
Siang ini, Ari akan kembali ke lokasi proyek setelah dua hari libur dan menikmati kebersamaannya dengan Titi.
Ari dan pak Supri telah menyiapkan semua keperluan yang akan dibawa ke lokasi.
Semua barang-barang yang akan dibawa telah dinaikkan ke atas truk yang akan digunakan untuk mengangkut barang-barang itu.
Ada batu bata, semen, BBM Solar dan bahan makanan untuk para pekerja.
Ari dan pak Supri bersama beberapa pekerja yang akan kembali ke lokasi telah bersiap untuk berangkat.
" Dek, abang berangkat dulu ya? Do'akan pekerjaan abang lancar, jadi abang bisa cepat pulang untuk mempersiapkan acara pernikahan kita. " pamit Ari pada Titi.
" Iya bang, hati-hati dijalan. Semoga semua pekerjaan abang lancar hingga bisa selesai tepat waktu.
Titi tunggu abang kembali untuk mempersiapkan pernikahan kita. " jawab Titi pada Ari.
Titi melepaskan kepergian Ari dengan doanya, doa agar semua pekerjaan yang dilakukan Ari berjalan lancar.
Doa agar Ari selalu dalam lindungan Allah dalam menjalankan semua aktivitasnya.
Selepas juhur, Ari dan teman-temannya berangkat ke lokasi.
Titi juga melanjutkan pekerjaannya, karena banyak yang harus ia kerjakan hari ini.
Titi harus menyiapkan berkas-berkas perpanjangan kontrak dengan client.
Titi fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya karena banyak berkas yang harus ia siapkan.
Tiga hari kedepan semua berkas akan dibawa pak Dani untuk memperpanjang kontrak dengan client.
Jam empat sore, Titi berkemas untuk bersiap pulang.
Semua berkas untuk kontrak sudah Titi siapkan, besok berkas itu akan dicek ulang oleh pak Bari sebelum diserahkan dan ditandatangani oleh pak Dani.
*****
Sore ini, sepulang kerja Titi tengah rebahan dikamar nya, ia merasa pinggangnya pegal karena terlalu lama duduk menghadap mesin tik dan menyiapkan berkas-berkas.
Saat tengah rebahan, tiba-tiba telpon rumah Titi berdering.
Titi bangkit dari rebahan, ia keluar kamar untuk mengangkat telpon yang terus berdering.
" Hallo, Assalamu'alaikum.. " Titi mengucapkan salam saat mengangkat telpon.
" Waalaikumsalam.. Ti, ini mbak!
Yang sabar ya? Mbak mau ngasih tahu, barusan mbak dapat kabar kalau Ari mendapat kecelakaan saat dalam perjalanan ke lokasi. Mobil yang ditumpangi Ari mundur saat ditanjakan hingga jatuh ke perkebunan sawit. "
Ternyata mbak Dewi yang menelpon Titi dan memberi kabar buruk pada Titi.
" Innalillahi WA inna ilaihi rajiun...
Gimana keadaan Ari dan yang lainnya, mbak? " tanya Titi pada mbak Dewi.
Titi menjadi lemas saat mendengar berita yang disampaikan oleh mbak Dewi.
__ADS_1
Ia merasa tubuhnya lemah bagai tak bertulang, Titi berusaha menguatkan diri untuk bertanya keadaan Ari pada mbak Dewi.
" Alhamdulillah tidak ada korban yang mengalami hal yang parah.
Karena mereka duduk dibak belakang, mereka sempat melompat keluar dari mobil saat mobil hendak jatuh ke perkebunan. Mereka yang mengalami luka-luka karena terjatuh sudah dibawa ke Puskesmas terdekat. " Mbak Dewi menjelaskan keadaan korban pada Titi.
" Gimana dengan keadaan Ari, mbak?
Apa Ari baik-baik aja? " Titi bertanya mengenai keadaan Ari.
" Ari dan yang lainnya sedang dalam perjalanan pulang.
Ada beberapa orang yang dikirim ke lokasi kejadian untuk mengangkat mobil yang terbalik dan memindahkan barang-barang yang akan diantar ke proyek. " kata mbak Dewi pada Titi.
" Iya mbak, kalau Ari baik-baik saja, nanti tolong diantar kesini aja mbak, biar Titi nanti yang mengurusi Ari. " pinta Titi pada mbak Dewi.
" Baik Ti, nanti mbak minta mereka mengantarkan Ari ke rumah Titi. "
Setelah memberi kabar mengenai Ari dan menjelaskan keadaannya pada Titi, mbak Dewi menutup percakapan mereka ditelfon.
Titi merasa gelisah menunggu orang yang akan mengantarkan Ari.
Titi ingin tahu keadaan Ari sebenarnya.
Walau mbak Dewi mengatakan tidak ada yang parah, tapi Titi tetap merasa cemas.
" Ya Allah, jaga dan lindungi bang Ari, semoga keadaannya benar-benar tidak parah. " doa Titi dalam hati sambil menghapus air matanya.
Setelah merasa baik-baik aja, Titi menghampiri orang tuanya dan memberi tahu keadaan Ari yang mendapat kecelakaan.
" Innalillahi WA inna ilaihi rajiun.. ada-ada aja musibah yang menimpa.
Pernikahan kalian kan ga sampai empat puluh hari lagi. "
Ibu merasa sedih saat mendengar jika Ari mengalami kecelakaan.
" Iya bu, Alhamdulillah nya Ari tidak mengalami hal yang fatal." kata Titi pula.
Saat Titi sedang berbincang dengan ibu, ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
" Assalamu'alaikum.. " seseorang mengucapkan salam.
" Wa'alaikumussalam warahmatullah " jawab Titi dan ibu bersamaan.
Titi berjalan dan membuka pintu depan.
Titi terkejut saat melihat siapa yang datang.
" Bang..! masuk bang Yanto, bawa bang Ari duduk di sofa. " Titi memapah Ari dan meminta bang Yanto yang mengantar Ari untuk mendudukkan Ari disofa.
" Ti, abang pulang dulu ya, ga bisa lama-lama, karena harus ngurusin yang lain juga. " Yanto pamit pada Titi setelah mengantarkan Ari.
" Duduk dulu bang, Titi buatkan minum dulu. " Titi menahan Yanto untuk tidak segera pulang.
" Maaf Ti, bukan nolak rejeki, tapi ada hal lain yang harus diselesaikan di lokasi.
__ADS_1
Abang mau nyusul ke lokasi lagi! "
" Baiklah bang! Terima kasih atas bantuannya! "
Setelah berpamitan, Yanto meninggalkan rumah Titi.
Ia akan kembali ke lokasi untuk membantu membereskan barang-barang yang tercecer karena kejadian kecelakaan itu.
*****
Titi membantu Ari membuka pakaian yang dikenakannya.
Ibu telah menyiapkan air hangat untuk membersihkan luka-luka Ari, juga kapas dan obat luka.
Ibu juga telah membuat teh hangat buat Ari.
" Ri, minum dulu tehnya biar badannya terasa hangat! " ucap Ibu pada Ari.
" Iya bu, terimakasih! kata Ari pada ibu.
Titi membantu Ari meminum teh hangatnya, tangan Ari terasa sakit karena ada lecet-lecet disana.
Setelah Titi melepas pakaian yang dikenakan Ari, terlihat duri-duri pohon sawit menempel dipunggung Ari.
Titi mengusap air matanya, ia merasa sedih, tak bisa membayangkan bagaimana saat Ari jatuh dan menimpa pohon sawit hingga duri-duri sawit itu menempel dipunggung Ari.
Dengan pelan dan hati-hati Titi mencabut satu persatu duri yang menempel di punggung Ari.
Setelah mencabuti duri-duri itu, Titi membersihkan luka-luka yang ada di tubuh Ari, lalu mengolesi luka-luka itu dengan obat luka.
" Besok kita berobat ya bang, biar diperiksa mana tahu ada luka dalam, sekalian minta obat untuk luka lecet dan bekas duri sawit.
Sementara malam ini, Titi obati pake obat luka dulu. "
" Ia dek, terima kasih! "
Setelah mengobati luka-lukanya, Titi meminta Ari untuk beristirahat.
Ari merasa baik-baik saja, ia meminta Titi menemaninya duduk disofa.
" Bagaimana kejadiannya bang, kok bisa banyak duri sawit menempel dipunggung abang? " Titi bertanya mengenai kronologi kejadian pada Ari.
" Saat pertengahan jalan menuju lokasi, ditanjakan dekat perkebunan sawit, tiba-tiba persneling mobil rusak hingga tak bisa oper gigi, jadi mobil tidak bisa naik saat ditanjakan.
Mobil pun mundur perlahan karena rem mobil juga tidak berfungsi dengan baik.
Melihat mobil yang terus mundur, abang dan beberapa temen yang duduk dibak belakang melompat keluar dari mobil.
Kami takut jika mobil terbalik dan jatuh ke kebun sawit, maka kami tidak akan selamat, mana barang-barang yang didalam mobil juga mulai berjatuhan.
Saat melompat, abang tidak melihat jika abang melompat kearah kebun sawit dan tubuh abang jatuh menimpa dahan sawit yang berduri tajam, jadilah duri sawit nempel dipunggung abang.
Setelah menimpa dahan sawit, baru abang jatuh ke tanah. "
Ari menjelaskan kronologi kejadian hingga terjadi kecelakaan.
__ADS_1
Titi bersyukur, Ari tidak mendapat luka-luka yang parah, hanya lecet-lecet dan luka yang agak parah hanya bekas duri sawit yang menempel dipunggung Ari.
(ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚