
" Bu.. sebentar ya, Titi panggil ibu Titi kedapur, ibu pasti ga tahu kalau ibu dan Ana sudah datang! "
Titi pamit pada ibu mertuanya untuk mencari ibu didapur dan memberitahu kalau ibu mertuanya sudah datang.
" Ari kemana, Ti? kok ibu ga lihat? " tanya bu Lis menanyakan keberadaan Ari.
" Bang Ari tadi dibelakang bu, membantu ayah urus kambing untuk aqiqah.
Nanti sekalian Titi beritahu kalau ibu sudah datang! " jawab Titi pada ibu mertuanya.
Titi pun beranjak keluar dari kamar untuk mencari ibunya dan juga Ari.
" Cari siapa, Ti? " tanya tante Adek yang kebetulan ada didapur.
" Titi nyari ibu, tan.. ada ibunya bang Ari! " jawab Titi.
t
" Ibu sama Ari tadi lagi kebelakang, lihat yang lagi motong kambing.! " kata tante Adek lagi.e
Titi celingukan didapur, mencari orang yang bisa dimintai tolong untuk memanggilkan ibu dan Ari yang sedang ada dibelakang.
Tiba-tiba, Tuti datang dari arah rumah belakang.
" Tut.. tolong panggilkan ibu dan bang Ari, bilang kalau ibu bang Ari sudah datang! " pinta Titi pada adiknya, Tuti.
" Baik, mbak..! " jawab Tuti.
Lalu Tuti berlalu untuk memanggil ibu dan Ari.
Setelah Tuti pergi memanggil ibu, Titi masuk ke dapur untuk membuat teh buat ibu mertua dan adik iparnya.
" Mau apa, Ti..? " tanya bu Siti yang kebetulan melihat Titi tengah mengangkat termos air panas.
" Mau buat teh bu, ada ibu dan adiknya bang Ari. " jawab Titi.
" Biar ibu siapkan, kebetulan ini habis buat teh di teko buat yang bantu masak.
Titi masuk aja, nanti ibu antar ke dalam sekalian sama cemilannya.! " kata bu Siti menawarkan diri untuk membantu membuatkan teh.
" Baik bu! Terima kasih! " kata Titi, lalu berlalu masuk kembali kedalam rumah.
Tak lama Titi masuk ke dalam rumah, ibu dan Ari datang dari arah dapur.
Ibu menyalami besannya, begitupun Ari yang menyalami dan mencium tangan ibunya.
" Ibu, apa kabar..? Maaf, tadi saya sibuk dibelakang..saya kira ibu datang nanti sore." tanya ibu pada besannya.
" Alhamdulillah kabar baik, bu.
Iya bu, sengaja datang pagi biar bisa main sama cucu." jawab bu Lis.
" Ti..ini teh sama cemilannya.!" kata bu Siti yang datang dari dapur dengan membawa nampan berisi teh dan cemilan buat ibu Ari.
" Iya bu, taruh diatas meja sini aja.
__ADS_1
Terima kasih ya, bu..?" jawab Titi dan mengucapkan terima kasih pada bu Siti.
" Silahkan diminum tehnya, bu..ini ada cemilan juga, silahkan dinikmati!" pinta ibu pada besannya.
" Iya bu, terima kasih..!" jawab bu Lis.
Setelah mengobrol sebentar, akhirnya ibu kembali ke dapur diikuti oleh ibu Lis dan juga Ana.
Mereka akan membantu masak-masak untuk acara syukuran nanti malam.
Ibu meminta besannya dan juga Ana untuk ngobrol bersama Titi, tidak perlu ikut membantu di dapur.
Tapi ibu Lis menolak, dan tetap ikut ibu Titi kedapur.
Sepeninggal ibu dan ibu mertuanya, Titi menyusui bayinya yang terbangun karena haus.
" Ma..papa mau kembali ke belakang, mau bantu-bantu ayah.!" kata Ari pada Titi.
Ia merasa tak enak bila hanya menemani Titi dan bayinya dikamar.
" Baik, pa..! biar mama disini sama bang Nanda, kalau ada pekerjaan yang bisa dibantu ya kerjakan aja, kalau capek nanti kesini lagi ya, temani bujang kita bermain kalau bangun." pinta Titi pada Ari.
Setelah mencium putranya yang masih menyusu, Ari kembali ke belakang untuk membantu ayah dan yang lainnya.
<<<<<\>\>\>\>\>
Menjelang sore, semua pekerjaan didapur telah selesai.
Semua masakan telah matang.
Diruang tengah telah dipasang tikar dan kursi-kursi telah dikeluarkan.
Semua keperluan untuk acara aqiqah sudah disiapkan, mangkok berisi air untuk menaruh rambut yang dipotong, juga gunting yang tajam semua sudah siap.
Titi tengah mengobrol dengan mbak Nur, istri bang Erman, sepupu Ari.
Tiba-tiba hujan turun dengan deras, kaum laki-laki sibuk memindahkan kursi dan meja yang ada diluar ke meubel yang ada disebelah rumah ayah.
Untung mereka sigap, jadi meja dan kursi tidak terlalu basah karena tadi ditaruh diteras depan.
" Hujannya deras banget ya, Ti? perasaan tadi siang cerah, tak ada tanda-tanda mau hujan. " kata mbak Nur pada Titi.
" Iya mbak, kayaknya hujannya tiba-tiba aja, kayak waktu nikahan kemaren! " kata Titi pula.
" Iya ya, Ti.. kemaren waktu Titi nikahan juga hujannya turun tiba-tiba, walau cuma sebentar tapi cukup deras dan bikin undangan kalang kabut.! " ucap mbak Nur.
" Iya mbak, nggak nyangka kalau hujan turun dengan tiba-tiba.
Ini juga, tadi siang terang.. lah sekarang malah hujan deras. " kata Titi pula.
" Kayaknya kalau Titi bikin acara akan turun hujan, kemaren waktu nikahan.. sekarang saat akan aqiqah anaknya! " kata uni Min istri Pandu.
" Semoga hujan yang turun saat diadakan syukuran menjadi keberkahan, membawa rejeki yang berkah lagi berlimpah bagi Titi dan keluarganya, juga buat kita semua.! "
Kata kak Ruby, kakak tertua Ari.
__ADS_1
" Aamiin...! " jawab semua yang ada disana, mengaminkan doa yang diucapkan oleh kak Ruby.
Titi tengah berkumpul dengan keluarga Ari, kakak dan juga sepupu Ari yang datang memenuhi undangan syukuran aqiqah Nanda.
Saat hujan mulai reda, satu persatu tamu undangan mulai berdatangan memenuhi ruang tamu.
Titi hanya mengundang tetangga sekitar rumah saja, keluarga dan sanak saudara Ari serta keluarganya sendiri.
Acara aqiqah dimulai dengan sepatah dua patah kata, lalu pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan mencukur rambut.
Diiringi bacaan marhaban dari para undangan yang hadir, Ari menggendong putranya dan berkeliling pada jamaah yang berdiri.
Mereka memotong sedikit rambut bayi
Potongan rambut itu diletakkan dalam kelapa, besok rambut bayi akan dicukur habis.
Alhamdulillah saat dilakukan cukuran, sang bayi tidak menangis.
Ia tertidur lelap dalam gendongan Ayah nya.
Acara cukuran atau marhabaan merupakan salah satu ungkapan rasa syukur atau rasa terima kasih pada Allah SWT yang telah mengkaruniakan seorang anak yang lahir dengan selamat.
Acara marhabaan sendiri, biasanya dilakukan saat bayi berusia empat puluh hari.
Acara cukur rambut juga dibarengi dengan pemberian nama untuk bayi.
Alhamdulillah.menjelang magrib, acara aqiqah, cukuran dan pemberian nama telah selesai.
Hujan pun sudah mulai reda.
Para tamu undangan mulai berpamitan karena sebentar lagi waktu menjelang magrib.
Mereka pulang dengan membawa berkat daging kambing yang tadi telah dipotong.
Daging kambing aqiqah yang sudah dimasak dan dibagikan pada para tamu undangan.
Titi dan keluarganya merasa lega, mereka bersyukur acara berjalan dengan lancar.
Walau sempat hujan deras, tapi tetangga yang diundang tetap hadir memenuhi undangan keluarga Titi.
\=≠\=≠\=\=\=
" Alhamdulillah ya bang, acara sore tadi berjalan lancar, walau hujan tapi tetap banyak yang datang. " kata Titi pada Ari.
" Iya, Alhamdulillah.. rejeki anak kita, bisa didoakan orang banyak.
Semoga bang Nanda sehat selalu,. tumbuh menjadi anak yang berguna bagi agama dan bangsa. " ujar Ari menimpali dan mendoakan putra pertamanya.
Ari dan Titi beristirahat dikamar sambil memandang wajah bayinya yang tertidur pulas.
Titi bersyukur, selama ini bayinya tak pernah rewel.
Titi tak pernah begadang saat malam karena bayinya yang menangis.
Ia bisa beristirahat dengan baik, walau menangis itu karena ia merasa haus ataupun popoknya basah.
__ADS_1
Setelah diganti popok atau disusui, bayinya akan kembali terlelap dan Titi pun bisa kembali beristirahat.
(灬º‿º灬)♡