Nastiti

Nastiti
Bab 78. Ana Yang Selalu Menjaga Ari.


__ADS_3

Cinta mengharukan adanya kerinduan, kerinduan mengharukan adanya kelembutan.


Bareng siapa kehilangan rasa rindu dan kelembutan, maka dia bukan pecinta.


🦂🦂


Tanpa adanya rasa luka, manusia takkan dapat merasakan kenikmatan.


Jarang didapati kenikmatan datang tanpa diiringi oleh rasa luka atau sebaliknya.


🦂🦂


Hati istri bagaikan mutiara, hanya pemburu lihai yang mampu mendapatkannya.


🦂🦂


" Kasihan pak Bari kalau harus turun ke lapangan. " kata Ari lagi.


" Tidak juga. Pak Bari terkadang hanya memberi DO untuk rit pertama saja, untuk yang kedua langsung memberikan jadwal pada kami, jadi pak Bari tidak perlu menunggu di lapangan. " kata bang Bahar pada Ari.


" Sudah Ari, istirahat saja, ga perlu ngomongin pekerjaan. " kata kak Rubi tegas pada bang Ari.


Kak Rubi tidak ingin bang Ari terlalu banyak bicara, karena jika sudah bicara ia tidak akan berhenti, apa pun akan ia katakan.


Tentang sesuatu yang mungkin dianggap orang tidak masuk akal.


Jadi sebelum Ari mengatakan sesuatu yang tidak-tidak, kak Rubi memintanya untuk tidak banyak bicara.


Walau ada yang mengatakan jika bang Ari terkena gangguan jiwa, ia masih mengenali semua teman-temannya yang datang.


Ia ingat nama mereka satu persatu.


Terkadang hak itulah yang membuat Titi merasa sedih, saat orang mengatakan jika bang Ari terkena gangguan jiwa.


Mereka tidak tahu jika bang Ari dirawat di bagian umum, bukan bagian kejiwaan.


Dokter yang memeriksanya pun dokter umum, bukan psikiater.


Mereka hanya tahu jika bang Ari dirawat di RS JKO, dan itu merupakan rumah sakit tempat orang gangguan jiwa.


Hanya orang yang bermasalah kejiwaannya yang dirawat disana.


Itu persepsi mereka yang tidak tahu.


Sama seperti Titi yang awalnya juga menganggap demikian sehingga ia menyalahkan keluarga suaminya yang membawa bang Ari kesana.


Teman-teman Ari yang tahu kondisi Ari, akhirnya tidak lagi mengajak Ari untuk mengobrol.


Mereka membicarakan hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan Ari ataupun mengenai pekerjaan.


Tapi sesekali Ari masih berusaha menimpali kata-kata mereka.


Tidak begitu lama, temen-teman Ari dan Titi pun pamit untuk pulang, karena hari menjelang sore, terlebih mereka tidak ingin mengganggu waktu istirahat Ari.

__ADS_1


" Kalau begitu kami pamit dulu ya, Ti? hari sudah sore, nanti orang rumah mau ngajak ngabuburit. " kata bang Mus yang pamit pada Titi.


Teman-teman yang lainpun berpamitan pada Titi juga kak Rubi dan suaminya yang masih ada disana.


" Cepat sembuh ya, Ri.. biar bisa cepat masuk kerja lagi. " kata Bahar pada Ari.


" Iya bang, terima kasih. " kata Ari pada bang Bahar.


Setelah berpamitan pada semua yang ada di ruangan itu, bang Mus dan yang lainnya meninggalkan ruang rawat Ari.


Setelah teman-temannya pulang, Titi mengobrol dengan kak Rubi dan mas Seno.


Ana yang mendengar obrolan kami pun terbangun dari tidurnya.


" Ana ikutan jadi pasien di sini, ga pulang-pulang semenjak Ari dirawat disini. " kata kak Rubi pada Ana.


" Gimana mau pulang, kalau Ana pulang, abang sama siapa? Kak Titi kerja dan sore pulang kerja baru bisa kesini. "


Kata Ana yang membela diri karena dikatakan tidak pulang-pulang.


" Iya kak, untung ada Ana, kalau tidak Titi repot juga, tidak ada yang menjaga bang Ari kalau Titi sedang bekerja. "


Kata Titi yang merasa bersyukur karena Ana bisa membantu untuk menjaga Ari pada saat ia bekerja.


" Iya, Ana jadi seperti pasien saja, tidurnya pun di ranjang pasien. "


Kata maaf Seno menggoda Ana.


" Iya mas, untung disini sepi, tidak ada pasien lain, Ana jadi bisa tidur di ranjang pasien. " kata Ana pada mas Seno.


Ana bengong sendiri, ga tahu mau ngapain. "


Kata Ana yang mengeluhkan jika ia sedang jaga sendiri, tidak ada yang menemaninya untuk mengobrol.


" Lah, bukannya Awal suka kesini kalau pagi? " tanya kak Rubi heran.


" Ada, kadang Awal datang pagi tapi cuma sebentar, lalu balik lagi.


Katanya dia mengantuk dan mau tidur. "


Ana mengatakan jika Awal hanya datang menjenguk sebentar, lalu kembali pulang.


" Ya sudahlah An, kan enak kamu disini, tidak perlu mengurusi rumah.


Tidak perlu memasak dan mencuci, saat mau buka dan sahur ada yang mengantarkan makanan. " kata mas Seno lagi pada Ana.


" Ya seenak-enaknya di rumah sakit mas, masih enak dirumah sendiri walaupun banyak pekerjaan. "


Kata sambil tersenyum.


" Ibu sama kak Reni mana kak, kok nggak pernah datang kesini? " tanya bang Ari yang menanyakan keberadaan ibunya.


Mungkin ia heran, karena selama dua hari berada di rumah sakit, ibunya dan kak Reni belum pernah menjenguknya.

__ADS_1


" Ibu sama Reni mungkin besok baru kesini. Bulan puasa seperti ini, ibu sama Reni kan sibuk, mereka kan berjualan makanan setiap sore selama bulan puasa. " kak Rubi mengatakan jika ibu dan kak Reni punya kesibukan selama bulan puasa.


Mereka berjualan makanan didepan rumah.


" Ibu masih jualan juga kak? " tanya Ana pada kakaknya.


" Iya, kata ibu sayang kalau tidak jualan, sudah terbiasa sejak dulu, jadi sudah punya langganan setiap bulan puasa. " kata kak Rubi menjelaskan pada Ana.


" Nanda tidak pernah dibawa kesini, Ti? " tanya mas Seno yang menanyakan Nanda pada Titi.


" Tidak mas, kasihan jika Nanda dibawa ke sini, ibu dirumah juga tidak mengizinkan untuk membawa Nanda,. makanya ibu juga belum ada kesini buat menjenguk bang Ari. "


kata Titi menjelaskan jika Nanda belum pernah dibawa menjenguk ayahnya dirumah sakit.


" Iya, biarlah,. lebih baik Nanda ga usah diajak ke sini, nanti dia malah nangis ga mau pulang kalau lihat mamanya ada disini. " kata kak Rubi pula.


Menjelang sore, kak Rubi dan mas Seno berpamitan untuk pulang.


Kak Rubi harus menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.


" Sudah sore, kakak pulang dulu ya Ti? Belum masak untuk nanti buka. "


kata kak Rubi pada Titi.


" Untuk buka nanti ga perlu beli makanan, biar nanti Awal yang antar makanan untuk buka puasa kesini. "


kata kak Rubi lagi.


" Iya kak, terima kasih. " kata Titi.


" Ari, mas pulang dulu ya? jangan banyak pikiran biar cepat sembuh. "


kata mas Seno pada Ari.


" Iya mas, terima kasih. " kata Ari pula.


" Ana, kakak pulang dulu, baik-baik kalau disuruh jaga Ari, jangan kerjaannya malah tidur terus. " kata kak Rubi pada Ana.


" Iya kak, Ana bener kok kalau jaga bang Ari. Tadi Ana tidur kan setelah kak Titi datang. Lagian, kak Titi yang suruh Ana istirahat. " kata Ana yang tidak mau jika ia main-main saat diminta menjaga Ari.


" Ya sudah, kakak pulang dulu. "


kata kak Rubi.


Ia mendekati ranjang Ari dan mengelus tangannya.


" Cepat sembuh, ya? " kata kak Rubi singkat pada Ari.


Terlihat jika kak Rubi merasa sedih melihat keadaan Ari.


Sebagai anak tertua, ia tentu sangat menyayangi adik-adiknya dan berharap semua adiknya baik-baik saja.


" Iya, kak! " kata Ari pula.

__ADS_1


Setelahnya, kak Rubi dan mas Seno pun meninggalkan ruang rawat Ari.


🦂🦂🦂


__ADS_2