Nastiti

Nastiti
Bab116. Pemasangan Listrik.


__ADS_3

" Pay, sore ini kita jadi ke rumah mas Joko untuk menanyakan pemasangan listrik di rumah baru kita? " tanya. Titi pada Ari saat mereka akan pulang bekerja sore ini.


Pagi tadi Ari dan Titi berencana untuk mampir ke rumah mas Joko, orang yang diminta Ari untuk memasang listrik di rumah baru mereka.


Mas Joko merupakan suami mbak Emi, tetangga Tuti yang bekerja sebagai instalatir listrik.


Melalui bantuan Ali, Ari bertemu dengan mas Joko karena Ari belum mengenal mas Joko


Ari meminta tolong pada mas Joko untuk memasangkan listrik di rumah mereka agar mas Joko bisa membantu proses pemasangan lebih cepat.


" Iya may, kita akan ke sana sekalian. menjemput Nanda pulang. Siapa tahu Mas Joko bisa membantu kita untuk mempercepat pemasangan listrik agar kita bisa segera pindah ke rumah baru kita. " jawab Ari pada Titi.


Titi telah bersiap untuk pulang sore ini, ia membenahi barang yang ada di atas mejanya lalu keluar dari kantor bersama Ari.


Titi menutup pintu kantor lalu berjalan menghampiri Ari yang sudah berada didekat motor.


Setelah berada didekat motor Titi langsung duduk dibelakang Ari, lalu Ari melajukan motor menuju rumah mas Joko yang tidak jauh dari rumah Tuti.


Ari dan Titi juga sekalian akan menjemput Nanda yang masih berada di rumah Tuti.


" Mudah-mudahan ada kaba baik dari mas Joko, listriknya bisa cepat dipasang, biar kita bisa segera pindah." Kata Titi pada Ari saat mereka dalam perjalanan menuju rumah mas Joko.


" Iya may, pay juga sudah tidak sabar rasanya ingin tinggal di rumah sendiri, walaupun rumah kita masih sangat sederhana tapi bahagia rasanya bisa punya rumah sendiri. " kata Ari menyahuti kata-kata Titi.


" Tapi May kasihan pada ayah dan ibu pay, kalau kita pindah mereka hanya tinggal berdua, mereka pasti akan merasa kehilangan. Apalagi mereka harus berpisah dengan Nanda dan Andi cucu yang sangat mereka sayangi.


Rasanya ibu dan ayah pasti akan sangat sedih karena harus berpisah dengan kedua cucunya."


Kata Titi yang merasa kasihan pada ayah dan ibunya.


" Iya may, pay juga merasa seperti itu, merasa kasihan pada ayah dan ibu, tapi harus bagaimana lagi? Kita harus bisa belajar mandiri, tidak mungkin selamanya kita tinggal di rumah orang tua kita. Lagian kita juga sudah punya rumah sendiri."


Kata Ari pada Titi.


" Iya pay, kita harus bersyukur meskipun rumah kita masih sangat sederhana, kita sudah memiliki rumah tempat tinggal sendiri dari usaha kita, semoga Allah memberikan kelapangan Rizki pada kita untuk membuat rumah yang lebih baik lagi agar kita bisa mengajak Ayah dan Ibu untuk tinggal bersama kita. "


Kata Titi pula.


" Jika terus berusaha dan berdoa, Insya Allah, Allah akan memudahkan jalan rezeki kita."


Kata Ari yang meminta Titi untuk berusaha dan berdoa agar Allah memberi kemudahan rejeki pada merek.

__ADS_1


Jarak dari kantor ke rumah mas. Joko tidak begitu jauh sehingga mereka bisa segera sampai di rumah mas Joko


" Assalamualaikum.." salam Titi pada saat berada di depan rumah Mas Joko.


" Waalaikumsalam. " terdengar suara sahutan menjawab salam Titi dari dalam rumah.


" Eh mbak Titi, ada perlu apa? tumben mampir kesini. " kata Emi istri mas Joko.


" Maaf mbak Emi, mas joko nya ada? Kami mau menanyakan mengenai pemasangan listrik di rumah kami yang baru dibangun. " Kata Titi pada mbak Emi.


" Oh.. sebentar ya, mas Joko nya sedang mandi. Masuk dulu mbak Titi, mas Ari, tunggu di dalam saja. "


kata mbak Emi pada Titi dan Ari.


" Terima kasih mbak, biar kami menunggu di luar saja. " kata Ari pada mbak Emi.


Titi dan Ari pun duduk di teras di depan rumah mbak Emi setelah dipersilakan oleh mbak Emi.


Titi dan Ari menunggu mas Joko yang sedang mandi, lalu mbak Emi kembali masuk kedalam rumah untuk memberitahu jika ada Ari dan Titi yang ingin menemuinya.


Tak lama kemudian Mas Joko keluar dari dalam rumah.


" Mas Ari apa kabar? " tanya mas Joko pada Ari sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Ari.


Ari membalas menjabat tangan mas Joko.


" Alhamdulillah kabar baik, mas." jawab Ari pada mas Joko.


" Silakan duduk, mas. " kata mas Joko pada Ari.


" Maaf mas, bagaimana mengenai pemasangan listrik di rumah saya? Apakah sudah bisa dipasang? " tanya Ari pada Mas Joko.


" Tinggal menunggu meterannya saja, mungkin dalam satu dua hari ini sudah ada stok meteran. Saat ini stok meteran sedang langka. " jawab Mas Joko menjelaskan mengenai stok meteran listrik yang sedang kosong.


" Tapi saya sedang berusaha untuk mendahulukan pemasangan di rumah mas Ari. " kata Mas Joko lagi


" Alhamdulillah jika seperti itu, semoga bisa secepatnya ya Mas. " kata Ari pula.


" Sepertinya mas Ari dan mbak Titi sudah tidak sabar ya untuk pindah rumah? syukurlah bisa jadi warga di sini sehingga bisa menambah warga disini. " kata Mas Joko pada Ari dan Titi.


" Alhamdulillah ada rejekinya di sini sehingga bisa membeli tanah dan membuat rumah di sini. Tidak jauh dari sini juga ada bang Pandu dan Tuti jadi kami bertiga kumpul di sini, tidak saling berjauhan." kata Arif lagi.

__ADS_1


" Jadi mas Ari mbak Titi mau segera pindah? saya sedang usahakan meteran untuk Mas Ari, semoga tidak ada halangan dalam satu dua hari ini lampu sudah terpasang, nanti jika sudah terpasang akan saya kabari Mas Ari."


Mas Joko berkata pada Ari jika ia akan mengusahakan pemasangan listrik di rumah Ari secepatnya.


" Iya mas, nggak apa-apa, saya kan setiap hari lewat ke sini karena Nanda masih berada di rumah Tuti jadi setiap pulang kerja saya dan Titi akan menjemput Nanda di rumah Tuti."


Kata Ari pulang.


" Jadi Nanda masih di jemput sama Tuti? " tanya mas Joko.


" Iya mas Nanda masih di jemput okeh Tuti jika pulang dari sekolah dan diajak ke rumah Tuti untuk ikut les disini. Jadi setiap pulang kerja saya dan Titi yang menjemput Nanda untuk pulang ke rumah. " jawab Ari menjelaskan pada mas Joko.


" Iyalah semoga lampunya bisa segera terpasang, agar kalian bisa segera pindah ke sini, jadi tidak perlu repot menjemput anda setiap hari, sehingga bisa ikut tes di sini tanpa harus bolak-balik ke rumah neneknya."


Kata mas Joko pula.


Setelah mengobrol beberapa saat dengan mas Joko, akhirnya Ari dan Tuti berpamitan pada mas Joko untuk menjemput Nanda di rumah Tuti.


" Karena hari telah sore, kami permisi dulu mas mau menjemput Nanda di rumah Tuti." kata Ari pada Mas Joko.


" Lho, nggak mau minum dulu? " tanya mas Joko


" Terima kasih mas, nanti takut kesorean pulang ke rumahnya, kasihan juga sekecil ditinggalkan terlalu lama di rumah sama neneknya." kata Tuti pada Mas Joko.


" Kami permisi dulu Mas, Assalamualaikum" kata Ari pada mas Joko.


" Waalaikumsalam. "jawab mas Joko.


Setelah berpamitan pada mas Joko, Ari dan Titi melajukan motor menuju rumah Tuti untuk menjemput Nanda.


Sampai di rumah Tuti, Titi langsung menyiapkan bawaan Nanda untuk dibawa pulang. Bawaan Nanda sudah disiapkan oleh Tuti di atas kursi tamu, Titi tinggal membawa pulang saja.


" Tut, mbak langsung pulang ya nggak bisa lama-lama sudah sore juga, kasihan Andi jika ditinggal terlalu lama tadi mbak mampir dulu ke rumah mas Joko menanyakan mengenai pemasangan listrik di rumah mbak." kata Titi pada Tuti.


" Mas Ali sempat menanyakan pada mas Joko mengenai pemasangan listrik dan kata mas Joko memang meterannya belum ada, jika sudah ada bisa segera dipasang. " kata Tuti pada Titi


Setelah berbincang sebentar dengan Tuti, Titi dan Ari langsung pamit untuk pulang agar tidak kesorean dijalan.


🦂🦂🦂


🦂🦂 Jangan sia-siakan orang menyayangi mu dengan tulus, karena jika ketulusan itu sudah hilang akan menjadi sebuah penyesalan. 🦂🦂

__ADS_1


__ADS_2