
Setelah empat bulan Ari dan Titi memelihara ikan lele di kolam belakang rumah mereka.
Ari berencana untuk memanen ikan-ikan tersebut karena memang sudah waktunya dipanen.
" May, rencana pay dalam minggu ini pay akan memanen ikan-ikan kita. " kata Ari pada Titi.
" Apa sudah waktunya dipanen, pay? " tanya Titi pada Ari.
" Sudah may, ikannya sudah berusia empat bulan dan sudah besar-besar, sudah waktunya dijual. " jawab Ari.
" Rencananya mau dijual kemana, pay? apa pay sudah ada pembelinya? " tanya Titi lagi.
" Pay sudah dapat orang yang akan membeli ikan-ikan kita, teman pay yang jualan ikan di pasar yang akan membelinya. " jawab Ari.
" Alhamdulillah jika sudah ada pembelinya. Kapan rencana kita akan panen, pay? " tanya Titi lagi.
" Lusa kita panen, pas hari minggu karena kita libur bekerja jadi kita bisa panen ikan. " jawab Ari.
Ari telah memutuskan untuk memanen ikan mereka ketika hari minggu dan mereka libur bekerja.
🦂🦂
Hari minggu, sesuai dengan rencana Ari dan Titi, mereka akan panen perdana ikan peliharaan mereka.
Sekitar pukul sembilan pagi, teman Ari datang dengan membawa beberapa orang temannya yang akan membantu menangkap ikan-ikan itu.
Mereka membawa jala, keranjang, juga timbang serta drum untuk tempat ikan.
" Bagaimana bang Ari, jadi kita memanen ikan-ikan abang? " tanya Dodi, teman Ari yang akan membeli ikan-ikan Ari.
" Jadilah bang, kan sudah bawa pasukan juga untuk bantu memanen ikan. " jawab Ari pada Dodi.
Mereka pun berjalan ke pinggir kolam untuk melihat kondisi kolam.
" Jadi kita bisa langsung turun ya bang untuk memanen ikan-ikan ini? " tanya Dodi pada Ari.
" Iya bang, silakan turun ke kolam. " jawab Ari pada Dodi dan teman-temannya.
Dodi pun meminta teman-temannya untuk turun ke kolam dan memanen ikan.
Titi sudah menyiapkan kopi dan cemilan kecil untuk mereka yang tengah memanen ikan.
Minuman dan makanan ditaruh di pondok agar mereka mudah mengambilnya.
Titi mencatat setiap ikan yang sudah ditimbang agar memudahkan menghitung hasil penjualan.
" Jangan dipanen semua ikannya bang, sisakan untuk tetangga. " kata Ari pada Dodi.
__ADS_1
" Beres bang. ! jawab Dodi sambil menaruh ikan yang sudah dipanen kedalam drum yang ditaruh di atas mobil pickup.
" Lumayan juga ya panen ikannya, mas Ari. " kata Didin teman Ari.
" Iya mas, Alhamdulillah. " kata Ari.
" Ini sih bisa balik modal, malah untung." kata Ali yang ikut melihat orang-orang yang menangkap ikan dengan jala.
" Insya Allah, semoga ada hasilnya dari usaha memelihara ikan ini. " kata Ari.
" May, sudah masak nasi? ambil ikan yang sudah pay pisahkan untuk dimasak, kita makan bersama disini. "
Ari meminta pada Titi untuk memasak ikan yang akan digunakan untuk makan bersama di pondok.
" Kalau nasi sudah matang pay, tinggal menggoreng ikannya saja. " kata Titi.
Titi mengambil ikan yang sudah dipisah untuk dimasak dan dimakan bersama.
" Mas, nanti bantu bagi ke tetangga ya ikan-ikan yang sudah dipisahkan.
Untuk tetangga yang jauh dan hobby mancing, nanti ajak mancing disini aja."
Ari meminta pada Ali untuk membantu membagikan ikan pada tetangga dekat, dan membolehkan yang lain jika ingin memancing di kolam setelah dipanen.
Ari sengaja menyisakan ikan di kolam untuk dipancing oleh tetangganya karena banyak teman-teman Ali yang merupakan tetangga Ari yang suka memancing, sehingga Ari ingin berbagi dan membiarkan mereka memancing ikan di kolamnya.
" Jadi boleh mancing nanti, bang? " tanya Ali memastikan.
" Boleh mas, biar yang lain kebagian juga ikannya. " jawab Ari.
" Wah kebetulan nanti malam minggu, bisa rame nanti malam di kolam ini. " kata Ali bersemangat.
" Bang, ini sudah ditimbang dan dihitung semua. " kata Dodi yang menghampiri Ari dengan membawa catatan timbangan ikan yang tadi dicatat oleh Titi.
Ari dan Dodi menghitung ulang jumlah timbangan ikan laku men total uang yang harus dibayarkan oleh Dodi sesuai dengan kesepakatan Ari dan Dodi mengenai harga ikan sesuai pasaran.
Setelah dihitung semua, Ari menerima sejumlah uang dari Dodi sebagai bentuk pembayaran.
" Nanti jika panen ikan lagi, jangan lupa kabari saya, ya bang..! " kata Dodi pada Ari sebelum Dodi dan teman-temannya berpamitan pada Ari.
" Kita makan-makan duku bang, sebelum pulang. " kata Ari pada Dodi.
" Terima kasih, bang Ari, ngopi aja sudah cukup, saya harus ambil ikan ditempat lain. " kata Dodi yang menolak tawaran Ari karena ia harus mengambil ikan ditempat lain.
" Baiklah jika begitu, terima kasih bang. " kata Ari sambil bersalaman dengan Dodi.
Ari menyerahkan hasil penjualan ikan pada Titi untuk disimpan.
__ADS_1
Tidak lupa Ari meminta Titi untuk membeli rokok buat Ali dan teman Ari yang ada di pondok.
Ari dan teman-temannya juga keluarga Titi dan beberapa tetangga ikut makan di pondok pinggir kolam.
Walaupun Ari dan Titi panen ikan lele, tapi Ari dan Titi justru tidak ikut makan ikan lele, mereka memilih makan dengan lauk lain.
🦂🦂
Malam ini, dipinggir kolam Ari sangat ramai. Ada beberapa orang yang sedang memancing di pinggir kolam.
" Di pinggir kolam sekarang sedang ramai, pay.. sepertinya Ali dan teman-temannya sedang memancing. " kata Titi pada Ari saat ia melihat kebelakang rumah.
" Biarlah, sesekali kita berbagi dengan tetangga. " imbuh Ari pula.
" Jadi uang hasil panen ikan ini akan kita belikan apa, pay? " tanya Titi pada Ari.
" Besok kita ke toko bangunan, kita nabung bahan bangunan di sana.
Kemarin kita sudah pesan pasir, besok kita pesan semen. " jawab Ari pada Titi.
" Untuk pasir sudah cukup ya, pay? " tanya Titi lagi.
" Alhamdulillah untuk pasir sudah cukup kita pesan, pas untuk satu rumah.
Mulai besok kita pesan semen sama bata. " jawab Ari.
Jika dulu Ari dan Titi menabung dengan emas, saat ini mereka menabung bahan bangunan di toko bangunan.
Karena Ari mudah bergaul, Ari jadi punya teman yang memiliki toko bahan bangunan.
Setiap ada uang, Ari akan membeli bahan bangunan di sana, tapi barang tersebut akan diambil jika akan digunakan.
Ari menyimpan nota pembelian dengan keterangan jika bahan-bahan tersebut akan diambil jika Ari sudah siap untuk membangun rumah.
Tentu saja teman bari Ari bersedia, karena ia merasa.diuntungkan, uang dari Ari bisa digunakan untuk tambahan modal.
Ari juga di merasa diuntungkan karena Ari membayar sesuai harga saat ia memesan dan tidak akan dikenakan biaya tambahan jika pada saat Ari mengambil barang, barang tersebut mengalami kenaikan.
Ari dan Titi sudah mulai mengumpulkan bahan bangunan untuk membuat rumah dari hasil kerja dan juga hasil usaha mereka.
Ari dan Titi berharap agar mereka bisa segera memiliki rumah yang layak sebagai tempat tinggal mereka.
🦂🦂🦂
🦂🦂 Usaha tidak akan mengkhianati hasil, maka berusahalah agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
Disamping berusaha, berdo'a lah agar apa yang diusahakan diridhoi Allah dan bisa segera terwujud. 🦂🦂
__ADS_1