
Pov Titi.
Pagi ini seperti biasa, aku dan bang Ari tetap berangkat ke kantor walaupun tadi malam terjadi musibah gempa.
Listrik dan air PAM mati total, untung dirumah masih ada sumur yang bisa digunakan walau airnya harus ditimba.
Menurut berita yang beredar, gempa yang terjadi tadi malam merupakan gempa terbesar di daerah kami selama hampir 20 tahun terakhir.
Bersyukur gempa dengan kekuatan 7,3 scala richter tidak mengakibatkan terjadinya tsunami.
Di sepanjang jalan yang aku lalui saat berangkat ke kantor, banyak tenda-tenda darurat yang didirikan dihalaman rumah warga.
Banyak warga yang takut untuk masuk kembali kedalam rumah karena beredar berita akan terjadi gempa susulan yang lebih kuat.
Banyak pula rumah warga yang mengalami kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat.
Bersyukur rumah orang tua ku tidak mengalami kerusakan.
Lemari tempat menyimpan pecah belah masih disandarkan ke dinding bekas acara tujuh bulanan, belum digeser ketengah rumah sebagai sekat antara ruang tamu dan ruang tivi.
Untuk sementara, aku dan keluarga ku tinggal di bangunan bekas tempat usaha meubel milik tante Adek yang berada tepat disamping rumah.
Kami juga belum berani untuk masuk dan tinggal didalam rumah, karena masih trauma dengan guncangan gempa yang terjadi tadi malam.
Tiba di kantor, suasana masih sangat sepi, kantor pun belum buka walaupun sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
Aku menunggu diteras kantor, sementara bang Ari langsung berangkat ke lapangan untuk mengecek keadaan disana.
Hari ini ada jadwal pengiriman ke luar kota sesuai jadwal yang telah diatur saat hari sabtu.
Pov Author.
Karena telah terjadi musibah tadi malam, suasana kantor juga sepi.
Mbak Dewi dan yang lain belum datang, baru Titi sendiri yang ada di kantor.
Setelah kantor dibuka oleh penjaga kantor, Titi masuk ke ruangannya dan duduk sendiri di kantor.
Titi menyiapkan pekerjaannya sambil menunggu yang lain datang.
Tak lama, telpon kantor berdering.
Kring..
Kring..
Kring..
Titi beranjak bangkit dari duduknya berjalan mendekati telpon yang terletak didekat meja mbak Dewi.
" Hallo.. sama Titi disini! " Titi mengangkat telpon yang tadi berdering.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum.. hallo Ti, ni mbak Dewi.
Maaf Ti, hari ini mbak bisa ke kantor, ada yang harus dibereskan akibat gempa semalam.
Titi sama keluarga gimana, semua baik-baik aja kan? kandungan Titi ga ada masalah?" Mbak Dewi mengucapkan salam dan bertanya keadaan Titi dan keluarganya.
" Wa'alaikumussalam.. Alhamdulillah Titi sama keluarga semua baik-baik aja, tidak ada masalah dengan kandungan Titi.! "
Titi menjawab salam mbak Dewi dan memberitahu keadaannya dan keluarganya.
" Ti, kita nunggu kabar dari client yang minta pengiriman barang hari ini.
Akibat gempa tadi malam, ada kerusakan dilokasi pengiriman, jadi kita tunggu kabar dari pihak penerima.
Katanya akan memberi kabar sekitar jam sepuluh an, jadi Titi tunggu aja! "
Mbak Dewi meminta Titi untuk menunggu kabar dari pihak client untuk pengiriman barang.
Setelah mbak Dewi menutup telpon, Titi kembali ke meja kerjanya.
Menunggu kabar dari client untuk pengiriman barang.
Saat Titi tengah sedikit melamun, karena tidak ada yang dikerjakan, tiba-tiba dikejutkan dengan Ari yang datang dari arah belakang.
" Hei sayang, lagi ngapain? kok melamun? " ujar Ari menepuk pelan pundak Titi yang duduk membelakanginya.
" Aih abang, kalau masuk itu ucapkan salam.. bukan malah ngagetin! " Titi menoleh pada Ari yang tersenyum melihat Titi yang sedikit cemberut.
" Hari ini ga ada yang masuk kantor, dek? kok adek cuma sendirian! " tanya Ari.
" Iya bang, tadi mbak Dewi nelpon dan ngasih tahu ga bisa masuk kantor.
Kalau pak Beri ga ada kabarnya, mungkin sudah memberi tahu mbak Dewi kalau hari ini ga masuk kerja." jawab Titi.
" Kalau adek hanya sendirian, sebaiknya pintu depan ditutup, biarkan pintu samping aja yang dibuka.
Karena pintu samping bersebelahan dengan rumah tetangga, jadi aman.! "
Ari meminta Titi untuk menutup salah satu pintu kantor bila ia hanya sendirian dikantor.
" Baik bang! " jawab Titi.
" Untuk pengiriman hari ini gimana, dek? jadi pengiriman sesuai jadwal kemarin? " tanya Ari lagi.
" Kita tunggu kabar dari client bang, karena kejadian tadi malam berdampak juga dengan keadaan di lokasi.
Kata mbak Dewi, nanti client akan menelpon untuk memastikan pengiriman.! " jawab Titi.
" Baiklah, abang tunggu disini aja ya sambil menemani adek! " kata Ari lalu duduk dihadapan Titi.
Mereka menunggu berita dari client untuk. pengiriman.
__ADS_1
Jam sepuluh tiga puluh, client menelpon Titi dan meminta pengiriman setengah dari permintaan yang diajukan sebelumnya karena dilokasi tidak bisa menerima seluruh barang yang telah dijadwalkan.
Ari berangkat menuju kelapangan untuk mengatur pengiriman.
Setelah Ari kelapangan, Titi menyiapkan surat pengantar barang serta biaya transport untuk driver.
Jam dua belas, setelah urusan pengiriman barang selesai Ari dan Titi pun pulang, karena mbak Dewi meminta mereka pulang setelah selesai pengiriman.
°°°°°^^^°°°°°
Satu minggu setelah kejadian gempa bumi, suasana masih sangat mencekam.
Di RSUD, para pasien masih diletakkan di tenda-tenda yang dibangun dihalaman rumah sakit.
Para tetangga juga masih banyak yang bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan dihalaman rumah masing-masing.
Begitupun Titi dan keluarganya masih bertahan dibangunan bekas meubel.
Bangunan itu memang sangat luas karena memang bekas tempat orang bekerja membuat berbagai furnitur, disana ada satu kamar bekas tempat tinggal orang yang dipercaya mengurus meubel.
Titi, Ari, dan ibu tidur diatas tumpukan kayu stok untuk pembuatan meubel.
Saat ini meubel itu sudah tutup karena susah untuk mencari karyawan yang handal dalam membuat meubel.
Mereka mengangkat kasur keluar dan saat malam kasur dibentangkan di atas susunan kayu, dan bila siang kasur akan digulung.
Bila malam, ayah akan tidur di kamar yang ada di meubel, karena ga mungkin ikut tidur bersama yang lain.
Titi merasa nyaman tidur diluar dari pada didalam rumah.
Titi dan ibu masih takut kalau tidur didalam rumah.
Jika malam, diluar rumah sangat ramai karena tetangga juga masih banyak yang tidur diluar.
Bapak-bapak akan bergantian berkeliling seperti ronda malam atau berkumpul di pos ronda yang tak jauh dari rumah Titi.
Mereka semua berjaga-jaga bila ada gempa susulan yang lebih besar.
Selama ini memang masih sering terjadi gempa tapi guncangannya terasa lebih kecil.
Karena itulah masih banyak warga yang bertahan di tenda karena takut masih ada gempa susulan yang lebih besar.
Bila malam, suasana seperti sedang berkemah, ada api unggun yang dibuat warga yang masih tinggal di tenda.
Pihak RT sudah mendata warga yang rumahnya mengalami kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat.
Menurut pihak RT akan ada bantuan dari pemerintah bagi semua warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Juga akan ada bantuan sembako juga kebutuhan yang lain bagi semua warga.
Dalam beberapa hari ini, sudah ada bantuan berupa mie instan, beras, dan kain sarung serta ada tenda bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
__ADS_1
»»————><————««