
Hari ke tiga idul fitri, Titi dan Ari sudah kembali melakukan aktivitas rutin, mereka mulai masuk kerja lagi.
Walaupun belum terlalu banyak aktivitas, tapi kantor tetap buka.
Hanya saja setelah selesai pengiriman para penghuni kantor akan pulang.
🦂🦂
Pagi ini seperti biasa, Titi dan Ari sudah bersiap untuk pergi ke kantor.
Setelah berpamitan pada ibu dan Nanda yang sedang nonton film kesukaannya, Titi dan Ari pun pergi meninggalkan rumah untuk menuju ke kantor.
" Pay, nanti kalau cepat pulang, kita ke rumah bidan Dina, ya? " pinta Titi pada Ari untuk ke rumah bidan Dina.
" Ada apa ke rumah bidan Dina, may?" tanya Ari heran pada Titi.
" Kita silaturahmi sekalian lebaran aja pay, terus may juga mau periksa. " kata Titi pada Ari.
" May sakit apa? kok mau periksa? " tanya Ari yang merasa cemas jika Titi sakit.
Dulu, saat Nanda belum genap berusia dua bulan, Titi mengalami sakit kepala.
Ari cemas karena belum pernah melihat Titi seperti itu, akhirnya sehabis magrib Ari membawa Titi berobat ke dokter Tatik, beruntung Titi hanya sakit kepala biasa.
" May cuma pengen periksa aja pay.
Waktu bulan puasa may tidak dapat tamu bulanan, jadi puasa may pool selama satu bulan. Terus kalau kita lewat tukang bakso atau tukang sate, may merasa mual. "
Jawab Titi menjelaskan alasannya mau berkunjung ke rumah bidan Dina.
" Wah, Jangan-jangan may lagi ngidam, sudah coba pakai testpack belum? " tanya Ari senang saat mendengar penjelasan Titi.
" May belum coba pakai testpack, pay, makanya nanti kita periksa aja ke bidan Dina. " jawab Titi.
" Okelah kalo gitu, mudah-mudahan hari ini ga pulang sore. " kata Ari yang antusias mau mengantar Titi periksa ke bidan Dina.
" Hari ini masih belum banyak pengiriman pay, orang masih pada libur lebaran. Paling mulai aktif lagi setelah satu minggu lebaran. "
Kata Titi yang mengatakan jika mereka belum begitu aktif bekerja karena belum banyak pengiriman.
" Tapi ga ada keluhan lain kan, may? " tanya Ari pada Titi.
" Alhamdulillah ga ada sih, cuma itu aja, ga kuat sama bau bakso dan sate. " jawab Titi.
" Alhamdulillah kalau begitu. Memang ga ada perubahan sih, jadi pay ga tahu kalau may lagi ngidam. " seloroh Ari yang merasa jika Titi tidak terlihat seperti orang yang sedang ngidam.
" Belum tentu hamil juga pay, mungkin memang lagi ga suka sama bau bakso sama sate aja. " kata Titi yang belum yakin jika sedang hamil.
Titi tidak merasa ada tanda-tanda seperti orang yang sedang hamil muda.
" Pay yakin kalau may sedang hamil, secara may itu penggemar bakso, tidak mungkin tiba-tiba tidak suka sama bau bakso. " imbuh Ari yang merasa yakin jika Titi sedang hamil lagi.
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju ke kantor, Ari dan Titi hanya membahas tentang kemungkinan Titi hamil lagi.
Mereka jadi tidak sabar untuk pergi ke rumah bidan Dina.
🦂🦂
Siang ini jam dua tiga puluh, kantor sudah tutup karena memang belum banyak pengiriman.
Sesuai rencana tadi pagi, Ari dan Titi pergi ke rumah bidan Dina.
Tiba di rumah bidan Dina, Titi mengetuk pintu ruang praktek bidan Dina.
Terdapat tulisan " BIDAN ADA " yang di gantung disamping pintu.
" Alhamdulillah bidan Dina nya ada, pay." kata Titi sambil menunjuk tulisan yang tergantung.
" Assalamu'alaikum. " salam Titi sambil mengetuk pintu.
Sudah dua kali Titi mengucapkan salam dan mengetuk pintu tapi tidak ada yang menyahuti dari dalam
" Mungkin orangnya sedang tidur, may. " kata Ari pada Titi.
" Masa jam segini masih tidur siang, pay? ini sudah mau jam tiga. " kata Titi yang melihat jam di pergelangan tangannya.
" Coba ketuk lagi pintunya. " kata Ari yang sedang duduk di kursi tunggu.
Tok.. Tok... " Assalamu'alaikum. " salam Titi sambil mengetuk pintu.
" Waalaikumsalam. " kata seseorang yang menjawab salam Titi.
Disamping ruangan itu terdapat banyak tanaman buah, ada kelapa, jambu mawar, rambutan, jambu air juga nanas.
Selain itu ada tanaman sirih yang merambat ditembok pagar.
Suami bu bidan memang rajin merawat tanaman yang ada disamping rumahnya,. walaupun banyak pepohonan tapi di bawahnya sangat bersih karena disapu setiap hari.
Pintu ruang praktek dibuka dari dalam, lalu nampak bu bidan yang membuka pintu.
" Eh, ada Titi sama Ari, apa. kabar? ayo masuk! " kata bu bidan ramah.
" Bu, minal aidin walfaidzin ya? " kata Titi sambil mengulurkan tangan pada ibu bidan.
" Iya, sama-sama ya Ti, ibu juga minta maaf kalau ada salah. " kata bu bidan menyambut uluran tangan Titi.
Ari juga melakukan hal yang sama pada bu bidan.
" Bapak mana, bu? " tanya Ari yang menanyakan keberadaan suami ibu bidan.
" Ada lagi mandi, kan sebentar lagi azan ashar. " jawab bu bidan memberitahu keberadaan suaminya.
" Ayo duduk, apa mau ngobrol didalam sekalian makan kue lebaran, kan kita masih dalam suasana lebaran. "
__ADS_1
ibu bidan menawarkan pada Titi dan Ari untuk mengobrol di ruang tamu rumahnya.
" Biar disini aja bu. " kata Titi pada ibu bidan.
" Tadi ibu dengar ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam, tapi karena lagi di kamar mandi jadi ibu tidak jawab. "
Kata bu bidan yang mengatakan jika ia telat membuka pintu karena sedang berada di kamar mandi.
" Ada keperluan apa nih kesini, mau silaturahmi atau mau periksa? " tanya bu bidan pada Titi yang sudah duduk depan mejanya.
" Mau silaturahmi sekalian periksa, bu! " jawab Titi.
" Siapa yang sakit? Itu Ari terlihat agak kurus, apa Ari yang sakit? " tanya bu bidan memandang Ari yang duduk di kursi tunggu dibelakang Titi.
" Bang Ari malah baru sembuh bu, awal puasa kemaren terkena tipes dan sempat dirawat selama empat hari. "
Jawab Titi menjelaskan keadaan Ari pada bu bidan.
" Pantesan Ari terlihat kurus. Jadi yang mau periksa Titi? ada keluhan apa? " tanya bu bidan pada Titi.
" Biasa bu, Titi bulan puasa kemaren sudah telat. " jawab Titi tanpa menjelaskan lebih lanjut.
" Oh, kalau gitu kita pakai testpack dulu." kata bu bidan sambil berdiri dan mengambil testpack didalam lemari kaca tempat menyimpan kotak obat.
" Ini, pakai di kamar mandi, gelas urin nya ada dikamar mandi. " kata bu bidan sambil menyerahkan testpack pada Titi dan meminta Titi masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Titi masuk ke kamar mandi dengan membawa testpack dari ibu bidan.
Tidak berselang lama, Titi keluar dengan testpack di tangannya.
" Gimana hasilnya? " tanya bu bidan.
Titi tersenyum dan menyerahkan testpack itu pada ibu bidan.
Ari yang penasaran, pindah duduk disamping Titi dan menghadap pada bu bidan.
" Alhamdulillah, hasilnya garis dua, jadi Titi positif hamil. " kata bu bidan sambil tersenyum.
" Alhamdulillah.. " kata Titi dan Ari bersamaan.
Titi sudah mengetahui hasilnya sejak berada di kamar mandi.
Ari menggenggam tangan Titi yang berada di atas pahanya sebagai bentuk rasa bahagianya atas berita kehamilan Titi.
Senyum menghiasi bibir Titi dan juga Ari. Mereka merasa bahagia dengan anugerah yang Allah titipkan lagi pada Titi.
" Alhamdulillah Nanda mau punya adek, may! " kata Ari yang masih menggenggam tangan Titi dengan suara pelan.
Titi tersenyum dan mengangguk mendengar kata-kata Ari.
🦂🦂🦂
__ADS_1
🦂🦂 Bersyukurlah, maka Allah akan menambah nikmat dan rejeki mu. 🦂🦂
🦂🦂 Perasaan bahagia seorang istri itu terkadang sederhana, hanya dengan diberi senyuman dan perhatian, akan membuat istri merasa bahagia. 🦂🦂