Nastiti

Nastiti
Bab 98. Lahirnya Sang Jagoan.


__ADS_3

Ibu kembali masuk ke kamar Titi dengan membawa segelas air putih dari ayah.


" Ini Ti, minum dulu airnya. " kata ibu sambil membantu Titi untuk meminum air pemberian ayah.


Titi meminum air yang diberikan oleh ibu hingga habis, lalu membaringkan lagi tubuhnya.


" Bu, sebentar lagi kak Ruby datang bawa mobil. " kata Ari yang sudah menelepon kakaknya dan meminta kakaknya untuk membawa Titi ke rumah sakit.


Tiba-tiba Titi merasakan perutnya kembali mules.


Sekuat tenaga Titi memegang tangan ibu dan Ari yang ada disampingnya.


Sebelah tangan ibu digenggam erat oleh Titi karena Titi tidak bisa menahan rasa sakit di perutnya.


Sebelah tangan ibu mengusap kepala Titi dan memberi Titi semangat.


" Bismillah Ti, kamu pasti bisa! " kata ibu yang terus mengusap kepala Titi berusaha memberikan Titi ketenangan dan kekuatan.


Bu bidan sudah berdiri didepan jalan lahir dan memeriksa jalan lahir.


" Sudah terlihat kepalanya, Ti. Nanti kalau ibu minta untuk mengedan, Titi mengedan ya, kalau tidak jangan dipaksakan.


Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan. "


Bu bidan terus mengarahkan Titi untuk menarik nafas sambil memperhatikan jalan lahir.


" Ayo Ti, hitungan ketiga Titi dorong ya?


Yok, satu.. dua.. tiga, dorong Ti! " kata bu bidan memberi aba-aba.


Titi berusaha untuk mendorong bayinya keluar.


Usaha pertama Titi masih belum berhasil karena bayinya masih belum keluar.


" Sekali lagi ya, Ti? " kata bu bidan yang meminta Titi untuk mengulangi mendorong bayinya keluar.


Sesuai aba-aba dari bu bidan, Titi mulai menarik nafas dan mendorong keluar saat bu bidan meminta Titi untuk mengedan.


Pukul dua puluh empat puluh malam, terdengar suara tangisan bayi dengan nyaring.


Putra kedua Ari dan Titi telah lahir dengan selamat.


Seorang bayi laki-laki yang putih dan bersih dengan rambut yang lebat dan hitam.


" Alhamdulillah.. " kata ibu, bu bidan, Ari serta Titi bersamaan saat mendengar tangis bayi yang terdengar nyaring.


Ari langsung turun dari samping Titi dan menghampiri bu bidan.


Di gendongnya bayi yang masih berlumur darah itu dengan perasaan bahagia.


" Sebentar ya Ti, tunggu mules sekali lagi untuk mengeluarkan ari-ari nya. " kata bu bidan yang melilit tali pusar dengan gunting dan menahannya.

__ADS_1


Setelah menunggu sebentar, bu bidan menekankan perut Titi pelan, lalu meminta Titi untuk mengedan.


Tak lama, ari-ari pun keluar dan ditaruh kedalam baskom yang sudah disiapkan oleh ibu.


Bu bidan masih mengurusi Titi dengan membersihkan rahim Titi dari sisa darah yang tertinggal.


Ibu pergi ke dapur untuk menyiapkan air hangat untuk memandikan bayi juga memasak air untuk mandi Titi.


" Alhamdulillah bayi Titi sudah lahir yah, laki-laki, putih sekali bayinya, yah. " kata ibu yang memberitahu ayah jika Titi melahirkan bayi laki-laki.


Ayah hanya tersenyum bahagia dan mengucapkan syukur dalam hatinya.


" Alhamdulillah setelah minum air dari ayah, Titi bisa melahirkan dengan selamat. Kasihan Titi tadi terlihat sudah sangat kelelahan. " kata ibu pada ayah sambil menyiapkan air untuk memandikan bayi.


Bu bidan menghampiri ibu dengan menggendong bayi Titi untuk dimandikan.


Ibu kembali ke kamar untuk menyiapkan pakaian bayi serta merapikan tempat tidur Titi.


" Bang, bantu ibu memindahkan Titi sebentar, ibu akan mengambil perlak kotor ini. " kata ibu yang meminta bantuan Ari untuk memindahkan Titi dari tempat tidur.


Ibu akan mengambil perlak yang digunakan sebagai alas Titi melahirkan.


Titi sendiri sudah selesai dibersihkan oleh bu bidan sebelum bu bidan memandikan bayi Titi.


Setelah perlak diambil dan ibu merapikan tempat tidur, Titi kembali dibaringkan di atas kasur dibantu oleh Ari.


" Selamat ya, bayi kita laki-laki. Putih dan bersih banget. " kata Ari pada Titi sambil tersenyum dan mencium kening Titi dengan perasaan bahagia.


Bu bidan kembali dengan membawa bayi yang sudah dimandikan dan siap dipakaikan baju yang sudah disiapkan oleh ibu.


Setelah mengenakan pakaian dan di bedong, bayi itu diserahkan pada Titi untuk disusui.


🦂🦂


" Assalamu'alaikum. " terdengar ada yang mengucapkan salam dari arah pintu belakang.


" Waalaikumsalam. " jawab ayah dan ibu yang berada di dapur dan melihat ke pintu dapur yang terbuka.


" Ruby, ayo masuk! " kata ibu saat melihat kak Ruby dan suaminya yang datang.


Kak Ruby dan suaminya mengalami ayah dan ibu Titi, lalu ibu mengajak mereka masuk.


" Alhamdulillah Titi nya sudah melahirkan, jadi ga perlu dibawa ke rumah sakit. " kata ibu pada kak Ruby.


" Alhamdulillah kalau Titi sudah melahirkan, tadi Ari yang menelepon dan mengatakan jika Titi akan melahirkan dan mau dibawa ke rumah sakit. "


Kak Ruby mengatakan pada ibu jika tadi Ari meneleponnya dan minta mengantarkan Titi ke rumah sakit.


" Iya, tadi Titi sudah kecapean tapi bayinya belum mau lahir, jadi bu bidan menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah bayinya mau lahir di rumah jadi ga perlu dibawa ke rumah sakit. " kata ibu menjelaskan keadaan Titi pada kak Ruby.


Kak Ruby diajak ibu untuk masuk ke kamar Titi sementara suaminya menunggu diruang tamu bersama ayah.

__ADS_1


" Selamat ya, Ti! " kata kak Ruby sambil cipika cipiki dengan Titi dan Titi menyalami kak Ruby serta mencium punggung tangannya.


" Terima kasih, kak! " kata Titi sambil tersenyum.


" Apa kabar, bu? " kata kak Ruby menyalami bu bidan yang baru selesai membereskan alat-alat kesehatan yang dibawanya.


" Alhamdulillah sehat. Sudah sampai kesini juga. " kata bu bidan pada kak Ruby.


" Iya tadi Ari menelepon minta antar ke rumah sakit. " kata kak Ruby.


" Iya Alhamdulillah bisa lahiran di rumah. " kata bu bidan lagi.


" Lihatlah, anak Titi mirip sekali dengan Ari, seperti Ari kecil saja. " kata bu bidan yang mengatakan jika bayi Titi sangat mirip dengan Ari.


" Ti, mandi dulu.! " kata ibu yang meminta Titi untuk mandi.


Dibantu Ari, Titi berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat Titi mandi, yang lain menunggu dan mengobrol diruang tamu.


Malam ini keluarga Titi sangat bahagia dengan kelahiran putra kedua Titi dan Ari.


Kak Ruby membawa bayi itu keluar dan memperlihatkan pada suaminya.


" Lihat yah, anak Ari ganteng banget, kulitnya putih bersih, beda sama ayahnya yang hitam, tapi wajahnya mirip sekali dengan Ari.


Kata kak Ruby sambil memandang gemas bayi yang tengah tertidur itu.


" Jangan digendong terus bu, tidurkan lagi. " kata suami kak Ruby setelah melihat bayi dalam gendongan kak Ruby.


Kak Ruby membawa bayi itu kembali ke kamar dan menidurkan disamping Titi.


Titi telah selesai mandi dan berganti pakaian, Titi sudah terlihat segar dan duduk di atas tempat tidur dengan menyandarkan punggungnya pada kepala tidur.


" Anak kamu putih bersih dan rambutnya hitam banget, Ri. " kata kak Ruby pada Ari.


" Mungkin karena sewaktu hamil Titi rajin minum susu kedelai sama air kelapa kak, jadi bayinya bersih dan rambutnya lebat. "


Kata Ari yang mengatakan jika Titi rajin minum air kelapa dan juga minum susu kedelai selama hamil.


" Ruby, teh untuk Ruby ibu taruh dimeja depan. " kata ibu yang membuatkan teh untuk kak Ruby.


" Terima kasih, bu, kok malah repot-repot buatkan teh segala. " kata kak Ruby pada ibu.


Ibu membawakan makanan untuk Titi karena Titi pasti lapar setelah melahirkan.


Ari dengan telaten menyuapi Titi makan hingga makanan yang ada di piring Titi habis.


🦂🦂🦂


🦂🦂 Jangan merasa kecewa akan sikap seseorang padamu jika kamu sendiri sering mengecewakan orang lain. 🦂🦂

__ADS_1


🦂🦂 Hargailah setiap proses yang membawamu pada perubahan yang lebih baik. 🦂🦂


__ADS_2