untuk membantu ayah Titi bekerja di kebun.

__ADS_1


โœŽ๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น


__ADS_2