
Tidak terasa kandungan Titi sudah berusia delapan bulan.
Titi maupun kandungannya nampak sehat karena Titi rajin periksa ke bu bidan setiap bulan.
Saat usianya kandungannya memasuki delapan bulan Titi pernah dirawat satu malam di klinik bersalin karena mengalami kontraksi palsu.
Flashback on
Siang itu saat pulang bekerja, Titi merasa perutnya sakit seperti akan melahirkan.
Karena merasa cemas, Ari menyarankan kepada Titi untuk ke klinik dokter kandungan.
Rencananya mau sekalian USG karena Titi belum pernah di USG.
" Pay, gimana ini? perut may kok rasanya sakit banget ya? " kata Titi pada Ari saat mereka akan pulang bekerja.
Kebetulan hari sabtu mereka pulang lebih awal.
" Memangnya sakit karena apa? " tanya Ari cemas saat melihat Titi yang meringis.
" Ga tahu, kaya kontraksi mau melahirkan, tapi tidak sesakit saat akan melahirkan. " jawab Titi.
" Kalau begitu kita periksa ke dokter kandungan aja.
Kita kan belum pernah periksa kesana, ibu bidan juga minta kita USG agar bisa melihat posisi bayi. "
Ari menyarankan pada Titi agar mereka pergi ke dokter kandungan.
" Baiklah bang jika seperti itu. " jawab Titi.
" Kalau kita pulang dulu untuk berganti pakaian masih kuat ga? " tanya Ari yang mengajak Titi untuk pulang terlebih dahulu untuk berganti pakaian.
" Bisa kok pay, sakitnya masih hilang timbul. Sebaiknya memang kita pulang dulu, siapa tahu nanti nggak sakit lagi. "
Titi setuju saat Ari mengajak Titi untuk pulang dan berganti pakaian terlebih dahulu.
Ari dan Titi pulang meninggalkan kantor dengan mengendarai motor.
Ari. melajukan motor dengan kecepatan sedang, takut jika Titi merasa sakit pada perutnya jika ia membawa motor dengan kencang.
Tiba di rumah Titi membersihkan diri lalu bersiap untuk pergi ke dokter kandungan.
Ari juga membersihkan diri sebelum mengantarkan Titi periksa ke dokter kandungan.
" Bu, Titi titip Nanda ya? Titi mau pergi periksa ke dokter kandungan dulu, perut Titi terasa sakit. "
Titi meminta ibu untuk menjaga Nanda karena ia akan pergi ke dokter kandungan.
" Perutnya kenapa, Ti? " tanya ibu yang menghampiri Titi saat Titi mengatakan jika perutnya sakit.
" Ga tahu juga Titi bu, perut Titi sakit seperti sedang kontraksi, makanya Titi mau periksa ke dokter kandungan.
Bu bidan juga meminta Titi untuk USG.
Badan Titi juga rasanya mau demam bu. "
__ADS_1
Titi mengatakan alasannya pergi ke dokter kandungan pada ibu.
" Kalau begitu pergilah, biar Nanda sama ibu di rumah. " kata ibu setelah mendengar kata-kata Titi.
Setelah berpamitan pada ibu, sore itu Ari dan Titi pergi ke dokter kandungan.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, Ari dan Titi tiba ditempat praktek dokter kandungan.
Ari mendaftarkan Titi terlebih dahulu, beruntung mereka dapat antrian nomor tiga karena mereka datang lebih awal dan belum banyak yang mengantri.
Tak lama menunggu, Titi dipanggil oleh suster untuk masuk ke ruangan dokter.
" Nomor antrian tiga, atas nama ibu Nastiti. " panggil suster yang berjaga didepan.
" Iya, mbak! " jawab Titi sambil berdiri dari duduknya dibantu oleh Ari.
Titi memasuki ruangan dokter.
Oleh suster yang memanggil nomor antrian tadi, Titi diperiksa tensi darahnya lalu dicatat di kartu berobat Titi.
Titi sudah memiliki kartu berobat disana karena Titi pernah memeriksakan kandungan saat hamil anak pertama.
" Ada keluhan apa, bu? " tanya dokter pada Titi.
" Perut saya sakit dok seperti sedang kontraksi. " jawab Titi.
" Ini anak kedua ya bu? sudah berapa bulan usia kandungannya? " tanya dokter lagi.
" Iya dok, ini anak kedua. Menurut perhitungan bidan saat ini sudah masuk usia delapan bulan. " jawab Titi pula.
" Saya mengalami keputihan yang parah dok, selama ini saya tidak keputihan sebanyak sekarang. " jawab Titi yang menyampaikan keluhannya pada dokter.
" Keputihannya gatal, ga? " tanya dokter lagi.
" Iya dokter, rasanya gatal. " jawab Titi.
Setelah melakukan tanya jawab dan. mencatat semua yang disampaikan oleh Titi, dokter meminta Titi untuk berbaring diatas brankar untuk melakukan USG.
" Keadaan bayi sehat, detak jantung normal, terlihat tidak ada masalah apa-apa dengan janin. "
Setelah mengolesi perut Titi menggunakan gel, dokter mulai menggerakkan transduser diatas perut Titi.
Ari dan Titi memperhatikan gambar janin mereka melalui layar komputer yang ada dihadapan mereka.
Pada layar hitam putih terlihat seorang bayi yang terlihat sehat.
" Kandungan memasuki usia tiga puluh dua minggu. Posisi bayi terlihat sudah dibawah. Air ketuban dalam keadaan bagus.Jenis kelamin sudah terlihat jelas, bayi bapak dengan ibu berjenis kelamin laki-laki. "
Dokter menjelaskan keadaan bayi Titi dan Ari juga jenis kelaminnya.
Setelah selesai. melakukan USG, perawat membantu membersihkan gel yang ada diperut Titi.
Karena Titi mengatakan jika ia mengalami kontraksi, maka sistem memeriksa jalan lahir Titi.
Setelah selesai, Titi merapikan pakaiannya kembali lalu duduk disamping Ari.
__ADS_1
" Menurut pemeriksaan, ibu sudah pembukaan empat.
Karena usia kandungan baru memasuki usia tiga puluh dua minggu, kemungkinan ini hanya kontraksi palsu.
Suhu tubuh ibu juga agak tinggi, ibu mengalami demam.
Saya sarankan agar ibu rawat inap disini agar bisa melakukan tindakan jika terjadi sesuatu."
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Titi disarankan untuk melakukan rawat inap.
Selain mengalami demam, Titi juga sudah pembukaan empat.
Menurut dokter, pembukaan terjadi karena Titi mengalami kelelahan dan demam.
Akhirnya Ari memutuskan agar Titi melakukan rawat inap untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari ruang periksa, Titi antar oleh suster yang lain ke ruang rawat inap di bagian belakang ruang praktek dokter.
Klinik bersalin ini terletak bersebelahan dengan rumah dokter kandungan.
Ada beberapa brankar tempat tidur pasien di ruang rawat yang Titi tempati yang disekat menggunakan gorden.
Titi berbaring diatas brankar karena ia merasa sedikit pusing dan badannya demam.
Suster yang mengantarkan Titi ke ruang rawat memasang infus di tangan Titi.
Ari duduk di kursi disamping ranjang Titi.
" Payung, kasih tahu ibu jika Titi dirawat di sini, takut jika nanti ibu nungguin kita pulang. " kata Titi yang meminta Ari untuk mengabari ibunya di rumah.
" Nanti pay pulang sebentar ya untuk mengabari ibu sekalian ambil baju ganti untuk besok. "
Ari. mengatakan jika ia akan pulang untuk mengabari orang tua Titi sekaligus mengambil pakaian ganti untuk Titi besok pagi.
Diruang rawat itu ada meja suster yang bertugas menjaga pasien yang ada di ruangan itu.
Selain Titi ada dua orang ibu yang sedang menunggu kelahiran anak-anak mereka.
Setelah melihat Titi sudah lebih baik, Ari pamit pada Titi untuk pulang ke rumah terlebih dahulu.
" Pay pulang sebentar ya? ini sudah menjelang magrib, nanti sehabis magrib pay kesini lagi membawa pakaian ganti untuk may besok. "
Kata Ari yang berpamitan pada Titi.
" Iya pay. Bilang pada ibu agar tidak mencemaskan Titi, takutnya ibu cemas saat tahu Titi dirawat.
Katakan pada ibu jika Titi sudah pembukaan empat dan takut ada apa-apa karena kandungan Titi baru berusia delapan bulan, sehingga Titi malam ini dirawat di klinik. "
Titi meminta agar Ari memberitahu keadaan Titi pada ibu agar ibu tidak merasa cemas.
Setelah menitipkan Titi pada suster yang berjaga di ruangan itu, Ari pun pulang sebentar ke rumah untuk memberi tahu keadaan Titi pada ibu sekalian. menitipkan Nanda pada ibu.
🦂🦂🦂
🦂🦂 Saat kita merasa bahagia hidup diatas penderitaan dan kesedihan orang lain, saat itulah hati nurani kita sudah mati hanya karena menuruti ego dan hawa nafsu. 🦂🦂
__ADS_1