Nastiti

Nastiti
Bab 121. Cerita Mengenai Mantan


__ADS_3

Ari, Titi dan kedua anaknya merasa nyaman tinggal di rumah baru mereka.


Titi juga sudah mengenal tetangga yang berada disekitar rumahnya.


Titi tidak menyangka jika kepindahannya ke sana membuat ibu RT cemburu padanya karena Pak RT merupakan teman Titi saat masih duduk di bangku SMP.


Pak RT merupakan salah seorang anak mbah Rahmat dan memang dulu ketika Titi kelas tiga SMP, Titi satu kelas dengannya.


" Mbak, tadi ibu RT ke rumah dan bertanya pada Titi, apa benar mbak dulu pernah pacaran dengan pak RT saat masih SMP, kata bu RT, pak RT mengaku jika dulu pernah berpacaran dengan mbak. " kata Tuti yang mengatakan jika ibu RT datang menemuinya.


" Jadi kamu jawab apa, Tut? " tanya Titi setelah mendengar cerita Tuti.


" Tuti bilang ke bu RT bahwa mbak tidak pernah pacaran saat masih sekolah, apalagi saat masih SMP, sudah di SMA aja mbak tidak pernah pacaran. " jawab Tuti.


Titi dan Tuti memang sering saling terbuka jika mereka ada masalah.


Walaupun usia mereka terpaut tiga tahun, tapi Tuti sangat tahu jika Titi tidak pernah berpacaran saat masih sekolah. Kecuali ketika ia hampir tamat sekolah dan itupun berpacaran dengan Toni, dan bukan teman sekolah Titi.


" Apa bu RT percaya saat kamu berkata seperti itu? bisa saja bu RT berpikir jika kamu hanya membela mbak. " tanya Titi pada Tuti.


" Tuti bilang saja kalau bu RT tidak percaya, bu RT bisa ketemukan pak RT sama mbak biar tahu cerita yang sebenarnya, tapi bu RT malah menolak. " jawab Tuti.


" Biarlah Tuti kalau bu RT berpikir mbak mantan pak RT, yang penting mbak tidak pernah merasa berpacaran dengan pak RT saat masih sekolah, dan memang pak RT dulu pernah naksir sama mbak tapikan tidak pernah mbak tanggapi. " kata Titi yang tidak mau ambil pusing.


" Tapi warga disini sudah heboh mbak dengan berita mbak mantan pak RT. " kata Tuti lagi.


" Biarlah Tut, yang penting mbak tidak pernah mengganggu rumah tangga mereka dan rumah tangga mbak juga baik-baik saja. Nanti mbak akan ceritakan hal ini pada bang Ari agar tidak ada salah paham. " kata Titi yang merasa tidak pernah berniat untuk menganggu siapapun.


🦂🦂


Malam hari saat Titi dan Ari akan beristirahat, Titi menceritakan apa yang disampaikan oleh Tuti pada Titi tadi siang.


" Pay, ternyata ada berita yang bikin heboh saat kita pindah kesini. " kata Titi pada Ari saat mereka sedang duduk di ruang tamu.


" Berita heboh apa may? kenapa bisa heboh saat kita pindah kesini? " tanya Ari pada Titi.

__ADS_1


" Tadi Tuti cerita jika ia didatangi oleh bu RT dan bertanya apa benar jika may pernah berpacaran dengan pak RT saat masih sekolah, karena pak RT bilang ke bu RT jika dia pernah berpacaran dengan may. " jawab Titi menjelaskan pada Ari.


" Memang benar may pernah berpacaran dengan pak RT saat masih sekolah?" tanya Ari ingin memastikan.


" Mana pernah may pacaran saat masih sekolah. Pay kan tahu jika may tidak mau berpacaran saat masih sekolah, apalagi saat masih SMP. " jawab Titi


Titi lalu menceritakan pada Ari mengenai Pak RT yang pernah naksir pada Titi.


Ari pun mengerti dan percaya pada apa yang dikatakan oleh Titi karena Ari tahu jika Titi tidak pernah berbohong padanya . Ari dan Titi saling terbuka satu sama lain dan tidak ada yang mereka tutupi tentang masa lalu mereka.


" Pantas wak Cecep dan wak Maman suka senyum-senyum kalau lihat Titi, mungkin mereka sudah mendengar tentang gosip Titi yang pernah berpacaran dengan Pak RT. " kata Titi pada Ari saat mengingat jika wak Cecep dan wak Maman seperti menyimpan sesuatu saat melihat Titi.


Saat ini wak Cecep dan wak Maman sedang merapikan kolam yang berada dibelakang rumah Titi untuk dijadikan kolam ikan.


" Biarkan ajalah may, orang mau berpikir seperti apa, yang penting rumah tangga kita baik-baik saja, lagian itu juga masa-masa may dan Pak RT masih sama-sama duduk dibangku SMP. " kata Ari lagi.


" Besok kita ceritakan pada wak Cecep dan wak Maman agar mereka tahu cerita yang sebenarnya. " imbuh Ari lagi.


" Memang may tidak pernah naksir cowok waktu masih SMP? " tanya Ari ingin tahu masa remaja Titi.


" Ada sih pay yang may suka saat may masih SMP, tapi kami cuma berteman aja karena dia suka sekali usil sama may, waktu itu may satu kelas saat kelas satu dan dua SMP, pas kelas tiga kami beda kelas. " jawab Titi menceritakan masa-masa SMP nya.


" Kok jadi bahas masalah cowok may sih, pay? kan pay sudah tahu semuanya?" tanya Titi.


" Tidak apa-apa, hanya sekedar bernostalgia dengan orang yang pernah dekat dengan may saja. " jawab Ari.


" Nanti pay cemburu? " seloroh Titi pada Ari.


" Untuk apa cemburu? itukan masa lalu dan sekarang kita sudah menikah dan punya anak, jadi masa lalu itu hanya sekedar cerita yang tidak mungkin diulang lagi. " kata Ari pula.


" Ada sih seseorang yang bikin may jadi tersangka, tapi may sadar diri kalau dia sudah bertunangan dan may tidak mau merusak hubungan mereka. " ucap Titi.


" Tersangka, maksudnya..?? " tanya Ari heran.


" Iya, tersangka, terlanjur sayang tapi kandas. " jawab Titi sambil tertawa.

__ADS_1


" Jadi, kasih tak sampai dong? " tanya Ari lagi.


" Ho'oh. " jawab Titi masih dengan tawanya.


" Ada-ada aja kamu may, pake tersangka segala. " kata Ari sambil ikut tertawa karena merasa lucu dengan istilah yang dikatakan oleh Titi.


Ari dan Titi akhirnya bercerita tentang masa-masa remaja yang mereka alami sehingga mereka tertawa jika ada hal-hal yang lucu.


🦂🦂


Siang ini, saat wak Cecep dan wak Maman sedang beristirahat, Titi dan Ari menghampiri mereka untuk mengobrol mengenai kolam yang mereka kerjakan.


" Nanti di bagian kanan dan kiri kolam yang ada siring kecil kita pasang gorong-gorong agar air bisa mengalir seperti biasa agar saat hujan tidak terjadi banjir.


Tapi di bagian gorong-gorong yang di dalam kolam kita tutup dengan jaring kawat agar ikan tidak keluar. " kata wak Cecep menjelaskan pada Ari mengenai aliran air kolam.


" Baik wak, nanti saya beli dulu gorong-gorong nya agar bisa dipasang.


Tapi pematang kolam di buat tinggi ya wak, agar air tidak meluber saat musim hujan. " kata Ari pada wak Cecep.


Setelah mereka berbicara mengenai kolam, Titi bertanya mengenai berita yang tersebar mengenai dirinya dan Pak RT.


" Ada berita heboh ya wak mengenai saya dan pak RT? " tanya Titi pada wak Cecep dan wak Maman.


" Kok ibu tahu beritanya? ada yang cerita sama ibu, ya? apa benar ibu dulu mantannya Pak RT? " tanya wak Maman sambil tertawa.


Wak Maman dan wak Cecep merasa penasaran dengan berita tersebut, tapi tidak berani bertanya pada Titi.


Akhirnya Titi menceritakan hal yang sebenarnya pada wak Cecep dan wak Maman agar tidak ada salah paham dan tidak ada berita yang tidak menyenangkan.


" Maaf ya bu, jika saya merasa penasaran dengan berita itu, karena berita itu sedang heboh saat ini. " kata wak Maman setelah mendengar cerita Titi.


" Iya wak, tidak apa-apa, yang penting tidak ada yang salah paham. " kata Titi pula.


Titi merasa lega setelah meluruskan berita itu pada wak Cecep dan wak Maman agar mereka tahu cerita yang sebenarnya.

__ADS_1


🦂🦂🦂


🦂🦂 Sebenarnya apa yang dilihat dan didengar belum tentu itu suatu kebenarannya, teliti dan cari tahu kebenarannya sebelum menilai sesuatu. 🦂🦂


__ADS_2