Nastiti

Nastiti
Bab 26. Pergi ke Pesta


__ADS_3

Sore ini, Feni datang ke rumah Titi untuk sama-sama pergi ke undangan nanti malam.


Feni sengaja datang ke rumah Titi agar nanti Titi tidak perlu menjemputnya.


" Selamat sore, bu? Titi nya ada?" tanya


Feni pada ibu yang sedang duduk di bawah pohon belimbing, sambil bersalaman dengan ibu dan mencium tangannya.


" Sore,..eh Feni ya? sudah lama ga main kesini.


Feni, apa kabar? Titi ada, baru habis mandi. Masuk aja, Fen!" tanya ibu kembali pada Feni, dan memberi tahu bila Titi baru selesai mandi dan memintanya untuk masuk ke dalam rumah.


" Kabar Feni baik, bu..maaf Feni belum sempat main kesini, lagi ada kesibukan.


Feni nunggu Titi disini aja, bu." jawab Feni pada ibu.


" Undangannya lumayan jauh, ya Fen?


Nanti sama siapa berangkatnya?"


" Iya, bu..undangannya lumayan jauh, tapi kalau ga pergi ga enak juga.


Nanti ada teman yang jemput pakai mobil, jadi berangkat sama-sama."


Feni jawab pertanyaan ibu.


Saat ibu dan Feni asik mengobrol, Tuti pulang dari kegiatan disekolah nya.


Saat melihat ada ibu dan Feni, Tuti mengucapkan salam.


" Assalamualaikum.."


" Waalaikumsalam warahmatullah.." jawab ibu.


Setelah ibu menjawab salam, Tuti menyalami tangan ibu dan Feni.


" Mbak Feni, apa kabar? kok baru kelihatan lagi, kemana aja?" tanya Tuti menyapa Feni.


" Kabar baik, dek..mbak lagi ada kesibukan, jadi jarang main." jawab Feni.


" Mbak, manisan belimbing kemaren enak, lho? mbak Feni pintar buat manisan belimbing.


Nanti kalau mau buat manisan lagi, Tuti bantu ambil belimbing nya, tapi jangan lupa kirim lagi manisannya!"


Kata Tuti sambil tertawa.


Tuti memuji manisan belimbing buatan Feni.


" Iya, nanti kalau ada waktu buat lagi manisannya.


Tuti, suka ya sama manisan?" tanya Feni.


" Tuti mah, apa aja suka, dia mah doyan makan!" Kata Titi yang datang dari pintu dapur.


" Sudah lama, Fen? kenapa ga langsung masuk?" tanya Titi pula pada Feni.


" Ah..mbak Titi mah, suka banget ngomongin Tuti, Tuti kan malu sama mbak Feni!" kata Tuti pada Titi dengan wajah cemberut.


Titi dan Feni tertawa melihat Tuti cemberut.

__ADS_1


" Ga papa, kok dek, ga usah malu, Titi emang suka gitu!" kata Feni pada Tuti agar Tuti tidak malu dengan kata-kata Titi yang menggodanya.


" Yuk, Fen..kita ke kamar aku aja!" ajak Titi pada Feni.


" Iya, Ti!" kata Feni mengikuti ajakan Titi.


Lalu, Feni pamit dan ibu dan Tuti untuk ikut Titi ke kamarnya.


***


Malam ini, selepas magrib Titi dan Feni bersiap untuk pergi ke pesta.


Titi dan Feni mengenakan baju dengan model yang sama tapi beda warna.


Mereka sengaja membeli baju dengan model yang sama.


Mereka tidak berdandan secara berlebihan, hanya memakai bedak dan lipstik, kedua nya tidak bisa berdandan dan tidak suka dandan.😄


Titi dan Feni menunggu bang Yadi yang akan menjemput mereka.


Tak lama, bang Yadi datang, lalu mereka pamit pada orang tua Titi.


" Pak, bu..saya izin ajak Titi sama Feni ke undangan!" pamit Yadi pada orang tua Titi yang menemani mereka menunggu diteras.


" Iya, hati-hati dijalan. Tolong jaga kedua anak gadis ini, dan jangan pulang terlalu larut. Jam sebelas malam, mereka harus sudah pulang!" tegas bapak pada Yadi.


" Baik, pak, nanti saya antar lagi Titi sama Feni pulang kesini jam sebelas malam!" kata Yadi lagi pada bapak.


" Hati-hati, Ti..Fen..jaga diri kalian, ingat jangan berbuat hal yang macam-macam.!" kata ibu pada Titi dan Feni.


" Baik, bu!" jawab Titi dan Feni serempak.


" Maaf bu, Feni ga bisa nginap, karena besok pagi-pagi mau ke gereja bersama keluarga!" jawab Feni


" Baiklah, tolong jaga mereka berdua ya nak Yadi, antar pulang tepat waktu!" kata ibu pada Yadi.


" Baik, bu!" jawab Yadi.


Setelah pamit pada ayah dan ibu, mereka berangkat menuju tempat diadakan pesta pernikahan Herman.


***


Hampir satu jam perjalanan, mereka sampai ditujuan.


Mereka mengisi buku tamu dan menyerahkan kado yang mereka bawa, lalu mencari tempat duduk yang masih kosong.


Titi dan Feni duduk di tak jauh dari panggung pelaminan.


Yadi pamit pada mereka untuk mencari teman-teman yang lain.


" Kalian duduk disini aja ya, jangan kemana-mana, biar nanti saya tidak susah mencari kalian.


Saya mau mencari teman-teman yang lain.!" pamit Yadi pada Titi dan Feni.


" Baik, bang!" jawab mereka serempak.


Yadi pun meninggalkan Titi dan Feni untuk mencari teman-teman yang lain.


" Kita disini aja, Ti, jangan kemana-mana, biar bang Yadi ga susah mencari kita saat akan pulang!" kata Feni pada Titi.

__ADS_1


" Iya, Fen..lagian disini sudah nyaman, dekat panggung pelaminan.


Kita juga bisa lihat pengantin dengan jelas, kita juga ga susah kalau mau pamit sama pengantin.


" Acara baru dimulai ya, Ti? pengantinnya juga belum keluar!" tanya Feni pada Titi.


" Mungkin masih di dandani pengantinnya." jawab Titi.


Tak lama, MC meminta para tamu undangan untuk berdiri, karena kedua mempelai akan menuju pelaminan.


Para undangan pun berdiri, memperhatikan kedua mempelai yang berjalan beriringan.


" Wah...pengantinnya gagah dan cantik ya, Ti? sampai pangling melihat mereka!" ujar Feni dengan rasa kagum.


Titi melihat pengantin yang keluar dari dalam rumah menuju pelaminan.


Ia membenarkan kata-kata Feni bahwa kedua mempelai terlihat sangat serasi, mereka gagah dan sangat cantik.


Ketika pengantin berjalan menuju pelaminan, pandangan mata Titi justru tertuju pada seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka.


Titi memperhatikannya, dan pria itu pun memperhatikan Titi.


Lelaki itu, tak lain adalah Ari.


Ada perasaan senang dihati Titi saat melihat ada Ari disana.


Tapi ada pula rasa kecewa dihati Titi, mengapa Ari tidak mengajaknya ke pesta itu.


Saat kedua pengantin sudah duduk di pelaminan, MC meminta para undangan untuk duduk kembali.


Feni asik mengomentari kedua mempela


yang menurutnya sangat cocok satu sama lain.


Sementara, Titi tidak fokus dengan apa yang Feni katakan.


Titi masih asik memandang Ari yang berdiri diteras rumah mempelai dengan teman-temannya.


Entah apa yang Titi rasakan saat melihat Ari. Titi ingin Ari menghampiri nya dan duduk bersama nya, lalu menemani nya di pesta itu.


Tapi Ari tetap berdiri disana, ia hanya menatap dan memperhatikan Titi tanpa bermaksud menghampirinya.


Feni yang heran karena Titi diam saja saat ia ajak ngobrol merasa heran, lalu ia menoleh pada Titi dan mengikuti arah pandangan mata Titi.


" Pantas, dari tadi diajak ngobrol ga mau jawab, ternyata ada yang lagi saling pandang jarak jauh." kata Feni menggoda Titi sambil tak lupa tangan nya menepuk lengan Titi.


Titi sedikit kaget dengan tepukan tangan Feni di lengannya, lalu ia menoleh pada Feni yang sedang menahan senyum.


Titi merasa malu saat Feni tahu, dia sedang memperhatikan Ari.


" Apa sih, Fen? kamu ngagetin aku aja!" kata Titi malu-malu pada Feni


" Samperin aja, Ti..lalu ajak duduk disini bareng kita, dari pada dipandangi mulu." goda Feni lagi.


" Yang ada, harusnya dia yang nyamperin kita, bukan aku yang kesana nyamperin dia!" kata Titi sewot.


" Idiihh...jangan marah.neng, jangan merasa gengsi juga!


Ga ada salahnya kalau ngajak duduk bareng, kan kalian sudah kenal baik, malah sudah pernah jalan ke Bank berdua!" Feni menyemangati Titi untuk mendekati Ari.

__ADS_1


***((^_^))***


__ADS_2