
Hari ini, Titi masih cuti kerja setelah acara resepsi pernikahannya.
Lusa, Titi baru kembali ke aktivitas kerjanya.
Setelah merapikan tempat tidur, Titi keluar dari kamar, Ari sudah keluar kamar dan menuju kamar mandi yang ada didekat dapur.
Titi telah menyiapkan pakaian ganti yang akan dikenakan Ari diatas kasur.
Tiba di dapur Titi membuat kopi buat Ari juga menyiapkan makanan ringan yang ada diatas meja makan.
Setelah menyiapkan minuman dan sarapan buat Ari, Titi membersihkan piring kotor yang ada dibak cuci piring.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Ari kembali ke dapur untuk meminum kopi yang sudah dibuatkan oleh Titi.
Ia duduk dikursi, menyeruput kopinya dan memperhatikan Titi yang baru selesai mencuci piring.
" Sini dek, kita ngopi dulu, sudah selesai cuci piringnya kan? " Ari meminta Titi untuk duduk disampingnya.
Titi pun menghampiri Ari dan duduk dikursi disamping Ari.
Titi meminum teh tawar yang tadi dibuat nya bersama kopi Ari.
Titi hanya minum teh tawar, ia tak pernah minum teh manis sebab tak cocok dengan perutnya.
Bila minum teh manis, Titi akan merasa mual.
Saat sedang sarapan bersama Ari, ibu datang dari arah luar.
" Dari mana, bu? " tanya Titi saat melihat ibu datang dari arah luar.
Titi kira, ibu ada dikamar.
" Ibu habis mengembalikan beberapa baskom yang kemaren dipinjam dari bu Iin! " jawab ibu.
" Nanti, kamu antar alas meja prasmanan milik mbak Eka ya, Ti? Tadi waktu ibu mau kesana, warungnya masih tutup, ga enak mau gedor rumahnya. " ibu meminta Titi untuk mengantarkan barang milik tetangga yang kemarin dipinjam untuk acara resepsi.
" Baik bu, nanti Titi sekalian mau membeli sesuatu diwarung mbak Eka.
Kemarin, alas meja itu ga jadi dipakai kan bu, karena sudah ada yang seragam dari bu Sarjana.? " Titi menyanggupi untuk mengantarkan alas meja milik mbak Eka, dan bertanya pada ibu mengenai alas meja itu.
" Iya, makannya bisa langsung dikembalikan karena ga jadi dipakai.
Yang punya bu Sarjana sudah dicuci sama bu Siti. Setelah disetrika nanti baru dikembalikan. " ibu menjawab pertanyaan Titi.
" Ayah mana bu, kok ga kelihatan? " tanya Ari pada ibu
" Ayah dibelakang, sedang menyapu dan mengumpulkan sampah untuk dibakar nanti sore, biar ga numpuk.! " jawab ibu.
" Kalau begitu, Ari kebelakang dulu bu, mau membantu ayah.
Dek, abang kebelakang dulu, mau nyusul ayah! " pamit Ari pada ibu dan Titi yang ada didapur.
" Sarapan dulu, Ri.. nanti baru menyusul ayah! " pinta ibu pada Ari.
" Ari sudah ngopi sama makan bolu, bu! " jawab Ari.
Setelah pamit pada ibu dan Titi, Ari menyusul ayah dibelakang rumah untuk membantu ayah membersihkan sampah.
__ADS_1
Ayah memang laki-laki yang rajin bekerja.
Ia tak pernah berdiam diri bila dirumah.
Ada saja yang dikerjakan oleh ayah.
Setiap pagi sebelum subuh ayah akan mandi lalu menjalankan ibadah shalat subuh.
Lalu, ayah akan kedapur untuk memasak air untuk mengisi termos air panas, lalu membuat kopi sendiri.
Ayah tak pernah ingin merepotkan ibu, bila untuk membuat kopi ayah akan melakukannya sendiri.
Setelah meminum kopi, ayah akan membantu ibu menyapu halaman.
Ayah merupakan contoh suami dan ayah yang baik dimata ibu dan dimata anak-anak nya.
" Wah.. sampahnya lumayan juga ya yah?
Sini biar Ari yang bantu menyapu dan mengumpulkan sampahnya! "
Ari menghampiri ayah dengan membawa sapu yang diambilnya dari belakang rumah, lalu mulai menyapu dan merapikan barang dekat tungku bekas masak-masak kemarin.
" Biar ayah aja, Ri.. tinggal sedikit lagi.
Ari sarapan aja dirumah. " pinta ayah yang melihat Ari ikut membantunya menyapu halaman belakang.
" Ari sudah sarapan yah, sudah minum kopi dan makan bolu.
Dari pada tidak ada kerjaan, lebih baik membantu ayah membersihkan sampah sisa pesta kemarin. "
Ari meneruskan membantu ayah.
" Yah, sampahnya mau di buang kemana? " tanya Ari.
" Kumpulkan aja dulu, nanti buang ketempat pembakaran sampah dikandang sapi.
Nanti malam bisa dibakar untuk menghangatkan sapi dan untuk mengusir nyamuk! " jawab ayah pada Ari.
Ari mengikuti apa yang dikatakan oleh ayah, mengumpulkan sampah dan membuangnya ditempat yang ayah katakan.
Tak lama, ayah dan Ari selesai menyapu dan membersihkan semua pekarangan.
Ayah dan Ari mencuci tangan dikamar mandi belakang, lalu masuk kedapur.
Didapur, ibu dan Titi sedang merapikan barang-barang, memisahkan barang-barang milik sendiri dan barang-barang yang dipinjam.
Melihat ayah dan Ari yang baru masuk, ibu menghampiri ayah dan bertanya,.
" Sudah selesai menyapu pekarangannya, yah? " tanya ibu.
" Sudah bu, semua sudah bersih dari depan sampai belakang.
Dibantu sama Ari jadi bisa cepat selesai, tinggal membakar sampah yang dikandang sapi nanti malam. " jawab ayah.
Lalu ayah duduk dikursi tempat ayah biasa duduk di dapur.
Ibu memberi ayah secangkir teh tawar hangat pada ayah, dan ayah meminum teh yang diberi ibu.
__ADS_1
Sementara Ari menghampiri Titi yang sedang melap piring-piring dan menumpuknya per lusin.
" Piring-piring ini mau dikembalikan pada siapa, dek? " tanya Ari.
" Ini piring milik Titi bang, hasil ikut arisan dulu. " jawab Titi.
" Banyak juga ya barang yang adek punya? " kata Ari.
" Iya bang, dulu Titi ikut arisan piring, gelas dan sendok. Sengaja, karena barang-barang itu pasti dibutuhkan.
Sementara ibu ikut arisan panci, dandang kuali dan baskom-baskom besar.
Jadi pada saat ada acara seperti ini, kita punya barang sendiri dan tidak banyak pinjam pada orang lain.
Jika hanya acara syukuran, tidak perlu pinjam pada orang lain, barang-barang yang ada sudah cukup. "
Titi menjelaskan barang-barang yang ada pada Ari.
Ari membantu Titi melap barang-barang yang akan disimpan kembali kedalam lemari.
" Sudah bang, istirahat aja.. abang cape habis membantu ayah membersihkan halaman.
Titi ambil air minum dulu. "
Titi meminta Ari untuk beristirahat karena habis membantu ayah.
" Ga papa dek, biar cepat selesai dan adek juga bisa istirahat.
Nanti siang, kita buka kado ya dek? "
Ari menolak untuk istirahat dan tetap membantu Titi.
Ari tahu, Titi ingin cepat menyelesaikan merapikan barang-barang agar tidak menumpuk didapur dan ruang tivi.
Sebagian besar barang-barang milik tetangga dan milik RT sudah dikembalikan, tinggal barang milik mereka sendiri.
" Iya bang, nanti kalau sudah beres kita bisa buka kado sambil bersantai. " Titi menjawab permintaan Ari untuk membuka kado.
Ibu dan Titi merapikan barang-barang yang sudah dilap dan menyimpannya didalam lemari.
Satu persatu barang-barang sudah dirapikan dan disimpan ditempatnya masing-masing.
Ari pun tak segan untuk membantu merapikan barang-barang maupun pekerjaan lainnya.
Ia tak hanya duduk berdiam diri tapi sigap membantu pekerjaan dirumah.
Ia tak ingin melihat Titi dan ibu terlalu letih merapikan rumah, walaupun ada bu Siti yang membantu mereka.
Bu Siti merupakan wanita paruh baya tetangga Titi, ia seorang janda yang ditinggal meninggal oleh suaminya karena sakit.
Bu Siti tinggal bersama dua orang anaknya.
Anak bu Siti yang tua seorang laki-laki dan sudah bekerja sebagai PNS, sementara yang kedua seorang perempuan dan masih duduk di bangku kelas dua SMA.
Bu Siti suka diminta bantuannya oleh tetangga dan dengan senang hati bu Siti melakukanya.
Padahal anak bu Siti yang tua memintanya untuk tidak bekerja, tapi bu Siti berkilah bahwa ia hanya ingin membantu tetangga dari pada ia tak punya kegiatan.
__ADS_1
o(〃^▽^〃)o