
Satu minggu setelah bang Ari keluar dari rumah sakit, bang Ari sudah mulai kembali bekerja.
" May, sudah siap? " tanya bang Ari pada Titi yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.
" Sebentar, pay! May mau buat susu buat Nanda, Nanda minta dibuatkan susu dulu. " jawab Titi yang berjalan ke arah dapur untuk membuat susu buat Nanda.
Bang Ari mendekati Nanda yang tengah duduk didepan tivi.
" Anak papa mau minum susu ya? " tanya bang Ari pada Nanda yang sedang nonton teletubbies dari DVD yang tadi diputar papanya.
Nanda memang suka nonton teletubbies, karena ia senang melihat Lala dan teman-temannya bermain dan berpelukan.
" Iya pa, abang mau mimik susu. " jawab Nanda sambil matanya tetap melihat layar televisi.
Titi datang dari arah dapur dengan sebotol susu ditangannya.
Nanda tidak minum susu sapi karena ia alergi susu sapi.
Jika ia minum susu sapi, maka Nanda akan sakit perut dan diare.
Ari dan Titi memberinya susu soya yang cocok dengan Nanda.
" Abang ini susunya.Jangan lupa bismillah dulu sebelum minum. " kata Titi pada Nanda sambil menyerahkan botol susu pada Nanda.
Nanda mengambilnya dan langsung menyedot susu itu setelah membaca bismillah.
" Abang, mama sama papa berangkat kerja dulu ya? abang dirumah sama nenek sama kakek. " kata Titi pada Nanda.
" Nanti setelah minum susu dan nonton teletubbies, abang mandi sama nenek ya? " pinta Titi pada Nanda agar ia mandi setelah meminum susu dan menonton teletubbies.
Nanda hanya menganggukkan kepala sambil terus menyedot susunya.
" Sini, salim sama papa dulu. " kata bang Ari yang mendekati Nanda dan mengulurkan tangannya pada Nanda.
Nanda menyambut tangan papanya lalu menyalami dan mencium punggung tangan papanya.
Bang Ari tersenyum sambil mengacak rambut Nanda.
" Pintar anak papa! " kata bang Ari.
" Mama kerja dulu ya sayang? abang jangan nakal dirumah sama kakek dan nenek. " kata Titi sambil mencium rambut Nanda.
Nanda menyalami tangan 'Titi seperti yang ia lakukan pada papanya.
" Bu, Titi sama Ari berangkat dulu. " kata Titi yang berpamitan pada ibu yang tengah mengambil cucian dari mesin cuci untuk dijemur.
__ADS_1
Pagi setelah saur dan shalat subuh, Titi membantu ibu membersihkan dapur dan merapikan sisa makan saur.
Sambil mencuci pakaian, Titi mencuci. piring dan menyapu dapur.
Setelah beres Titi membilas pakaian dan mengeringkan di mesin cuci, lalu Titi mandi karena akan bersiap untuk pergi ke kantor.
" Iya, hati-hati dijalan. Nanda masih nonton? " tanya ibu pada Titi.
" Iya bu, nanti kalau sudah selesai nonton tolong mandikan ya bu? Nanda habis minum susu. " pinta Titi pada ibu agar memandikan Nanda.
" Iya, nanti ibu mandikan kalau sudah selesai nonton, kalau belum dia bakalan tidak mau disuruh mandi. " kata ibu yang sudah tahu jika Nanda tidak akan mau mandi jika belum selesai nonton teletubbies kesukaannya.
Setelah berpamitan pada ibu, Titi dan bang Ari berangkat ke kantor dengan mengendarai motor.
Kendaraan pertama yang Titi dan bang Ari miliki setelah mereka menikah.
Untuk mendapatkan kendaraan itu, mereka harus mendapatkan kata-kata yang tidak enak karena sebelumnya Titi dan bang Ari menggunakan motor suami tante Neng yang dititipkan pada Ari dan diperbolehkan untuk digunakan.
Titi ingat waktu itu, mereka tengah berkumpul dibawah pohon belimbing.
Tante Neng datang bersama anaknya untuk bersilaturahmi kepada orang tua Titi.
Flashback on.
Sore itu Nanda duduk diatas motor milik suami tante Neng yang digunakan bang Ari setiap hari untuk berangkat bekerja.
" Motor papa! " jawab Nanda sambil berpegangan pada bagian depan motor.
" Mana? itu bukan motor abang, anak aja. Itu motor papa Aa'! " kata tante Neng yang mengatakan pada Nanda. bahwa itu bukan kendaraan milik papanya.
" Ini punya papa! " kata Nanda berkeras mengatakan jika kendaraan itu milik papanya.
" Kalau mau punya motor, suruh papa beli sendiri. " kata tante Neng lagi.
Titi dan bang Ari yang sedang duduk dan berkumpul dengan keluarga ibu hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh tante Neng.
Mungkin tante Neng hanya bercanda mengatakan itu pada Nanda, tapi dari nada bicaranya terlihat jika ia tidak suka kendaraan yang dititipkan oleh suaminya digunakan oleh kami.
Mas Pri, suami dari saudara sepupu Titi yang mendengar kata-kata tante Neng menyarankan agar bang Ari membeli motor seken untuk kendaraan mereka.
" Cari motor seken aja, Ri, banyak kok yang murah. " kata mas Pri pada bang Ari.
" Iya mas, nanti ngumpulin uangnya dulu buat beli motor. " kata bang Ari pada mas Pri.
Flashback off.
__ADS_1
Setelah mendengar kata-kata tante Neng yang mengatakan agar bang Ari membeli motor sendiri untuk kendaraan mereka, bulan berikutnya setelah gajian Titi dan bang Ari pergi ke dealer motor untuk membeli motor secara kredit.
Titi dan Ari hanya memiliki uang untuk DP motor.
Menurut Ari, daripada mereka membeli motor seken, lebih baik uangnya untuk DP motor agar dapat motor baru yang lebih terjamin dan langsung atas nama sendiri.
Alhamdulillah, selama beberapa bulan ini angsuran motor berjalan lancar.
Setiap gajian, mereka langsung membayar angsuran motor sebelum digunakan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Bang Ari pernah berkata pada Titi bahwa mereka harus mendengar perkataan yang tidak menyenangkan dulu baru punya kendaraan sendiri.
" Rupanya kita harus merasa sakit dulu ya dek, baru bisa punya kendaraan sendiri. " kata bang Ari waktu itu pada Titi.
" Iya bang, kita bersyukur aja masih ada rejeki yang Allah berikan buat kita untuk membayar angsuran motor.
Semoga bisa kita lunasi tanpa harus menunggak. " ucap Titi pada bang Ari.
Setelah mereka punya kendaraan sendiri, bang Ari mengembalikan motor itu pada tante Neng, tapi karena keluarga tante Neng sedang diluar kota, motor itu tetap dititipkan dirumah Titi dan tidak pernah digunakan.
Titi dan bang Ari tidak mau lagi mendengar kata-kata yang tidak menyenangkan.
Dulu juga Titi dan bang Ari menggunakan motor suami tante Neng atas permintaan tante Neng yang menitipkan motor itu pada Ari.
°
°
Bang Ari melajukan motornya dengan kecepatan sedang, karena hari masih pagi. Mereka berangkat dari rumah puluh enam lewat empat puluh lima menit.
Jalan menuju ke arah kantor mereka masih terbilang sepi karena bukan menuju ke arah kota.
" Sudah lama ya kita tidak jalan berdua. " kata bang Ari pada Titi saat mereka dalam perjalanan menuju ke kantor.
" Iyalah, hampir dua minggu sejak pay sakit, kita tidak naik motor berdua. "kata Titi pada bang Ari.
Satu. kebiasaan Titi saat berboncengan dengan bang Ari, Titi senang mencium tengkuk bang Ari yang menurut Titi itu aroma alami dari kepala bang Ari yang Titi suka.
Titi dsb bang Ari memang tidak pernah mengenakan helm jika pergi ke kantor, helm mereka gantung pada bagian depan depan motor atau hanya dipegang oleh Titi, dan Ari hanya mengenakan topi.
Jika ada polisi yang berjaga di persimpangan, baru mereka mengenakan helm
🦂🦂🦂
🦂🦂 Hidup tidak selamanya indah, namun tidak juga selamanya nestapa. 🦂🦂
__ADS_1
🦂🦂Hidup itu adakalanya seperti pelangi, orang yang melihatnya akan memuji keindahannya.
Namun jangan lupa, sebelum terjadi pelangi, ada awan hitam yang menggulung dan menyelimuti langit kelam. 🦂🦂