
Hari terus berganti, hubungan Ari dan Titi sudah semakin dekat, mereka sama-sama tak ingin saling kehilangan.
Cinta mereka semakin tumbuh subur, dan kedua keluarga sudah sama-sama merestui hubungan mereka.
Dan kedua keluarga sudah sepakat untuk menikahkan mereka tiga bulan lagi.
Ari masih terus berusaha untuk mencari pekerjaan, karena tak lama lagi mereka akan menikah.
*****
Siang ini, Ari mendapat panggilan dari kantor tempat Titi bekerja.
Ia diminta pak Beri untuk datang ke kantor dan menemui pak Dani.
Setelah mempersiapkan diri, Ari menuju kantor Titi.
Ia merasa harap-harap cemas mendapat panggilan dari kantor Titi.
" Semoga ada kabar baik saat di kantor nanti. " doa Ari dalam hati.
Tiba di kantor, Ari mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
" Assalamu'alaikum.. "
" Wa'alaikumussalam warahmatullah " jawab pak Beri dan mbak Dewi yang duduk di kursi ruang tunggu.
Pak Beri dan mbak Dewi sedang bersantai karena pekerjaan mereka sedang tidak padat, mbak Dewi hanya menunggu driver untuk memberi surat jalan dan uang jalan, sementara pak Beri yang akan mencacat perjalanan driver untuk menghitung uang jalan, ritase driver dan jarak tempuh kendaraan, serta hal-hal yang berhubungan dengan driver dan kendaraan.
" Masuk Ri! " pinta mbak Dewi pada Ari.
" Iya kak! terima kasih! jawab Ari.
Ari masuk keruangan dimana ada pak Beri dan mbak Dewi disana, lalu duduk dihadapan pak Beri.
" Sebentar ya Ri, bapak sedang ada tamu di ruangannya. Sudah tahu kan kalau Ari dipanggil pak Dani? " tanya mbak Dewi pada Ari.
" Iya kak! kemarin Ari sudah dikasih tahu sama pak Beri kalau Ari diminta datang kekantor untuk menemui pak Dani! " jawab Ari.
Mereka ngobrol sambil menunggu pak Dani keluar dari ruangannya.
Sementara Titi sibuk dengan pekerjaannya dan tak menghiraukan kedatangan Ari, bukan tak perduli pada Ari tapi Titi tidak mau memperlihatkan hubungannya dengan Ari didepan teman-teman di kantor, walaupun semua sudah tahu tentang hubungan mereka.
Titi juga sedang menyiapkan tagihan yang diminta oleh client, jadi Titi sibuk menyiapkan tagihan.
Tak lama pak Dani dan tamunya keluar dari ruangan pak Dani.
Setelah mengantarkan tamunya sampai kedepan pintu, pak Dani bergabung dengan pak Beri.
Pak Dani duduk di kursi meja kosong didekat meja pak Bari.
Pak Bari telah duduk kembali di mejanya,
begitupun mbak Dewi telah kembali ke mejanya setelah ada driver yang mengambil surat jalan dan uang transport untuk mengantar barang.
Ari masih duduk di kursi yang ia duduki tadi, menunggu pak Dani yang akan menyampaikan sesuatu kepadanya.
Setelah berbincang sebentar dengan pak Beri, pak Dani memandang pada Ari dan bertanya padanya.
__ADS_1
" Ari, apa kegiatan Ari sekarang? " tanya pak Dani pada Ari.
" Belum ada kegiatan, pak! Lagi menunggu panggilan kerja, siapa tahu lamaran kerja yang Ari kirim ada yang direspon. Ari sudah mengirimkan beberapa lamaran pekerjaan. " jawab Ari menjelaskan pada pak Dani.
" Kalau bantu-bantu kerjaan di PT. MAU bisa ga?
Sedang ada kontrak kerja baru di lokasi PT. Mitra yang tempo hari kalian pergi kesana untuk mengambil uang setoran.
Mereka sedang membuat mess dan kantor baru untuk karyawan dekat lokasi perkebunan. Lokasi pembangunan mess masih berupa hutan yang baru dibuka. "
Pak Dani menjelaskan lokasi pekerjaan pada Ari.
" Bisa pak! Ari bisa bantu-bantu kerja disana.
Apa tugas Ari disana, pak? " tanya Ari.
" Ari bisa menjadi pengawas, mengawasi para tukang yang bekerja disana.
Ada lebih kurang empat puluh orang tukang yang bekerja disana, dan tugas Ari mengawasi mereka, nanti dibantu pak Supri dan Ali."
" Pak Supri yang akan memasok kebutuhan pembangunan disana dan membawa stok bahan makanan untuk para pekerja. Jadi jika ada bahan bangunan dan bahan makanan yang kurang bisa dilaporkan pada pak Supri. "
Pak Dani menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan oleh Ari.
Setelah ada kesepakatan antara pak Dani dan Ari, Ari meninggalkan kantor untuk mempersiapkan apa yang akan dia bawa ke lokasi, karena besok pagi Ari akan pergi ke lokasi proyek bersama pak Supri yang akan membawa bahan bangunan.
Dalam perjalanan pulang, Ari sangat bersyukur dengan apa yang ia dapat hari ini.
" Alhamdulillah, semoga ini jalan rejeki yang Allah berikan untuk menambah biaya pernikahan dengan Titi."
***
Sudah satu bulan Ari bekerja sebagai pengawas di proyek pembangunan mess
PT. Mitra.
Ari tidak pernah pulang, ia tinggal dilokasi proyek yang masih berupa hutan yang baru dibuka untuk lokasi mess dan perkantoran, tak jauh dari sana terlihat perkebunan yang baru dibuka dan ditanami pohon sawit.
Setiap seminggu sekali, pak Supri akan mengantarkan semua kebutuhan untuk para pekerja.
Titi mengirimkan rendang untuk Ari melalui pak Supri.
Ia merasa kasihan pada Ari, karena selama di proyek Ari hanya makan seadanya.
Titi juga bersyukur, akhirnya Ari bisa mendapatkan pekerjaan, walaupun untuk sementara harus tinggal di hutan.
Hal ini akan menjadi pengalaman yang berarti bagi Ari.
Ia ditempa untuk memulai suatu pekerjaan dengan diberi tanggung jawab yang besar untuk menjadi pengawas dan ditempatkan di hutan.
Selama Ari bekerja, Titi tidak bisa berkomunikasi karena memang tidak ada alat komunikasi.
Ia mendapat kabar Ari dari pak Supri jika pak Supri mengambil kebutuhan untuk dilokasi.
****
Untuk menghilangkan rasa rindunya pada Ari, Titi hanya bisa bolak balik membaca kartu ucapan ulang tahun yang diberikan Ari saat ia berulang tahun beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
Titi tersenyum setiap membaca kata-kata yang Ari tulis dikartu ucapan itu dan selalu ada perasaan bahagia yang dirasakannya.
Sesuatu yang sederhana tapi sangat berarti bagi Titi.
Senin, Jam 14.30
To : Nastiti
" Dear adek ku yang baik,
Met ultah ya?
Semoga dihari ultah mu ini, kamu lagi bahagia dan tidak ada kekurangan suatu apapun.
Serta selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa. Aamiin.. "
Dari acoe Always happy
ARI β€ forever ππ
" To : Nastiti
At the room.
Hai nek,
Baik-baik aja Khan?
Met ultah ya nek?
Moga-moga aja deh dihari ultah ini, nenek diberi umur yang panjang banget and dimurahkan rejeki yang banyak banget..
Dihari ultah nenek ini, tidak ada yang dapat kakek berikan untuk nenek.
Semoga pemberian kakek ini berkenan dihati nenek. "
From : yang mencintaimu
β€\*β’.ΒΈβ₯ AR Iβ₯ΒΈ.β’\*β€
" Selamat ulang tahun deh buat kamu, semoga selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa. Aamiin.. π€²π€²π€²
From : A R I.
Titi mendapatkan tiga kartu ucapan ulang tahun itu diatas nakas disamping tempat tidur saat ia pulang kerja.
Di atas kartu-kartu itu, ada sebuah boneka bayi mengenakan baju berwarna pink yang sedang tidur diatas ayunan.
Jika di goyangkan, ayunan itu akan bergerak seperti mengayun bayi yang tidur didalam nya.
Titi merasa bahagia mendapatkan hadiah kecil dan kartu ucapan itu dari Ari.
Saat ini, kartu-kartu dan mainan itu yang menemani Titi dan mengobati rindunya pada Ari.
" Semoga Allah menjaga dan melindungi mu dalam menjalankan semua pekerjaan mu, bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik tanpa ada halangan apapun." Doa Titi untuk Ari setiap saat ia merindukan nya.
Β«ββββββ Β« β Κβ‘Ιβ Β» ββββββΒ»
__ADS_1