Nastiti

Nastiti
Bab 64. Pasca Melahirkan


__ADS_3

Setelah Titi mandi, ia dibaluri jamu parem oleh ibu, perut Titi dililit stagen panjang, lalu Titi diberi minum jamu bersalin untuk 40 hari.


Ibu Titi merupakan orang tua yang masih kolot, masih mengikuti tradisi nenek moyang.


Banyak pantangan yang harus Titi jalani sebelum empat puluh hari lahiran.


Ibu menjaga ketat keadaan Titi setelah melahirkan.


*****


" Ti, setelah sarapan nanti jangan lupa diminum jamunya, tapi tunggu dingin dulu..! " pinta ibu pada Titi.


" Baik, bu..! " jawab Titi.


Titi makan nasi dengan lauk ayam panggang yang sengaja dipotong oleh ayah untuk diambil darahnya.


Darah ayam tersebut dioleskan pada alis Titi sebagai syarat dan dagingnya dipanggang buat makan.


Untuk hari pertama hingga hari ketiga melahirkan, Titi masih boleh makan makanan apapun.


Setelah hari ke empat, ibu akan memantang makanan yang bisa dan boleh dimakan oleh Titi.


Jadi, hari ini Titi masih boleh makan dengan lauk apapun.


Saat Titi tengah makan, ibu bersiap untuk menguburkan ari-ari disamping rumah.


Ari-ari yang sudah dibersihkan dari sisa darah, diletakkan diatas kain putih lalu dimasukkan kedalam kendi kecil.


Sebagai pelengkap, kedalam kendi dimasukkan gula merah, garam, bawang merah, asam Jawa, jeruk nipis, bawang putih, lalu kain putih diikat dan kendi pun ditutup.


Kendi yang berisi ari-ari dikubur dalam lubang sedalam setengah meter agar tidak dibongkar oleh binatang.


Saat malam selama empat puluh hari, diatas kuburan ari-ari akan diberi penerangan yang maknanya agar ari-ari dan bayi diberi pencerahan.


Cara mengubur dan memberi bumbu pada ari-ari setiap daerah berbeda, sesuai dengan tradisi masing-masing daerah.


Saat melihat ibu yang memberi bumbu pada ari-ari, bu bidan tertawa dan berkata,


" Kenapa ga diberi santan bik..? terus direbus buat sayur! "


Ia memang tidak mengerti dengan tradisi yang dilakukan oleh ibu Titi.


" Iya, mamah Soni.. tradisi bibik memang seperti ini, harus lengkap bumbu nya agar si anak manis budi pekertinya, tidak bermuka masam dan memiliki sifat baik lainnya."


" Bumbu yang ditaruh hanya sebagai simbol untuk kepribadian anak aja! "


Jawab ibu Titi menjelaskan pada bu bidan makna bumbu yang ada dalam kendi ari-ari.


Setelah ayah menguburkan ari-ari, ibu melihat Titi yang telah selesai makan dan meminum jamu yang sudah ibu seduh.


\=\=\=\=°°°\=\=\=\=


Setelah makan dan minum jamu, Titi duduk ditepi tempat tidur dan menyandar pada kepala tempat tidur.

__ADS_1


Titi memperhatikan putra nya yang tertidur dengan nyenyak.


Bu bidan duduk di kursi dekat Titi, juga ikut memperhatikan bayi yang tertidur.


" Wajahnya mirip sekali dengan ayahnya, ga ada mirip-miripnya sama kamu Ti.! " kata bu bidan pada Titi sambil tertawa melihat bayi yang tertidur dengan tenang.


Sesekali mulutnya bergerak seperti sedang mengemut sesuatu.


Titi hanya tersenyum mendengar kata-kata bu bidan jika bayinya mirip dengan Ari, suaminya.


" Jam berapa mulai terasa kontraksinya, Ti..? tanya bu bidan.


" Malam bu, habis isya sudah mulai terasa sakit tapi ga seberapa, lalu sakitnya hilang. "


" Titi sempat tidur, jam empat baru terasa sakit lagi, tapi belum ngasih tahu ibu.


Habis subuh baru bang Ari ngasih tahu ibu kalau Titi mau lahiran. "


Jawab Titi sambil menjelaskan pada bi bidan saat Titi merasa kontraksi.


" Kalau dari tadi malam, kebayang baru ngasih tahu ibu sudah pagi, sudah hampir jam tujuh? " tanya bu bidan lagi.


" Sengaja bu, Titi minta bang Ari nelpon ibu agak siangan pas dekat melahirkan.


Terus terang Titi takut digunting bu..! " jawab Titi sambil tersenyum malu.


" Kenapa harus digunting? setiap bayi sudah punya jalan lahir sendiri, tak perlu main gunting. " kata bu bidan lagi sambil tertawa.


" Ini juga, mana Ari belum pulang ke rumah, ga adzani anaknya.! " kata bu bidan menanyakan keberadaan Ari.


Paling nanti pulangnya saat jadwal pertama mobil sudah berangkat mengantar barang.! " jawab Titi menjelaskan pada bu bidan.


Saat Titi mengobrol dengan bu bidan, Titi mendengar ada yang mengucap salam dari teras depan.


" Assalamu'alaikum.. "


" Wa'alaikumussalam.. ! " jawab Titi dan bu bidan bersamaan.


" Itu jemputan sudah datang. " kata bu bidan.


Rupanya itu suara suami bi bidan yang datang untuk menjemput bu bidan pulang.


Ibu datang membuka pintu dan mempersilahkan suami bu bidan untuk masuk.


" Papah Soni, silahkan masuk.. mamah Soni ada dikamar Titi. " kata ibu pada suami bu bidan.


" Iya bikin, terima kasih! " kata suami bu bidan sambil masuk dan duduk di ruang tamu.


" Ti.. ibu pulang dulu ya? Untuk akte kelahiran nanti ibu yang urus sekalian, siapkan aja berkasnya! " pamit bu bidan pada Titi.


" Iya bu, terima kasih.. nanti Titi minta bang Ari siapkan persyaratan nya.! " jawab Titi.


" Besok pagi ibu kesini lagi, sekitar jam delapan untuk memandikan bayi. " kata bu bidan lagi.

__ADS_1


" Baik bu! Insya Allah besok persyaratan untuk akte kelahiran sudah bisa disiapkan.! " jawab Titi.


Setelah berpamitan, bu bidan dan suaminya pun langsung pulang karena bu bidan ada jadwal dinas ke Puskesmas.


Sepeninggal bu bidan, Titi turun dari tempat tidur untuk kekamar mandi.


Saat keluar kamar bertepatan dengan Ari yang baru aja datang.


" Assalamu'alaikum.. mau kemana, dek? " tanya Ari.


" Waalaikumsalam..Ini, Titi mau kekamar mandi bang, mau pipis! " jawab Titi.


" Sini abang bantu! " kata Ari lagi.


" Tapi tolong buka stagen nya dulu bang, Titi ga bisa buka pakaian dalam, terlilit sama stagen! " Titi meminta bantuan Ari untuk membantu membuka stagen yang melilit dari pinggul hingga ke perut nya.


Ari membantu Titi membuka stagen, lalu setelahnya Titi masuk kekamar mandi.


Selesai melakukan hajatnya, Titi kembali dipapah menuju kamar oleh Ari.


" Bang, tolong panggil ibu untuk minta dipasangkan stagen lagi! " pinta Titi pada Ari.


" Baik dek, tunggu sebentar.. abang cari ibu dulu ke rumah belakang.


Tadi sedang ngobrol sama aki dan nini.! "


Setelah mendudukkan Titi di kursi yang ada dikamar, Ari pergi kebelakang untuk memanggil ibu dan memintanya memasangkan stagen Titi.


" Maaf bu.. Titi minta tolong pasang stagen, tadi Titi dari kamar mandi! " pinta Ari pada ibu yang sedang duduk bersama aki dan nini.


" Iya, sebentar! " jawab ibu sambil berdiri dari duduk nya.


Setelah pamit pada aki dan nini, ibu kekamar Titi diikuti oleh Ari.


Di kamar, ibu membenarkan kembali stagen yang dikenakan oleh Titi..


" Celananya ga usah ikut dililit stagen bu, biar ga susah kalau mau buang air! " pinta Titi pada ibu.


Setelah selesai, ibu melihat cucunya yang masih tertidur.


" Ti.. jangan tidur siang dulu ya, kalau ngantuk harus ditahan, Kalau tidur siang takut nanti darah putih naik, bahaya! " kata ibu pada Titi.


" Ibu sudah buat wajit untuk ngemil, banyak makan manis biar air susu lancar." kata ibu lagi.


Ibu meletakkan satu toples wajit dan teh tawar hangat diatas nakas, agar Titi tidak turun naik dari tempat tidur.


Ibu meminta Titi untuk tidak banyak bergerak.


Titi hanya mendengarkan apa yang ibu sampaikan.


Titi tahu, ibu sangat memperhatikan keadaannya setelah melahirkan.


Walau banyak pantangan, Titi mengikutinya karena menurut Titi semua demi kebaikan Titi sendiri.

__ADS_1


✧༺♥༻✧


Notes : Jangan lupa dukungannya nya readers dg memberi Like, komen & vote. 🙏🙏


__ADS_2