Nastiti

Nastiti
Bab 79. Titi Diminta Datang Ke Kantor


__ADS_3

Tidak terasa empat hari Ari dirawat di rumah sakit.


Keadaannya sudah membaik dan kembali normal.


Ari tidak lagi ingin selalu bicara seperti beberapa hari sebelumnya.


Ia sudah mulai tenang dan bisa mengendalikan kata-katanya.


Hari ini, Titi diberi izin untuk tidak masuk ke kantor karena harus mengurus kepulangan Ari.


Rencananya Ari akan pulang sore hari setelah visit terakhir dari dokter yang menangani Ari.


Saat Titi dan Ana tengah merapikan kamar, handphone Titi tiba-tiba berdering.


Kring..


Kring..


Titi mendekati. bufet kecil tempat ia menaruh handphone, dilihatnya panggilan dari kantor.


📱" Hallo, Assalamu'alaikum..! "


Titi mengangkat panggilan yang ada di handphonenya dan mengucapkan salam.


☎ " Waalaikumsalam..! Ti, bisa ke kantor dulu sebentar? " mbak Dewi menjawab salam dari Titi dan bertanya pada Titi, apa Titi bisa datang ke kantor.


📱" Iya mbak, Titi bisa datang ke kantor.


Ada apa ya, mbak? " Titi bertanya mengapa ia diminta datang ke kantor, padahal pak Dani sendiri yang meminta Titi untuk tidak masuk kantor hari ini.


☎ " Ada tagihan yang harus diselesaikan, Ti, cuma sebentar, setelah selesai membuat tagihan Titi bisa kembali ke rumah sakit lagi."


Mbak Dewi mengatakan jika Titi diminta untuk menyelesaikan tagihan.


" Tadi ada telepon dari PT. AG untuk menyelesaikan tagihan hari ini, karena untuk bulan ini mereka tidak melakukan penyetoran lagi, jadi nanti tagihan kita bisa cepat di proses. " kata mbak Dewi menjelaskan pada Titi tentang tagihan yang harus dia siapkan.


📱 " Baik mbak, Titi ke kantor sekarang." kata Titi yang menyanggupi untuk pergi ke kantor.


☎ " Terima kasih, Ti! Titi naik apa ke kantor? " tanya mbak Dewi pada Titi.


📱" Titi naik angkot mbak, nunggu didepan rumah sakit. " jawab Titi.


☎ " Iya, Ti, baiklah, mbak tunggu di kantor! " kata mbak Dewi pada Titi.


Setelah mbak Dewi mengucapkan salam dan dijawab oleh Titi, mbak Dewi mengakhiri panggilan teleponnya.


Titi menaruh kembali handphonenya diatas bufet kecil.


Titi mendekati Ari yang sedang duduk diatas tempat tidur.


" Bang, Titi mau ke kantor sebentar ya? ada tagihan yang harus Titi selesaikan." kata Titi meminta izin pada Ari.


" Iya gpp, kan ada Ana yang menemani abang disini. " kata Ari yang mengizinkan Titi untuk berangkat ke kantor.

__ADS_1


" Ana, kakak titip abang dulu sebentar, kakak dipanggil untuk ke kantor sama mbak Dewi. " Titi memberitahu Ana bahwa ia akan ke kantor dan menitipkan Ari pada Ana.


" Kakak mau ke kantor? bukannya kakak sudah dikasih izin untuk tidak masuk hari ini? " tanya Ana heran, karena Ana tahu Titi sudah dapat izin libur hari ini.


" Iya An, ada tagihan yang harus kakak selesaikan. Insya Allah ga lama, karena berkas tagihan sudah kakak siapkan, tinggal di ketik aja. "


Titi berkata pada Ana jika ia tidak akan lama berada di kantor.


" Memang tidak ada orang lain yang bisa mengerjakannya, kak? kakak kan sudah izin? masa harus dipanggil ke kantor lagi! "


Kata Ana yang menggerutu, sebab selama Ari dirawat baru hari ini Titi dapat izin tidak masuk ke kantor, tapi kaki ini pun masih dipanggil untuk membuat tagIhan.


" Ga papa Ana, itu memang sudah menjadi tugas kakak.


Kakak titip abang sebentar, ya? "


Titi membujuk Ana untuk menemani abangnya di rumah sakit.


Titi tahu, Ana bukan tidak mau menemani Ari tapi Ana merasa kasihan pada Titi yang tidak bisa cuti untuk menjaga Ari di rumah sakit.


" Ya sudah, kakak berangkat dulu biar cepat selesai dan bisa cepat pulang. " kata Titi pada Ana.


" Bang, Titi ke kantor dulu ya? ga papa. kan abang ditemani sama Ana dulu? "


Titi pamit pada Ari sambil mencium punggung tangan Ari.


" Iya, abang ga papa sama Ana disini.


Hati-hati ya dijalan. " kata Ari sambil mengusap kepala Ana.


" Ga lah, An, kaya gini aja.


Ini juga sopan kok untuk ke kantor.


Kalau kakak ganti baju dulu nanti kelamaan, lagian kan orang kantor tahu kalau kakak dari rumah sakit. "


Titi menjelaskan pada Ana jika ia tidak akan pulang untuk ganti pakaian.


" Bang, Titi berangkat dulu ya?


Ana,. kakak pergi dulu.


Assalamu'alaikum. "


Titi berpamitan pada Ari dan juga Ana.


Setelah mengucapkan salam dan dijawab oleh Ari dan Ana, Titi keluar dari ruang rawat Ari untuk menuju ke kantor dengan menggunakan angkot yang ia cegat didepan rumah sakit.


" Untung semua berkas tagihan sudah disiapkan, jadi tidak repot harus merapikan berkas lagi. "


Monolog Titi saat ia sudah berada diatas angkot.


Titi memang sudah terbiasa merapikan pekerjaannya.

__ADS_1


Setiap DO tagihan ia susun sesuai dengan perusahaan yang menjadi konsumennya.


Juga catatan penyetoran dan pengiriman sesuai dengan tanggal penyetoran dan pengiriman dari para konsumen dibuat per perusahaan.


Semua dicek ulang setelah DO pengiriman ia terima dari para supir yang mengantar barang.


Tak jarang setiap pagi Titi akan mendatangi supir yang masih berada di pool mobil untuk meminta DO barang yang sudah dikirim agar bisa segera dicatat dan dirapikan.


Makanya, ketika Titi diminta untuk membuat tagihan mendadak seperti sekarang ia tidak pusing, karena ia tinggal mengetik rekap tagihan menggunakan mesin tik.


Titi sangat beruntung, saat ia keluar dari gerbang rumah sakit ada angkot yang lewat ke arah kantornya.


Hanya memakan waktu lima belas menit, Titi sudah sampai di kantor.


" Assalamu'alaikum.. " salam Titi saat masuk ke dalam kantor.


Di kantor ada mbak Dewi, pak Bari, pak Dani beserta istrinya.


" Ari sama siapa, Ti? " tanya mbak Dewi pada Titi.


" Biasalah mbak, ada Ana yang menemani bang Ari di rumah sakit. " jawab Titi pada mbak Dewi.


" Bagaimana keadaan Ari sekarang, Ti? " tanya pak Bari.


" Alhamdulillah sudah baikan pak, kalau tidak ada halangan sore ini sudah bisa pulang. " jawab Titi yang menjelaskan keadaan Ari pada pak Bari.


" Ari sudah tidak sering ngoceh lagi? " tanya bu Atma, istri pak Dani.


" Alhamdulillah bang Ari sudah normal bu, bicaranya sudah seperti biasa. " jawab Titi pada bu Atma.


Pak Dani hanya mendengarkan obrolan mereka tanpa bicara apapun sambil merokok.


" Ti, tolong siapkan tagihannya ya? biar nanti sore sekalian pulang mbak yang antar ke PT. AG. " kata mbak Dewi yang. meminta Titi menyelesaikan tagihan.


" Baik mbak! " kata Titi sambil menyiapkan berkas tagihannya diatas meja.


Setelah Titi merapikan DO yang akan di ketik, Titi mulai mengetik tagihan, mulai dari rekapitulasi pengiriman hingga kuitansi tagihan.


Tidak sampai satu jam, Titi menyelesaikan pekerjaannya.


Setelah menempelkan materai pada kuitansi tagihan, Titi menyerahkan tagihan pada pak Bari untuk dikoreksi sebelum ditandatangani oleh pak Dani.


Setelah dikoreksi oleh pak Bari, pak Dani langsung menandatangani rekap dan kuitansi tagihan, lalu pak Bari menyerahkan pada Titi.


Titi memasukkan tagihan ke dalam amplop coklat dan diserahkan pada mbak Dewi.


🦂🦂🦂


Sehari laksana setahun bila aku tidak bersua dirimu, tapi setahun layaknya sehari saat aku bersama dengan mu.


🦂🦂


Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan banyak menyebut-nyebutnya dan pandai menyifati karakternya.

__ADS_1


🦂🦂


__ADS_2