Nastiti

Nastiti
Bab 55. Kebersamaan Yang Indah.


__ADS_3

Asik ngobrol dikamar membuat Ari dan Titi mengantuk, mereka juga merasa sedikit lelah setelah menggelar resepsi pernikahan, lalu membantu pekerjaan dirumah.


Tak mungkin mereka berdiam diri saat yang lain tengah sibuk dengan pekerjaan merapikan barang-barang dan beberes rumah.


" Bang.. Titi rasanya ngantuk banget nih, padahal mau nganterin alas meja yang ibu bilang tadi pada mbak Eka.


Kita istirahat sebentar ya bang? "


Titi mengatakan pada Ari bahwa ia sangat mengantuk dan mengajak Ari untuk istirahat.


" Iya dek, tidur aja dulu..ini baru jam sebelas, ntar pas waktu juhur baru bangun. Mengembalikan alas mejanya setelah juhur aja! "


Ari setuju untuk beristirahat, karena Ari melihat Titi yang sudah kelelahan dan mengantuk.


Ari membetulkan letak bantal dan meminta Titi untuk naik ketempat tidur dan tidur disisinya.


" Sini dek, tidur disamping abang.


Kita istirahat dulu, adek kelihatan lelah dan mengantuk! "


Titi naik keatas tempat tidur dan tidur disamping Ari.


Ari memeluk Titi dan mengecup kepalanya, sementara satu tangannya mengelus punggung Titi.


Karena merasa lelah, tak lama keduanya pun tertidur.


****


Tak jauh beda dengan Titi dan Ari, ayah dan ibu sedang beristirahat didapur.


Ibu sudah selesai membereskan barang-barang dibantu bu Siti.


Menyimpan kembali semua panci, dandang, baskom dan kuali besar keatas lemari yang ada didapur.


Semua telah dikembalikan ketempat masing-masing.


Ibu tak pernah menunda pekerjaan, bagi ibu lebih baik sekalian capek dari pada menunda-nunda.


" Sudah beres Bu? sini istirahat dulu.


Yang kecil-kecil nanti dirapikan lagi.


Jangan terlalu lelah, nanti ibu kecapean.!"


Ayah meminta ibu untuk istirahat dan duduk didekat ayah.


" Iya yah, Alhamdulillah.. sudah beres semua.


Barang-barang besar sudah disusun.


Tadi Ari dan Titi juga membantu membereskan dan merapikan barang-barang pecah belah kedalam lemari.


Yang diluar tinggal barang yang dipakai sehari-hari.! "


Ibu menyahuti perkataan ayah, lalu mendekati ayah dan duduk di sampingnya.


Ibu menyeruput teh hangat yang baru ibu tuangkan dari teko.


" Barang-barang milik RT didepan sudah beres semua, yah? " tanya ibu.


" Sudah bu, tenda milik WO kemarin sore sudah langsung dibongkar.

__ADS_1


Tenda dari RT tadi sudah dibongkar mas Parno dan yang lainnya dan sudah kembali diantar ke gudang RT."


" Tinggal kursi sama meja tamu kita yang belum dimasukkan, nanti sehabis juhur baru dimasukkan lagi keruang tamu."


Ayah menyampaikan pada ibu, bahwa pekerjaan diluar pun sudah selesai dikerjakan.


" Alhamdulillah ya yah, semua bekerja dengan cepat, tidak menunda-nunda hingga cepat selesai."


" Besok ibu akan membuat bubur sumsum. Kata orang sebagai syarat untuk mengembalikan tenaga kita setelah menyelesaikan pekerjaan besar, dan dibagikan pada semua yang membantu pekerjaan kita.!"


" Iya bu, ga papa.. sekalian besok pembubaran rapat panitia! "


" Iya yah, untuk pembubaran rapat panitia ibu sama bu Siti mau buat tekwan sama gorengan aja yah.


Kebetulan pisang yang ayah peram sebelum acara pernikahan Titi sudah matang, jadi bisa dibuat pisang goreng. "


" Iya bu, atur saja.. tapi ibu juga jangan terlalu capek, nanti malah jatuh sakit.! "


" Baik yah, ibu ga maksain kerja kok.. kalau sudah capek ibu istirahat.


Lagian ibu juga dibantu Titi, Ari sama bu Siti. "


"Ayah juga banyak membantu ibu dengan membersihkan semua pekarangan dan merapikan barang-barang lainnya."


" Terima kasih ya, ayah atas bantuan ayah. "


Ibu tersenyum menatap ayah dan mengelus punggung tangan ayah.


" Sama-sama bu, ayah juga terima kasih karena ibu sudah mengerjakan semua dengan baik! "


Ayah membalas menatap wajah ibu yang tersenyum dan membalas memegang tangan ibu yang mengelus punggung tangannya.


Kebahagiaan terpancar di wajah kedua paruh baya itu.


" Sekarang Titi sama Ari kemana, bu? kok ga kelihatan? "


Ayah menanyakan keberadaan Titi dan Ari.


" Setelah merapikan barang-barang dilemari, mereka istirahat dikamar.


Mungkin kecapean yah, karena mereka juga membantu membereskan dan merapikan barang-barang.! "


Jawab ibu pada ayah.


" Ya sudah, biarlah mereka istirahat.


Ayah juga mau meluruskan pinggang dulu, bu. Ibu istirahat juga ya? "


Ayah mengajak ibu untuk istirahat sejenak.


Sebenarnya ibu belum mengantuk, tapi ibu tak mau menolak ajakan ayah untuk istirahat.


Ayah juga merasa pinggangnya pegal setelah membersihkan seluruh pekarangan rumah.


Ayah ingin istirahat untuk meluruskan pinggang.


Ayah dan ibu pun menuju kamar yang ada disebelah kamar Ari dan Titi.


*****


Saat terdengar kumandang azan juhur, Ari terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Dilihatnya Titi masih tertidur pulas, terdengar dengkuran halus nafas Titi.


Pelan-pelan Ari turun dari tempat tidur.


Ia tak ingin membangun Titi, nanti setelah ia menyelesaikan shalat juhur baru Ari akan membangunnya karena Titi sedang tidak melaksanakan shalat.


Pelan-pelan Ari membuka pintu kamar, lalu menuju kamar mandi.


Karena merasa gerah, Ari mandi lalu berwudhu untuk melaksanakan shalat juhur.


Didapur terlihat sepi, biasanya saat siang begini ada ayah yang sedang duduk di kursi dapur.


Mungkin ayah sedang beristirahat dan belum bangun, fikir Ari.


Selesai mandi dan berwudhu, Ari kembali kekamar.


Ia menggelar syajadah dan melaksanakan shalat juhur.


Selesai shalat dan berdoa, Ari berzikir sebentar, setelah selesai Ari membereskan syajadah dan melipat sarungnya lalu meletakkan diatas nakas.


Ari duduk ditepi tempat tidur, ia merapikan rambut Titi yang menutupi wajahnya.


Lalu mengusap pipi Titi dengan jarinya.


" Dek.. bangun, sudah azan juhur.! "


Ari terus mengelus pipi Titi agar Titi terbangun.


Merasa ada yang mengelus pipinya, Titi menggeliat lalu membuka matanya perlahan.


Dilihatnya Ari yang duduk sambil tersenyum di tepi tempat tidur.


" Eh.. abang sudah bangun? " tanya Titi sambil tidur telentang dan memandang Ari.


" Iya, abang sudah bangun dari tadi, malah sudah shalat juhur! " jawab Ari.


Titi bangun dari tidurnya dan duduk dihadapan Ari.


" Mengapa tidak dari tadi abang membangunkan Titi? " tanya Titi lagi.


" Abang kasihan lihat adek kelelahan, lagian adek juga sedang tidak shalat.. jadi sengaja tidak abang bangunkan. "


" Sekarang kan sudah bangun, sana cuci muka dulu.. terus kita makan siang, abang sudah lapar.! "


Ari meminta Titi untuk mencuci muka dan mengajaknya untuk makan siang.


Titi segera bangun dan turun dari tempat tidur, merapikan rambutnya dan bersiap untuk keluar kamar.


Ari menggandeng tangan Titi menuju kedapur.


Titi pun mencuci muka dikamar mandi, setelah selesai Titi menuju meja makan.


Dimeja makan sudah ada ayah dan ibu serta Ari yang menunggunya untuk makan siang.


Setelah ibu mengambil nasi dan lauk untuk ayah serta untuk ibu sendiri,


Titi mengambil piring untuk Ari dan mengisinya dengan nasi dan lauk, lalu menuangkan air putih di gelas Ari.


Setelah itu mereka makan siang diselingi obrolan ringan.


Mereka menikmati makan siang bersama dan rasa bahagia.

__ADS_1


Sebuah kebersamaan keluarga yang indah.


*゚+*:;;:* *:;;:*+゚


__ADS_2