
Sudah hampir satu minggu ibu Ari dipindahkan ke rumah sakit umum,. tapi belum ada perubahan pada kesehatan ibu.
Malam ini Ari dan Titi pulang dari rumah kak Ruby setelah menjenguk ibu.
Di pertigaan jalan menuju ke rumah mereka,. Ari merasa mencium sesuatu bau yang menyengat.
Saat itu baru jam sembilan malam dan jalan yang dilewati tidak terlalu sepi.
" May, kok rasanya pay mencium bau yang tidak enak ya? " kata Ari pada Titi saat mereka masih berada di atas motor.
" Bau apa, pay? may tidak mencium bau apa-apa. " kata Titi yang merasa tidak mencium apapun.
" Ketika keluar dari gang rumah kak Ruby tadi,. pay seperti mencium bau bangkai. " kata Ari lagi.
" Mungkin bangkai tikus yang mati. dipinggir jalan, pay. " seloroh Titi pula.
Karena baunya semakin menyengat,. Ari menghentikan motor di pinggir jalan, lalu melihat ban motor jika ada sesuatu yang menempel pada ban motor, karena Ari yakin baik tersebut berasal dari motor yang dikendarai nya.
Setelah melihat-lihat ban motor dan bagian bawah motor, takut jika ada sesuatu yang menyangkut di sana, Ari tidak menemukan apapun.
" Ada, pay? " tanya Titi penasaran saat melihat Ari yang terus melihat-lihat kebawah motor.
Ari menghentikan motor di depan pos tempat ojek berkumpul, sehingga ada lampu listrik yang membantu menerangi saat Ari memeriksa motornya.
" Ga ada apa-apa, may..! " jawab Ari.
" Ya sudah, kita lanjutkan perjalanan kita, mungkin itu bau bangkai kucing atau ayam yang mati dan dibuang ke semak-semak atau di dalam siring. " kata Titi memberi pendapatnya pada Ari.
Di kiri jalan yang mereka lewati memang terdapat siring sebagai aliran air dan juga semak-semak.
Jadi wajar jika ada warga yang rumahnya dipinggir jalan membuang bangkai kesana.
" Nanti saat sampai di rumah,. motornya disemprot dulu sebelum dimasukkan kedalam rumah, takut ada kotoran dan bikin rumah bau. " kata Titi memberi saran pada Ari.
Setelah tidak menemukan apapun, Ari melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah, karena rumah mereka sudah tidak terlalu jauh lagi.
Sampai di rumah anak-anak langsung masuk ke dalam rumah karena mereka. sudah mengantuk.
Titi mengambil senter dari dalam bufet untuk melihat bagian bawah motor.
Titi membantu Ari menyenteri bagian bawah motor.
" Baunya sudah tidak ada kok, may " ucap Ari pada Titi.
" Itulah,. mungkin tadi hanya bau bangkai yang dibuang orang. " kata Titi pula.
" Tapi pay yakin baunya berasal dari motor kita. " kata Ari meyakinkan Titi.
" Jadi gimana, motornya mau dibersihkan dulu nggak sebelum dimasukkan ke dalam rumah? " tanya Titi lagi.
__ADS_1
" Tidak perlu may, sudah malam, besok pagi aja motornya kita cuci, baunya juga sudah tidak tercium lagi. " kata Ari.
Ari mendorong motor lalu memasukkan motor ke ruang tamu.
Setelahnya Ari dan Titi mencuci tangan dikamar mandi.
Kedua anak-anak mereka sudah tertidur karena kelelahan bermain bersama sepupu mereka saat di rumah sakit.
π¦π¦
Kondisi ibu Ari di rumah sakit sudah lebih baik, hingga hari ini dibawa pulang ke rumah kak Ruby agar ada yang mengurusi ibu.
Kak Reni dan Ana setiap pagi hingga sore berjualan di kantin sehingga ibu tidak ada yang merawat.
Semua merasa senang saat melihat ibu yang berangsur-angsur pilih.
Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, setelah dua minggu ibu pulang ke rumah, ibu kembali kambuh penyakitnya lalu kembali dibawa ke rumah sakit swasta tempat pertama ibu dirawat.
Ibu mengalami diare yang membuat badan ibu semakin lemah.
Hasil rontgen bagian dalam perut ibu sudah dikirim ke rumah sakit di Jakarta dan belum ada hasilnya.
Seperti biasa, siang ini Ari dan Titi berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk ibu.
Saat awal tahun seperti ini cuaca selalu hujan hampir setiap hari.
Sampai di rumah sakit, Ari dan Titi langsung masuk ke ruang rawat ibu.
" Kebetulan kalian datang, kakak titip ibu dulu ya? kakak akan pulang sebentar, ada yang mau diambil. " kata kak Ruby saat melihat Ari dan Titi datang.
" Mau kemana, Ruby? jangan pergi, ibu takut tinggal sendiri. " kata ibu yang mendengar kak Ruby akan pulang ke rumahnya.
" Ruby pulang sebentar bu, nanti kesini lagi, kan ada Ari sama Titi yang menemani ibu. " kata kak Ruby pada ibu.
Ibu melihat Ari dan Titi dari tempat tidurnya lalu berkata pada kak Ruby,
" Jangan lama-lama pulangnya, ibu takut. " kata ibu lagi pada kak Ruby.
" Iya, bu. " kata kak Ruby, lalu kak Ruby keluar dari ruang rawat ibu.
Setelah kak Ruby keluar kamar, Ari duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sedangkan Titi menghampiri ibu dan berdiri disamping tempat tidur ibu.
" Bu, bagaimana keadaan ibu? apa sudah baikan? " tanya Titi sambil mengusap punggung tangan ibu mertuanya.
Titi merasa sedih melihat ibu yang terlihat lemah.
" Ibu masih sering diare, walaupun sudah diberi obat sama dokter.
Kata dokter kemungkinan ada usus yang luka, sehingga diare ibu sulit untuk sembuh. " jawab ibu pada Titi.
__ADS_1
" Yang sabar ya bu, semoga ibu cepat pulih dan bisa segera pulang ke rumah. " kata Titi lagi.
Ibu hanya menatap Titi yang berdiri disampingnya.
Sebenarnya Titi ingin menangis melihat keadaan ibu, tapi Titi tidak ingin terlihat sedih dihadapan ibu.
Melihat Titi yang berada didekat ibunya, Ari menghampiri dan berdiri disamping Titi.
" Ari, nanti Ruby kesini lagi? " tanya ibu pada Ari.
" Iya bu, kak Ruby hanya pulang sebentar, nanti kembali lagi kesini. " jawab Ari.
" Ari, jangan kemana-mana, ibu takut ditinggal sendirian. " kata ibu lagi pada Ari.
" Ari sama Titi ga akan kemana-mana, bu, kami akan menemani ibu disini. " kata Ari menenangkan ibu.
" Ibu istirahat ya? Titi sama bang Ari akan menemani ibu. Jika ibu ingin sesuatu, beritahu pada Titi ataupun bang Ari. " kata Titi sambil membenarkan selimut yang digunakan oleh ibu.
Setelah ibu memejamkan mata, Ari dan Titi duduk di sofa tidak jauh dari tempat tidur ibu.
π¦π¦
Sore hari selepas ashar, kak Ruby datang bersama suaminya.
Ibu terlihat senang saat melihat kak Ruby kembali ke rumah sakit untuk menemaninya.
" Tadinya kakak mau istirahat di rumah dan besok baru kembali kesini, tapi karena ibu tidak mau ditinggal dan selalu bilang takut, maka kakak kembali lagi. " kata kak Ruby pada Ari dan Titi saat mereka duduk di sofa.
" Iya, dari tadi ibu nanyain kak Ruby terus, takut kak Ruby ga balik lagi ke sini. " kata Ari pula.
Selepas isya, Ari dan Titi pamit pulang pada kak Ruby karena hari sudah menjelang malam.
Di rumah sakit, kak Ruby ditemani oleh mas Seno, suaminya.
Kak Reni dan Ana pulang ke rumah karena harus menemani anak-anak kak Ruby.
π¦π¦
Malam hari, sekitar pukul satu, Ari mendapat telepon dari kak Ruby dan mengabarkan jika ibu sudah berpulang.
Rasanya tidak percaya saat mendengar apa yang disampaikan oleh kak Ruby.
Setelah mendengar kabar itu, Ari dan Titi bergegas pergi ke rumah sakit, saat itu hujan masih terus membasahi bumi seolah ikut berduka atas kepergian ibu.
Sebelum berangkat ke rumah sakit, Titi menelepon Tuti untuk meminta Ali menemani anak-anak yang sedang tertidur.
π¦π¦π¦
π¦π¦Disaat hati sedang berduka, seakan tak seorang pun bisa mengerti dan memahami apa yang sedang dirasakan. Bersabar atas segala ujian merupakan salah satu jalan untuk membuat hati merasa tenang. π¦π¦
__ADS_1