
Banyak perubahan yang dirasakan Titi dan Ari saat mereka sudah tinggal di rumah sendiri.
Titi, Ari dan anak-anaknya merasa bahagia tinggal di rumah sederhana mereka.
Setiap pagi uni Min akan datang untuk membantu mencuci dan memasak di rumah Titi, juga sekalian untuk mengasuh Andi
Setiap pagi sebelum berangkat bekerja Ari dan Titi akan mengantarkan Nanda ke sekolah dan saat siang Ari yang akan menjemput dan mengantarkan Nanda pulang ke rumah.
Kolam ikan yang berada di belakang rumah juga sudah mulai memperlihatkan hasilnya, setelah kegagalan pertama usaha mereka untuk menanam ikan.
Kali ini mereka memiliki strategi sendiri agar tidak mengalami kegagalan seperti awak mereka memelihara ikan.
Saat ini Ari dan Titi tengah memelihara ikan lele dengan menebar lima ribu ekor bibit ikan lele.
" Senang ya yank saat melihat ikan-ikan itu berebut makanan. " kata Ari yang tengah memberi makan ikan di atas jembatan bambu yang ada dipinggir kolam.
" Benar, yank, saat mereka berebut makanan seperti itu, jadi gemes melihatnya. " kata Titi sambil menaburkan pakan ke tengah kolam.
Terlihat ikan-ikan yang baru berusia satu bulan itu berebut makanan yang dilemparkan oleh Titi.
Ada perasaan puas dan bahagia saat melihat ikan-ikan itu berkembang dengan baik.
Ari masih memberi makan ikan dan memanggil ikan-ikan itu dengan cara bersiul.
" Seperti burung aja yank, manggil ikan kok dengan cara bersiul. " kata Titi saat mendengar Ari bersiul untuk memanggil ikan yang terlihat masih berenang disisi kolam yang lain.
" Tidak apa-apa, agar mereka terbiasa, saat mendengar pay bersiul tandanya makanan sudah datang dan mereka akan segera datang. " kata Ari pula.
" Yank, sepertinya kita harus mencari pakan yang lain untuk memberi makan ikan-ikan ini, karena jika hanya diberi pelet akan memakan biaya yang besar mengingat harga pelet yang mahal. "
kata Ari yang ingin mencari solusi untuk memberi makan ikan-ikan peliharaan mereka.
" Memangnya kita akan memberi makan dengan apa ikan-ikan ini, yank? '' tanya Titi yang belum paham mengenai makanan ikan.
" Teman pay yang punya gudang ikan di pelabuhan pernah menawari ikan-ikan yang sudah rusak dan tidak habis terjual untuk makanan ikan. Lele termasuk ikan yang suka memakan daging, jika mereka terlambat diberi makan, maka mereka akan memakan sesama mereka.
Jadi, jika ikan-ikan ini sudah lebih besar, pay akan memberi makan dengan ikan-ikan yang diberi oleh teman pay nantinya. " jawab Ari menjelaskan rencananya untuk memberi makan ikan dengan ikan-ikan yang didapat dari temannya.
__ADS_1
" Memangnya berapa teman pay mau menjual ikan-ikan itu? " tanya Titi lagi.
" Teman pay akan memberi ikan itu secara cuma-cuma, dari pada dibuang lebih baik dimanfaatkan, begitu kata teman pay. Jadi nanti ikan-ikan yang tidak terjual akan dikirim kesini.
Nanti pay akan beri yang bensin saja. "
jawab Ari pula.
" Alhamdulillah jika seperti itu.
Tapi untuk ikan-ikan itu kan tidak mungkin ada terus, jika ikannya habis terjual berarti kita tidak ada stok makanan lain selain pelet. " ucap Titi mengingatkan jika mereka juga tidak bisa bergantung pada ikan-ikan dari teman Ari.
" Pay sudah ada solusi lain selain dengan memberi ikan. Pay pernah mengobrol dengan mas Diman, bahwa mas Diman memberi makan ikan-ikan peliharaannya dengan roti yang sudah kadaluwarsa. " kata Ari lagi.
Rupanya Ari sudah banyak bertanya mengenai cara memelihara ikan dan makanannya agar ikan bisa cepat besar.
" Selain dengan menggunakan roti yang sudah kadaluwarsa, kita juga bisa. memberi makan dengan ampas tahu.
Ampas tahu bisa membantu ikan lebih cepat besar. " kata Ari menambahkan.
" Kalau ampas tahu kita bisa mencarinya di pabrik tahu yang ada di pinggir kota, pay sudah bertanya pada mas Diman dimana bisa mendapatkan ampas tahu. Untuk roti juga pay sudah mendapatkan tukang roti yang bisa memberikan roti kadaluwarsa pada kita dalam jumlah besar, dari pada roti basi itu menjadi sampah dan mencemari lingkungan karena bau yang tidak sedap, lebih baik roti itu dimanfaatkan untuk makanan ikan. "
Ari banyak bertanya pada orang-orang yang sudah berpengalaman dalam masalah pemeliharaan ikan karena tidak jauh dari kantor mereka terdapat tambak-tambak pemeliharaan ikan.
Setiap pagi dan sore, kegiatan ari dan Titi sekarang memberi makan ikan-ikan peliharaan mereka.
Ada rasa bahagia saat memberikan ikan-ikan itu makan karena mereka akan berkumpul dan menyerbu makanan yang dilemparkan ke kolam.
Kegiatan yang menyenangkan yang dilakukan Ari setiap pagi maupun sore yaitu memberi makan ikan lele peliharaannya.
Saat ini, di bawah pondok terdapat beberapa karung ampas tahu juga roti kadaluwarsa yang digunakan untuk memberi makan ikan, selain itu terdapat beberapa keranjang ikan yang juga digunakan sebagai makanan ikan.
Karena Ikan-ikan itu sudah mulai besar, jadi semakin banyak pakan yang digunakan agar ikan bisa tumbuh dengan baik.
🦂🦂
Selain memelihara ikan di kolam, Ari dan Titi mempunyai usaha lain.
__ADS_1
Mereka membuka usaha cucian motor di pinggir jalan utama dengan menyewa teras di samping sebuah ruko yang tidak digunakan.
" Yank, boleh ga jika gelang may kita jual untuk modal usaha membuka cucian motor? " tanya Ari pada Titi saat mereka memberi makan ikan dipinggir kolam.
" Tidak apa-apa yank juga mau digunakan untuk modal usaha. Memangnya pay sudah bertemu dengan pemilik ruko? " kata Titi yang menyetujui keinginan Ari untuk membuka usaha pencucian motor.
Lokasi ruki tersebut terletak di pertigaan menuju rumah mereka dan berada dipinggir jalan utama.
Ruko dua pintu itu sudah lama tutup, dan disamping kanan ruko ada lahan kosong yang bisa digunakan untuk membuka usaha pencucian motor.
" Pay sudah bertemu dengan pemilik ruko dan dia bersedia menyewakan lahan kosong di samping ruko.
Kebetulan disamping ruko tersebut sudah dilantai jadi tidak perlu membuat lantai lagi. " kata Ari yang sudah bertemu dengan pemilik ruko.
" Kalau begitu, besok kita ke toko emas untuk menjual gelang itu. " kata Titi yang bersedia menjual gelang emas miliknya.
" Baiklah, besok kita akan ke toko emas." kata Ari.
Keesokan hari, sepulang kerja Ari dan Titi ke toko emas untuk menjual gelang yang akan dijadikan modal usaha.
Selain untuk membayar sewa tempat untuk membuka usaha cucian motor, yang tersebut digunakan untuk membeli mesin pompa dan selang untuk menyemprot motor.
Ari dan Titi juga membeli drum plastik besar untuk menampung air.
Di sana terdapat sumur yang berair jernih dan tidak terlalu dalam.
Ari dan Titi juga membeli keperluan lain seperti ember kecil, sikat, sabun, semir ban dan peralatan lainnya.
Beberapa hari kemudian, pencucian motor pun dibuka.
Pada awalnya Ari langsung yang mencuci motor saat libur bekerja dan saat pulang bekerja hingga akhirnya ada beberapa orang karyawan yang membantu Ari.
Cucian motor pun mulai berkembang, karena setiap sore banyak angkot yang mencuci di tempat Ari.
Ari juga meminta temannya untuk mengurus cucian tersebut karena Ari dan Titi memiliki kesibukan sehingga usaha itu dipercayakan pada teman Ari.
Setiap pulang bekerja mereka akan mampir kesana untuk sekedar melihat usaha mereka dan satu minggu sekali Titi akan memeriksa pembukuan cucian yang dicatat oleh orang kepercayaan Ari
__ADS_1
🦂🦂🦂
🦂🦂 Suatu usaha jika dilakukan dengan serius maka akan semakin berkembang dan akan membuahkan hasil yang memuaskan.🦂🦂