
Setelah beberapa hari dalam perawatan Titi, luka-luka Ari berangsur-angsur sembuh.
Luka lecet yang ada ditubuh Ari sudah mulai mengering, begitupun dengan luka karena duri sawit dipunggung Ari sudah mulai membaik.
*****
" Dek, besok jadi kita penataran pra nikah di KUA? "
" Iya bang, Insya Allah jadi! "
" Jam berapa rencananya, dek? "
" Pemberitahuannya sih jam 10 kita sudah ada disana."
" Baiklah, besok jam delapan pagi abang jemput adek ke rumah ya? "
" Baik, bang! "
Ari dan Titi membicarakan undangan penataran pra nikah dari KUA.
Petugas yang mengurus berkas pernikahan Titi dan Ari meminta mereka untuk datang ke KUA jam sepuluh untuk penataran pra nikah.
*****
Malam ini dirumah Titi akan diadakan rapat panitia untuk acara pernikahan Ari dan Titi.
Ibu dibantu Titi dan Tuti juga keluarga yang lain sedang sibuk di dapur, menyiapkan makanan dan minuman untuk hidangan tamu yang akan berkumpul nanti malam dirumah Titi.
Untuk acara malam, ibu hanya membuat nasi soto dan cemilan serta minuman bajigur.
Semua hidangan sudah disiapkan diatas meja dapur.
*****
Acara rapat panitia malam ini berjalan lancar.
Siapa-siapa yang menjadi panitia telah ditetapkan.
Dari panitia penyambut tamu, panitia meja prasmanan, MC, yang membawa kata sambutan hingga panitia sapu jagat alias petugas yang mengambil dan membersihkan piring-piring kotor.
Begitupun dengan panitia untuk acara muda mudi, semua sudah mendapat tugas masing-masing.
*****
Sehari menjelang hari H, dirumah Titi semua kelihatan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Ada yang membersihkan ikan dan daging, mengiris bumbu, membersihkan sayuran, ada pula yang membuat bolu dan makanan lain sebagai hidangan esok hari.
Para tetangga dengan senang hati membantu persiapan pernikahan Titi yang akan berlangsung besok.
Di halaman depan, bapak-bapak dan anak-anak muda teman-teman Titi sedang sibuk membuat tenda, tenda tambahan dari RT yang sengaja disiapkan bagi warga yang memerlukan.
" Pur.. jangan kebanyakan bengong kalau lagi kerja, pegangin yang bener tiangnya agar ga rubuh.! " seru Zai yang menegur Pur.
__ADS_1
" Aku bukan lagi bengong Zai, lagi membayangkan besok Titi jadi ratu sehari, gimana ya penampilan Titi? "
Pur menjawab seruan dari Zai.
" Ngapain kamu membayangkan penampilan Titi, Jangan-jangan bukan lagi membayangkan penampilan Titi, tapi kamu lagi membayangkan yang jorok-jorok ya? " cetus Shiddiq pada Pur.
" Ha.. ha.. ha... enak aja mikirin yang jorok-jorok, kamu kali yang begitu, kamu kan dan merasakan duluan Diq? " jawab Pur membalas Shiddiq.
Shiddiq memang sudah melangsungkan pernikahan beberapa bulan yang lalu.
" Makanya Pur, kalau sudah kebelet cepat halalin tuh gebetan kamu, jangan cuma dikasih janji-janji doang. Kasihan anak orang! " Tino menimpali.
" Kamu aja yang duluan Tin, kasihan tuh Desi yang kamu kasih janji-janji manis, ntar si Desi kena diabetes gara-gara kamu kasih janji manis terus! " Pur tak mau kalah menggoda Tino yang sedang pedekate dengan Dewi.
" Ha.. ha.. ha.. " teman-teman Pur pun tertawa mendengar ocehan Pur.
" Kerjanya yang bener ya walau sambil bercanda, jangan salah pasang.
Nanti janur untuk di pintu masuk malah kalian gantung di tenda.
Ucapan mohon doa restu malah kalian buat mohon dua ribu! " kata Pandu menggoda teman-temannya yang sedang bekerja sambil bersenda gurau.
" Wah bahaya donk bang kalau ucapan mohon doa restu jadi mohon dua ribu, ntar tamu yang datang dan sudah kasih amplop yang isinya banyak jadi menyesal, mau diambil lagi amplopnya kan ga mungkin, wong sudah dimasukkan ke kotak! " Pur menimpali candaan Pandu.
Mereka tertawa dengan candaan-candaan yang mereka lakukan sambil bekerja.
Saat mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Tanti, Desi, Tuti dan beberapa orang lainnya datang membawa makanan dan minuman untuk orang-orang yang sibuk bekerja.
" Pak RT, bapak dan yang lainnya diminta untuk makan siang, makanan sudah disiapkan dibelakang.
Silahkan bapak-bapak, makan siang dulu! " Tanti memanggil pak RT dan meminta bapak-bapak untuk istirahat dan makan siang, lalu menaruh makanan dan minuman yang dibawanya untuk cemilan setelah makan.
" Terima kasih, dek! " jawab pak RT dan meminta yang lain untuk beristirahat dan makan hidangan yang sudah disiapkan.
Setelah menaruh makanan dan minuman untuk bapak-bapak, Tanti dan yang lain membawa makanan dan minuman untuk teman-temannya.
" Woi.. istirahat dulu, makan siang! " Tanti dengan gaya cueknya memanggil teman-temannya yang masih sibuk bekerja.
" Yok... kawan-kawan, istirahat dulu, isi energi dulu biar ga loyo.! " ajak Zai pada teman-temannya.
Akhirnya, teman-teman Titi pun beristirahat, bergantian dengan bapak-bapak yang sudah mengambil makan siang duluan.
Setelah menikmati makan siang, mereka beristirahat sambil menikmati cemilan yang disiapkan Tanti dan teman-temannya.
" Bang Tino, mau minum kopi atau teh? " tanya Desi.
" Abang minum teh aja, dek! " jawab Tino.
" Dek Desi, abang minta kopi donk..?? " pinta Pur menggoda Desi.
" Ah, kak Pur ambil sendiri! " jawab Desi ketus, merasa kesal karena digoda sama Pur.
" Ha.. ha.. ha.. jangan marah-marah donk Des, nanti cantiknya hilang lho.. " Pur tetap menggoda Desi sambil tertawa.
__ADS_1
" Pur.. jangan godain Desi terus, kamu ga lihat ada yang telinga nya berasap mendengar godaan kamu pada Desi? " tanya Zai sambil melirik Tino.
Tino yang merasa kesal karena Pur selalu menggoda dia dan Desi, membalas ucapan Zai sambil menyindir Pur.
" Rupanya, ada yang ga suka ya kalau aku dekat sama Desi, kayanya ada yang cemburu. Apa ada yang diam-diam suka sama Desi tapi ga berani mengungkapkan perasaannya? " ujar Tino menyindir Pur.
" Siapa yang diam-diam suka sama Desi?
Aku cuma bercanda dan menggoda kalian saja! " jawab Pur kesal mendengar sindiran Tino.
" Sudahlah kalian ini! jangan berselisih paham, kita semua berteman.
Pur, jangan bercanda yang membuat orang lain merasa tak nyaman! "
Pandu melerai ketegangan diantara teman-temannya karena kesalah pahaman.
Akhirnya, mereka pun kembali pada aktivitas masing-masing setelah tidak ada lagi ketegangan diantara Pur dan Tino.
Dengan senang hati Pur meminta maaf atas candaan nya yang dianggap berlebihan pada Tino dan Desi.
*****
Diteras rumah, pihak WO sedang menyiapkan pelaminan, menghias pelaminan seindah mungkin sebagai singgasana raja dan ratu sehari.
Dibagian dalam juga ada yang sedang menghias kamar Titi sebagai kamar pengantin, juga ruang tamu yang dijadikan tempat dilangsungkan akad nikah.
Titi sedang dipasangkan inai dijari-jarinya oleh Tuti dan Elsa.
" Berapa lama bisa jadi merah inainya, El? tanya Titi pada Elsa.
" Ga lama kok mbak, biasanya dua jam aja sudah merah.
Ini inai bagus, biasa digunakan untuk pengantin. Memangnya kenapa, mbak? " tanya Elsa pada Titi.
" Ya ribet aja Elsa kalau terlalu lama memakai inai dikedua jari tangan, mbak jadi ga bisa apa-apa. Ga bisa menggaruk kalau lagi gatal, apalagi kalau sesak ingin kekamar mandi! " jawab Titi sambil tersenyum.
" Ya kalau ada yang gatal, bilang aja mbak biar nanti bantu digaruk.
Kalau mau kekamar mandi, tahan dulu sebentar mbak! " kata Elsa lagi.
" Iya, tenang aja.. mbak juga cuma bercanda kok! " kata Titi lagi.
Sore ini, semua pekerjaan sudah selesai.
Tenda tamu sudah dipasang, kursi-kursi untuk tamu sudah ditumpuk untuk dirapikan besok pagi.
Pelaminan, ruang tempat akad dan kamar pengantin sudah selesai dihias.
Kursi diruang tamu sudah dipindahkan kedepan teras, sebagai tempat tamu kehormatan.
Dirumah Titi, tinggal beberapa orang teman-temannya yang sedang beristirahat sambil menikmati cemilan yang disediakan.
(✿ ♥‿♥)。・:*:・(✿◕3◕)❤
__ADS_1
Notes : Jangan lupa untuk selalu mendukung karya othor ya dengan membeli Like, Vote dan Komen agar othor tetap semangat melanjutkan kisah Titi. 🙏🙏