
Beberapa hari berlalu setelah Ari dan Titi bertemu dengan mas Joko, hari ini mas Joko memasang listrik di rumah baru mereka.
" Mas Ari, besok siang saya akan memasang listrik di rumah mas Ari, Alhamdulillah saya sudah punya meteran listrik untuk dipasang di rumah mas Ari. " kata mas Joko pada Ari saat bertemu di rumah Tuti.
Kebetulan mas Joko sedang berbincang dengan Ali karena mas Joko meminta Ali membuat gagang golok.
" Alhamdulillah jika besok sudah bisa dipasang meteran listrik, berarti lusa kami sudah bisa pindah rumah. " kata Ari yang merasa gembira karena bisa segera pindah ke rumah baru.
" Sekarang meteran listrik aja langka, ya mas? " kata Ali pada mas Joko.
" Iya, karena kata nanti pemerintah akan menerapkan sistem baru, yaitu menggunakan token." kata mas Joko pada Ali.
" Maksudnya menggunakan token bagaimana, mas? " tanya Ali heran, karena ia baru mendengar listrik yang menggunakan token.
" Listrik dengan menggunakan token adalah satuan pembayaran yang digunakan untuk mengisi daya ulang listrik pada layanan PLN prabayar. Biasanya kita akan membayar tarif listrik perbulan sesuai pemakaian, tapi jika menggunakan token kita akan mendapatkan kode token atau stroom angka sebanyak dua puluh digit yang kita gunakan untuk pengisian daya listrik pada alat meter prabayar. Jika kita tidak mengisi token maka listrik kita akan akan padam. " jawab mas Joko menjelaskan mengenai listrik dengan menggunakan sistem token.
" Bagaimana cara pengisian token dan dimana kita bisa membeli token listrik,. mas? " tanya Ari ingin tahu.
" Token listrik nanti dijual bebas, bisa kita beli di minimarket atau counter penjual pulsa ponsel.
Token listrik bisa disebut juga pulsa listrik karena cara membelinya sama dengan cara membeli pulsa untuk ponsel. " jawab mas Joko melanjutkan penjelasan mengenai token listrik.
Ali dan Ari mendengarkan penjelasan mas Joko mengenai penggunaan listrik dengan cara baru.
" Berarti jika kita tidak mengisi pulsa listrik, maka listrik akan padam. Kita juga bisa mengisi pulsa listrik paling sedikit dua puluh ribu rupiah, begitu ya, mas? " tanya Ari.
" Benar, jika pulsa listrik sudah mau habis maka akan ada bunyi tiit..tiit.. dan lampu kecil berwarna merah yang ada di meteran akan berkedip-kedip.
Jika sudah terdengar bunyi seperti itu pada meteran kita, maka kita harus segera mengisi token. " jawab mas Joko.
" Sambil ngobrol, kopinya diminum mas. Joko, bang Ari. " kata Ali mempersilakan mas Joko dan Ari untuk minum kopi yang sudah disediakan oleh Tuti.
🦂🦂
__ADS_1
" Asik, sebentar lagi Titi akan pindah kesini, jadi aku bisa daftar jadi pengasuh Andi dan tukang bebersih rumah. " kata ini Min, istri Pandu.
Sore itu istri Pandu dan anaknya sedang bermain ke rumah Tuti sambil menunggu suaminya yang belum pulang dari kantor.
Setelah sekian lama menikah, akhirnya Pandu dikaruniai seorang anak perempuan bernama Nuri.
Usia Nuri hanya selisih lima bulan dengan Andi, lebih tua Nuri lima bulan dari Andi.
" Enak aja uni mau menyerobot pekerjaan Tuti, Tuti sudah daftar duluan untuk bantu-bantu di rumah mbak Titi. " kata Tuti tidak mau kalah.
" Bibi Ntik kan istri pengusaha meubel, jadi tidak perlu cari tambahan buat belanja, kalau suami uni kan masih bekerja sebagai honorer, jadi masih perlu cari tambahan untuk biaya dapur. " kata istri Pandu pada Tuti.
Uni Min memanggil bibi Ntik pada Tuti karena Nuri dan Andi memanggilnya demikian.
" Memang siapa yang mau cari asisten rumah tangga? " tanya Titi sambil tersenyum.
Titi heran mengapa adik dan kakak iparnya berebut ingin bekerja di rumahnya, padahal rumah Titi hanya sepetak dan Titi bisa mengurus rumahnya sendiri.
" Ti, kamu kan kerja, jadi biar uni yang masak dan mencuci di rumah sekalian mengasuh Andi. Pagi-pagi uni akan datang kesini bareng dengan bang Pandu yang akan berangkat bekerja.
Titi tahu jika kehidupan Pandu saat ini masih kesulitan karena ia hanya pegawai honorer disebuah instansi pemerintah, sedangkan Nuri sejak bayi tidak bisa minun asi karena memang uni Min tidak mengeluarkan asi saat melahirkan Nuri, jadi Nuri perlu susu formula untuk asupan gizinya sebagai pengganti asi.
" Nanti Titi bicarakan dulu dengan bang Ari ya, uni? tapi seandainya uni membantu Titi, Titi tidak bisa memberi gaji yang besar pada uni. "
Titi mengatakan pada istri Pandu jika ia akan meminta pendapat Ari mengenai keinginannya untuk membantu di rumah Titi. Titi juga mengatakan jika ia tidak bisa memberi gaji yang besar pada uni Min.
" Uni tidak terlalu mengharapkan gaji besar, cukup untuk nambah koleksi emas dijari, itu sudah cukup. " kata uni Min sambil tertawa.
" Lha, uni ini gimana, masa uni mau. nambah koleksi emas dijari, sementara juragannya aja nggak pake emas. " kata Tuti menyahuti olok-olok uni Min.
" Kalau Titi bukannya tidak punya emas, tapi dia ga mau pake emas, buktinya Titi bisa beli tanah dan bikin rumah dari hasil jual emas. " kata uni Min pada Tuti.
" Iya, kan emasnya sudah dijual buat beli tanah dan bikin rumah. " seloroh Tuti lagi.
__ADS_1
" Yang dijual itu cuma sebagian, sisanya masih banyak. " ucap uni Min.
" Iya, masih banyak tersimpan di dalam Septy tank. " kata Titi menimpali percakapan uni Min dan Tuti.
" Ah, itu mah emasnya lain lagi. " kata uni Min sambil tertawa.
Uni Min itu seorang yang periang, jika sedang mengobrol dengannya pasti banyak tertawa karena dia pandai bergurau.
" Ti, uni serius untuk bekerja di rumah kamu. Masalah gaji, tidak jadi jadi masalah berapa aja, yang penting bisa beli susu buat Nuri. " kata uni Min yang berkata serius pada Titi.
" Iya uni, nanti Titi bicarakan dulu dengan bang Ari. " kata Titi pada uni Min.
" Biar diizinkan sama Ari, kamu harus bisa merayu Ari. Sebelum bicara sama Ari, ajak Ari main kuda-kudaan terlebih dahulu, bila perlu kamu yang jadi jokinya sambil pakai baju untuk saringan kelapa, biar Ari terpesona dan menuruti apapun kemauan kamu.
Jika si buyungnya sudah muntah, apapun keinginan kamu pasti dipenuhi. " kata uni Min memberitahu Titi cara merayu Ari agar ia bisa diizinkan bekerja di rumah Titi sambil tertawa-tawa.
Titi hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar ide yang disampaikan oleh uni Min.
" Dasar kakak ipar sableng, ngajarin yang nggak-nggak aja. " kata Tuti yang ikut tertawa mendengar ide dari uni Min.
" Bukannya sableng, itu cara merayu suami agar keinginan kita dipenuhi. " imbuh uni Min lagi.
" Lagian Titi dari mana punya baju saringan kelapa? Titi ga pernah beli pakaian seperti itu, uni, kalau ada juga Titi ga bisa pakai karena anak-anak kan masih tidur satu kamar sama Titi. " kata Titi pada uni Min.
" Ah, payah kamu Ti, masa baju wajib istri kamu ga punya? " seloroh uni Min.
" Mana tahu Titi memakai baju seperti itu, uni. " kata Titi sejujurnya pada istri kakaknya itu.
Sore itu, mereka bertiga mengobrol sambil mengasih Aisyah, anak Tuti yang baru berusia tiga bulan.
Pukul lima sore, Pandu baru pulang dari kantor, uni Min pun langsung berpamitan untuk pulang.
Begitu juga dengan Titi dan Ari berpamitan pada Ali dan Tuti untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
🦂🦂🦂
🦂🦂 Cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya, maka jagalah anak perempuan yang dimiliki agar ia menyayangi ayahnya dan menjadikan ayahnya sebagai cinta pertamanya. 🦂🦂