Nastiti

Nastiti
Bab 145. Nanda Mulai Masuk Sekolah


__ADS_3

Setelah satu bulan Nanda tidak masuk sekolah karena kakinya mengalami cedera, hari ini ia kembali masuk sekolah walaupun kakinya belum sembuh.


Nanda berjalan menggunakan bantuan kruk yang dibuat oleh Ali.


Nanda sebenarnya tidak mau pergi ke sekolah karena ia merasa malu dan takut diledek teman-temannya karena kakinya masih menggunakan perban dan ia berjalan dengan bantuan kruk.


" Mau, abang tidak mau sekolah. " kata Nanda pada Titi sambil menangis.


Pagi ini, Titi sudah membantu Nanda mengenakan seragam sekolah karena Nanda mulai masuk sekolah lagi.


" Kenapa abang ga mau masuk sekolah? sebentar lagi abang akan ulangan semester, jika abang tidak masuk nanti abang tidak bisa mengikuti ulangan. " kata Titi yang berusaha untuk membujuk Nanda.


Titi tahu jika Nanda merasa malu untuk pergi ke sekolah karena menggunakan kruk.


" Kenapa, abang malu untuk masuk sekolah karena abang belum bisa jalan?" tanya Titi pada Nanda.


Nanda tidak menjawab pertanyaan Titi, ia masih tetap menangis dan tidak mau pergi ke sekolah.


" Kenapa abang harus malu, kan kaki abang masih sakit dan teman-teman abang juga sudah tahu keadaan abang. Teman-teman abang tidak akan ada yang mengejek abang, percaya sama papa. Jika ada yang mengejek abang, nanti beritahu pada ustadz atau ustadzah agar mereka diberi teguran untuk tidak mengejek abang. "


Akhirnya Ari juga membantu Titi untuk memberi semangat pada Nanda agar tidak merasa malu untuk berangkat ke sekolah.


Setelah diberitahu dan dibujuk oleh kedua orang tuanya, akhirnya Nanda mau pergi ke sekolah.


Ari membantu Nanda untuk naik keatas motor, lalu Titi memegang kedua kruk yang akan digunakan oleh Nanda.


Ari melajukan motor menuju ke sekolah untuk mengantarkan Nanda sebelum pergi ke kantor.


Tiba di sekolah, Ari memarkirkan motor di halaman sekolah lalu membantu Nanda turun dari motor.


Titi membantu Nanda menggunakan kruk agar Nanda bisa berjalan.


Nanda hanya berdiri dibelakang Titi dan tidak mau berjalan menuju ke kelasnya karena malu diperhatikan oleh beberapa orang yang sedang bermain di halaman sekolah.


Kelas Nanda berada di bagian belakang, dan ia harus melewati ruang guru dan ruang kelas lain untuk sampai ke ruang kelasnya.


" Yuk bang, kita jalan ke kelas abang. " kata Titi pada Nanda karena Nanda hanya diam saja.


Titi sudah membawa tas Nanda dan menaruh di bahunya.


Ari berjalan disamping Nanda dan membantu Nanda saat Nanda harus melewati saluran air yang ada didepan gedung sekolah.

__ADS_1


Dengan perlahan Nanda berjalan menggunakan kruk, ia merasa terpaksa dan menahan malu karena diperhatikan oleh teman-teman yang ada di sekolah.


" Assalamu'alaikum, wah ananda Nanda sudah mulai masuk sekolah, ya? bagaimana kabarnya? sudah siap untuk belajar? " tanya salah seorang ustadzah yang berada di depan ruang guru.


Ustadzah tersebut mengucapkan salam dan menyapa Nanda dengan ramah.


" Waalaikumsalam warahmatullah. " jawab Ari dan Titi menjawab salam ustadzah tersebut.


" Salim dulu sama ustadzah, bang. " pinta Titi pada Nanda.


Nanda yang merasa malu hanya diam tidak menjawab salam dan sapaan dari ustadzah nya, tapi ia mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan ustadzah nya.


" Alhamdulillah ustadzah, walaupun masih menggunakan kruk, Nanda sudah bisa masuk sekolah dan mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. " kata Titi pada ustadzah.


" Kenapa ananda terlihat sedih? seharusnya kan ananda senang karena sudah bisa masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman. " tanya ustadzah pada Nanda yang terlihat murung.


" Maaf ustadzah, Nanda merasa malu untuk datang ke sekolah karena ia belum bisa berjalan dan masih menggunakan kruk. Apalagi sejak tadi Nanda menjadi pusat perhatian beberapa anak, sehingga ia merasa malu. "


Titi menjawab pertanyaan ustadzah dan menjelaskan keadaan Nanda saat ini.


" Kenapa Nanda harus malu? teman-teman memperhatikan Nanda bukan karena ingin mengejek Nanda, tapi mereka salut pada Nanda karena walaupun Nanda belum bisa berjalan dengan baik, Nanda punya semangat untuk datang ke sekolah.


Nanda harus bangga, walaupun Nanda masih dalam keadaan sakit, Nanda punya semangat untuk belajar di sekolah. "


Setelah berbincang dan mendapatkan motivasi dari ustadzah, Nanda melanjutkan jalannya untuk menuju ruang kelas.


Tiba didepan ruang kelas, sudah banyak teman-teman Nanda yang datang dan mereka menyambut kedatangan Nanda dengan senang hati.


" Eh, Nanda sudah masuk sekolah, ya? Nanda sudah sembuh? " kata Buana, teman yang duduk satu bangku dengan Nanda.


Teman-teman yang lain mulai mendatangi Nanda dan bertanya keadaan Nanda.


" Tante, kenapa Nanda menggunakan itu untuk berjalan? " tanya Feni, teman Nanda yang sedikit cerewet dan ceria.


" Anak-anak, hari ini Nanda mulai masuk sekolah, karena kakinya belum sembuh jadi belum bisa berjalan dengan normal.


Nanda menggunakan kruk untuk membantunya berjalan, jadi tolong bantu Nanda ya jika Nanda memerlukan bantuan "


Titi mengatakan keadaan Nanda pada teman-temannya dan meminta mereka untuk membantu Nanda jika Nanda memerlukan bantuan.


" Jadi Nanda kakinya belum sembuh dan belum bisa berjalan, tante? kenapa Nanda sekolah kalau belum sembuh? " tanya Yadi pada Titi.

__ADS_1


" Nanda sudah lama tidak masuk sekolah. Alhamdulillah Nanda sudah bisa berjalan walau menggunakan kruk, jadi Nanda harus masuk sekolah agar tidak tertinggal. pelajaran. " jawab Titi.


Ari membantu Nanda untuk dibangku agar ia bisa duduk dengan nyaman dan kakinya tidak terasa sakit.


Beruntung teman-teman Nanda sangat baik, walaupun. mereka baru kelas dua SD tapi mereka sudah bisa menghargai orang lain dan mau mengerti keadaan Nanda.


Mereka tidak mengejek Nanda yang berjalan menggunakan kruk, mereka malah memberi semangat pada Nanda dan berkata akan membantu jika Nanda. memerlukan bantuan mereka.


Setelah Nanda merasa nyaman dan tidak malu lagi dengan teman-temannya, Ari dan Titi meninggalkan Nanda di ruang kelasnya dan kembali ke kantor untuk bekerja.


" Nanti sore, mamah sama papah akan menjemput abang sepulang sekolah.


Abang belajar yang baik, ya?


Untuk. makan siang abang, tadi sudah mamah masukkan ke dalam tas. "


Sebelum meninggalkan Nanda, Titi berkata pada Nanda bahwa Titi sudah. menyiapkan makan siang untuk Nanda.


Disekolah Nanda memang diwajibkan untuk membawa makan siang sendiri jika tidak memesan makan siang disekolah.


Untuk snack, setiap siswa wajib memesan makanan disekolah, tapi jika untuk makan siang, terserah pada orang tua murid.


Jika memesan makan siang disekolah, maka harus membayar setiap bulan sekalian membayar uang sekolah.


Tetapi jika tidak memesan di sekolah, anak-anak diminta untuk membawa bekal sendiri ke sekolah.


Sejak naik ke kelas dua, Nanda tidak mau memesan makanan dari sekolah dan membawa sendiri bekal makanan dari rumah, alasannya ia merasa bosan dengan menu yang disiapkan oleh pihak catering.


Ari melajukan motor menuju kantor setelah mengantarkan Nanda ke sekolah.


Sebenarnya Titi merasa kasihan melihat Nanda yang merasa malu saat datang ke sekolah.


Tetapi jika menunggu sampai Nanda bisa berjalan dengan normal, Titi takut akan memakan waktu lama dan Nanda akan tertinggal pelajaran.


Nanda juga harus ikut ujian semester minggu depan, jadi ia harus tetap berangkat ke sekolah.


Titi juga yakin jika Nanda akan terbiasa dengan keadaannya yang berjalan menggunakan kruk setelah beberapa hari masuk sekolah.


πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚


πŸ¦‚πŸ¦‚Terkadang orang tidak menghargai pemikiran yang disampaikan oleh seseorang yang dianggap remeh karena tidak memiliki harta walaupun pemikiran itu menghasilkan ide-ide yang baik untuk sebuah usaha atau pembaharuan. πŸ¦‚πŸ¦‚

__ADS_1


πŸ¦‚πŸ¦‚ Antara harta dan pemikiran memiliki hubungan yang saling membutuhkan agar sama-sama bisa berkembang. πŸ¦‚πŸ¦‚


__ADS_2