Nastiti

Nastiti
Bab 16. Bertemu teman baru


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Titi rebahan di kamarnya, ia merasa sedikit lelah, walaupun di kantor tidak banyak yang dikerjakannya.


Titi mendengarkan musik sambil membaca novel favoritnya.


Titi memang suka membaca novel, ia suka membaca semua jenis novel, karena itu menjadi hiburan tersendiri bagi Titi.


Titi tidak suka menghabiskan waktunya diluar rumah.


Waktu libur digunakannya untuk bersantai, Titi tidak suka pergi jalan-jalan keluar bila tidak ada keperluan.


Terkadang, untuk mengisi hari libur, Titi membantu membersihkan kebun yang ada disamping rumahnya.


Menjelang juhur, Titi menghentikan bacaannya, lalu ia keluar kamar.


Titi melihat ayah nya sedang santai di kursi dekat dapur.


Titi menyapa ibunya yang sedang mengerjakan sesuatu.


" Sedang membuat apa, bu? apa sedang membuat cincau?" tanya Titi.


" Iya, Ti. Tadi saat ayah pulang mencari rumput, ayah membawa banyak cincau daun, jadi ibu buat cincau.


Enak nih Ti, adem diperut kalau minum cincau!" kata ibu.


" Iya, bu, apalagi kalau minumnya pas panas siang hari.


Titi bantu buat kuah gulanya ya bu?" balas Titi sambil menawarkan diri untuk membantu ibunya.


" Iya, Ti, itu gula merahnya didalam lemari dapur, daun pandan nya ada diatas meja makan." kata ibu pada Titi.


" Iya, bu!" jawab Titi.


Titi pun melangkah mendekati lemari untuk mengambil gula merah.


Ia mulai mengerjakan membuat kuah gula untuk nanti dicampur dengan cincau.


Ibu telah menyelesaikan membuat cincau, lalu menaruhnya diatas meja.


Ibu menaruh baskom dan saringan yang tadi digunakan untuk membuat cincau ditempat cuci piring.


Titi juga sudah selesai memasak kuah gula, ia mematikan kompor.


Lalu mendekati ibu yang akan mencuci perabotan dapur yang kotor.


" Bu, biar Titi yang cuci perabotannya, kan ga banyak juga!" ujar Titi pada ibu.


" Iya, Ti, terima kasih!" balas ibu.


Titi pun membersihkan perabotan yang kotor. Setelah selesai mencuci, Titi menaruh barang-barang ditempatnya masing-masing.


Setelah merapikan barang-barang, Titi menghampiri ayah dan ibunya yang sedang ngobrol.


" Ayah, dapat dimana cincau sebanyak itu? tanya Titi.


" Tadi, saat ayah mencari rumput dekat hutan kecil, ayah lihat banyak cincau yang merambat di pohon, lalu ayah ambil, karena ayah tak membawa wadah, ayah menaruhnya didalam topi." jawab ayah sambil tersenyum.


" Wah..nanti cincau nya bau keringat ayah dong?" canda Titi pada ayahnya.


Hanya hanya tersenyum.


Ayah Titi, seorang laki-laki yang tak banyak bicara, ayah sedikit pendiam dan seperti cuek pada anak-anaknya.


Titi tahu, ayah sangat menyayangi mereka tapi ayah tak memperlihatkan secara langsung.


" Ya ga lah, Ti, kan sebelum dibuat cincau, daun cincau sudah ibu cuci bersih!" kata ibu menjawab godaan Titi pada ayahnya.


Titi tersenyum mendengar kata-kata ibunya. " Iya, bu, Titi hanya bercanda." kata Titi.

__ADS_1


" Bang Pandu, kemana bu? kok ga kelihatan?" tanya Titi pada ibu.


" Abang mu, tadi dijemput sama mas Dio, ada pekerjaan yang harus dikerjakan!" jawab ibu.


" Pantas, dari tadi ga kelihatan, biasanya hari sabtu kan libur!"


Saat asik ngobrol, Tuti pulang dari sekolah, ia kelihatan kelelahan.


" Assalamualaikum.." salam Tuti.


" Waalaikumsalam warahmatullah.." jawab ayah, ibu dan Titi.


Lalu Tuti mencium tangan ayah, ibu dan Titi, lalu ia mengambil air minum dan meminumnya hingga habis.


" Kalau minum pelan-pelan, Tut, nanti tersedak!" kata ibu mengingatkan Tuti yang minum secara terburu-buru.


" Maaf, bu, Tuti haus banget, diluar panas banget dan bekal air Tuti sudah habis." jawab Tuti.


" Ya, sudah..sekarang ganti baju, istirahat dulu, sebentar lagi azan juhur". kata ibu.


Akhirnya, mereka meninggalkan dapur.


Ayah bersiap untuk mandi karena tadi berkeringat setelah mencari rumput, sementara ibu, Titi dan Tuti ke kamar masing-masing.


^^^^^^°°°°°^^^^^^


Sore ini, selesai sholat ashar, Titi melanjutkan membaca novel sambil rebahan di kamarnya.


Tiba-tiba, pintu kamar Titi ada yang mengetuk.


Tok..


Tok..


Tok..


" Mbak..." suara orang dibalik pintu.


" Ada apa,.Tut?" tanya Titi.


" Ada orang yang nyariin, mbak!" jawab Tuti


" Siapa? mbak ga ada janji sama orang!" tanya Titi lagi.


" Ga tahu, mbak! Tuti juga baru lihat, ada empat orang, mereka memakai kaos loreng!" jawab Tuti.


Tuti merasa heran, siapa yang mencarinya.


Lalu, ia ingat dengan obrolannya ditelpon tadi dengan Huda.


" Iya, Tut, tunggu sebentar!" kata Titi


Titi pun beranjak dari kasurnya, ia merapikan baju dan menyisir rambutnya.


Setelah merasa rapi, Titi keluar kamar lalu berjalan keluar bersama Tuti.


Diluar, Titi melihat ada empat orang yang sedang berdiri dibawah pohon belimbing.


Titi menghampiri, lalu menyapa mereka.


" Selamat sore.." sapa Titi pada orang-orang yang membelakangi nya.


Mereka pun menoleh, lalu salah seorang dari mereka menyapa Titi.


" Sore, sama mbak Titi ya? saya Huda yang tadi bicara ditelpon sama mbak! kata Huda memperkenalkan diri.


" Ah..iya mas, saya Titi, ini adik saya Tuti!" balas Titi memperkenalkan dirinya juga adiknya.

__ADS_1


" Iya, mbak..kenalkan, ini teman-teman saya." balas Huda pada Titi.


Lalu, teman-teman Huda pun berkenalan dengan Titi dan Tuti.


" Saya, Tio" sapa Tio pada Titi dan Tuti sambil berjabat tangan.


" Tuti"


" Titi" balas Titi dan Tuti bergantian.


" Saya, Iman"


" Saya, Jojo"


Mereka pun bergantian memperkenalkan diri.


" Mari mas, masuk..kita ngobrol didalam." ajak Titi.


" Disini aja, lebih adem" jawab Huda mewakili teman-temannya.


Akhirnya, mereka pun duduk di bale, lalu Titi mengambil kursi di dapur untuk ia dan Tuti duduk.


" Sebentar ya, mas, saya buatkan minum dulu. Mau teh atau kopi?" tanya Titi, menawari mereka minum.


" Air putih aja, mbak..kami habis lari, jadi biar segar minum air putih aja!" jawab Huda.


Titi pergi kedapur diikuti oleh Titi.


Mereka menyiapkan minuman untuk para tamunya.


Titi menyiapkan enam gelas cincau yang tadi dibuat ibu, serta satu teko air putih.


Sementara Tuti, ia menyiapkan kue dari kacang hijau yang ia buat bersama ibu.


Setelah siap, mereka membawanya ke bawah pohon belimbing.


" Mari semua, silahkan minum, ini ada cincau sama kue kacang hijau!" kata Titi menawari tamunya.


" Terima kasih, mbak!" jawab Huda.


" Panggil Titi sama Tuti aja mas, biar enak!" kata Titi


" Kalau ga enak, kasih kucing aja, Ti, biar ga terbuang!" ujar Tio bercanda.


" Mas Tio, bisa aja." jawab Titi sambil tersenyum.


Mereka pun menikmati minuman dan makanan yang dihidangkan Titi dan Tuti.


" Cincau nya beli dimana, Ti? seger banget, cincau nya lembut dan kenyal, kuah gulanya kental dan manisnya pas!" tanya Jojo pada Titi.


" Tadi, ibu yang buat mas, kebetulan ayah dapat daun cincau saat mencari rumput." jawab Titi.


" Pantas enak, ternyata buatan sendiri." ucap Jojo lagi.


" Lebih enak dan wangi kalau pakai irisan nangka, sayang ga ada nangkanya." kata Titi lagi.


" Ini aja sudah enak banget kok, Ti!" kata Iman pada Titi.


" Iya, Alhamdulillah..pas banget main kesini lagi ada cincau, jadi bisa ikut nyicipi". kata Titi.


Mereka menikmati minuman dan makanan sambil mengobrol.


Kelihatan, teman-teman baru Titi betah bermain kerumah Titi.


Walau baru saling mengenal, mereka terlihat akrab.


°°°°°°°°°°°

__ADS_1


Bersambung dulu ya?


Jangan lupa untuk selalu memberi dukungannya, dengan Like, Komen dan Vote.


__ADS_2