
Sehabis isya, Ari kembali menghubungi pak Bahrudin untuk membuat janji temu, agar Ari bisa melakukan transaksi jual beli tanah.
📱 " Assalamu'alaikum.. " salam Ari pada pak Bahrudin saat mengetahui jika pak Bahrudin seorang muslim.
Tak lama pak Bahrudin langsung membalas pesan yang dikirim oleh Ari.
📱" Waalaikumsalam, ada yang bisa saya bantu, pak Ari? " tanya pak Bahrudin setelah menjawab salam Ari.
📱" Maaf Pak, saya bisa nelepon bapak? saya ingin membicarakan masalah tanah yang kemarin. " kata Ari melalui pesan pada pak Bahrudin.
Pak Bahrudin tidak membalas pesan dari Ari, tetapi langsung menghubungi Ari untuk membicarakan masalah tanah yang kemarin Ari bicarakan.
📱 " Iya pak Ari, ada yang bisa saya bantu? " tanya pak Bahrudin pada Ari saat Ari menerima panggilan teleponnya.
📱" Begini pak, saya besok berencana mau membayar tanah yang kemarin kita bicarakan, kira-kira kita bisa bertemu dimana untuk melakukan transaksi jual beli? "
Ari mengatakan pada pak Bahrudin jika ia akan melakukan pembayaran tanah milik pak Bahrudin dan menanyakan dimana mereka bisa melakukan transaksi jual beli.
📱" Jika pak Ari mau melakukan pembayaran tanah saya yang di jalan Satria Negara, sebaiknya pak Ari datang ke rumah saya, nanti saya kirimkan alamat rumah saya. "
Pak Bahrudin mengatakan jika Ari akan melakukan transaksi pembayaran tanah, Ari diminta untuk datang ke rumah pak Bahrudin dan pak Bahrudin akan mengirimkan alamat rumahnya pada Ari.
📱" Baiklah jika demikian, besok Insya Allah sehabis dzuhur saya akan datang ke rumah pak Bahrudin untuk melakukan pembayaran tanah. "
Kata Ari yang menyetujui jika pembayaran tanah akan dilakukan di rumah pak Bahrudin.
📱" Baik pak Ari, besok saya tunggu kedatangan bapak di rumah dan segera saya kirimkan alamat rumah saya. "
Kata pak Bahrudin yang akan segera mengirimkan alamat rumahnya pada Ari.
Setelah mendapat kesepakatan mengenai tempat pembayaran tanah, Ari dan pak Bahrudin menyudahi percakapan mereka di telepon.
Tak lama setelah sambungan telepon terputus, ada notifikasi pesan masuk di. ponsel Ari.
Setelah Ari membuka pesan tersebut, ternyata pesan itu dari pak Bahrudin yang mengirimkan alamat rumahnya.
Ari membalas pesan dari pak Bahrudin dan mengucapkan terima kasih karena pak Bahrudin sudah mengirimkan alamat rumahnya pada Ari.
__ADS_1
Selesai berkomunikasi dengan pak Bahrudin, Ari men charger ponselnya dan menaruh ponselnya di atas bufet disamping tempat tidur.
" Bagaimana, pay, sudah menghubungi pak Bahrudin? " tanya Titi pada Ari sambil membawa kopi dan kue yang tadi mereka beli di toko kue.
" Alhamdulillah sudah may, pay sudah menghubungi pak Bahrudin dan pak Bahrudin meminta agar pembayaran dilakukan dirumahnya. " jawab Ari pada Titi.
" Ini, kopinya diminum dulu pay, sama ini kue yang tadi kita beli. " kata Titi yang menaruh kopi dan kue di lantai dimana Ari tengah duduk lesehan dikamar mereka.
" Terima kasih, may. " kata Ari sambil mengambil gelas kopi dan menyeruput isinya.
" Jadi besok kita melakukan pembayaran langsung di rumah pak Bahrudin? Memang pak Bahrudin sudah kirim alamat rumahnya? " tanya Titi menanyakan kelanjutan obrolan Ari dan pak Bahrudin.
" Iya, besok selepas dzuhur kita ke rumah pak Bahrudin, pak Bahrudin tadi sudah mengirimkan alamat rumahnya. "
jawab Ari sambil mengambil kue dan memakannya.
" Alhamdulillah jika begitu, semoga besok tidak ada halangan kita untuk melakukan transaksi pembayaran tanah. " kata Titi yang merasa senang karena Ari dan pak Bahrudin sudah sepakat untuk melakukan pembayaran di rumah pak Bahrudin.
" Anak-anak mana, may? kok ga kedengaran suaranya? " tanya Ari yang menanyakan keberadaan anak-anak mereka.
" Tadi sih masih nonton sama ibu. " jawab Titi.
Tiba di ruang tivi, Ari melihat anak-anaknya yang sudah tidur di atas tikar. Terlihat ibu yang mengusap kepala Nanda dan Andi secara bergantian.
" Sudah lama tidurnya, bu? " tanya Ari pada ibu mertuanya.
" Belum lama, bang, mungkin pada kekenyangan setelah makan ayam." jawab ibu pada Ari.
" Abang mau pindahkan ke kamar, bu, kasihan jika mereka tidur di tikar. " kata Ari yang akan menggendong dan memindahkan anak-anaknya ke kamar.
" Belum lama tidurnya, bang, nanti nangis kalau di pindahkan sekarang. " kata ibu yang merasa takut jika anak-anak menangis saat dipindahkan ke kamar karena mereka tertidur belum lama.
" Kelihatannya sudah lelap tidurnya bu, jadi ga akan nangis. " kata Ari sambil mendekati Nanda.
Setelah membaca bismillah, Ari mengangkat Nanda dan memindahkan tidurnya ke kamar.
Melihat Ari menggendong Nanda yang tertidur, Titi merapikan bantal yang akan digunakan oleh Nanda, lalu Ari menidurkan Nanda ditempat yang sudan disiapkan oleh Titi.
__ADS_1
" Adek mana, pay? apa sudah tidur juga? " tanya Titi pada Ari.
" Iya, adek juga sudah tidur, sebentar pay ambil dulu adeknya, biar tidur di kamar." jawab Ari sambil ke luar dari kamar untuk mengambil Andi dan menidurkannya di kamar bersama Nanda.
Setelah kedua anaknya tidur di kamar, Ari dan Titi keluar dari kamar untuk mengobrol dengan ayah dan ibu yang masih menonton televisi.
Ari dan Titi akan memberitahukan kepada ayah dan ibu Titi jika besok mereka akan membayar tanah yang kemarin mereka bicarakan.
Ari dan Titi duduk dilantai beralas tikar, mereka duduk tidak jauh dari ibu, sedangkan ayah duduk di kursi dekat meja makan.
" Bu, Insha Allah besok abang sama Titi mau bayar tanah yang tidak jauh dari rumah Tuti. " kata Ari memberitahu pada orang tua Titi jika besok Ari dan Titi akan membayar tanah yang ingin mereka beli.
" Memang uangnya sudah ada untuk membayar tanah itu, bang? " tanya ibu pada Ari. Ayah hanya mendengarkan saja percakapan ibu dengan Ari dan Titi.
" Alhamdulillah simpanan emas Titi tadi sudah kami jual, dan uangnya cukup untuk membayar tanah tersebut, malah masih ada sisa. " jawab Ari menjelaskan pada ibu jika ia dan Titi sudah menjual perhiasan milik Titi untuk membayar tanah yang ingin mereka beli.
" Syukurlah jika uang untuk membayar tanah itu sudah ada. Ibu sama ayah hanya bisa mendoakan semoga apa yang menjadi keinginan kalian dimudahkan dan dikabulkan oleh Allah." Kata ibu yang mendoakan kemudahan urusan Ari dan Titi saat membeli tanah.
" Aamiin, terima kasih bu atas do'anya. " kata Ari pada ibu.
Ari menceritakan pada ayah dan ibu Titi saat ia dan Titi menjual perhiasan yang dimiliki oleh Titi.
" Alhamdulillah tabungan kalian cukup untuk membayar tanah yang kalian inginkan. Nanti jika ada rejeki, kalian kumpulkan lagi perhiasan untuk simpanan, dari pada menyimpan uang lebih baik menyimpan emas. "
Kata ibu yang meminta Ari dan Titi untuk menyimpan perhiasan sebagai tabungan mereka.
" Iya, bu, Insya Allah, doakan biar ada rejeki untuk membangun rumah jika nanti tanahnya sudah terbeli. " kata Titi yang meminta doa pada ayah dan ibunya agar ia dan Ari bisa membangun rumah sendiri.
" Insya Allah, ibu dan ayah akan selalu mendoakan semua anak-anak ibu dan ayah agar apapun keinginan dan cita-cita kalian di kabulkan oleh Allah. "
Ibu mengatakan jika ibu dan ayah selalu mendoakan kebaikan buat anak-anak mereka.
Setelah mengobrol dengan ibu, akhirnya Ari dan Titi pamit untuk beristirahat karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Ari dan Titi kembali ke kamar untuk beristirahat.
🦂🦂🦂
__ADS_1
🦂🦂Do'a terbaik dari kedua orang tua akan selalu menyertai setiap langkah anak-anaknya. 🦂🦂
🦂🦂 Jangan pernah menyakiti hati kedua orang tuamu juga hati kedua mertuamu, karena mereka sama-sama memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka.🦂🦂