
Hari ini hari minggu, Titi berencana ingin membersihkan rumput yang tumbuh disekitar rumah.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, Titi mengambil arit dan mengasahnya agar bisa digunakan untuk membersihkan rumput.
Titi memulai dengan membersihkan rumput didepan rumah, lalu membersihkan siring dari rumput yang tumbuh liar.
" Rajin sekali Ti, membersihkan rumput." kata ibu Fikar yang akan pergi keluar rumah.
" Iya mbak, mumpung sedang libur. Ini rumput sudah pada tinggi. " kata Titi sambil terus merumput.
" Mau kemana, ibu Fikar? " tanya Titi.
" Biasalah Ti, mau main ke rumah mbak Emi. " jawab ibu Fikar.
" Ayo Ti, aku tinggal dulu. " imbuh ibu Fikar pada Titi.
" Iya mbak, silakan. " kata Titi pula.
Menjelang siang, pekerjaan Titi sudah selesai, sekeliling rumah Titi sudah bersih dari rumput liar.
Titi lalu membersihkan diri karena sudah menjelang waktu zhuhur.
🦂🦂
Sudah beberapa hari Titi mengalami demam sehingga tidak bekerja.
Ayah Titi juga sedang dirawat di rumah sakit karena sudah lama menderita sakit tapi tidak pernah pernah mau diajak berobat.
Ayah Titi menderita asam urat sehingga lututnya terlihat membengkak, selain itu ayah Titi juga di serang demam.
Ayah Titi hanya minum obat dari dokter tapi tidak mau dirawat di rumah sakit.
Setelah beberapa hari dirawat di rumah, akhirnya ayah mau dirawat di rumah sakit karena ayah susah untuk makan.
Selama ayah dirawat di rumah sakit, Titi di rumah juga terserang sakit, malaria Titi kambuh sehingga Titi tidak bisa menjenguk dan merawat ayah di rumah sakit.
" Pay, ayah dirawat di rumah sakit, mau ingin lihat ayah ke rumah sakit. " kata Titi pada Ari saat Ari baru pulang dari bekerja.
" Ga mungkin may pergi ke rumah sakit sekarang, may aja dalam keadaan sakit." kata Ari yang sedang berganti pakaian.
" Sabar ya, kalau may sudah sembuh nanti kita jenguk ayah ke rumah sakit, may harus istirahat dan minum obat biar bisa cepat sembuh." kata Ari yang meminta Titi untuk beristirahat.
" Pay makan dulu ya, nasi dan lauknya sudah disiapkan dimeja makan. " pinta Titi pada Ari.
" Anak-anak dimana, may? sudah pada makan belum?" tanya Ari pada Titi.
" Anak-anak tadi diajak sama uni Min main ke rumah Tuti, pay, mereka sudah makan bersama uni Min. " jawab Titi.
__ADS_1
" Mau sudah.makan? " tanya Ari lagi.
" Alhamdulillah sudah tadi, waktu mau minum obat. " jawab Titi.
Ari keluar dari kamar dan menuju meja makan, Titi pun turun dari tempat tidur untuk menemani Ari makan.
" Istirahat aja may, ga perlu turun dari tempat tidur. " kata Ari yang meminta Titi untuk tidak turun dari tempat tidur.
" May capek juga pay kalau harus berbaring terus, may cuma ingin duduk menemani pay makan. " seloroh Titi.
Titi pun duduk di kursi didepan Ari dan menemani hingga Ari selesai makan.
🦂🦂
Pagi ini, sekitar jam sepuluh pagi, Pandi datang ke rumah Titi untuk menjemput Titi dan membawanya ke rumah sakit.
" Ti,. ikutlah ke rumah sakit, lihat ayah walaupun sebentar saja, takut nanti kamu tidak bertemu ayah lagi. " kata Pandu pada Titi.
" Memangnya bagaimana keadaan ayah, bang? bukankah ayah sudah lebih baik?" tanya Titi yang merasa terkejut mendengar keadaan ayah, karena kemarin Tuti memberi kabar jika ayah sudah lebih baik dan akan segera pulang dari rumah sakit.
" Ayah kembali drop dan tidak sadarkan diri, sebaiknya kamu bersiap dan ikut abang ke rumah sakit. " kata Pandu lagi.
Titi yang keadaannya masih sakit, akhirnya ikut Pandu ke rumah sakit untuk melihat keadaan ayahnya.
Tiba di rumah sakit, Titi berjalan secara perlahan dari parkiran menuju kamar rawat ayah. Titi tidak bisa mempercepat jalannya karena ia memang masih. lemah, ditambah mendengar keadaan ayahnya yang tidak sadar. membuat Titi semakin tidak memiliki tenaga.
" Ti, bacakan yassin untuk ayah. " pinta Pandu pada Titi.
Titi berwudhu sebentar, lalu membaca yassin di samping kepala ayah.
Titi membaca yassin sambil menangis.
Titi menyesal mengapa ia tidak menjenguk ayah di rumah sakit, mengapa saat ayah masuk rumah sakit Titi juga harus sakit di rumah.
Titi melihat ayah yang meneteskan air mata saat Titi membaca yassin disamping ayah.
Menjelang sore, tante Nung meminta Titi pulang untuk mengambil pakaian ganti dan meminta Titi untuk menginap di rumah ayah.
" Ti, sebaiknya kamu pulang dulu, ambil pakaian dan jemput anak-anak untuk menginap di rumah ayah, agar jika ada apa-apa, tidak jauh. " kata tante Nung yang meminta Titi untuk menginap di rumah ayahnya.
" Baik tante, Titi akan pulang dulu dan menjemput anak-anak untuk menginap di rumah ayah. " kata Titi.
Titi lalu diantar. oleh Pandu untuk kembali ke rumahnya.
Setelah mengantarkan Titi, Pandu kembali ke rumah sakit, Titi akan ke rumah ayahnya bersama Ari dan anak-anaknya.
Setelah Titi membereskan pakaian yang akan dibawa dan menunggu Ari yang sebentar lagi akan pulang kerja, tiba-tiba ada mas Seno suami kak Ruby. menjemput Titi ke rumahnya.
__ADS_1
" Ti, disuruh cepat ke rumah ayah, sekarang.! " kata mas Seno pada Titi.
" Iya mas, ini Titi sudah siap dan sedang. menunggu bang Ari untuk berangkat ke rumah ayah. Ada apa mas,.. kok Titi diminta buru-buru..? " tanya Titi pada mas Seno.
" Ayah Titi sudah dibawa pulang ke rumah. " jawab mas Seno
" Maksudnya mas? kenapa ayah dibawa pulang? apa ayah sudah sadar? " tanya Titi beruntun pada mas Seno.
" Ayah Titi sudah dibawa pulang karena sudah tidak ada, ayah sudah meninggal." jawab mas Seno pada Titi.
Titi sudah tidak bisa menahan air matanya, kabar kepergian ayah membuat Titi merasa sangat bersedih dan menyesal karena disaat-saat terakhirnya, Titi tidak ada di dekat ayah.
Titi juga tidak menjenguk ayah ketika ayah berada di rumah sakit.
Tadi Titi dijemput oleh Pandu tetapi ayah sudah tidak sadarkan diri.
Ari yang baru pulang bekerja dan langsung menjemput anak-anaknya yang berada di rumah Tuti langsung menenangkan Titi dan mengajak Titi untuk langsung ke rumah orang tua Titi.
Ari sebelumnya sudah diberitahu oleh kak Ruby jika ayah Titi meninggal sehingga Ari segera pulang ke rumah untuk menjemput Titi dan membawanya ke rumah orang tua Titi.
Tiba di rumah orang tua Titi, para tetangga sudah berkumpul dan membaca yassin di dekat jenazah ayah Titi.
Tetangga yang lain mempersiapkan pemandian untuk jenazah, juga ada yang menyiapkan kain kafan.
Sore ini ayah Titi akan langsung dimakamkan di pemakaman umum yang berada di belakang rumah sakit.
Titi hampir jatuh saat ia berada didekat pintu dapur untuk masuk kedalam rumahnya.
Uni Min yang ada didekat Titi langsung menahan tubuh Titi agar tidak jatuh ke lantai.
" Uni, Titi sudah tidak punya ayah. " kata Titi sambil menangis di pelukan uni Min.
" Sabar Ti, doakan aja agar ayah dimudahkan jalannya. " kata uni Min lalu mendudukkan Titi di kursi dapur dan memberi Titi minum.
Kepergian ayah Titi membuat keluarga Titi sangat bersedih karena harus kehilangan ayah untuk selama-lamanya.
Semoga ayah ditempatkan di tempat yang layak disisi Nya dan diampuni segala dosa-dosanya.
Titi masih tidak percaya dengan kepergian ayah saat melihat jenazah ayah dinaikkan ke atas mobil ambulance dan dibawa ke peristirahatan terakhirnya.
Titi ikut men sholat kan ayah untuk yang terakhir kalinya di mesjid rumah sakit.
Selamat jalan ayah, semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa ayah dan menempatkan ayah di surga Nya.
🦂🦂🦂
🦂🦂 Rasa kehilangan itu akan dirasakan saat seseorang yang berarti dalam hidup kita sudah tidak berada lagi di sisi kita. 🦂🦂
__ADS_1
🦂🦂 Disaat semua sudah hilang dari sisi dan pandangan kita, maka tidak akan ada gunanya penyesalan dan air mata. 🦂🦂