Nastiti

Nastiti
Bab 35. Mengobati Titi


__ADS_3

Ayah dan ibu tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Agus pada Titi.


Untung mereka segera menyadari apa yang terjadi pada Titi.


" Jadi, gimana kek cara mengobati Titi?" tanya ibu pada kakek.


" Nanti, tolong carikan kakek cengkir kelapa yang jatuhnya dalam keadaan duduk. Maksudnya, posisi pantat kelapa mengarah keatas." jawab kakek.


" Berapa buah cengkir yang harus diambil, kek? " tanya ayah.


" Cukup satu saja, tapi yang betul-betul jatuh duduk, dan usahakan cari yang belum lama jatuh, jangan yang sudah berwarna coklat atau sudah kering." jawab kakek menjelaskan.


" Baiklah kek, di kebun belakang banyak pohon kelapa, saya cari sekarang aja.


Semoga tidak sulit untuk mendapatkannya! " kata ayah sambil bangkit dari duduknya.


" Iya yah, cari sekarang aja, tapi jangan ada yang curiga ayah celingukan dibawah pohon kelapa. Jam segini, para pekerja di mess masih sibuk dengan pekerjaannya, semoga mereka tidak memperhatikan ayah. " kata ibu pada ayah.


" Tenang aja bu, ayah akan pura-pura ngumpulin pelepah kelapa yang sudah ayah potong untuk kayu bakar.


Jika ada yang melihat, mereka tidak akan curiga karena dikira ayah sedang mengumpulkan kayu bakar.! " kata ayah pada ibu.


" Wah.. ide ayah bagus juga! " kata ibu sambil tersenyum.


Ayah berjalan kebelakang rumah dengan membawa parang, pura-pura akan mengumpulkan kayu bakar, padahal ayah akan mencari cengkir kelapa.


Dibelakang rumah Titi memang banyak pohon kelapa.


Selama ini, ayah yang diminta untuk mengurus kebun kelapa dan memanfaatkan hasilnya sebagai upah, karena pemilik kebun tinggal di kota besar dan tidak pernah melihat kebunnya.


Hanya ayah yang dipercaya untuk mengurus kebun itu agar tidak diambil orang.


Ayah mulai mendekati pohon kelapa, dan menebas semak-semak yang ada dibawah pohon.


" Bismillahirrahmanirrahim.. semoga dipermudah untuk mencari obat buat Titi!"


doa ayah dalam hati, sebelum mulai mencari cengkir.


Mata ayah melihat-lihat disekitar pohon kelapa untuk mencari cengkir.


Ayah berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Sambil mengumpulkan pelepah kelapa, ayah terus mencari cengkir kelapa. Walau banyak cengkir yang jatuh tapi ayah belum menemukan cengkir yang dicarinya.


Saat ayah sibuk mengumpulkan kayu sambil mencari cengkir, ada pekerja bangunan yang menyapa ayah.


" Wah.. rajin sekali pak, sedang mencari kayu bakar ya? " tanya tukang tersebut.


" Iya nih pak, sudah banyak kayu bakar yang kering, lumayan buat masak.!" jawab ayah.


" Oh.. iya pak, mari saya duluan! " kata tukang tersebut.


" Mari pak, silahkan! " jawab ayah.


Setelah tukang itu pergi, ayah melanjutkan mencari cengkir.


Ayah berusaha untuk fokus mencari cengkir kelapa.


Setelah beberapa lama mencari, akhirnya ayah menemukan cengkir tersebut.


" Alhamdulillah.. akhirnya dapat juga, sepertinya belum lama jatuh, karena masih terlihat segar! " kata ayah bermonolog.


Karena telah mendapatkan apa yang dicari, ayah mengumpulkan kayu bakarnya, lalu membawanya pulang.

__ADS_1


Ayah menaruh kayu disamping warung, lalu ia menghampiri kakek Abdul yang masih duduk di warung.


Ibu sedang membuat gorengan didapur.


Ayah duduk di depan kakek Abdul, lalu memberikan cengkir yang tadi dicari nya.


Melihat ayah yang sudah datang, ibu menghampiri dan duduk disamping ayah.


" Dapat cengkir nya, yah? " tanya ibu.


" Alhamdulillah bu, ayah bisa mendapatkan cengkir nya." jawab ayah.


" Kek, ini cengkir nya, Alhamdulillah saya bisa dapat cengkir yang kakek butuhkan! "


kata ayah pada kakek.


Kakek Abdul mengambil cengkir yang diberikan oleh ayah, lalu memperhatikan cangkir tersebut.


" Tolong tulis nama Titi sama nama si lelaki di cengkir itu, nulis nya bertolak belakang! " pinta kakek pada ayah.


Ibu berdiri untuk mengambil pena yang ada dilaci warung, lalu menyerahkan pada ayah.


" Kek, saya hanya tahu nama depan lelaki itu, tidak tahu nama lengkapnya.! " kata ayah pada kakek.


" Tidak apa, yang penting tahu namanya! " jawab kakek.


Ayah menuliskan nama Titi dan nama Agus di cengkir itu.


Lalu setelah itu menyerahkan pada kakek.


Kakek menerima cengkir dari ayah, lalu mulai membacakan doa pada cengkir tersebut.


Setelah membaca doa, kakek meminta ayah untuk membagi dua cengkir tersebut.


Setelah itu, tolong lemparkan cengkir yang sudah dibagi dua.


Satu bagian disisi kiri jalan dan satu bagian lagi dikanan jalan! " pinta kakek pada ayah.


Ayah melakukan apa yang diminta oleh kakek, membagi dua cengkir itu.


Setelah dibagi dua, ayah berjalan kedepan rumah untuk melemparkan cengkir itu disisi jalan yang berbeda.


" Lihat-lihat dulu yah sebelum dilempar, jangan ada yang melihat, nanti orang merasa aneh melihat ayah melempar sesuatu di pinggir jalan.! " pinta ibu.


" Iya bu, biasanya siang-siang kaya gini jalan didepan rumah kita sepi, tetangga juga jarang ada yang berada didepan rumah. Ayah akan melihat situasinya dulu sebelum melempar cengkir ini! " kata ayah pada ibu.


Melihat situasi jalan yang sepi, dan rumah tetangga didepan jalan juga terlihat sepi, ayah melemparkan cengkir disisi kanan jalan, setelah itu melemparkan ke sisi kiri jalan.


" Alhamdulillah semua dimudahkan, selesai sudah pekerjaan ayah. " ayah bermonolog dalam hati.


Ayah melangkahkan kakinya untuk kembali menemui kakek Abdul.


" Alhamdulillah.. sudah selesai kek.


Kira-kira berapa lama reaksinya, kek? " tanya ayah pada kakek.


" Insya Allah, paling lama tiga hari mereka akan saling melupakan. " jawab kakek.


" Kek, kalau Nurman gimana? sepertinya dia suka sama Titi, tapi Titi tidak menanggapi nya. " tanya ibu pada kakek.


" Tidak apa-apa, Nurman tidak akan mendekati Titi lagi, ia tahu kalau Titi tidak suka sama dia, cuma menganggap dia teman. " jawab kakek Abdul.

__ADS_1


Ayah dan ibu merasa lega setelah meminta tolong pada kakek Abdul untuk memisahkan Titi dan Agus.


Mereka lega, karena ayah dan ibu takut Agus menjebak Titi dan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.


" Kalian Jangan menceritakan semua ini pada Titi, bersikaplah biasa saja.


Setelah ini, Titi akan kembali seperti sedia kala!


Kalau kalian beritahu, takut jadi beban fikiran bagi Titi.!" pinta kakek pada ayah dan ibu.


" Baik, kek! jawab ayah dan ibu.


*****


Dua hari setelah kejadian itu.


Ayah mendengar dari para tukang yang datang ke warung bahwa Agus sudah diminta pulang ke Jawa oleh pamannya.


Sekarang, Agus sudah tidak ada disana.


Ayah dan ibu merasa lega, Titi pun terlihat biasa saja.


Titi melakukan aktivitas seperti biasa, tanpa ada hal mencolok saat tahu Agus tidak ada lagi disana.


Saat Titi pulang kerja, ada Pur yang menemui Titi, katanya ada yang ingin disampaikan.


" Ti, sebentar.. ada yang mau minta tolong" kata Pur.


" Ada apa, Pur? kok kayanya penting banget? " tanya Titi.


Titi tak jadi masuk kerumah, ia mengajak Pur duduk di bale-bale.


" Maaf ya, Ti.. Agus ada dirumah aku, dia numpang nginap sementara.


Katanya, dia minta tolong ambilkan uang yang di transfer oleh adiknya ke rekening Titi. Agus takut uangnya Titi ambil dan tidak diserahkan kepada nya.


Uang itu akan digunakan oleh Agus untuk ongkos pulang ke Jawa " Pur menyampaikan apa yang dikatakan Agus padanya.


Mendengar apa yang Pur sampaikan, Titi merasa marah.


" Iya, nanti uangnya aku ambil di ATM.


Tenang aja, aku ga bakalan ambil uang dia walau dia sudah memanfaatkan aku.


Aku bukan orang yang suka mengambil hak orang lain." kata Titi dengan kesal.


" Berapa sih uangnya? Aku ada uang cash, kalau cukup pake uang aku dulu biar dia ga lama-lama nginap dirumah kamu Pur.


Dia yang memanfaatkan aku, malah dia juga yang menjelekkan aku sama kamu, dasar ga tahu diri."


Pur menyebutkan nilai uang yang transfer adik Agus sesuai bukti transfer yang dia kirim.


Titi mengeluarkan dompet dan memberikan sejumlah uang pada Pur, dan meminta Pur untuk segera menyerahkan pada Agus.


" Terima kasih ya, Ti! Besok dia bisa pergi dari rumah aku.


Aku juga ga suka mendengar dia. menjelekkan kamu, dikira aku bakal percaya sama omongan dia. " kata. Pur, lalu Pur pun pamit pulang.


Setelah kejadian itu, Titi merasa lega.


Ia tidak akan bertemu lagi dengan Agus.

__ADS_1


Ia ikhlas dengan apa yang ia beri pada Agus, ia cuma tidak suka pada Agus karena telah menjelek-jelekkan Titi pada Pur.


˚✧₊⁎❝᷀ົ≀ˍ̮ ❝᷀ົ⁎⁺˳✧


__ADS_2