
Sore ini selepas ashar, Titi dan Ari bersiap akan pergi ke bidan.
Mereka berjalan kaki hingga ke depan RSUD dan menunggu angkot untuk menuju rumah bidan.
" Semoga hasilnya positif ya, bang? " ucap Titi pada Ari.
" Aamiin..Iya dek, kita berdoa aja.. semoga hasilnya sesuai harapan kita.! "
jawab Ari mengaminkan ucapan Titi.
Tak lama, Ari dan Titi sampai di rumah bidan.
" Assalamu'alaikum.. " salam Titi dan Ari.
" Waalaikumsalam.. " jawab seseorang dari dalam.
Seseorang membuka pintu, lalu keluar seorang wanita paruh baya.
" Eh.. Titi ya..?? ayok masuk-masuk.. "
Dengan ramah bu bidan meminta Titi dan Ari masuk ke ruang tempat periksa.
Ari dan Titi menyalami bu bidan, setelah dipersilahkan duduk, mereka duduk di kursi depan meja bu bidan.
" Gimana nih kabarnya pengantin baru? " tanya bu bidan.
. "Alhamdulillah sehat, bu! " jawab Titi.
Ari hanya duduk disamping Titi dan menyimak obrolan mereka.
" Ada kabar apa nih datang kesini, apa Titi sudah isi? " tanya bu bidan lagi.
" Titi belum tahu bu, makanya Titi kesini mau periksa. " jawab Titi.
" Memang belum coba pake test pack? " tanya bu bidan lagi.
" Belum bu, tadi siang baru sadar kalau Titi sudah telat datang bulan, lalu bang Ari ngajak Titi untuk periksa! "
Titi menjelaskan pada bu bidan kalau ia belum melakukan test pack.
" Kalau gitu, Titi kekamar mandi terus tampung urin nya, setelah itu celupkan alat test pack nya. ! "
Bu bidan memberi Titi tespeck dan gelas kecil untuk menampung urin.
Titi bangkit dari duduk lalu kekamar mandi yang ada diruang periksa dengan membawa test pack dari bu bidan.
Tak berapa lama, Titi keluar dari kamar mandi dengan membawa hasil test pack nya, lalu memberikan pada bu bidan.
Bu bidan menerima test pack dari Titi lalu melihat hasilnya.
Setelah melihat hasilnya, ia pun tersenyum.
" Alhamdulillah.. dari hasil test pack, Titi positif hamil.
Ini menunjukkan dua garis merah. "
Bu bidan menunjukkan test pack itu pada Ari dan Titi.
" Alhamdulillah.. " jawab Ari dan Titi bersamaan.
Keduanya merasa terharu dan bahagia mendengar penjelasan dari bu bidan.
" Titi timbang dulu ya, lalu Titi naik ke bed, kita periksa dulu. "
Bu bidan meminta Titi untuk menimbang berat badan, lalu memintanya berbaring di atas bed untuk diperiksa.
Titi naik ke bed dan berbaring diatas nya.
Bu bidan menutup kaki hingga pinggang Titi dengan selimut, lalu mulai mengecek tensi darah dan denyut nadi Titi.
__ADS_1
Bu bidan juga memeriksa perut Titi dengan sedikit menekan dan menaruh stetoskop diperut Titi.
Setelah selesai diperiksa, Titi kembali duduk di kursinya.
" Bu bidan menuliskan sesuatu dalam sebuah buku.
" Kapan terakhir Titi datang bulan? "
" Tanggal dua belas bulan kemaren, bu! "
" Sekarang sudah tanggal dua puluh satu, berarti sudah telat selama sembilan hari.
Dari hasil pemeriksaan, Titi sudah hamil lebih kurang tiga minggu.
Kalian sudah berapa lama menikah? "
" Kami menikah sudah masuk tiga bulan, bu. Jadi benar, Titi sudah hamil selama tiga minggu, bu? "
" Iya, apa selama ini Titi tidak merasakan sesuatu, pusing atau mual misalnya? "
" Tidak bu, Titi biasa-biasa aja, ga ada merasa pusing atau mual! "
" Baiklah, ini buku untuk mencatat perkembangan kehamilan hingga nanti melahirkan. Setiap periksa, bukunya dibawa.
Ini juga ada pil penambah darah, diminum satu kali sehari satu tablet."
Bu bidan memberi penjelasan mengenai kehamilan pada Titi dan Ari, mereka menyimak dengan baik.
Setelah selesai periksa dan membayar biaya pemeriksaan, Titi dan Ari pamit untuk pulang.
°°°°°
Setelah mendapat penjelasan dari bidan, Titi dan Ari merasa bersyukur.
Akhirnya mereka dipercaya oleh yang kuasa dengan diberi momongan secepat ini.
Raut wajah bahagia tergambar di wajah keduanya.
" Dek, sebelum pulang ada yang mau dibeli ga? " tanya Ari.
" Ga ada bang, Titi ga mau beli apa-apa! " jawab Titi.
Akhirnya merekapun naik angkot untuk pulang ke rumah.
°°°°°
Tiba di rumah, Ari dan Titi masuk lewat pintu belakang.
Di dapur Titi melihat ayah dan ibu sedang bersantai sambi mengobrol.
Setelah mengucapkan salam, Ari dan Titi masuk ke dapur.
" Dari mana, Ti? " tanya ibu
" Habis dari luar, bu! " jawab Titi sambil tersenyum.
Titi sengaja tidak menjawab habis dari bidan, ia ingin membuat kejutan buat ayah dan ibu.
" Dari luar mana? kok, senyum-senyum? " tanya ibu heran.
" Ini bu, Titi dari bidan! " Ari menjawab pertanyaan ibu.
" Lho, kenapa? emang Titi sakit? " tanya ibu lagi.
" Iya bu, Titi sakit enak! " jawab Titi sambil tersenyum menggoda ibu.
" Ada-ada aja kamu, Ti.. kok sakit enak? " Ibu cemberut mendengar jawaban Titi yang dianggapnya hanya bercanda.
" Ada kabar baik untuk ayah sama ibu! " Ari berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
" Kabar apa, Ri? tanya ibu penasaran.
" Ibu dan ayah sebentar lagi punya cucu! " jawab Ari.
" Yang benar..? Titi sedang hamil? " tanya ibu dengan antusias.
" Iya bu, Alhamdulillah Titi sedang hamil, baru tiga minggu! " jawab Titi sambil tersenyum.
" Alhamdulillah.. " jawab ayah dan ibu serempak.
Ayah dan ibu sangat bersyukur dan bahagia mendengar kehamilan Titi.
Pandu yang sudah menikah lebih awal belum dikaruniai momongan, saat mendengar Titi hamil membuat ayah dan ibu tak menduga karena Titi dan Ari belum lama menikah.
" Ya sudah, ini sudah sore.. kalian masuk dan istirahat. Titi jangan terlalu capek, apalagi kehamilan anak pertama! ".
Ibu meminta Titi untuk masuk dan beristirahat dirumah.
Titi dan Ari masuk kerumah dan langsung ke dalam kamar.
" Alhamdulillah ya dek, ayah dan ibu sangat bahagia mendengar kehamilan adek. Kita jaga sama-sama calon anak kita. Terima kasih ya dek, sudah memberikan kebahagiaan buat abang.! "
Ari memeluk Titi dengan hangat, rasa syukur dan bahagia membuat mata Ari berembun dan berkaca-kaca.
Ia berulang kali mencium puncak kepala Titi penuh rasa syukur.
Titi membalas pelukan Ari.
Ia pun tak menyangka bisa hamil secepat ini.
Bulan kemarin Titi minta diantar Ari kerumah bude Surti untuk minta urut.
Flashback
" Bude, Titi minta urut ya.. tolong lihat peranakan Titi, kira-kira gimana posisinya? "
Pinta Titi pada bude Surti.
" Emang Titi mau langsung hamil? kan belum lama menikah! " ucap bude Surti sambil bersiap untuk mengurut Titi.
" Kalau bisa diberi cepat ya Alhamdulillah bude, Titi ga mau menunda.
Lihat bang Pandu, sampai sekarang belum punya momongan.
Kasihan melihat bang Pandu dan istrinya, sudah berobat tapi belum ada hasil.! "
Mula-mula bude mengurut seluruh badan Titi yang dirasa pegal-pegal.
Setelah mengurut seluruh badan, bude meminta Titi untuk telentang dan dilihat posisi peranakan nya.
" Alhamdulillah posisi peranakan nya bagus dan sehat.
Insya Allah ga lama Titi bisa hamil! "
Ucap bude sambil mengurut perut Titi.
" Bener bude, peranakan Titi bagus?
Alhamdulillah ya bude, semoga secepatnya Titi bisa punya momongan. "
Flashback off.
" Syukur ya bang, benar kata bude Surti kalau Titi bisa cepat hamil.
Sebulan setelah Titi urut pada bude Surti, sekarang Titi sudah hamil! "
Kata Titi yang masih memeluk Ari.
Ari dan Titi saling berpelukan, menumpahkan rasa syukur dan bahagia mereka.
__ADS_1
Kehamilan Titi menjadi kabar bahagia bagi mereka.
。・:*:・゚★,。・:*:・゚☆