Nastiti

Nastiti
Bab 36. Keluar Kota.


__ADS_3

Flashback on.


Pagi ini, Titi berangkat bekerja dengan perasaan sedikit berdebar.


Entah ada apa, tapi ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi.


Titi telah melupakan mimpi yang beberapa hari lalu mengganggunya.


Ia hanya menganggapnya sebagai bunga tidur.


Tapi, tadi malam mimpi itu datang lagi, terasa begitu nyata.


Hal itu membuat Titi terus kepikiran perihal mimpinya.


Hingga ia tidak begitu konsentrasi saat bekerja.


*****


Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Pimpinan perusahaan duduk di kursi tak jauh dari pak Bari.


Beliau biasa ikut ngobrol bersama karyawan saat berkunjung ke kantor.


Mbak Dewi menyampaikan pada Big Boss bahwa ada client diluar kota yang meminta untuk dibantu penyetoran.


Karena kantor mereka ada di pelosok, jadi sedikit mengalami kesulitan untuk melakukan transaksi perbankan.


" Pak, tadi ada telpon dari PT. Mitra, mereka minta tolong pada kita untuk transaksi penyetoran, karena karyawan bagian penyetoran sedang sakit. " kata mbak Dewi menyampaikan pada atasannya.


" Tidak apa, kita bantu saja, mereka client kita, kita harus memberikan bantuan yang mereka butuhkan! " jawab pak Dani selalu boss mereka.


" Tapi lokasi mereka jauh diluar kota, siapa yang akan kesana? " tanya mbak Dewi.


Pak Dani terdiam, lalu ia melihat Titi yang sedang menulis di buku kerjanya.


" Bagaimana kalau Titi yang kesana?


Apa Titi bisa berangkat kesana? "


tanya pak Dani pada Titi.


Titi menghentikan pekerjaannya, lalu mengalihkan pandangannya pada pak Dani.


" Baik, pak! Titi bisa berangkat kesana.


Jam berapa Titi berangkat, pak?" tanya Titi, ia menyanggupi permintaan atasannya.


" Titi berangkat sama siapa, pak?


Naik apa Titi kesana? " tanya mbak Dewi.


" Titi pergi sama siapa? " tanya pak Beri menimpali.


" Minta Ali untuk mengantar Titi menggunakan mobil Hiline.


Minta juga pada Ali untuk mengajak temannya yang ada di base camp.

__ADS_1


Titi, kamu ajak Feni untuk teman diperjalanan! " pak Dani memberikan arahan.


" Jam berapa berangkat ke Lokasi, pak? " tanya Titi.


" Berangkat habis juhur saja.


Perjalanan kesana kan lebih kurang lima jam, jadi menjelang magrib kalian sampai ke lokasi.


Titi, siap-siap aja untuk berangkat.


Kalau Titi sedang sibuk, pekerjaan Titi bisa dilanjut besok! "


Pak Dani meminta Titi untuk bersiap-siap.


" Dewi, telpon Ali untuk mengecek kondisi mobil, dan bersiap untuk berangkat! " pinta pak Dani pada mbak Dewi.


" Baik, pak! " jawab mbak Dewi, lalu ia menghubungi Ali dan menyampaikan perintah dari atasannya.


Titi membereskan meja kerjanya, lalu ia menghampiri Feni yang ada diruangan lain.


" Fen, sibuk ga? Pak Dani meminta kamu untuk menemaniku ke PT. MItra untuk mengambil setoran.


Kamu bereskan pekerjaan mu, sebentar lagi kita berangkat! " pinta Titi pada Feni.


Feni terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Titi.


" Kita keluar kota, Ti? Sekarang? " tanya Feni tak percaya.


" Iya, makanya cepat siap-siap! " pinta Titi lagi.


Feni membereskan mejanya dan memasukkan perlengkapan pribadinya ke dalam tas.


" Wi, beri uang jalan pada Titi! untuk biaya BBM nanti berikan saja pada Ali! " pinta pak Dani.


" Baik, pak! " jawab mbak Dewi.


Lalu ia mengeluarkan uang dari laci mejanya dan menyerahkan pada Titi.


Setelah menerima uang dan menandatangani bukti pengeluaran kas, Titi diminta pulang untuk berganti pakaian oleh pak Dani.


" Titi sama Feni, kalian pulang dulu, ganti pakaian kalian sekalian pamit pada orang tua kalian.


Minta izin pada orang tua kalian bahwa kalian akan keluar kota.


Nanti habis juhur, Ali akan menjemput kalian!" pak Dani meminta Titi dan Feni untuk pulang terlebih dahulu dan pamit kepada orang tua mereka.


Akhirnya, Titi dan Feni pulang kerumah masing-masing untuk bersiap dan pamit pada orang tua mereka.


Jam sebelas siang, Titi tiba dirumah.


Ia melihat ibu sedang sibuk didapur.


Setelah mengucapkan salam, Titi masuk dan menghampiri ibu.


" Bu, siang ini Titi akan keluar kota, ada pekerjaan dari kantor.


Titi berangkat bersama Feni dan Ali, anak dari pak Dani. Mungkin ada teman Ali yang juga diajak untuk teman diperjalanan. " Titi menyampaikan keberangkatan nya pada ibu.

__ADS_1


" Oh.. pantas kamu jam segini sudah pulang, kirain ibu kamu lagi ga enak badan! Jam berapa berangkatnya, Ti? "


ibu menanggapi perkataan Titi dan bertanya jam keberangkatan Titi.


" Titi berangkat sekitar jam satu lebih, bu! nanti Ali akan menjemput Titi di gang depan. Titi mau mandi dulu bu, nanti setelah shalat Titi mau siap-siap! " kata Titi menjelaskan pada ibu.


" Berarti nanti kamu pulang malam ya, Ti?


Ya sudah, sana siap-siap, nanti makan dulu sebelum berangkat.! " kata ibu pula.


" Iya bu, kalau tidak ada halangan, mungkin tengah malam Titi sudah sampai dirumah.


Titi kekamar dulu, bu." kata Titi pada ibu, lalu pamit untuk masuk kekamar.


Titi masuk kekamar, lalu ia menyiapkan pakaian yang akan dikenakannya.


Titi mengecek isi tasnya, melihat apa ia masih menyimpan balsem dan obat sakit kepala didalam tasnya.


Titi memang selalu membawa balsem, obat sakit kepala dan obat lambung didalam tasnya sekedar untuk jaga-jaga bila ia masuk angin atau tak bila tak enak badan dan bila maag nya kambuh.


Setelah melihat isi tasnya masih lengkap, Titi bersiap untuk mandi.


*****


Setelah shalat juhur dan makan siang, Titi pamit pada ayah dan ibu untuk berangkat.


Ia akan menunggu jemputan nya di gang depan.


" Ayah, ibu.. Titi berangkat dulu ya?


Titi mau menunggu jemputan di gang depan! " pamit Titi pada ayah dan ibu.


" Ya sudah, sana berangkat! Hati-hati dijalan, jangan lupa untuk selalu berdoa selama diperjalanan! " kata ayah pada Titi.


" Obat-obatan kamu sudah dibawa, Ti? Kalau perlu nanti beli antimo, takut kamu mabuk diperjalanan, lumayan lho lima jam diperjalanan, bawa makanan dan minuman buat ngemil dijalan. " kata ibu mengingatkan pada Titi.


" Iya yah, bu.. Titi akan berdoa saat dalam perjalanan. Semua sudah Titi siapkan, obat sudah ada didalam tas, makanan dan minuman nanti akan dibeli diperjalanan. " kata Titi pada ayah dan ibunya.


Titi pamit pada ayah dan ibu, lalu mencium tangan ayah dan ibunya.


Setelah mengucap salam, Titi meninggalkan rumah menuju gang depan untuk menunggu jemputan.


Saat diperjalanan keluar dari gang, Titi kembali berdebar-debar.


Ia ingat mimpinya tadi malam, mimpi digigit ular.


" Ada apa ya? kok aku berdebar-debar terus? semoga tidak ada apa-apa selama diperjalanan.


Kok, aku merasa ada sesuatu.


Mimpi tadi malam sangat jelas sekali rasanya. Kalau memang aku mau ketemu jodoh, siapa jodoh ku? Siapa yang mau menjadi pacar ku? "


Sepanjang jalan menuju gang dan saat menunggu di depan gang, Titi bermonolog sendiri dalam hatinya.


Ia merasa berdebar-debar seperti sedang jatuh cinta, dan merasa penasaran dengan mimpi yang dialaminya semalam.


" Semoga tidak ada halangan dalam perjalanan ini, dan semoga bisa ada jawaban dari mimpi ku tadi malam. ". doa Titi dalam hati.

__ADS_1


Ia masih berdiri di depan gang menunggu jemputan sambil berdoa dalam hati untuk keselamatan perjalanan nya nanti.


(∩ ͡° ͜ʖ ͡°)⊃━✿✿✿✿✿✿


__ADS_2