
Sehabis shalat isya, para tetangga yang diundang untuk acara syukuran sudah mulai berdatangan.
Ari dan Ali menyambut para tetangga yang datang dan mempersilakan mereka untuk duduk diruang tamu dan ruang tengah yang sudah dialasi tikar.
" Wah, tidak terasa rumahnya sudah selesai ya, pak Ari. " kata pak RT pada Ari sambil menunggu undangan yang lain datang.
" Cepatlah selesainya pak RT kalau dananya sudah disiapkan. " kata pak Jajang yang rumahnya tidak jauh dari rumah ibu Fikar.
Mereka pun tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh pak Jajang.
" Memang benar, jika ada uang semua jadi lebih mudah dan cepat. " kata ayah Fikar menimpali.
" Bang Ari ini nabung bahannya dulu di depot matrial, setelah cukup untuk membangun sebuah rumah, langsung dikerjakan. " kata Ali menimpali.
Ali memang mengetahui usaha Ari dan Titi untuk membangun sebuah rumah.
" Alhamdulillah semua dipermudah sama Yang Maha Kuasa. " seloroh Ari pada para tamunya yang memujinya karena sudah menyelesaikan pembangunan rumah tinggalnya dengan cepat.
" Kemarin siapa tukang yang mengerjakannya, pak Ari? " tanya uda John.
" Yang mengerjakan tukang dari kantor, yang biasa mengerjakan proyek kantor. " jawab Ari.
" Wah.. pantas pekerjaannya rapi dan cepat selesai, karena yang mengerjakan tukang profesional. " kata pak RT pula.
🦂🦂
Sebelum acara dimulai, Ari menyampaikan maksud dan tujuannya mengundang para tetangga untuk berkumpul di rumahnya kepada pak RT yang diminta untuk mewakilinya sebagai tuan rumah.
" Jadi, saya mengundang para tetangga kesini untuk acara syukuran karena rumah kami sudah selesai dibangun, selain itu juga untuk mengirimkan doa buat ayah Titi dan ibu Ari yang telah berpulang. " kata Ari pada pak RT.
Pak RT manggut-manggut mendengarkan apa yang Ari sampaikan.
" Berarti nanti ada pembacaan Yassin dan doa selamat ya, pak Ari? " tanya pak RT.
" Benar, pak RT. " jawab Ari membenarkan apa yang dikatakan oleh pak RT.
Akhirnya acara syukuran pun dimulai karena tamu undangan sudah datang dan memenuhi ruangan rumah Ari.
Selalu orang yang ditunjuk untuk mewakili tuan rumah, pak RT membuka acara tersebut dengan salam dan shalat kepada Nabi Muhammad SAW, lalu menyampaikan tujuan tuan rumah mengundang mereka.
Semua begitu khusyuk mengikuti imam yang membawa surat Yassin dan surat-surat lainnya serta doa selamat.
Keluarga Ari dan Titi yang perempuan mengikuti acara syukuran tersebut di bagian belakang, didekat ruang makan tempat meja prasmanan.
Setelah selesai pembacaan doa, pak RT meminta para undangan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh tuan rumah.
__ADS_1
" Bapak-bapak semua, sekarang kita lanjutkan acara selanjutnya, yaitu makan malam bersama.
Karena pak Ari sudah menyiapkan hidangan buat kita, maka mari kita nikmati makan malam kita di rumah pak Ari. " kata pak RT pada para undangan.
" Pak Imam, silakan mengawali untuk mengambil hidangan. " kata pak RT pada pak imam yang merupakan ayahnya sendiri.
Mbah Rahmat yang menjadi imam pun berdiri untuk memulai mengambil hidangan, diikuti oleh undangan yang lain.
" Mari pak Ari, kita makan dulu. ' kata pak imam yang mengajak Ari untuk mengambil hidangan.
" Iya, silakan, mbah.. nanti saya nyusul. " kata Ari pada pak imam.
Tuti mengawasi hidangan yang disiapkan takut jika ada yang kurang, maka Tuti akan menambahkannya.
" Ibu Iman, ayo ikut makan.! " kata mbah Rahmat pada Tuti yang berdiri didekat meja prasmanan.
" Iya mbah, silakan. " kata Tuti pada mbah Rahmat.
" Ibu Iman tuh ga makan malam, mbah, dia takut gemuk. " kata ayah Anggi yang berada dibelakang pak imam.
" Jangan meledek pak, mentang-mentang badan saya sedang melar. " kata Tuti pada ayah Anggi sambil tertawa.
" Kalau ibu Iman makan banyak wajar pak, karena dia sedang menyusui, jadi harus banyak makan. " kata suami mbak Sus ikut menimpali obrolan mereka.
Sambil mengambil hidangan, mereka bergurau dengan Tuti yang suka menanggapi candaan bapak-bapak tersebut.
Saat Ari akan mengambil hidangan, Titi membantu Ari untuk mengambil makanan yang diinginkan oleh Ari, lalu menyerahkan piring berisi makanan pada Ari dan Ari pun ikut bergabung makan bersama tamu undangan.
" Kak, ajak yang lain makan dulu, itu bapak-bapak sudah makan semua. " kata Titi yang meminta kak Ruby untuk. mengajak para perempuan yang ada di dapur untuk makan.
Malam ini, banyak dari keluarga Ari yang datang. Saudara. maupun sepupu Ari yang diundang, semua datang dan ikut acara syukuran.
Kak Ruby pun meminta keluarga dan saudaranya untuk makan bersama setelah bapak-bapak mengambil makanan terlebih dahulu.
Setelah bersantap bersama, tamu undangan pun mulai berpamitan pada tuan rumah karena hari sudah menjelang malam dan acara syukuran pun telah selesai.
Di dapur, Titi dan Tuti dibantu oleh Ana sedang mencuci piring-piring kotor bekas para tanu makan.
Ali dan anak kak Ruby membawa piring kotor bekas para tamu ke dapur dibantu oleh Awal.
" Kak, tolong lawuh yang masih ada dibungkus buat dibawa pulang sama keluarga kita. Titi sudah menyiapkan plastik untuk bungkus diatas kulkas. " kata Titi yang meminta kak Ruby untuk membungkus lawuh buat keluarga yang datang.
" Titi aja yang bungkus, masa kakak? " kata kak Ruby merasa tidak enak hati jika ia membungkus lawuh sendiri.
" Tidak apa, kakak saja yang bungkus, atau kakak minta bantu sama tente Nung atau tante Ade. " kata Titi lagi pada kak Ruby.
__ADS_1
Setelah mendengar permintaan Titi, akhirnya kak Ruby membungkus lawuh dan makanan yang ada buat keluarga bersama dengan tante Nung.
Titi, Tuti dan Ana menyelesaikan pekerjaan mereka di dapur hingga semua selesai dicuci dan dibersihkan.
" Alhamdulillah, akhirnya semua selesai." kata Titi sambil mengelap tangannya yang basah sehabis mencuci piring.
" Beres lah, kak, apalagi jika dikerjakan bersama-sama. " kata Ana sambil meminum segelas air putih karena merasa haus.
" Yuk lah, kita duduk didepan sambil ngemil, lumayan cape juga kita cuci piring sambil berdiri. " kata Titi mengajak Tuti dan Ana untuk duduk di ruang tengah.
Menjelang jam sebelas malam, semua telah selesai dikerjakan.
Rumah Titi sudah disapu dan tikar sudah dilipat dan dirapikan.
Keluarga juga sudah pulang ke rumah masing-masing.
" Bu, istirahatlah, sudah malam. " kata Titi pada ibu yang masih duduk diruang tengah.
" Iya, Ti, ibu mau istirahat dulu. " kata ibu sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
" Anak-anak sudah tidur semua, may? " tanya Ari pada Titi sambil memeriksa pintu, takut jika ada pintu yang belum terkunci.
" Sudah dari tadi, pay, mungkin mereka kecapean karena tadi bermain bersama teman dan sepupu mereka. " jawab Titi.
" Kita istirahat juga may, pay sudah ngantuk juga. " kata Ari sambil menggandeng Titi untuk masuk ke kamar mereka.
Sebelum naik ke tempat tidur untuk beristirahat, Ari dan Titi mencuci kaki dan tangan mereka di kamar mandi.
Setelah itu mereka naik keatas tempat tidur untuk beristirahat karena waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Mereka juga sudah merasa lelah setelah mengadakan acara syukuran.
" Alhamdulillah acaranya lancar ya may, tetangga yang kita undang semuanya datang. " kata Ari sebelum mereka tidur.
" Iya pay, Alhamdulillah kita mengadakan syukuran pas malam jumat dan besok kalender merah jadi kita tidak bekerja dan bisa beristirahat. " kata Titi pula.
" Oh iya, ini malam jumat ya? berarti malam ini kita melaksanakan sunah Rasul, kebetulan besok libur jadi bisa tidur sampai siang. " seloroh Ari sambil tangannya mulai bergerilya.
Titi hanya tertawa pelan mendengar kata-kata Ari.
Akhirnya Ari dan Titi melakukan olah raga malam sebelum mereka tenggelam ke alam mimpi.
🦂🦂🦂
🦂🦂 Hargailah privasi orang lain agar mereka juga menghargai dirimu.
__ADS_1
Apa yang menurut mu biasa dan tidak jadi masalah belum tentu orang lain sama pendapatnya dengan diri mu.🦂🦂