Nastiti

Nastiti
Bab 144. Bukan Apa Yang Dikatakan Tapi Cara Mengatakannya.


__ADS_3

Semenjak Nanda sakit, ibu tidur bersama Nanda dan Andi di ruang tengah, Nanda tidak bisa tidur di kamar karena repot jika harus turun naik tempat tidur saat harus ke kamar mandi.


Malam ini, Titi dan Ari beristirahat setelah lelah beraktifitas.


Mereka tengah duduk di atas tempat tidur dan masih mengobrol.


" Tadi apa tanggapan teman-teman dan guru Nanda saat datang menjenguk Nanda, may? " tanya Ari.


" Alhamdulillah, tadi kata ustadz Ridwan, ustadz Ridwan akan membantu memberi materi pembelajaran pada Nanda agar Nanda bisa ikut ulangan semester bulan depan.


Teman-temannya juga tadi memberi doa pada Nanda agar Nanda lekas sembuh dan bisa segera masuk sekolah kembali. " jawab Titi.


" Untung ya pay, pak Kandar bisa membantu mengobati Nanda. Semoga Nanda bisa segera sembuh dan bisa beraktivitas lagi.


May sangat terkejut dan panik ketika mendengar Nanda menangis dan minta tolong, padahal belum lama may memintanya untuk tidak memanjat pohon. " kata Titi mengingat saat Nanda jatuh dari pohon.


" Makanya may, kalau bicara itu hati-hati. Ucapan orang tua itu bisa jadi doa, apalagi ucapan seorang ibu.


Terbukti kan? may bilang Nanda akan jatuh jika manjat, ternyata Nanda beneran jatuh. " kata Ari pada Titi.


" May bukan mendoakan agar Nanda jatuh, pay, nanti menasehati Nanda agar tidak naik pohon karena takut dia terjatuh. " kata Titi menjawab perkataan Ari.


" Ya itu, makanya hati-hati kalau bicara, katakan yang baik-baik jika bicara pada anak. " kata Ari lagi dengan nada yang kurang enak didengar bagi Titi.


Mendengar apa yang Ari katakan, Titi jadi terdiam dan tidak ingin membalas perkataan Ari lagi.


Titi merasa sakit hati dengan perkataan Ari yang seperti menyalahkan Titi atas musibah yang menimpa Nanda.


Mungkin apa yang dikatakan Ari benar, agar Titi lebih hati-hati lagi saat berkata pada anak-anak mereka agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka.


Sebenarnya bukan apa yang dikatakan oleh Ari yang membuat Titi sakit hati, tapi cara Ari menyampaikannya itu yang membuat Titi sakit hati karena merasa seperti disalahkan.


Selama ini Titi selalu berusaha untuk menjaga kata-kata dan cara ia menyampaikan kata-katanya agar apa yang ia sampaikan tidak menyinggung orang lain apalagi jika sampai membuat orang lain sakit sakit.


Titi ingat jika Ari pernah marah pada Titi karena cara Titi berbicara pada Ari membuat Ari merasa tersinggung dan marah pada Titi.


Flashback on


Malam itu mereka baru pulang membeli nasi goreng kesukaan Ari.

__ADS_1


Titi menaruh basi yang dibeli diruang tengah karena mereka akan makan bersama di sana.


Titi mengambil piring, sendok serta air minum di dapur lalu menaruh diruang tengah.


Titi membuka nasi goreng dan menaruh di atas piring lalu memberikan pada Ari dan anak-anaknya.


Saat mereka tengah asik makan, Ari meminta dibuatkan sirup pada Titi.


" Ma, tolong buatkan sirup pakai batu es, ya? " pinta Ari sambil memakan nasi gorengnya.


" Apa sih yang tidak buat, papa? " kata Titi sambil berdiri hendak menuju ke dapur.


Tiba-tiba Ari melemparkan nasi goreng yang dimakannya sehingga membuat Titi dan anak-anaknya terkejut.


" Kenapa berkata seperti itu, ma? tidak suka kalau papa minta tolong dibuatkan minum? mama marah karena papa minta tolong? " tanya Ari pada Titi.


Titi merasa heran dengan apa yang Ari katakan karena merasa tersinggung dengan kata-kata Titi.


Padahal maksud Titi mengatakan hal itu untuk menunjukkan bahwa ia dengan senang hati akan melakukan permintaan Ari.


Titi berfikir apa ia salah mengatakan hal itu?


" Yang marah siapa, pa? coba papa dengar baik-baik apa yang mama katakan. Mama bermaksud untuk menggoda papa, bukan marah karena disuruh buat sirup. " kata Titi sambil mengambil piring yang tadi dilempar oleh Ari.


" Makan lagi nak, nasi gorengnya. " kata Titi pada kedua anaknya yang terdiam melihat kemarahan Ari.


Titi lanjut ke dapur untuk membuat sirup sesuai keinginan Ari.


" Makan lagi, pa,.! ini sirup nya..! " kata Titi sambil meletakkan sirup didekat Ari duduk.


Akhirnya merekapun kembali makan bersama dan menikmati nasi goreng.


Bukan hanya itu, saat masih kecil Titi juga pernah mendengar dari tante Des bahwa suami tante Des mengatakan jika Titi itu nyinyir.


Hal itu karena Titi menanyakan kedatangan suami tante Des yang datang ke rumah orang tua Titi setelah sebelumnya ia pulang ke rumah.


" Mengapa datang lagi, om? " tanya Titi kala itu pada suami tante Des.


Maksud Titi bertanya demikian karena takut jika ada sesuatu yang tertinggal sehingga suami tante Des kembali datang ke rumah orang tua Titi.

__ADS_1


Rupanya suami tante Des menceritakan apa yang Titi katakan padanya dan mengatakan jika Titi itu nyinyir.


Mendengar apa yang dikatakan tante Des, Titi langsung terdiam. Padahal sebenarnya mereka tengah menceritakan sesuatu yang lucu sehingga mereka tertawa.


Tapi saat mendengar perkataan tante Des, tawa Titi langsung hilang.


" Rupanya apa yang dikatakan dengan niat baik bisa membuat orang tersinggung bila cara mengatakannya salah. " kata Titi dalam hati.


Titi memang sengat perasa, jika ada sesuatu yang sedikit saja menyinggung perasaannya, maka ia akan sakit hati dan merasa bersedih.


Tapi Titi tidak pernah memperlihatkan kesedihan dan rasa tersinggung nya, ia. menyimpan sendiri didalam hati, atau jika tidak ada yang tahu maka ia akan menangis.


Sejak mendengar perkataan tante Des,. Titi mulai menjaga kata-katanya dan lebih banyak diam.


Titi takut jika perkataannya akan membuat orang lain tersinggung walaupun ia tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan orang lain dengan apa yang dikatakannya.


Kakak angkat Titi juga pernah berkata jika kata-kata Titi suka menyakitkan hati.


" Titi itu jarang ngomong, tapi sekali ngomong kata-katanya nyelekit. " kata saudara angkat Titi.


Jika sedang berkumpul dengan teman atau keluarga, Titi menjadi takut untuk menyampaikan sesuatu dan ia akan berpikir jika akan mengatakannya karena takut jika apa yang disampaikannya bisa membuat orang lain sakit hati.


Sejak itu Titi menjadi sedikit pendiam dan tidak banyak bicara.


Jika marah atau tersinggung, Titi hanya diam dan tidak mengatakan apapun karena takut kata-katanya justru menyakiti hati orang lain.


Tapi jika Titi tidak bisa menahan rasa marahnya, maka Titi akan mengatakan kata-kata yang menyakitkan.


Flashback off


Melihat Titi hanya diam saja, akhirnya Ari pun tidak berkata apa-apalagi, karena tidak ada yang ingin mereka bahas.


Sebenarnya, terkadang Titi suka tersinggung dengan cara Ari menyampaikan sesuatu padanya, tapi Titi selalu mencoba mengerti bahwa mungkin Ari tidak bermaksud membuat Titi tersinggung dengan apa yang dikatakannya.


Dan agar tidak ada perselisihan, Titi hanya diam dan menenangkan hatinya sendiri.


Setelah merasa nyaman, Titi baru akan membalas perkataan Ari tapi berusaha agar apa yang dikatakannya tidak membuat Ari juga merasa tersinggung.


Karena sama-sama lelah, akhirnya Ari dan Titi sama-sama tertidur dengan lelap.

__ADS_1


🦂🦂🦂


🦂🦂 Hargailah orang yang sedang berbicara denganmu, jangan berkata kasar atau mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaannya karena jika kau tidak ingin disinggung orang maka kau juga jangan menyinggung orang lain. 🦂🦂


__ADS_2