
Selesai mandi bang Ari bermain bersama Nanda, Nanda sangat senang karena papa sudah ada di rumah, mamanya juga tidak pergi meninggalkannya bersama sang nenek.
" Papa, kemaren papa bobok di rumah sakit ya? " tanya Nanda pada papanya sambil duduk dipangkuan papanya.
" Ia bang, kemaren papa sakit, jadi bobok dirumah sakit. " jawab bang Ari sambil mengelus kepala Nanda.
" Abang ga nakal kan waktu papa bobok dirumah sakit? " tanya bang Ari sambil mencium pipi Nanda.
" Nggak papa, abang ga nakal.
Abang bobok sama nenek sama kakek. "jawab Nanda dengan lucu.
Nanda turun dari pangkuan papanya lalu berlari menghampiri Ana yang tengah menonton tivi.
" Ante nonton apa? " tanyanya pada Ana.
" Ante lagi nonton film. " jawab Ana.
" Film apa, ante? " tanyanya lagi.
" Film emak-emak. " jawab Ana yang sedang menonton sinetron.
" Abang mau nonton teletabis, ante! " katanya pada Ana.
" Kalau abang mau nonton teletubbies, besok pagi ya? kalau sore tidak ada teletubbies. " kata Ana lagi.
Nanda pergi meninggalkan Ana dan duduk kembali didekat papanya.
" Abang mau apa? " tanya papanya saat melihat Nanda yang berdiri dan berlari ke arah dapur.
" Abang mau mimik susu. " jawabnya sambil berlari.
" Jangan lari, bang, nanti jatuh! " kata bang Ari sambil mengikuti Nanda dari belakang.
Di dapur, Nanda melihat mamanya yang sedang menyiapkan makanan untuk berbuka.
Melihat Nanda, Titi bertanya pada anaknya yang lucu dan menggemaskan.
" Abang mau apa? " tanya Titi pada Nanda.
" Abang mau susu, ma." jawab Nanda pada mamanya.
" Abang duduk sama papa ya? nanti mama buatkan susunya. "
Titi meminta Nanda untuk duduk bersama papanya.
Setelah dibuatkan susu, Nanda anteng duduk bersama ayahnya menghabiskan susunya.
Saat magrib, keluarga Titi buka bersama. Setelah beberapa hari Titi buka bersama Ana dirumah sakit, hari ini Titi bisa buka bersama dengan keluarganya.
Sungguh Titi sangat bersyukur dengan apa yang dia rasakan saat ini.
Bang Ari sembuh dari sakitnya dan ia bisa berkumpul lagi bersama keluarganya.
__ADS_1
" Abang mau nambah? " tanya Titi pada bang Ari yang makan disampingnya.
" Tidak, abang sudah kenyang. " jawab Ari pada Titi.
" Makan yang banyak bang, biar sehat dan gemuk lagi. " kata ibu pada Ari.
" Iya bu, terima kasih, abang sudah kenyang. " kata Ari pada ibu.
" Ana, tambah makannya, ini masih banyak lawuh nya. " kata ibu pada Ana.
" Terima kasih, bu, Ana juga sudah kenyang, sudah banyak minum tadi pas buka. " kata Ana yang terlihat sudah kekenyangan.
Selesai makan, ibu dan Titi membereskan meja makan.
Ana juga membantu membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya.
" Biar An, nanti aja, baru habis makan. " kata ibu yang melarang Ana untuk mencuci piring.
" Biarlah bu, biar bersih sekalian, kalau sudah beres kan tinggal istirahat. " jawab Ana yang masih menyabuni piring peralatan makan yang kotor lainnya.
" Geser An, Ana yang memberi sabun dan kak Titi yang bilas. " kata Titi yang meminta Ana bergeser agar ia bisa membantu Ana mencuci piring.
" Bu, tolong bawa kesini ya kalau masih ada yang mau dicuci, biar sekalian dicuci, jadi ga ada yang kotor lagi. " Titi meminta pada ibu untuk membawa piring kotor agar Titi dan Ana yang akan mencucinya.
Ibu pun membawa piring dan gelas kotor dan menyerahkan pada Ana untuk dicuci.
" Kalau gitu, ibu mau ke mushala ya? mau shalat tarawih, kalau kalian mau shalat nanti nyusul aja. "
Ibu pamit pada Titi dan Ana untuk pergi ke mushala dan melaksanakan shalat tarawih di mushala.
Setelah selesai mencuci piring, Titi dan Ana duduk diruang tamu.
Ibu dan ayah sudah berangkat ke mushala untuk shalat tarawih.
" Kakak tidak ke mushala? " tanya Ana pada Titi saat mereka tengah duduk berdua.
Bang Ari dan Nanda tengah bermain dikamar.
" Kakak masih capek, An, nanti shalat tarawih dirumah aja. " jawab Titi yang masih merasa kecapean dan berniat untuk shalat tarawih dirumah aja.
Saat Titi dan Ana tengah mengobrol, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Tok..
Tok..
" Assalamu'alaikum.. " ucap salam dari luar.
" Waalaikumsalam! " jawab Titi dan Ana.
" Biar Ana yang buka pintu, kak, sepertinya itu suara Awal. " kata Ana yang berdiri dan berjalan kearah pintu.
Titi masih duduk ditempatnya karena Ana sudah berdiri dan berjalan untuk membuka pintu.
__ADS_1
" Masuk Wal, Van..! " kata Ana yang membuka pintu saat melihat Awal dan Irvan yang berdiri di depan pintu.
" Duduk Wal, Van! " kata Titi yang melihat Awal dan Irvan masuk dengan meminta mereka untuk duduk.
" Sudah pada makan belum? kalau belum makan, pada makan dulu kedapur. " tanya Titi pada Awal dan Irvan yang duduk tidak jauh dari Titi.
" Sudah kak, kami sudah makan tadi dirumah, habis buka langsung makan. " jawab Irvan pada Titi.
" Memang kalian puasa? biasanya kalian puasa yang yuk, siang-siang buka periuk. " kata Ana yang meledek Awal dan Irvan.
Mereka memang jarang berpuasa, ada saja alasan jika ditanya mengapa tidak. berpuasa.
" Ah.. kak Ana tahu aja, jadi malu. " kata Irvan sambil tertawa.
Irvan memang suka melulu, kadang ada saja tingkahnya yang membuat orang tertawa.
Awal hanya tersenyum saja mendengar kata-kata Ana.
" Mau pada ngopi, gak? " tanya Ana pada Irvan dan Awal.
" Kalau ditawari kami tidak menolak kak, tapi kalau tidak ditawari kami akan minta dibuatkan. " kata Irvan sambil tertawa.
Awal yang memang tidak banyak bicara, hanya tertawa saja mendengar kata-kata Irvan.
" Dasar ga punya malu. " kata Ana sambil melempar Irvan dengan bantal kursi.
" Kalau malu-malu tapi mau nanti rugi kak, bisa-bisa ngiler gara-gara menolak ditawari kopi. " kata Irvan sambil menangkap bantal kursi yang dilempar Ana.
" Sudah Ana, buat aja kopinya, ga usah mendengarkan Irvan, dia mah memang begitu, suka bercanda. " kata Titi yang meminta Ana untuk membuat kopi buat Awal dan Irvan.
" Iya, kak! " kata Ana sambil berdiri dan berjalan ke dapur.
" Kalau masih ada sisa-sisa bukaan
sekalian bawa kak! " kata Irvan pada Ana yang menuju ke dapur.
" Masih ada sisa-sisa buka tadi, piring sama gelas kotor, sana cuci! " kata Ana sambil bercanda pada Irvan, karena piring dan gelas kotor tadi sudah dicuci sama Ana dan Titi.
" Wah itu sih urusan kak Ana, urusan kami mah cuma mengotori, kalau yang bersih-bersih urusan kak Titi dan kak Ana." kata Irvan sambil tertawa.
" Abang sama Nanda, mana kak? " tanya Awal pada Titi.
" Ada dikamar, tadi mereka sedang bermain dikamar saat kakak tinggal cuci piring. " jawab Titi.
" Sebentar, kakak lihat dulu ke kamar. " kata Titi lagi sambil hendak berdiri dari duduknya.
🦂🦂🦂
Dunia melapangkan jalan bagi seseorang yang mengetahui arah kemana dia pergi.
🦂🦂
Peganglah tangan istrimu dan katakanlah, " Aku memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita didalam syurga. "
__ADS_1
🦂🦂