Nastiti

Nastiti
Bab 108. Perasaan Lega Dan Bahagia.


__ADS_3

Senin sore, sepulang kerja Ari dan Titi langsung mendatangi kantor Notaris dan PPAT.


Ari dan Titi tidak menunda pembuatan balik nama sertifikat yang saat ini sudah ia pegang.


Ari takut jika ditunda akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari jika ia memerlukan sertifikat itu, jadi lebih baik semua diurus secepatnya.


" Bagaimana pay, jadi kita ke kantor Notaris sore ini? " tanya Titi pada Ari saat mereka bersiap untuk pulang setelah jam tutup kantor.


" Jadi may, sebaiknya tidak usah kita tunda agar urusan bisa cepat selesai. " jawab Ari sambil merapikan isi tas bawaannya.


" Kita. asih sempat sampai ke kantor Notaris? Apa tidak ke buru tutup? " tanya Titi yang merasa takut jika mereka tiba di kantor Notaris, malah kantornya sudah tutup.


" Insya Allah masih keburu, makanya sekarang kita berangkat ke sana. " jawab ari setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


Ari sudah bersiap di atas motor, begitupun Titi langsung duduk di jok bagian belakang setelah Ari siap untuk. melajukan motor menuju ke arah kota.


" Kita jalan belakang saja biar bisa motong jalan, jadi bisa lebih cepat sampai. " kata Ari sambil melajukan motor dengan kecepatan lebih kencang.


Ari memburu waktu agar tidak terlambat sampai di kantor Notaris.


Empat puluh menit perjalanan, Ari dan Titi tiba di kantor Notaris.


Setelah memarkirkan motor, Ari dan Titi masuk ke dalam kantor Notaris.


" Assalamu'alaikum. " salam Ari dan Titi saat mereka mendorong pintu kaca untuk masuk ke dalam ruangan kantor Notaris.


" Wa'alaikumsalam, selamat sore bapak, ibu, ada yang bisa kami bantu? " salah seorang dari dua orang pegawai Notaris yang duduk di meja depan menjawab salam Ari dan Titi, lalu menanyakan keperluan kedatangan Ari dan Titi.


Ari dan Titi melangkah mendekati pegawai yang tadi menjawab salam dan menyapa mereka.


" Silakan duduk, bapak, ibu. " kata pegawai itu setelah Ari dan Titi mendekati meja kerjanya.


" Terima kasih. " jawab Ari dan Titi bersamaan, lalu duduk dihadapan pegawai tersebut.


" Mbak, saya mau tanya mengenai proses balik nama sertifikat tanah. " kata Ari pada pegawai yang ada dihadapannya.


" Berapa lama untuk proses balik nama sertifikat, apa saja persyaratannya? " tanya Ari pada pegawai itu.


" Baik bapak, untuk proses balik nama sertifikat tanah memakan waktu selama tiga puluh hari. Untuk persyaratan balik nama, ada sertifikat asli yang akan di balik nama, kartu Identitas berupa KTP dan KK, juga ada akta jual beli. "


Jawab pegawai Notaris menjelaskan pada Ari dan Titi mengenai proses balik nama sertifikat.


Setelah bertanya beberapa hal pada pegawai Notaris, Titi menyerahkan persyaratan yang diperlukan untuk balik nama sertifikat.

__ADS_1


" Untuk biayanya bagaimana, mbak? " tanya Titi pada pegawai itu.


" Biayanya bisa ibu bayar sebagian dulu, lalu sisanya setelah proses balik nama selesai. " jawab si pegawai dengan ramah.


" Sebentar, ya mbak. " kata Ari pada pegawai Notaris.


" May, pay mau menelepon pak Bahrudin dulu. " kata Ari pada Titi dengan suara pelan.


Titi hanya mengangguk saat mendengar apa yang Ari katakan.


Ari keluar dari ruangan untuk menelepon pak Bahrudin dan mengatakan mengenai biaya balik nama sertifikat.


Tak lama, Ari kembali masuk kedalam ruangan, lalu duduk kembali di samping Titi.


" Mbak, untuk biaya balik nama bisa di transfer melalui rekening, kan? " tanya Ari pada pegawai itu.


" Bisa, bapak, kalau bapak mau transfer. bapak bisa kirim ke nomor rekening ini. " jawab si pegawai sambil memberikan nomor rekening pada Ari.


Ari mencatat nomor rekening yang diberikan lalu mengirimkan pada pak Bahrudin melalui pesan di ponselnya.


Tidak berselang lama, ponsel Ari berdering tanda ada pesan masuk.


Ari mengusap layar ponsel lalu melihat pesan yang dikirim oleh pak Bahrudin.


Ternyata pak Bahrudin telah menyelesaikan pembayaran biaya balik nama sertifikat.


"Baik, pak, nanti saya buatkan sekalian kuitansi pembayarannya. " kata pegawai itu setelah melihat pesan yang ada di ponsel Ari.


Pegawai itu juga mengecek rekening untuk memastikan jika memang sudah ada transfer masuk ke rekening kantor untuk pembayaran biaya balik nama.


Setelah di cek dan memang ada transfer masuk, pegawai Notaris itu membuat tanda terima pembayaran.


" Ini kuitansi sebagai tanda terima jika biaya pengurusan balik nama sudah diselesaikan. Jika sertifikat sudah selesai balik nama, nanti saya akan menghubungi bapak kembali. "


kata pegawai nutup sambil menyerahkan tanda terima pembayaran.


Setelah urusan balik nama selesai, Ari dan Titi berpamitan pada pegawai itu, lalu melajukan perjalanan untuk kembali pulang ke rumah.


" Kemana lagi kita, may? " tanya Ari saat mereka berada di parkiran motor.


" Kita mampir ke toko kue yang jual kue kiloan, pay, mau mau beli kue satu kacang ijo sama mau beli pisang goreng pasir di toko kue yang diseberang jalan." jawab Titi pada Ari, yang meminta Ari untuk mampir ke toko kue tempat biasa mereka membeli kue satu kesukaan Nanda.


" Baik may, kita kesana sekalian pulang, kan jalannya searah dengan jalan pulang. " kata Ari yang menyetujui ajakan Titi untuk membeli kue.

__ADS_1


Ari melajukan motor keluar dari area parkir kantor Notaris, melalui jalan yang tadi mereka lewati saat akan ke kantor Notaris.


" Pay, masih ingat ga sama cewek penjaga counter yang titip salam sama pay? " tanya Titi pada Ari saat mereka tengah dalam perjalanan menuju toko kue.


" Cewek yang mana? " tanya Ari sambil mengingat apa yang Titi katakan.


" Itu, yang jaga counter di samping toko kue. " kata Titi lagi.


Titi mengingatkan pada Ari, perempuan yang pernah berkirim salam pada Ari melalui Titi.


Flashback on


" Mbak, mbak kembar ya sama abang itu? " tanya salah seorang perempuan penjaga counter di sebelah toko kue.


Sore itu, sepulang kerja Ari dan Titi mampir ke toko kue kiloan untuk membeli kue kesukaan Nanda.


" Titip salam ya mbak sama adiknya. " kata penjaga counter itu lagi pada Titi.


Titi hanya tersenyum saat ia dan Ari dikatakan kembar dan perempuan itu menitipkan salam buat Ari.


Ari dikira adik Titi karena saat itu Titi sedang hamil anak kedua, dan perempuan itu mengira Ari sedang mengantarkan kakaknya membeli kue.


Flashback off


Ari tertawa saat Titi mengingatkan tentang perempuan penjaga counter itu.


" Memang aneh ya, masa kita dibilang kembar. " kata Ari setelah reda tertawanya.


" Memang kata orang wajah kita mirip, pay, kaya kembar. " kata Titi pada Ari.


" Ya bagus dong, kalau mirip berarti kita jodoh. " kata Ari lagi.


" Lah ga jodoh gimana, orang kita sudah nikah, sudah punya anak lagi. "


kata Titi sambil menepuk pundak Ari dari belakang.


Ari kembali tertawa mendengar kata-kata Titi.


Sore itu mereka menikmati waktu pulang dengan perasaan lega dan bahagia.


Ari dan Titi menyusuri jalan pulang sambil bercerita dan bercanda, menikmati kebersamaan mereka dengan perasaan bahagia.


Mereka sudah mewujudkan impian mereka untuk memiliki lahan yang akan dibangun rumah dan mereka juga sudah melakukan balik nama sertifikat, sehingga mereka merasa tenang dan lega.

__ADS_1


πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚


πŸ¦‚πŸ¦‚Salah satu kebahagiaan kecil adalah saat bisa bersama menikmati kebersamaan dengan orang tercinta. πŸ¦‚πŸ¦‚


__ADS_2