
" Tapi ngomong-ngomong tadi periksa apa ke bu Dina? apa Ari sakit lagi? " tanya ibu cemas sambil melihat pada Ari yang sedang memangku Nanda.
" Tidak bu, Alhamdulillah bang Ari sudah sehat. " jawab Titi pada ibu.
Ibu menarik nafas lega, lalu kembali menatap Titi dan bertanya,
" Lalu, periksa apa ke rumah bu Dina? " tanya ibu lagi pada Titi.
" Titi yang periksa bu, karena waktu bulan puasa kemaren, puasa Titi pool, ga ada yang bolong. " jawab Titi sambil tersenyum.
" Ya bagus dong, berarti Titi tahun ini tidak ada utang puasa, hanya tinggal menjalankan puasa syawal aja. " kata ibu yang belum mengerti maksud perkataan Titi.
" Iya bu, Alhamdulillah. Tapi ada yang kabar gembira buat ibu dan ayah. "
imbuh Titi lagi.
" Kabar gembira apa? " tanya ibu penasaran.
Kali ini, ibu memandang wajah Titi dengan serius.
" Titi sedang hamil dua bulan bu, jadi ibu dan ayah mau nambah cucu lagi. "
Kali ini bang Ari yang menjawab pertanyaan ibu, karena Titi hanya tersenyum melihat ibu yang penasaran.
" Beneran Ti kamu lagi hamil sekarang?" tanya ibu tidak percaya.
" Iya bu, Alhamdulillah, makanya tadi Titi periksa ke bu bidan untuk memastikan. "
jawab Titi pada ibu.
" Alhamdulillah.., yah, kita bakal punya cucu lagi." kata ibu dengan raut wajah yang bahagia.
Ayah yang tengah duduk di kursi memandang pada Titi dan tersenyum.
Begitulah ayah, tak pernah banyak bicara, tapi dari sorot matanya terlihat kebahagiaan karena akan punya cucu lagi dari Titi.
" Alhamdulillah bang, abang mau punya adik. " kata ibu pada Nanda yang masih berada di pangkuan Ari.
" Abang mau punya adik? " tanya Ari pada Nanda.
Nanda memandang pada papanya lalu menjawab dengan anggukan.
Nanda tengah asik memakan sisa wafer yang tadi Titi beri, jadi ia tidak memperhatikan apa yang dibicarakan oleh orang tua dan neneknya.
🦂🦂
Malam ini selepas isya, Titi dan Ari tengah mengobrol di kamar mereka.
Nanda sudah tertidur saat menjelang isya, mungkin ia kecapean setelah tadi siang bermain sepeda dengan kakeknya.
Nanda sudah pandai bermain sepeda yang menggunakan roda bantu.
Saat ulang tahun yang ke dua, papanya memberi hadiah sebuah sepeda, padahal Nanda belum bisa menggunakannya karena dia masih kecil.
__ADS_1
Baru beberapa bulan ini sepeda itu bisa Nanda gunakan, dan ia sangat senang menggunakan sepeda barunya.
Selama ini sepeda itu hanya ditaruh di garasi dan ditutup plastik besar oleh ayah Titi agar tetap terlihat baru.
🦂🦂
" May, besok sepulang kerja kita beli susu hamil ya? "
Ari mengajak Titi untuk membeli susu hamil setelah mereka pulang kerja.
Saat ini mereka tengah berbaring diatas tempat tidur.
Nanda di tidurkan dipinggir dekat dinding agar tidak jatuh, Ari tidur di bagian pinggir sehingga posisi Titi ada ditengah diantara Nanda dan Ari.
" May masih suka rasa coklatkan? "
Ari juga masih ingat rasa susu kesukaan Titi, karena Titi tidak menyukai rasa lain selain rasa coklat.
" Nanti aja pay beli susunya, nunggu gajian, kan tidak lama lagi kita gajian. "
Kata Titi yang meminta membeli susu saat sudah gajian.
" Tidak apa, kita beli satu kotak dulu untuk stok selama menunggu gajian, yang penting may minum susu agar calon anak kita sehat. "
Kata Ari sambil mengusap perut Titi, karena Titi tengah tidur telentang.
" Iya pay, besok kita beli susu hamil.
Tapi tidak usah ditempat kita biasa belanja bulanan, terlalu jauh kalau cuma beli satu kotak. "
" Iya, besok kita cari di toko simpang empat saja, mungkin disana ada. "
kata Ari yang menyetujui ajakan Titi.
" Ayah dan ibu terlihat bahagia saat tahu may sedang hamil, terlihat dari sorot mata dan raut wajah mereka yang memancarkan kebahagiaan."
Kata Ari yang merasa senang karena melihat raut wajah bahagia kedua orang tua Titi.
" Iya pay, Alhamdulillah ayah dan ibu terlihat sangat bahagia.
Walaupun ini bukan cucu pertama, tapi ayah dan ibu tetap antusias mendengar kehamilan may. "
Imbuh Titi yang juga merasa senang saat melihat kebahagiaan kedua orang tuanya.
" Pay mau anak ini nanti laki-laki atau perempuan? " tanya Titi pada Ari.
" Se dikasihnya sama yang Kuasa, may.
Kalau dapat laki-laki Alhamdulillah, perempuan juga Alhamdulillah.
Yang penting may sama calon anak kita sehat. " jawab Ari sambil masih mengelus perut Titi.
" Kalau pay jenguk calon anak kita boleh ga? pay kangen. "
__ADS_1
kata Ari sambil berbisik ditelinga Titi, lalu mencium pipi Titi dengan tangan yang tidak lagi mengelus perut Titi, tapi sudah mengelus daerah yang lain.
" Ih, geli pay..! " kata Titi sambil menyingkirkan tangan Ari yang mengelus bagian pahanya.
" Bagian mana yang geli? " tanya Ari semakin melancarkan aksinya.
Titi tertawa geli karena Ari malah semakin jadi menggodanya.
Akhirnya malam itu mereka habiskan dengan berbagi keringat dan berbagi kebahagiaan dan kepuasan.
🦂🦂
Disaat bisa menikmati kebersamaan dengan suami, hal itu pasti sangat membahagiakan.
Hal itulah yang sedang Titi rasakan saat ini, saat ia bisa menikmati kebersamaan bersama Ari, suaminya.
Ari seorang suami yang penyayang dan romantis.
Ia bisa membuat Titi senang dan bahagia dengan cara yang sederhana, dengan memberikan perhatian dan kasih sayang pada Titi.
Sebelum menikah, Ari selalu berusaha untuk membuat Titi merasa bahagia.
Ari tidak pernah perduli dengan usia Titi yang lebih tua darinya.
Ari berubah semenjak ia salah memilih teman saat bergaul sehingga ia melalaikan tugas dan kewajibannya sebagai seorang suami dan seorang ayah.
Ari terlihat jauh berubah, ia lebih mementingkan berkumpul dengan teman-temannya dan pulang larut malam dalam keadaan mabuk dan bau minuman keras.
Titi, tidak ada yang berubah pada dirinya.
Titi tetap mencintai Ari meskipun Ari sering mengabaikan apa yang Titi katakan.
Ari pernah pulang jam satu malam dengan membawa seorang penyanyi cafe ke rumah dengan alasan bahwa wanita itu tidak bisa masuk ke kamar kos nya karena kunci kamar kos dibawa oleh temannya.
Akhirnya malam itu wanita penyanyi itu menginap di rumah Titi.
Titi memaklumi alasan yang dikatakan oleh suaminya, walaupun Titi tidak tahu ada hubungan apa antara suaminya dengan penyanyi itu.
Ari mengatakan jika mereka hanya berteman karena Ari sering datang ke cafe tempat wanita itu menyanyi
Saat Ari sering pulang malam dalam keadaan mabuk, Titi selalu mencemaskan keadaan Ari karena takut Ari terkena musibah karena membawa kendaraan dalam keadaan mabuk.
Titi pernah mendengar jika ada teman Ari yang masuk kedalam siring di tengah malam karena berkendara dalam keadaan mabuk.
Hal seperti itulah yang sering ditakutkan oleh Titi.
Tapi Titi bersyukur selama ini Ari selalu pulang dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah kejadian Ari sakit beberapa waktu yang lalu, ditambah saat ini Titi sedang hamil anak kedua, Titi sangat berharap Ari bisa merubah sikapnya dengan tidak lagi minum minuman keras.
Titi tidak pernah melarang Ari untuk bergaul dengan siapapun selagi ia bisa menjaga diri dan tidak mengikuti pola hidup teman-temannya yang suka mabuk-mabukan.
🦂🦂🦂
__ADS_1
🦂🦂 Jika dengan bersikap egois bisa menyakiti orang lain, maka belajarlah untuk bisa mengendalikan diri dan lebih mengutamakan akal pikiran dibanding hawa nafsu. 🦂🦂
🦂🦂 Yang menyakitkan itu terkadang bukan apa yang disampaikan, tetapi justru cara menyampaikannya. 🦂🦂